Jakarta -
Jika Bunda sedang membesarkan anak di masa sekarang, setiap keputusan mini dalam pengasuhan bisa membawa akibat yang besar bagi mereka. Karena itu, banyak orang tua jadi lebih berhati-hati dalam bersikap.
Di sisi lain, beragam berita tentang kesehatan mental pada anak juga terus bermunculan, mulai dari meningkatnya rasa cemas, kesepian, hingga depresi. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan media sosial dan tekanan akademis yang semakin tinggi.
Karena perihal itu, banyak orang tua yang mulai ragu untuk bersikap terlalu tegas alias menetapkan banyak patokan di rumah. Mereka cemas langkah tersebut justru bisa menambah beban pikiran anak.
Hal ini pun turut menjadi perhatian dari dua psikolog asal Amerika Serikat, Dr. Becky Kennedy dan Dr. Sheryl Ziegler, yang sering menangani orang tua dan remaja. Dalam pandangan mereka, ada satu perihal yang sekarang paling dibutuhkan oleh anak dari orang tua.
Psikolog sebut satu perihal yang paling dibutuhkan anak dari orang tua
Di masa remaja, anak sebenarnya sangat memerlukan rasa kondusif dari lingkungan dari sekitarnya, Bunda. Nah, satu perihal yang paling dibutuhkan mereka adalah adanya 'struktur', yang dalam perihal ini berfaedah batas yang jelas dari orang tua.
Batasan ini membantu anak tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Saat orang tua memberikan struktur seperti ini, anak bakal merasakan 'penahanan' secara emosional. Artinya, emosi mereka pun tetap berada dalam batas yang stabil.
Tanpa adanya struktur tersebut, emosi anak bisa lebih mudah meledak dan susah untuk dikendalikan. Kondisi ini membikin mereka jadi lebih rentan merasa bingung dalam menghadapi beragam situasi.
Dalam perihal ini, tugas Bunda dan Ayah adalah tetap tenang dalam menghadapi emosi tersebut. Menilik dari CNBC Make It, berikut ini beberapa contoh yang dapat terlihat dalam keseharian:
1. Tetap tenang saat anak sedang emosi
Orang tua perlu mengingat bahwa saat anak sedang emosional, kita tidak perlu ikut terbawa suasana. Sesekali berakhir sejenak, tarik napas, lampau tenangkan diri terlebih dulu sebelum merespons.
Dengan begitu, Bunda dan Ayah bisa tetap berpikir bening dalam menghadapi situasi.
2. Akui emosi anak tanpa melepas batasan
Selanjutnya, Bunda bisa menunjukkan bahwa emosi anak itu dipahami, meski tetap ada patokan yang kudu dijaga. Misalnya dengan mengatakan "Bunda tahu Anda sangat kesal, tetapi jawabannya tetap tidak".
Lewat langkah ini, anak bakal mengerti bahwa perasaannya itu diakui tanpa kudu mengubah batas yang sudah ada. Keduanya pun bisa melangkah berbarengan dalam komunikasi yang sehat.
3. Jangan terlalu banyak menjelaskan
Saat emosi anak sedang tinggi, terlalu banyak kata justru bisa bikin suasana menjadi semakin rumit, Bunda. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung memberikan penjelasan yang panjang.
Cukup dengan kalimat seperti "Bunda mengerti" alias "Kamu sedang marah" sudah cukup membantu. Tanggapan singkat biasanya lebih menenangkan dibandingkan dengan memberi penjelasan yang panjang.
4. Berikan jarak jika diperlukan
Ada kalanya yang paling membantu justru memberikan ruang untuk anak menenangkan diri, Bunda. Orang tua bisa mundur sejenak dari situasi yang sedang panas.
Bunda bisa mengatakan, "Bunda di sini jika Anda sudah siap bicara,". Lalu, berikan waktu untuk mereka sendiri. Jarak ini justru bisa membantu suasana jadi lebih tenang untuk Bunda dan anak.
Kemandirian anak bisa tumbuh berbareng pengarahan dari orang tua
Anak memang mempunyai tugas untuk belajar berdikari dalam hidupnya, Bunda. Sementara itu, orang tua perlu memberikan batas yang jelas agar proses tersebut tetap terarah.
Banyaknya kebingungan dalam pengasuhan terjadi lantaran adanya perbedaan tentang langkah memahami kemandirian anak. Padahal, kemandirian ini bukan berfaedah anak dibiarkan tanpa pengarahan sama sekali.
Kemandirian justru terbentuk saat anak belajar mengambil keputusan di dalam batas yang kondusif dan jelas. Dari situ, mereka pun bisa tumbuh dengan lebih baik.
Lambat laun, anak bakal terus mencoba beragam perihal untuk melatih keahlian dan tanggung jawabnya. Di saat yang sama, orang tua tetap perlu datang dengan memberikan patokan dan batas yang konsisten.
Mengapa batas ini krusial bagi anak? Perlu kita pahami bahwa setiap family itu mempunyai corak batas yang berbeda dalam keseharian. Misalnya, patokan soal penggunaan gadget, jam pulang, hingga tanggung jawab saat berada di luar rumah.
Tidak hanya itu, perihal ini juga mencakup nilai dan kebiasaan dalam keluarga, seperti langkah saling menghormati, menyelesaikan konflik, dan bertanggung jawab atas tindakan.
Itulah penjelasan mengenai psikolog yang menyebut satu perihal yang sekarang paling dibutuhkan anak dari orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·