Tata Triavenza Saputri | Beautynesia
Selasa, 25 Aug 2026 20:30 WIB
ISPA mengintai! Ini fakta, gejala, dan langkah perlindungan diri yang wajib Anda tahu/Foto: Pexels.com/Engin Akyurt
Ancaman ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) makin meningkat seiring memburuknya kualitas udara, Beauties. Ini terjadi lantaran musibah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan daerah lainnya yang memicu kabut asap.
Menurut UNICEF, asap pembakaran ini membawa gas beracun, logam berat, hingga partikel lembut (PM2.5) yang rentan terhirup dan mengiritasi saluran napas. Nah, biar Anda lebih waspada dan tahu langkah menyikapinya dengan tepat, yuk pahami serba-serbi ISPA di bawah ini!
Mengenal ISPA dan Wilayah Infeksinya

Polusi udara membikin tenggorokan meradang/Foto : Pexels.com/Picas Joe
Faktanya, ISPA adalah istilah medis buat peradangan di saluran napas, termasuk penyakit umum seperti flu, batuk, dan pilek. Masalahnya, kepungan asap karhutla bikin akibat ISPA melonjak drastis, lantaran organ pernapasan dipaksa menghirup udara berbisa terus-menerus.
Melansir edukasi dari RS Permata Gunung Putri, ancaman ISPA ini tergantung seberapa dalam peradangannya. Kalau hanya sampai di saluran napas atas seperti hidung dan tenggorokan, dampaknya condong ringan. Tapi jika asapnya sukses menembus ke saluran napas bawah namalain paru-paru, kondisinya bisa berubah jadi ancaman serius!
Gejala ISPA Saluran Napas Atas

Bersin-bersin adalah respons tubuh saat menghirup udara kotor/Foto : Pexels.com/Andrea Piacquadio
Saat polusi udara mulai menyerang area hidung dan tenggorokan, tubuh biasanya memberi indikasi awal seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, mata merah, hingga merasa pusing. Kalau dibiarkan, ini bisa bersambung jadi faringitis (tenggorokan perih saat menelan) alias laringitis (pita bunyi membengkak, bikin bunyi serak alias apalagi hilang).
Jadi jika tenggorokan mulai terasa sakit, dianjurkan rutin berkumur dengan air garam hangat untuk menenangkan jaringan yang meradang. Jangan lupa istirahatkan dulu pita bunyi agar saluran napas sigap pulih.
Gejala ISPA Saluran Napas Bawah

Batuk parah dan sesak napas adalah pertanda gangguan pernapasan makin memburuk/Foto : Pexels.com/Towfiqu barbhuiya
Beda ceritanya jika polutan makin pekat dan sukses masuk ke saluran napas bagian bawah. Kondisinya bisa memburuk jadi ISPA berat seperti bronkitis hingga pneumonia. Di fase ini, gejalanya bukan sekadar bersin biasa, tapi batuk berlendir parah, demam tinggi, dan dada terasa sesak luar biasa.
Di titik inilah Anda wajib waspada! Saat napas memburu dan dada tampak melesak cekung saat bernapas, hentikan penanganan mandiri. Ini pertanda jangkitan sudah menyerang paru-paru dan Anda kudu segera mendapat penanganan medis!
Langkah Pencegahan ISPA

Meningkatkan imun tubuh lewat asupan nutrisi dan cairan yang cukup/Foto : Pexels.com/MART PRODUCTION
Berdasarkan pedoman dari UPK Kemenkes RI dan Brawijaya Hospital, menangkal ISPA butuh perlindungan luar dalam. Kalau terpaksa beraktivitas di luar, selalu pakai masker berfiltrasi tinggi seperti N95. Begitu sampai rumah, langsung mandi untuk membilas polutan yang menempel di kulit dan pakaian, plus jaga jarak dari orang yang sedang batuk pilek.
Jangan lupa perkuat imun dengan tidur cukup dan makan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, stroberi, dan sayuran hijau. Sempurnakan juga dengan rutin minum air putih hangat untuk menjaga kelembapan mukosa sekaligus meluruhkan racun yang menempel di tenggorokan.
Tetap jaga kesehatan di tengah situasi yang menantang ini ya, Beauties. Semoga kabut asap sigap berlalu dan kita semua bisa kembali bernapas lega!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.