Deretan selebritas Indonesia penerima danasiswa LPDP/ Foto: Instagram.com/maudyayunda
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) selama ini dikenal sebagai salah satu program pendanaan pendidikan paling prestisius dan kompetitif di Indonesia. Tak cuma diburu akademisi dan mahasiswa berprestasi, tetapi juga sejumlah artis Indonesia yang mau melanjutkan studi di kampus-kampus ternama dunia.
Dengan rekam bekas akademik yang kuat dan komitmen bagi negeri, sederet artis penerima danasiswa LPDP ini membuktikan bahwa bumi pendidikan dan bumi entertainment dapat berjalan beriringan.
Berikut ini daftar 5 artis Indonesia yang pernah menerima danasiswa LPDP, seperti dilansir dari detikEdu.
1. Maudy Ayunda

Maudy Ayunda/ Foto: Instagram.com/maudyayunda
Aktris sekaligus penyanyi, Maudy Ayunda populer dengan ketekunannya dalam sektor akademik. Salah satu kisahnya yang sempat menyita perhatian publik adalah saat ia diterima di dua kampus top dunia.
Maudy melanjutkan studi magister dengan danasiswa LPDP di Stanford University, Amerika Serikat, dengan memungut program joint degree dan meraih dua gelar sekaligus, yaitu Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA).
Sebelumnya, Maudy telah menyelesaikan pendidikan sarjana di University of Oxford, Inggris, dengan jurusan Politics, Philosophy, and Economics (PPE) pada tahun 2016.
Di luar bumi keartisannya, Maudy Ayunda dikenal aktif di beragam forum nasional hingga internasional, menyuarakan isu pendidikan, isu sosial, pengembangan generasi muda, membangun yayasan danasiswa (MA Foundation), mendirikan brand kecantikan lokal (From This Island), serta menjadi investor.
Maudy juga dipercaya menjadi ahli bicara pemerintah Indonesia untuk Presidensi KTT G20 di Bali pada tahun 2022.
2. Tasya Kamila

Tasya Kamila/ Foto: Instagram.com/
Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila termasuk salah satu penerima danasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2. Ia memungut program Master of Public Administration (MPA) dengan fokus pada Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat.
Tasya pun berhasil menyelesaikan studi S2-nya selama dua tahun pada 2018, dengan memperoleh IPK 3,75 dan mendapat predikat Cumlaude.
Setelah balik ke Indonesia, Tasya memberikan kontribusinya dengan terlibat aktif sebagai aktivis lingkungan hidup, akademisi, serta pembicara di forum nasional hingga internasional.
Sebelumnya, pada tahun 2015, Tasya telah mendirikan institusi swadaya penduduk disebut Green Movement Indonesia. Yayasan ini dibangun untuk mengedukasi penduduk mengenai pergerakan akar rumput, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta peningkatan partisipasi anak muda dalam menjaga kelestarian alam.
Selain itu, ia juga pernah ditunjuk pemerintah Indonesia menjadi bagiankecil dari Dewan Pertimbangan Kalpataru pada tahun 2022. Hingga kini, Tasya statis kelihatan aktif sebagai seorang ibu dan public figure yang mengedukasi penduduk melalui beragam kegiatan.
3. Gita Gutawa

Gita Gutawa/ Foto: Instagram.com/gitgut
Penyanyi sopran bernada merdu, Gita Gutawa, termasuk deretan artis yang melanjutkan pendidikan S2 melalui danasiswa LPDP. Ia memungut bidang Culture and Society di London School of Economics and Political Science (LSE) dan berhasil lulus pada akhir 2015, saat usianya statis 21 tahun.
Sebelumnya, anak komposer ternama, Erwin Gutawa, itu telah menyelesaikan pendidikan sarjana di University of Birmingham, Inggris, dengan memungut bidang ekonomi pada tahun 2014.
Setelah menyelesaikan studi magisternya, ia balik ke Indonesia dan menyampaikan keinginnaya untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan industri imajinatif Tanah Air.
Tak lagi tampil di layar televisi, Gita justru aktif bekerja di balik layar. Bersama ayahnya, ia menginisiasi proyek Di Atas Rata-Rata (DARR) untuk mewadahi dan mencari bakat-bakat terbaik dari bakat muda Indonesia.
Ia juga menduduki posisi strategis sebagai Creative Director dan produser di Erwin Gutawa Productions serta GUT Records. Ia berpartisipasi sebagai konseptor sekaligus produser untuk pagelaran seni dan album musisi-musisi ternama Indonesia.
Tak cuma itu, Gita juga dipercaya memungut peran krusial di Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards), menjadikannya salah satu yang ikut menentukan arah apresiasi musik di Indonesia.
4. Acha Septriasa

Acha Septriasa/ Foto: Instagram.com/
Di luar bumi keartisannya, Acha Septriasa dikenal memiliki prestasi akademik yang cemerlang. Ia memprioritaskan pendidikan tinggi dengan menempuh studi di Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia, dengan memungut bidang Mass Communication.
Namun, berbeda dengan pendanaan penuh danasiswa biasanya, Acha mendapatkan rancangan danasiswa sebagian. Ia menanggung sekitar 20 persen dari total biaya pendidikannya, sementara sisanya dibayarkan melalui program LPDP.
Meski kini memilih menetap di Australia untuk pendidikan putri semata wayangnya, namun Acha statis sering bolak-balik ke Indonesia untuk keperluan syuting maupun mengurus bisnisnya.
Di sela kesibukannya menjadi ibu dan menjalani co-parenting, Acha juga dikenal aktif dalam menyuarakan isu pendidikan, isu sosial, dan mengampanyekan corak hidup serta olahraga.
Selain itu, Acha juga melebarkan sayapnya dengan turut bekerja di balik layar sebagai co-founder di Avarta Media, di mana ia terlibat langsung dalam penyusunan konsep imajinatif dan pengembangan cerita.
5. Mutiara Annisa Baswedan

Mutiara Baswedan/ Foto: Instagram.com/
Putri sulung Anies Baswedan, Mutiara Annisa Baswedan, berhasil meraih danasiswa LPDP untuk melanjutkan studi magister di Harvard University, Amerika Serikat, dengan memungut program Master of Education in Education Policy and Analysis.
Sebelumnya, Mutiara merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2020 dengan membawa prestasi yang membanggakan.
Di luar sorotan media, Mutiara Baswedan dikenal aktif di sektor akademik, hukum, perkumpulan internasional, serta analisis kebijakan. Keaktifannya pada analisis kebijakan pendidikan bermaksud untuk memberikan kontribusi masa depan Indonesia.
Beauties, inilah sebagian kecil dari alumni penerima danasiswa LPDP yang terkenal. Kehadiran mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa apa pun latar belakangnya statis bisa jalan beriringan dengan pendidikan tinggi.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)