Ditemukan Sel Misterius Hanya Muncul Saat Hamil, Penentu Risiko Preeklamsia

Apr 20, 2026 06:50 PM - 2 jam yang lalu 104

Jakarta -

Tahukah Bunda, peneliti menemukan jenis sel baru yang hanya muncul saat kehamilan, apalagi sebelumnya belum pernah diketahui keberadaannya. Lebih mengejutkan lagi, sel ini diduga punya peran krusial dalam menentukan akibat preeklamsia, salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya.

Sel misterius yang muncul hanya saat Bunda hamil

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature, intelektual memetakan lebih dari 1,2 juta sel di plasenta dan rahim sepanjang masa kehamilan.  Sel ini tidak ditemukan pada tubuh perempuan sebelum kehamilan dan bakal menghilang setelah proses kehamilan selesai. Sebab, letaknya sangat spesial, ialah di 'perbatasan' antara tubuh ibu dan janin, tempat semua proses krusial kehamilan terjadi.

Menariknya, para intelektual tetap belum sepenuhnya memahami sel ini. Namun yang jelas, kehadirannya bukan tanpa alasan. Sel ini muncul sejak awal kehamilan dan diduga mempunyai peran krusial dalam:

  • Membantu tubuh ibu 'menerima' janin
  • Mengatur hubungan antara sel ibu dan sel janin
  • Mendukung pembentukan plasenta yang sehat

Artinya, sejak awal kehamilan, tubuh Bunda sebenarnya sedang bekerja sangat canggih, apalagi sampai menciptakan 'tim baru' di tingkat sel demi menjaga Si Kecil tetap tumbuh dengan aman. Penemuan ini juga menjadi bukti bahwa setiap kehamilan adalah proses luar biasa yang penuh dengan sistem unik yang tetap terus dipelajari hingga sekarang.

Sel ini berkedudukan seperti 'pengatur lampau lintas' kehamilan

Kalau diibaratkan nih ya Bunda, sel misterius ini bekerja seperti 'pengatur lampau lintas' di dalam rahim, mengatur agar semua proses melangkah lancar dan tidak bertabrakan.

Selama kehamilan, ada proses krusial yang disebut invasi sel janin ke tembok rahim. Proses ini diperlukan agar plasenta bisa terbentuk dengan baik dan aliran darah dari ibu ke bayi melangkah optimal. Nah, di sinilah peran sel ini jadi sangat penting. Sel misterius ini membantu:

  • Mengatur kedalaman perlekatan janin ke rahim
  • Menjaga keseimbangan antara kebutuhan bayi dan kondisi tubuh ibu
  • Mengontrol pembentukan pembuluh darah di plasenta

Ibarat jalan raya nih ya Bunda, jika arusnya terlalu kencang (invasi terlalu dalam), bisa membahayakan ibu. Kalau arusnya terlalu lambat (invasi terlalu dangkal), bayi bisa kekurangan nutrisi dan oksigen.

Sel ini bertindak seperti 'lampu merah dan hijau' yang memastikan semuanya melangkah di jalur yang aman. Dikutip dari Live Science, sel ini apalagi disebut sebagai semacam “rem alami” (speed bump) yang mencegah proses berjalan terlalu agresif. Artinya, tanpa pengaturan yang tepat dari sel ini, kehamilan bisa mengalami gangguan termasuk akibat komplikasi seperti preeklamsia.

Proses ini sangat krusial lantaran jika terlalu dalam, bisa rawan dan jika terlalu dangkal, plasenta tidak berkembang sempurna. Kehamilan yang sehat rupanya butuh keseimbangan yang sangat presisi.

Kaitannya dengan preeklamsia

Nah, di sinilah perihal pentingnya, Bunda. Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini ditandai dengan tekanan hipertensi dan bisa disertai gangguan pada organ tubuh, seperti ginjal, hati, hingga otak.

Preeklamsia tidak boleh dianggap sepele, lantaran jika tidak ditangani dengan baik, dapat berakibat serius bagi Bunda risikonya tegang (eklamsia), kerusakan organ dan bagi Bayi, pertumbuhan terhambat, kekurangan oksigen, hingga kelahiran prematur

Ketika kegunaan sel ini terganggu:

  • Aliran darah ke plasenta bisa tidak optimal
  • Janin kekurangan oksigen
  • Tubuh ibu mengalami stres pada pembuluh darah

Kondisi ini bisa memicu preeklamsia, yaitu:

  • Tekanan hipertensi saat hamil
  • Gangguan organ seperti ginjal dan hati
  • Risiko serius bagi ibu dan bayi 

Penelitian juga menunjukkan bahwa invasi sel janin yang tidak terkendali memang berangkaian langsung dengan komplikasi seperti preeklamsia. Bahkan ya Bunda, dalam beberapa penelitian yang dipublikasikan oleh Path of science, preeklamsia disebut sebagai penyumbang besar kematian ibu jika tidak ditangani dengan baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya