Dokter Gunakan Botox Untuk Menolong Janin Dalam Kandungan, Hasilnya Mengejutkan

Jun 14, 2026 04:20 PM - 12 jam yang lalu 489

Jakarta -

Botox selama ini identik dengan perawatan kecantikan dan upaya mengurangi kerutan di wajah. Namun siapa sangka, Botox rupanya bisa dimanfaatkan master untuk menyelamatkan janin yang tetap berada dalam kandungan, Bunda.

Baru-baru ini, kisah seorang bayi yang lahir dengan selamat setelah mendapat suntik Botox menjadi sorotan publik. Bayi wanita berjulukan Noel Price ini mendapat suntikan Botox sejak di dalam kandungan lantaran didiagnosis gastroschisis kompleks.

Para master menggunakan Botox untuk mengendurkan tembok perut yang tegang, menyelamatkan organ-organ Noel dan memungkinkannya untuk terus tumbuh. Noel, yang sekarang nyaris berumur 10 bulan, telah pulih dengan baik setelah menjalani operasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Dia mungkin salah satu orang termuda di bumi yang menggunakan Botox," banyolan ibunya, Casey Price, dilansir People.

Perjalanan kehamilan Casey saat mengandung Noel

Kisah hidup Noel dimulai dari hasil USG-nya yang tidak normal pada tanggal 8 April 2025, alias ketika Casey mengandung 17 minggu. Petugas media memberi tahu dia dan suaminya, Jonathan, bahwa bayinya tampak mini dan mungkin ada sesuatu yang tidak beres.

Casey sendiri pernah mengalami keguguran saat mengandung anak pertamanya. Salah satu bayi kembarnya meninggal sebelum dilahirkan.

Seminggu setelah pemeriksaan USG pertama, Casey dan suami mengunjungi seorang mahir fetal maternal di Texas Children's Hospital, pada tanggal 16 April 2025. Dari pemeriksaan lanjutan, keduanya mengetahui bahwa bayi mereka menderita gastroschisis kompleks, ialah adanya lubang di tembok perut.

Saat itu, kondisi janin mereka cukup mengkhawatirkan. Organ ususnya telah keluar melalui lubang tersebut dan terpapar cairan ketuban.

"Gastroskisis kompleks 'lebih rawan bagi bayi'," kata mahir bedah janin dan master fetal maternal di Texas Children's North Austin, Dr. Cara Buskmiller.

"Dengan kondisi ini, lubang di perut menjadi sempit, yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus dan membikin bayi sangat sakit saat lahir. Gastroskisis kompleks dikaitkan dengan akibat kematian 10 hingga 15 persen dan akibat 10 persen mengalami masalah seumur hidup yang disebut sindrom usus pendek," sambungnya.

Lantas, lantaran bayi Casey sangat kecil, master cemas mungkin ada kelainan genetik tambahan yang bisa berakibat fatal. Casey dan suami tak mau tak bersuara saja, keduanya berupaya untuk menyelamatkan sang putri.

"Sepertinya berita yang kami terima semakin buruk. Kami mau melakukan semua yang kami bisa untuk memperjuangkan hidupnya, agar dia bisa hidup berbareng kami. Kami berkeinginan untuk melakukan apa pun yang diperlukan," ungkap Jonathan.

Awalnya, Casey dan Jonathan mengunjungi master beberapa kali seminggu. Tak lama kemudian, frekuensinya menjadi setiap beberapa hari sekali.

"Lubang sempit di tembok perut itu menutup dan organ-organ bayi, yang berada di luar tubuhnya, menjadi tertekan. Bagian dalam dan luar tubuhnya juga membengkak," kata Jonathan.

Keputusan untuk suntik Botox

Buskmiller mengatakan dia dan tim medis sebenarnya mempertimbangkan untuk melahirkan bayi Casey lebih awal alias prematur. Tim medis mau menyelamatkan usus bayi tersebut dan menyelamatkannya dari ancaman yang signifikan.

Namun ada pilihan lain, ialah prosedur penyuntikan Botox yang baru dilakukan beberapa kali di dunia. Botox dapat mengendurkan lubang yang sempit untuk melebarkannya dan menghilangkan sumbatan sehingga darah dapat mengalir ke usus bayi dan dia dapat tetap berada di dalam rahim.

"Saya pikir mungkin saya bisa memecahkan masalah ini dan memberi lebih banyak waktu bagi bayi untuk tumbuh," ungkap Buskmiller.

Prosedur Botox pun dilakukan di usia kehamilan 25 minggu. Saat itu, master juga telah menyiapkan kebutuhan operasi caesar darurat bagi Casey. Namun, prosedur suntik Botox bisa melangkah dengan baik, Bunda.

"Minggu berikutnya kami datang dan master mulai memandang peningkatan. Botox mempunyai pengaruh yang memang membantunya. Kami sangat ceria dan sangat bahagia," ujar Casey.

Prosedur Botox sukses dan memungkinkan bayi Casey tetap kondusif di dalam rahim dan terus tumbuh selama sembilan minggu lagi. Tindakan tersebut juga menyelamatkan organ dan sistem pencernaannya.

Kondisi Noel setelah lahir

Pada 4 Agustus alias enam minggu lebih awal, Noel dilahirkan melalui operasi caesar. Putri kedua Casey ini lahir dengan berat sekitar 1,5 kilogram (kg).

Begitu lahir, Noel menjalani prosedur untuk mengeluarkan cairan ketuban dari ususnya. Lima hari kemudian, bayi tersebut menjalani operasi untuk memasukkan kembali usus dan organ-organ ke dalam perutnya. Noel menghabiskan 81 hari di ruang NICU.

Kini nyaris berumur 10 bulan, Noel terus menunjukkan perkembangan yang baik. Ia tidak memerlukan operasi tambahan. Ia sudah tidak lagi menggunakan selang makan dan bisa konsumsi makanan padat.

Demikian kisah bayi yang pernah mendapatkan suntik Botox sejak di dalam kandungan. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi orang tua lain untuk tidak mudah menyerah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya