Di masa tumbuh kembangnya, anak mengingat semuanya dengan baik. Ini termasuk apa yang diucapkan oleh orang tuanya. Pernah kah Bunda pernah tanpa sadar mengatakan kalimat menyakitkan kepada anak saat marah?
Mungkin banyak di antara orang tua, termasuk kita sendiri, susah bersikap tenang ketika bentrok dengan anak alias merasa kecewa dengan anak. Pada saat-saat seperti itu, sangat mudah untuk mengatakan kalimat yang menyakitkan.
Jika sudah mereda dan mengingat-ingat, rasanya mau sekali menarik kembali ucapan. Untuk mencegahnya, kuncinya adalah gimana tetap mengendalikan diri agar kita tidak sampai mengatakan sesuatu yang bakal disesali.
Pada akhirnya, mengasuh anak adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan suka cita dan tantangan, Bunda. Sebelum menyesal, ketahui beberapa kalimat yang sering disesali orang tua dan gimana ungkapan-ungkapan tersebut dapat menyakiti emosi anak.
1. "Mengapa Anda tidak bisa seperti kakakmu?"
Hindari membandingkan anak satu dengan lainnya. Dikutip dari Psychology Today, komparasi seperti itu dapat menumbuhkan rasa iri dan persaingan yang tidak sehat di antara kerabat kandung, yang menyebabkan emosi tidak dihargai dan hubungan yang tegang, Bunda.
2. "Bunda sudah melahirkan Anda di dunia!"
Dalam kemarahan, orang tua mungkin berkata, "Kalau Bunda tidak melahirkan kamu, Anda tidak ada di sini sekarang!" Kalimat menyakitkan yang diucapkan seperti itu dapat meninggalkan luka emosional yang dalam, menyebabkan anak-anak berjuang dengan emosi ditolak (tidak diinginkan) dan rendah diri.
3. "Kamu selalu lupa apa yang Bunda/Ayah katakan."
Orang tua mungkin mengungkapkan frustrasi dengan mengatakan itu. Kalimat menyakitkan tersebut dapat membikin anak merasa tidak bisa berubah, berpotensi memengaruhi kepercayaan diri dan motivasi mereka.
4. "Kamu lebay (berlebihan), itu hanya bercanda."
Mengabaikan emosi anak dapat menghalang keahlian mereka untuk mengekspresikan diri, menyebabkan mereka menekan perasaan, dan memengaruhi kepintaran emosional mereka.
5. “Bunda dan Ayah pikir Anda bakal lebih baik dari kemarin.”
Orang tua mungkin menyampaikan kekecewaan dengan mengatakan kalimat tersebut. Meskipun mempunyai angan adalah perihal yang wajar, mengungkapkan kekecewaan tanpa menawarkan dukungan, dapat menyebabkan emosi tidak bisa dan kekhawatiran pada anak-anak.
6. “Kamu pemalas!”
Jangan sampai memberi label pada anak dengan negatif. Dalam bukunya, 10 Days to a Less Defiant Child, psikolog Jeffrey Bernstein Ph.D. mengatakan pelabelan negatif dapat merusak gambaran diri dan motivasi anak, sehingga menyulitkan pengembangan etos kerja yang kuat dan rasa tanggung jawab.
7. "Tidak ada yang perlu ditakutkan."
Dilansir Huffington Post, terkadang anak-anak takut pada hal-hal yang tidak orang dewasa anggap menakutkan. Entah itu anjing, kegelapan, alias perihal lain sama sekali. Tetapi mengatakan "tidak ada yang perlu ditakutkan" kepada mereka adalah meremehkan lantaran faktanya mereka memang takut. Itulah yang mereka rasakan.
Demikian beberapa kalimat orang tua yang dapat menyangkiti anak, mulai dari membandingkan dengan kerabat kandung hingga mengabaikan emosi yang sedang dirasakannya. Semoga dengan membaca tulisan ini, ibu menjadi lebih peka dalam menghadapi anak-anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·