Desa di Jepang dengan kondisi tenang, panorama indah, dan gradasi tradisional yang memikat/Foto: pexels.com/Evgeny Tchebotarev
Kalau membahas liburan ke Jepang, kebanyakan orang langsung terpikir Tokyo, Osaka, maupun Kyoto. Padahal, ada banyak desa di Jepang yang menawarkan kondisi jauh lebih tenang dan cocok untuk healing.
Di tempat-tempat ini, Anda bisa menikmati udara yang sejuk, panorama pegunungan, sungai yang jernih, hingga deretan rumah tradisional yang membikin waktu terasa berjalan lebih lambat.
Menariknya, setiap desa punya pesonanya sendiri. Kalau Anda mau merasakan sisi Jepang yang lebih damai dan jauh dari hiruk pikuk kota, beberapa desa berikut ini layak masuk daftar destinasi yang wajib dikunjungi. Keep scrolling, Beauties!
Shirakawa-go, Desa Pegunungan Ikonis di Jepang

Shirakawa-go/Foto: pexels.com/NaturEye Conservation
Kalau membahas desa di Jepang yang cocok buat healing, Shirakawa-go hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Desa yang eksis di Prefektur Gifu ini dikenal sebagai salah satu desa tradisional paling ikonis di Jepang dan sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Daya tarik utamanya adalah rumah-rumah bergaya gassho-zukuri yang memiliki epilog jerami curam. Bentuk epilog ini bukan sekadar unik, tetapi juga dirancang agar bisa mengekang tumpukan salju tebal saat musim dingin.
Meskipun sering viral karena panorama bersaljunya, Shirakawa-go juga nggak kalah cantik saat musim semi hingga musim panas. Hamparan sawah hijau, hutan pegunungan, dan udara yang adem membikin kondisi desa terasa damai dari segala arah. Jalan setapak yang menghubungkan rumah-rumah tradisional juga cocok untuk berjalan santai sambil menikmati panorama tanpa terburu-buru.
Kalau mau merasakan sisi pedesaan Jepang yang statis mempertahankan gradasi tradisional, Shirakawa-go adalah destinasi yang menawarkan gabungan budaya, alam, dan ketenangan dalam satu tempat.
Gokayama, Hidden Gem yang Lebih Tenang

Desa yang eksis di Prefektur Toyama ini statis mempertahankan rumah-rumah bergaya gassho-zukuri/Foto: pexels.com/Masaharu Inagaki
Kalau Shirakawa-go terasa terlalu ramai, Gokayama bisa jadi alternatif yang lebih tenang. Desa yang eksis di Prefektur Toyama ini statis mempertahankan rumah-rumah bergaya gassho-zukuri, tapi suasananya jauh lebih sepi sehingga cocok buat Anda yang mau menikmati pedesaan Jepang dengan lebih santai.
Hal yang membikin Gokayama terasa istimewa adalah hayat penduduk lokal yang statis terjadi seperti biasa. Rumah-rumah tradisional di sini bukan sekadar objek wisata, melainkan statis dihuni oleh penduduk setempat. Hal itu membikin kondisi desa terasa lebih autentik dan alami.
Selama eksis di Gokayama, Anda bisa berjalan menyusuri jalan setapak yang tenang, mengunjungi rumah-rumah bersejarah, maupun sekadar menikmati panorama pegunungan dan hutan yang mengelilingi desa.
Magome-juku, Desa Bersejarah dengan Jalanan Ala Zaman Edo

Desa ini dulunya merupakan salah satu kota peristirahatan di sepanjang jalur berhistoris Nakasendo/Foto: pexels.com/Tomáš Malík
Mau merasakan kondisi Jepang tempo dulu? Magome-juku adalah destinasi yang wajib masuk wishlist. Desa ini dulunya merupakan salah satu kota peristirahatan di sepanjang jalur berhistoris Nakasendo, rute yang menghubungkan Kyoto dengan Edo, yang kini dikenal sebagai Tokyo.
Begitu memasuki Magome-juku, Anda akan disambut deretan bangunan kayu yang statis terawat, jalan berbatu yang khas, dan latar pegunungan yang membikin suasananya terasa seperti balik ke era Edo. Sepanjang jalan utama, ada banyak kafe kecil, toko kerajinan lokal, hingga hostel tradisional yang menambah daya tarik desa ini.
Salah satu metode terbaik menikmati Magome-juku adalah berjalan kaki menyusuri jalanannya yang menanjak sambil selesai di beragam perspektif menarik. Selain cocok untuk pecinta sejarah dan arsitektur, desa ini juga menawarkan kondisi pedesaan yang tenang sehingga pas buat healing tanpa mesti terburu-buru bergeser tempat.
Ine, Desa Nelayan dengan Pemandangan Unik

Desa kecil di pesisir utara Prefektur Kyoto yang populer dengan funaya/Foto: pexels.com/Derek Tsai
Ada satu desa di Jepang yang mungkin kelihatan seperti lukisan dari kejauhan. Di sepanjang garis pantainya, deretan rumah kayu berdiri menghadap laut dengan perahu nelayan tersimpan tepat di bawahnya. Inilah Ine, desa kecil di pesisir utara Prefektur Kyoto yang populer dengan funaya maupun rumah perahu tradisionalnya.
Keunikan funaya terletak pada desainnya yang dibuat menyatu dengan hayat penduduk pesisir. Lantai bawah digunakan sebagai tempat menyimpan perahu, sedangkan bagiankecil atas menjadi ruang tinggal. Oleh karena itu, kondisi desa ini terasa sangat dekat dengan aktivitas nelayan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.
Selain arsitekturnya yang khas, Ine juga menawarkan panorama teluk yang tenang dengan perbukitan hijau di sekelilingnya.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)