Jakarta -
Ciri orang basa-basi saat mendengarkan sering kali terlihat dari langkah mereka merespons musuh bicara. Meski terdengar perhatian, tidak semua ucapan menunjukkan kesukaan alias kepedulian yang tulus.
Pada dasarnya, setiap orang mau didengar dan dipahami. Karena itu, banyak orang mudah percaya ketika seseorang menggunakan kalimat yang terkesan mendukung alias menunjukkan empati.
Namun, ada beberapa tanda yang bisa membantu Bunda membendakan perhatian yang tulus dengan sekadar basa-basi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
11 Kalimat yang menjadi karakter orang basa-basi
Selain dari sikap, ada beberapa kalimat yang dapat Bunda perhatikan lantaran sering digunakan mereka. Berikut di antaranya:
1. “Aku mengerti maksud kamu”
Ini adalah salah satu ungkapan basa-basi yang sering digunakan orang pura-pura peduli padahal sebenarnya mereka tidak mendengarkan. Mereka tampak memperhatikan, tetapi sebenarnya tidak memproses apa yang sedang dikatakan.
2. “Sepertinya Anda sedang banyak yang kudu dikerjakan”
Kalimat tersebut juga sering digunakan orang basa-basi ketika mereka tidak mendengarkan, tetapi pura-pura peduli. Ini mengakui bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi tanpa cukup spesifik untuk betul-betul membantu.
3. “Itu salah satu langkah untuk melihatnya”
Orang yang hanya basa-basi menggunakan kalimat “Itu salah satu langkah untuk melihatnya” ketika mereka tidak mendengarkan, tetapi tidak mau mengakuinya.
Mereka tidak mau membahas percakapan lebih dalam, tetapi merasa perlu mengakui apa yang dikatakan orang lain. Ini adalah jenis mendengarkan selektif yang memanfaatkan kerentanan seseorang yang hanya mau didengar.
4. “Terima kasih telah berbagi perihal itu denganku”
Kalimat ini menyembunyikan ketidakpedulian mereka di kembali topeng kebaikan. Ini adalah contoh rasa terima kasih tiruan lantaran emosi yang mendasarinya adalah ketidakpedulian, dan bukan pertimbangan yang cermat.
5. “Kamu sudah melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan”
“Kamu sudah melakukan yang terbaik yang Anda bisa” adalah ungkapan yang cukup umum, tetapi dimaksudkan untuk menyampaikan kepedulian yang tulus.
Ketika orang tidak mendengarkan tetapi berpura-pura peduli, mereka mau terlihat seperti terlibat, meskipun mereka tidak mempunyai kapabilitas untuk itu. Itulah kenapa mereka mungkin mencoba
Menggunakan kalimat tersebut adalah langkah licik untuk terlihat seperti pendengar yang suportif. Untuk itu, Bunda perlu lebih waspada.
6. “Itu pasti sangat susah bagimu”
Ucapan ini juga sering digunakan saat mereka tidak mendengarkan. Saat mengucapkannya, biasanya terdengar lebih berempati daripada yang sebenarnya. Meski berakar pada kebaikan, tidak selalu menunjukkan ketulusan.
7. “Itu sangat bisa dimengerti”
Kalimat itu tampak seperti respons yang sensitif, tetapi sebenarnya, adalah langkah mereka untuk mengisi kekosongan dalam percakapan tanpa perlu berpikir terlalu keras.
Menggunakan kalimat tersebut memberi ruang bernapas, terutama ketika mereka dihadapkan dengan topik susah yang sebenarnya tidak mereka pedulikan.
8. “Masuk logika untuk merasa seperti itu”
Ungkapan “Masuk logika untuk merasa seperti itu” pada dasarnya adalah pengesahan dangkal lantaran mengakui emosi orang lain tanpa terlibat pada tingkat yang lebih dalam.
9. “Kamu jelas sedang menghadapi banyak perihal saat ini”
Jika seseorang mengatakan kalimat itu, ada beberapa kemungkinan maknanya. Pertama, mereka memang bersikap empati. Kedua, mereka hanya berpura-pura mendengarkan.
Ungkapan ini efektif dalam kedua situasi. Memungkinkan orang untuk memahami apa yang sedang dialami orang lain tanpa perlu melibatkan komitmen emosional lebih dari itu. Ini adalah pengakuan, bukan tawaran bantuan.
10. “Kamu sudah melalui banyak hal”
Mereka tidak mau terlibat dalam apa yang dialami orang lain, tetapi juga tidak mau terlihat tidak berperasaan alias kejam.
Menggunakan ungkapan ini membantu mereka menjaga nilai diri dan menampilkan sikap empati, meskipun sebenarnya tidak peduli.
11. “Saya mengerti bahwa Anda merasa seperti itu”
Sekilas, kalimat ini terdengar penuh perhatian dan empati. Namun, dalam beberapa situasi, ungkapan tersebut bisa menjadi tanda bahwa seseorang hanya mendengarkan secara basa-basi tanpa betul-betul memahami apa yang sedang Bunda alami.
Kalimat ini hanya menunjukkan bahwa mereka mendengar apa yang Bunda katakan, bukan memahami argumen di kembali emosi tersebut.
Nah, itulah beberapa kalimat yang menjadi karakter orang hanya basa-basi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·