Di Balik Karier Gemilangnya, David Beckham Ternyata Punya Asma Sejak Kecil

May 10, 2026 07:30 AM - 2 hari yang lalu 3159

Jakarta -

Asma adalah kondisi yang bisa dialami siapa saja tanpa memandang usia alias latar belakang, apalagi sosok terkenal seperti mantan pemain sepak bola David Beckham pun mengidapnya sejak kecil.

Hal ini terungkap ketika Beckham menggunakan inhaler selama pertandingan LA Galaxy di final Piala MLS melawan Real Salt Lake pada November 2009. Agennya, Simon Oliveira, mengatakan sang atlet memang mempunyai asma.

“David menderita masalah ini sejak kecil, tetapi jelas perihal itu tidak memengaruhi performanya,” ungkap Simon, dikutip dari laman The Independent, Selasa (5/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Beckham tidak pernah berupaya untuk mengungkapnya. Namun, jika dapat memberikan inspirasi bagi para penderita lain, itu bakal jauh lebih baik.

“Dia tidak pernah berupaya untuk mempublikasikannya, tetapi jika perihal itu dapat menginspirasi penderita lain untuk berpikir bahwa mereka dapat mencapai hal-hal besar seperti yang telah dilakukan banyak olahragawan lainnya, maka itu bakal jauh lebih baik,” tuturnya.

David Beckham menjadi inspirasi para penderita asma

Kepala penasihat medis Asthma UK, Dr. Mike Thomas, mengatakan Bekcham menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan asmanya.

“Agennya telah mengkonfirmasi bahwa David menggunakan obat-obatan untuk membantu mengendalikan kondisinya,” ujar Thomas, dikutip dari laman Mirror.

Ia percaya bahwa apa yang dialami Beckham dapat memberikan inspirasi bagi anak muda yang mau mencapai puncak dalam kegiatan pilihan mereka. Asma adalah kondisi serius bagi banyak orang dan dapat menakut-nakuti jiwa, tetapi bagi Beckham, perihal itu bukan penghalang kesuksesannya.

“Ada lebih dari lima juta orang yang menderita asma di Inggris dan 76 persen penderita asma mengatakan kepada kami bahwa olahraga adalah pemicu kondisi mereka,” ujar Thomas.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa asma sangat umum dialami para atlet, seperti Paul Scholes dan Paula Radcliffe, yang keduanya menderita kondisi tersebut. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa asma tidak perlu menghentikan seseorang untuk berkompetisi di level tertinggi.

Selain itu, pemain rugby internasional Skotlandia, Scott MacLeod, juga beranggapan bahwa menderita asma tidak perlu membatasi ambisi olahraga.

Ia dibebaskan oleh komite peradilan independen untuk terus bermain setelah ditemukan bahwa secara tidak sengaja mengonsumsi obat asma terlarang tanpa izin yang diperlukan.

“Kasus Scott telah menunjukkan bahwa jika Anda belajar mengelola asma dan mengonsumsi obat yang tepat, tidak ada argumen kenapa Anda tidak dapat berolahraga di level tertinggi,” ujar manajer urusan publik dan komunikasi Asthma UK Scotland, Gordon Brown.

“Tentu saja, tidak semua orang mempunyai tingkat keparahan asma yang sama, tetapi pesan dasarnya tetap sama. Bagi kebanyakan orang, asma semestinya tidak menghalangi Anda untuk melakukan jenis olahraga apa pun selama Anda berkonsultasi dengan master secara teratur, menjaga asma Anda tetap terkontrol dengan baik, dan mengonsumsi obat yang tepat,” sambungnya.

Pelari maraton Radcliffe dan pemain Manchester United, Scholes, pun pernah tampil dalam kampanye Asthma UK untuk mendorong anak-anak agar mendapatkan faedah maksimal dari olahraga.

Scholes, yang didiagnosis menderita kondisi tersebut pada usia 21 tahun, telah membantu mengumpulkan ribuan pound alias ratusan juta rupiah untuk Kampanye Asma Nasional selama puncak kariernya.

Dia secara teratur menggunakan inhaler dan sekarang tidak pernah lagi terganggu oleh kondisi tersebut.

“Asma saya terkontrol dengan baik sehingga tidak pernah memengaruhi performa saya. Saya selalu melakukan pemanasan sebelum pertandingan. Saya juga minum obat sebelum pertandingan dan lagi saat jarak babak pertama jika perlu,” ujar Scholes.

Atlet lain yang pernah menderita kondisi ini termasuk perenang Mark Spitz, yang meraih sembilan lencana emas di Olimpiade Munich 1972, Frank Lampard dari Chelsea, perenang Rebecca Adlington, mantan perenang Olimpiade Karen Pickering, serta pemain kriket Ian Botham dan Darren Gough.

Olahraga ketahanan bentuk paling mungkin menimbulkan masalah bagi penderita asma, ini termasuk lari jarak jauh, ski, dan bersepeda. Gejalanya bisa meliputi batuk, mengi, sesak dada, dan kesulitan bernapas.

Namun, dengan training dan pengobatan yang tepat, penderita asma yang dipicu oleh olahraga dapat berperan-serta dalam olahraga apa pun yang mereka pilih, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya