Jakarta -
Memasuki usia lima bulan, Si Kecil nyaris melewati separuh tahun pertamanya dengan perkembangan yang terus terlihat setiap harinya. Kira-kira, bayi 5 bulan sudah bisa apa saja, ya?
Kemampuan bayi pun mulai berkembang lebih jauh, baik dari sisi aktivitas tubuh maupun langkah merespons orang di sekitarnya. Perubahan ini biasanya terlihat dari hal-hal yang sebelumnya belum bisa dilakukan.
Mulai dari aktivitas tangan dan kaki yang lebih aktif hingga ekspresi yang semakin beragam, semuanya berkembang secara bertahap, Bunda. Hal-hal mini seperti ini tentu membikin Bunda merasa haru sekaligus bangga.
Oleh lantaran itu, mari kita simak berbareng mengenai perkembangan bayi di usia 5 bulan serta langkah mengatasinya dengan tepat.
Perkembangan bayi usia 5 bulan
Menilik dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, perkembangan bayi usia 5 bulan menunjukkan beragam kemajuan yang bisa diperhatikan oleh orang tua. Simak selengkapnya:
Perkembangan fisik:
- Mulai muncul tanda-tanda pertumbuhan gigi
- Berat badan sudah mencapai dua kali lipat dari berat badan lahir
Perkembangan motorik kasar:
- Kepala bayi sudah tidak lagi terjatuh ke belakang saat ditarik ke posisi duduk
- Mampu duduk lebih lama ketika punggung disangga dengan baik
- Posisi punggung sudah mulai terlihat lebih lurus
- Saat posisi tengkurap, bayi mulai menunjukkan posisi tubuh yang simetris dengan lengan dalam keadaan lurus
- Bayi dapat bergulir dari posisi telungkup ke telentang
- Saat posisi telentang, bayi mulai memasukkan kakinya ke mulut
Perkembangan motorik halus:
- Mulai bisa menggenggam benda
- Menggunakan telapak tangan untuk menggenggam, serta mulai melibatkan kedua tangan
- Suka bermain dengan jari kaki
- Sering memasukkan barang langsung ke dalam mulut
- Mampu memegang satu barang sembari memperhatikan barang lainnya
Perkembangan indra penglihatan dan pendengaran:
- Secara visual mulai mencari barang yang jatuh
- Mampu mempertahankan konsentrasi penglihatan pada satu benda
- Si Kecil dapat menemukan sumber suara, termasuk yang berasal dari bawah telinga
Perkembangan keahlian bersuara:
- Bayi mulai sering berteriak sebagai corak ekspresi
- Bayi mulai mengeluarkan bunyi lembut yang bercampur dengan bunyi huruf
Perkembangan sosial dan keahlian kognitif:
- Bayi tersenyum saat memandang gambaran dirinya di cermin
- Menepuk botol dengan kedua tangan
- Terlihat lebih ceria saat bermain, meski suasana hatinya tetap mudah berubah
- Mulai bisa membedakan orang asing dan keluarga
- Menunjukkan reaksi tidak senang saat barang diambil
- Mulai menemukan dan mengenali bagian-bagian tubuhnya sendiri
Cara mendampingi tumbuh kembang bayi usia 5 bulan dengan tepat
Ide Stimulasi Bayi 5 Bulan/Foto: Getty Images/travelism
Dilansir dari Raising Children Network dan beragam sumber lainnya, ada beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil di usia 5 bulan.
1. Ajak Si Kecil mengobrol
Berbicara dan mendengarkan bayi membantu proses belajar bahasa dan komunikasi mereka, Bunda. Saat mengajaknya berbicara, cobalah tatap matanya dan tunjukkan ekspresi wajah agar dia mulai mengenal hubungan antara kata dan perasaan.
2. Tanggapi emosi bayi terhadap orang baru
Coba pahami reaksi bayi saat berjumpa orang yang belum dikenal. Jika dia terlihat jengkel alias takut, segera tenangkan dan berikan pelukan agar dia merasa kondusif dan nyaman.
3. Ajak Si Kecil bermain
Selanjutnya, ajak Si Kecil bernyanyi, membaca buku, bermain mainan, alias membikin suara-suara yang bisa membuatnya senang. Kegiatan ini tentu saja bisa mempererat kedekatan antara Bunda dan Si Kecil.
Sesekali, baringkan bayi di lantai untuk bermain dan beri waktu tengkurap alias tummy time, agar otot serta koordinasinya semakin kuat. Pastikan Bunda tetap mengawasinya, ya.
Selain itu, Bunda juga bisa memberikan beragam barang kondusif untuk diraba, dicium, alias dimasukkan ke mulut, seperti buah jeruk, kitab kain, alias mainan berbahan lembut. Hindari barang tajam, panas, yang bisa menutup wajah, alias berisiko menyebabkan tersedak.
4. Mulai memperkenalkan makanan padat
Bunda, mengenalkan makanan padat bisa menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Selain itu, proses ini juga dapat mendukung kekuatan gigi dan rahang.
Pastikan makanan yang diberikan berukuran mini dan bertekstur cukup lembut agar kondusif untuk dikonsumsi, ya.
5. Perhatikan rutinitas tidur Si Kecil
Di usia 5 bulan, bayi biasanya sudah mulai menunjukkan tanda saat dia siap tidur. Bunda cukup memperhatikan tanda tersebut tanpa perlu memaksanya tidur ketika belum mengantuk.
Beberapa tanda bayi mau tidur antara lain sering menguap, menggosok mata, alias mulai kehilangan minat saat bermain. Sebaiknya, sebelum dia menjadi rewel alias menangis, Bunda bisa segera menidurkannya agar lebih nyaman.
Pada usia ini, bayi biasanya memerlukan waktu tidur sekitar 12 hingga 15 jam dalam sehari. Waktu tersebut terdiri dari 10-11 jam tidur malam dan sekitar tiga kali tidur siang, dengan lama 30 menit hingga 2 jam.
6. Siapkan lingkungan yang kondusif untuk bayi
Berikutnya, berikan waktu lebih banyak bagi bayi untuk bermain di lantai agar dia bisa leluasa bergerak. Sebaiknya, batasi penggunaan perangkat seperti bangku bayi, bangku goyang, alias stroller yang bisa membatasi geraknya.
Jika Si Kecil sudah mulai bisa berguling, pastikan Bunda selalu mengawasinya dan tidak meninggalkannya sendirian, ya. Hal ini agar dia tidak bergulir ke area rawan alias meraih barang yang berisiko.
7. Ajak Si Kecil bermain di luar
Tidak hanya bermain di dalam rumah, sesekali membujuk bayi keluar rumah juga bisa menjadi stimulasi yang baik. Pilih tempat yang tenang dan tidak terlalu ramai, seperti taman, agar Si Kecil merasa nyaman.
Bunda juga bisa membiarkannya menyentuh tanaman, bunga, alias merasakan rumput dan tanah sebagai pengalaman baru baginya. Namun, Bunda tetap perlu mengawasi Si Kecil lantaran dia tetap belum bisa mengatur aktivitas sepenuhnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·