Setiap orang tentu mempunyai langkah berbeda dalam menyampaikan pendapat dan menghadapi beragam situasi. Namun, pilihan kata yang sering digunakan rupanya dapat mencerminkan langkah seseorang berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.
Orang yang bijak tidak hanya mengandalkan kepintaran dan pemikiran logis, tetapi juga bisa memahami perasaan, merenungkan diri, serta memandang persoalan dari beragam perspektif pandang.
Dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa kalimat yang kerap disampaikan oleh orang bijak. Kalimat tersebut dapat menunjukkan rasa mau tahu, kepedulian, serta keahlian mereka dalam membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
11 Kalimat yang sering diucapkan orang bijak
Dilansir Your Tango, berikut kumpulan kalimat yang sering disampaikan orang-orang bijak menurut penelitian:
1. “Tidak ada yang abadi”
Ada beberapa motto hidup yang dianut oleh orang bijak dan yang mencirikan optimisme mereka dalam menjalani hidup, salah satunya adalah “Tidak ada yang abadi”.
Dengan hanya mengingat bahwa kesulitan bakal berlalu, kesengsaraan dapat diatasi, dan emosi berkarakter sementara, jutaan aspek kehidupan mereka berubah dibandingkan dengan orang biasa.
Mereka tidak hanya lebih baik dalam mengatur emosinya, lantaran tahu bahwa emosi tidak kekal alias "terjebak," tetapi mereka juga menghadapi situasi tersulit dalam hidup dengan anggun dan empati, mulai dari menghadapi kehilangan, mengalami patah hati, hingga mengatasi stres dari pekerjaan yang menyita seluruh perhatian.
2. “Aku tidak tahu”
Selain merasa nyaman mengakui kesalahan, orang-orang bijak juga sering menggunakan kalimat "Aku tidak tahu," meminta bantuan, belajar dari orang lain, dan tetap mau tahu tentang hal-hal yang tidak mereka pahami, apalagi ketika itu tidak nyaman.
Dengan bersedia mengakui ketika mereka tidak tahu sesuatu, daripada mencoba menegaskan pandangan yang salah tentang kepintaran alias kepercayaan diri, orang-orang bijak belajar dan berkembang lebih banyak daripada orang biasa.
Mereka mempersiapkan diri untuk sukses di tempat kerja, mengembangkan percakapan santuy dan hubungan sosial yang lebih baik, dan meningkatkan faedah sosial dari meminta dan menerima support dari orang lain.
3. “Aku mengerti maksud kamu”
Merasa didengarkan adalah perihal mendasar dalam membangun dan memelihara hubungan sosial yang sehat, menurut sebuah studi PLOS One.
Dengan meminta orang lain untuk berbagi lebih banyak tentang diri mereka sendiri, emosi mereka, dan pendapat mereka, orang-orang bijak memberi diri mereka kesempatan untuk belajar, sekaligus membantu orang lain merasa lebih dihargai dan terhubung.
Menggunakan ungkapan ini membikin orang lain merasa mempunyai ruang kondusif untuk berbagi, dan bakal membantu mereka lebih terbuka dan lebih rentan.
4. “Terima kasih”
Para mahir dari Harvard Health Publishing menyarankan bahwa mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan rasa syukur tidak hanya meningkatkan kebahagiaan pada orang biasa, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik.
Tentu saja, orang bijak menggunakan ungkapan-ungkapan seperti ini untuk mengungkapkan rasa syukur mereka sepanjang waktu, meningkatkan kesejahteraan emosional dan bentuk mereka, sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat.
5. “Aku butuh bantuan”
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Management Science, meminta support dapat mendorong orang lain untuk memandang Bunda sebagai pribadi yang lebih kompeten, cerdas, dan percaya diri, apalagi jika itu hanya meminta support dalam sebuah proyek di tempat kerja.
Ungkapan yang sering digunakan oleh orang bijak ini merupakan perwujudan dari praktik tersebut dan sering digunakan oleh orang-orang yang betul-betul bijak.
Mereka tidak hanya nyaman membikin kesalahan, meminta bantuan, dan mencari nasihat ketika mereka membutuhkannya, tetapi mereka juga termotivasi oleh momen-momen pembelajaran dan rasa mau tahu yang memicu hubungan dan percakapan tersebut.
6. “Kita semua sedang belajar”
Rasa mau tahu adalah aspek esensial dari kecerdasan, menurut sebuah studi dari Journal of Individual Differences, tetapi orang-orang yang paling bijak condong membawa rasa mau tahu mereka ke tingkat yang lebih tinggi dalam rutinitas sehari-hari mereka.
Baik itu mencari percakapan dengan orang asing, memberikan kesempatan kedua kepada orang yang telah melakukan kesalahan, alias berinvestasi dalam kegemaran dan minat unik mereka sendiri, orang-orang yang betul-betul bijak secara bawaan mempunyai rasa mau tahu dan minat untuk belajar.
Menurut penelitian, banyak ungkapan yang sering digunakan oleh orang-orang yang betul-betul bijak memberikan momen pembelajaran dan jalan untuk belajar dalam percakapan.
Mereka bersedia memberikan toleransi kepada orang-orang yang mau belajar, tetapi mereka juga bersedia mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan dan belajar darinya.
7. “Ceritakan lebih lanjut”
Menurut psikolog Leon F. Seltzer, PhD, orang yang betul-betul bijak condong lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, mewujudkan talenta untuk membikin orang lain merasa didengar, dihargai, dan dipahami tanpa kudu mengatakan apa pun.
Ini adalah salah satu ungkapan yang sering digunakan oleh orang yang betul-betul bijaksana, menurut penelitian, lantaran membuka kesempatan bagi orang lain untuk berbagi keahlian, pendapat, dan pemikiran mereka.
8. “Saya telah membikin kesalahan”
Dari tempat kerja, di mana meluangkan waktu untuk menganalisis kesalahan dan menciptakan momen pembelajaran meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan, hingga hubungan dan hubungan pribadi, bertanggung jawab atas kesalahan adalah salah satu perilaku yang dilakukan dengan baik oleh orang-orang yang betul-betul bijaksana.
Dengan mengatakan "Saya telah melakukan kesalahan" alias mengakui kesalahan mereka, orang-orang bijak membuka diri untuk belajar dari orang lain, daripada menutup diri dan memicu kebencian dengan mengangkat mentalitas korban yang salah arah alias mengalihkan kesalahan.
9. “Izinkan saya mengambil waktu sejenak untuk merenungkan pikiran”
Kemampuan untuk mengatur emosi sendiri, menenangkan diri dalam situasi stres, dan memberikan pengarahan dalam percakapan yang paling susah sekalipun adalah ciri-ciri orang bijak.
Dengan meluangkan waktu untuk mengumpulkan pikiran, dengan menggunakan ungkapan seperti ini, Bunda dapat mewujudkan kebijaksanaan yang didambakan semua orang.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Waterloo, refleksi diri, pengaturan emosi, dan keahlian untuk berpikir logis dalam situasi stres adalah karakter unik "orang bijaksana”, dalam beragam konteks sosial dan budaya.
10. “Bagaimana perasaanmu”
Sebuah studi dari Perspectives on Psychological Science menemukan bahwa ada hubungan menarik antara kebahagiaan alias menjalani "kehidupan yang baik" dan kebijaksanaan.
Semakin bijak seseorang, semakin senang mereka dalam hidup, sebagian besar lantaran mereka dapat membentuk hubungan yang lebih memuaskan dalam hidup mereka, baik dengan diri mereka sendiri, pekerjaan mereka, kehidupan pribadi mereka, dan orang lain.
Dengan mewujudkan empati yang menjadi karakter kebijaksanaan, orang bijak menggunakan ungkapan seperti ini untuk terhubung dengan orang-orang dalam hidup mereka.
Mereka tidak hanya membikin orang lain merasa dipahami dan didengar, apalagi dalam percakapan yang paling santuy sekalipun, tetapi mereka juga memberi orang kesempatan untuk belajar tentang diri mereka sendiri, berbagi kebijaksanaan secara tidak langsung.
11. “Bagaimana saya bisa membantumu?”
Kita bisa "memanfaatkan" kebijaksanaan orang lain, tetapi orang bijak juga bisa berbagi pengetahuan dan skill mereka sendiri dengan orang lain.
Dengan berkomitmen pada rasa mau tahu, menciptakan ruang kondusif dalam percakapan, mengusulkan pertanyaan yang bijaksana, dan mendengarkan dengan niat untuk belajar, daripada menunggu kesempatan untuk berbicara, orang bijak menggunakan kalimat seperti ini untuk berbagi kebijaksanaan mereka.
Menurut penelitian, banyak kalimat yang sering digunakan oleh orang bijak mempunyai kekuatan untuk menghubungkan orang, tetapi pertanyaan seperti ini, alias "Ada apa?" dan "Kamu tampak kesal, gimana saya bisa membantu?", melangkah lebih jauh dalam membimbing percakapan secara empatik.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan oleh orang-orang bijak. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)