Fakta Unik! Payudara Busui Tetap Hangat Agar Si Kecil Nyaman Saat Menyusu

May 12, 2026 09:10 AM - 2 hari yang lalu 2655

Jakarta -

Bunda, tetek kita rupanya mempunyai suhu yang berbeda, lho. Pada ibu yang menyusui, suhu tetek jauh lebih hangat dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Lantas, apa saja faedah jika tetek mempunyai suhu yang hangat?

Melansir dari sebuah penelitian, tetek ibu menyusui bisa mempertahankan suhu hangatnya, sekalipun berada di udara yang dingin. Hangatnya suhu di tetek dapat menjadi penghangat alami bagi bayi, terutama di awal kehidupannya.

Bayi yang baru lahir umumnya tetap kesulitan mengatur suhu tubuhnya sendiri, Bunda. Maka, hangatnya tetek dapat membantu bayi mendapatkan kenyamanan yang lebih optimal. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kemampuan tetek ibu menyusui yang tahan di suhu dingin

Mengutip dari laman Earth, penelitian yang disebut merupakan penelitian yang dilakukan oleh seorang mahir dari Universitas Oulu. Sang peneliti utama, Juho-Antti Junno, mengawasi perubahan suhu tubuh orang dewasa di beragam kondisi udara yang berbeda.

Dalam studi tersebut, 27 orang dewasa, termasuk ibu menyusui, ditempatkan pada ruangan dengan suhu yang telah dikontrol. Setiap orang dihadapkan pada tiga suhu udara yang berbeda, sekitar 90°F, 81°F, dan 64°F, selama 20 menit.

Hasilnya, suhu pada tetek ibu yang menyusui jauh lebih sedikit mengalami perubahan. Tercatat, tetek yang menyusui hanya kehilangan sekitar 4,5°F suhu permukaan pada percobaan suhu terdingin, sedangkan yang lainnya kehilangan sekitar 8°F.

Kenapa tetek ibu menyusui bisa lebih hangat?

Secara biologis, tetek ibu yang menyusui condong lebih aktif, Bunda. Pada fase ini, jaringan penghasil ASI bakal mendapatkan aliran darah yang lebih banyak, sehingga membikin suhu di area tetek tetap stabil.

Oleh lantaran itu, tetek Bunda sangatlah istimewa. Mereka tidak hanya berfaedah sebagai tempat memproduksi ASI, tetapi juga sebagai penghangat alami bagi Si Kecil.

Manfaat kehangatan tetek untuk bayi yang baru lahir

Seperti yang kita pahami, bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap perubahan suhu, terutama suhu dingin. Hal ini dikarenakan tubuh bayi belum bisa mengatur suhu secara optimal seperti orang dewasa, Bunda.

Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang membikin bayi lebih mudah merasa kedinginan, ialah ukuran tubuh yang tetap kecil, mempunyai permukaan kulit yang lebih luas, serta persediaan lemak tubuh yang tetap sedikit.

Akibat rentannya terhadap perubahan suhu, bayi dapat berisiko mengalami hipotermia, Bunda. Hipotermia sendiri merupakan kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis, serta dapat menganggu keahlian kegunaan organ tubuhnya.

Di sinilah peran hangatnya tetek Bunda bekerja. Berikanlah Si Kecil kehangatan selama menyusui dengan mendekapnya alias melakukan kontak kulilt ke kulit selama beberapa menit sehingga dia mendapatkan kenyamanan.

Korelasi dengan metode skin to skin

Praktik kontak kulit ke kulit juga sangat direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bunda. Mereka menilai metode ini sama seperti apa yang dilakukan induk kanguru kepada anaknya yang membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil.

Ini juga didukung oleh corak tetek yang menutupi area tubuh bayi lebih luas sehingga kehangatan yang diberikan pun dapat lebih merata. Meski begitu, bayi juga tetap memerlukan kain tambahan, seperti selimut, untuk melindungi dan menjaga suhu tubuhnya.

Demikian penjelasan mengenai hangatnya suhu tetek ibu menyusui yang bermnafaat untuk bayi yang baru lahir. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya