Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan, dari Pernapasan Sampai Iritasi Kulit/Foto: Magnific
Abu vulkanik Anak Krakatau tengah menjadi perhatian setelah kegiatan erupsi menerus di Selat Sunda. Abu dari erupsi tersebut dilaporkan telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk area Jabodetabek, sehingga masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi udara dan lingkungan di sekitarnya.
Lantas, apa saja akibat abu vulkanik bagi kesehatan yang perlu Anda waspadai?
Apa Itu Abu Vulkanik?

Abu Vulkanik/Foto: Magnific
Kalau mendengar kata “abu”, Anda mungkin langsung membayangkan sisa pembakaran yang ringan dan mudah dibersihkan. Padahal, abu vulkanik berbeda. Melansir dari The International Volcanic Health Hazard Network, material ini terdiri dari pecahan batuan vulkanik yang ukurannya sangat kecil, apalagi kurang dari 2 milimeter.
Saat erupsi terjadi, partikel tersebut dapat terlontar ke udara dan terbawa angin hingga daerah yang cukup jauh dari gunung api. Warnanya pun bisa beragam, mulai dari abu-abu terang hingga hitam. Ukurannya juga bisa terasa seperti butiran pasir sampai sangat lembut menyerupai bedak.
Nah, di sinilah masalahnya. Partikel yang sangat lembut dapat terhirup, masuk ke mata, alias menempel pada kulit. Abu yang baru saja jatuh juga dapat mempunyai lapisan masam yang berpotensi menyebabkan iritasi pada paru-paru dan mata.
Meski begitu, abu vulkanik tidak selalu berakibat buruk. Dalam jangka panjang, endapan abu dapat bercampur dengan tanah dan membantu membikin daerah vulkanik menjadi subur. Namun, untuk abu yang baru terpapar setelah erupsi, Anda tetap perlu lebih berhati-hati.
Abu Vulkanik Dapat Mengganggu Pernapasan

Mengganggu Pernapasan/Foto: Magnific
Salah satu akibat abu vulkanik yang paling perlu diperhatikan berangkaian dengan sistem pernapasan. Partikel yang sangat lembut dapat ikut masuk ketika Anda menghirup udara yang sudah terkontaminasi abu.
Pada paparan tinggi, apalagi orang yang sebelumnya sehat dapat mengalami rasa tidak nyaman di dada, batuk, alias iritasi. Keluhannya bisa berupa hidung berair, tenggorokan terasa sakit, batuk kering, sampai napas yang terasa tidak nyaman.
Bagi Anda yang mempunyai asma alias bronkitis, kondisinya perlu lebih diperhatikan. Paparan abu dapat memperparah batuk, mengi, produksi dahak, maupun sesak napas dan keluhannya bisa memperkuat beberapa hari setelah paparan.
Jadi, jika udara di sekitar rumah sedang dipenuhi abu, jangan menunggu sampai batuk alias sesak muncul baru mulai berhati-hati. Semakin sedikit paparan yang Anda terima, semakin baik.
Paparan Abu Membuat Mata Perih dan Iritasi

Membuat Mata Perih/Foto: Magnific
Pernah merasa mata seperti kemasukan debu mini yang tidak kunjung hilang? Sensasi tersebut bisa muncul ketika mata terkena abu vulkanik.
Partikel abu dapat membikin mata terasa gatal, perih, merah, alias terus mengeluarkan air mata. Pada kondisi tertentu, butiran yang lebih kasar apalagi dapat menggores permukaan kornea.
Paparan juga dapat menyebabkan konjungtivitis akut, dengan indikasi seperti mata merah, sensasi terbakar, dan lebih sensitif terhadap cahaya. Karena itu, jangan asal mengucek mata ketika terasa mengganjal setelah berada di area yang terkena abu.
Buat Anda yang menggunakan lensa kontak, risikonya juga perlu diperhatikan. Abu yang terjebak di antara lensa dan permukaan mata dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi alias goresan.
Abu Dapat Menyebabkan Iritasi Kulit

Penyebab Iritasi Kulit/Foto: Magnific
Tidak hanya mata dan hidung yang bisa terdampak. Kulit juga dapat mengalami reaksi ketika bergesekan dengan abu vulkanik, meskipun iritasi kulit bukan keluhan yang paling umum.
Beberapa orang dapat mengalami kulit kemerahan dan terasa iritasi, terutama jika abu yang menempel mempunyai sifat asam. Rasa tidak nyaman tersebut mungkin membikin Anda mau terus menggaruk area yang terkena.
Padahal, menggaruk justru dapat membikin kulit terluka dan meningkatkan akibat terjadinya jangkitan sekunder. Jadi, setelah beraktivitas di area yang terkena abu, jangan lupa memperhatikan kebersihan kulit juga.
Beauties, jika lingkunganmu mulai terkena abu vulkanik Anak Krakatau, jangan tunggu sampai tubuh memberikan peringatan dulu. Kurangi paparan dan tetap perhatikan kondisi pernapasan, mata, maupun kulitmu! Stay safe dan tetap jaga kesehatan, ya, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)