Jakarta -
Perut ibu mengandung yang tampak besar sering kali dikaitkan dengan ukuran janin. Padahal, perubahan bentuk ini bisa saja disebabkan oleh volume air ketuban yang berlebihan, Bunda.
Kisah ibu mengandung yang mengira tengah mengandung bayi besar, namun rupanya berisi banyak air ketuban pernah dialami Bunda Emily Boazman. Content creator asal Amerika Serikat ini melahirkan anak ketiganya setelah kehilangan banyak cairan ketuban.
Dilansir People, Boazman membagikan kisahnya ini di TikTok pada akhir tahun lalu. Dalam unggahan di video, Boazman menunjukkan perutnya yang sangat besar saat mengandung anak ketiga.
"Lihat perubahan perut saya setelah kehilangan banyak cairan ketuban (saya kira itu hanya ukuran bayi yang besar)," tulis di unggahan tersebut.
Boazman juga mem-posting momen saat dia mengeluarkan banyak air ketuban dari tubuhnya. Video tersebut direkam oleh kerabat perempuannya.
"Ini terjadi SETELAH air ketuban saya pecah di tempat tidur dan membanjiri tempat tidur. DENGARKAN SUARA CAIRAN YANG MENGALIR KELUAR DARI TUBUH SAYA!" ungkapnya.
Dalam video terakhir, Boazman tempak berebahan di rumah sakit dan menunjukkan ukuran perutnya yang sudah jauh lebih kecil. "Dan perut saya setelahnya. Perut mengecil JAUH sekali," ujarnya.
Mengira mengandung bayi dengan ukuran besar
Boazman mengatakan bahwa air ketubannya mengalir deras saat dia sudah berada di rumah sakit. Air ketuban keluar ketika janin di dalam kandungannya mulai aktif bergerak, Bunda.
"Saya berada di rumah sakit ketika ketuban saya pecah, dan saya kehilangan banyak cairan di tempat tidur," kata Boazman.
"Setelah beberapa saat, saya bangun untuk buang air kecil, dan ketika saya melangkah ke bilik mandi, bayi di dalam kandungan pasti bergeser sedikit (kepala biasanya sudah masuk ke dalam panggul, jadi air bakal menetes keluar lantaran aktivitas alias tertahan di atas kepala bayi), dan itu memungkinkan banyak air mengalir saat saya ke toilet," sambungnya.
Mantan perawat persalinan ini mengaku hanya sekali melakukan USG, ialah saat usia kehamilannya memasuki 17 minggu. Saat memasuki trimester ketiga, Boazman menebak bahwa ukuran bayinya besar.
"Saya hanya melakukan satu kali USG sekitar usia kehamilan 17 minggu, dan pada saat itu, ukurannya berada di pemisah atas normal. Saya tidak melakukan USG lagi lantaran saya tidak mau mengetahui jenis kelamin bayi dan tidak mau tergoda untuk mengetahuinya," jelasnya.
"Pada usia kehamilan 33 minggu, ukuran perut saya sama seperti saat kehamilan pertama dan kedua, ialah terlihat besar. Jadi saya berasumsi bayi di dalam kandungan ini sangat besar. Ternyata, itu semua cairan."
Setelah kehilangan semua cairan ketuban, Boazman mengatakan dia merasa jauh lebih baik. Dia bisa bernapas lebih lega dan mengambil napas penuh pertamanya sejak usai kehamilan 16 minggu.
Proses persalinan dengan operasi caesar
Ia akhirnya melahirkan seorang sekitar 16 jam setelah air ketubannya keluar. Namun, proses persalinannya tidak mudah.
Bayi di dalam kandungan Boazman berada dalam posisi terbalik dengan wajah menghadap ke bawah dan tidak mau turun. Boazman mengatakan bahwa dokternya mencoba beberapa posisi lain hingga akhirnya dia kudu menjalani operasi caesar.
Meski menjalani persalinan yang terbilang sulit, Boazman mengaku tidak terkejut dengan semua prosesnya. Pasalnya, dia sudah cukup familiar dengan proses persalinan.
"Saya pernah menjadi perawat persalinan selama 10 tahun, jadi saya familiar dengan seluruh proses persalinan... dan kelahiran. Bahkan dengan semua pengetahuan saya, saya tetap merasa seperti telah kandas lantaran kudu menjalani operasi caesar," kata Boazman.
"Bersikap oke pada diri sendiri saat Anda bakal melahirkan, jarang sekali segala sesuatunya melangkah sesuai rencana dan Anda kudu terbuka untuk menerima perihal itu, serta jangan terlalu cemas ketika segala sesuatunya tidak melangkah sesuai rencana. Jika memungkinkan, bersabarlah dan biarkan tubuh Anda melakukan tugasnya. Jangan terburu-buru."
Air ketuban memainkan peran krusial dalam perkembangan janin. Cairan ini berfaedah sebagai bantalan, yang melindungi janin dari tekanan eksternal, benturan, dan bahaya. Cairan ketuban juga mengatur suhu tubuh dan membantu perkembangan paru-paru, otot, tulang, dan sistem pencernaan bayi.
Dilansir Parents, tingkat cairan ketuban normal berkisar antara 8 hingga 24 sentimeter (cm). Namun, kisarannya juga berjuntai pada seberapa jauh usia kehamilan.
Kadar air ketuban meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan. Kadar tertinggi terjadi sekitar usia kehamilan 34 minggu, Bunda.
Demikian kisah Bunda yang mengira mengandung bayi besar, namun terjadi berisi banyak air ketuban.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·