Jakarta -
Menjadi ibu mengandung di Korea Selatan rupanya tidak selalu mudah, Bunda. Masih banyak orang yang enggan memberikan bangku prioritas kepada ibu mengandung di negara tersebut, sehingga kenyamanan mereka di transportasi umum sering kali belum sepenuhnya terjamin.
Ministry of Health and Welfare Korea Selatan menambah kampanye yang mendorong masyarakat untuk mendukung ibu mengandung di ruang publik. Sementara itu, Korea Population, Health and Welfare Association, diberikan kepercayaan untuk memproduksi dan mendistribusikan lencana ibu mengandung sebagai bagian dari kampanye.
Dilansir laman Korea Times, lencana mini tersebut dimaksudkan agar ibu mengandung mendapatkan tempat duduk di transportasi umum. Sebagian besar masyarakat mendukung patokan tersebut. Namun, beberapa di antaranya mengeluh tentang penyalahgunaan label 'prioritas' ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Debat seputar bangku prioritas untuk ibu mengandung telah memanas. Perpecahan mengenai rumor tersebut apalagi sudah biasa terjadi di negara ini, Bunda.
Pro dan kontra penggunaan lencana ibu hamil
Sebagian orang mengatakan, penumpang semestinya memberikan tempat duduk kepada ibu mengandung sebagai corak kesopanan dasar. Namun yang lain menggemakan sentimen yang lebih keras di bumi maya, di mana mereka mempertanyakan siapa yang sejak awal menyuruh wanita untuk mengandung dan mempunyai anak.
Seorang calon Bunda yang sedang mengandung muda menulis di internet bahwa dia mau mendapatkan lencana tersebut lantaran transportasi umum menjadi sulit. Ia sangat mau penumpang memberikan tempat duduk kepadanya, tetapi ragu untuk memintanya.
Sayangnya, mengenakan lencana tidak menjamin ibu mengandung mendapatkan tempat duduk di transportasi umum, Bunda. Seorang netizen mengatakan bahwa penumpang sering kali tidak memberikan tempat duduk meskipun dia mengenakan lencana dan terlihat hamil.
Lencana itu sendiri bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Seorang ibu mengandung mengatakan jika dia menyembunyikan lencananya lantaran dia seperti memaksa penumpang yang duduk untuk berdiri. Bahkan, banyak penumpang yang tidak mengandung sering menduduki bangku prioritas.
Perempuan lain juga menggambarkan keraguan serupa. Dia tidak pernah menggunakan lencana itu lantaran memakainya terasa memalukan. Sementara yang lain cemas memakainya lantaran takut orang salah mengira perut hamilnya sebagai kenaikan berat badan.
Ada juga yang enggan menggunakan lantaran frasa 'Ibu mengandung didahulukan', membuatnya merasa seperti sedang menuntut akomodasi daripada memintanya dengan tenang.
Bagi sebagian perempuan, lencana itu menandakan lebih dari sekadar kebutuhan bakal tempat duduk. Seorang ibu mengandung berisiko tinggi mengatakan jika dia memakainya agar petugas bisa sigap tanggap jika terjadi keadaan darurat. Sedangkan yang lain memutuskan untuk memakai lencana itu sebelum perutnya mulai membesar lantaran takut seseorang bakal menabraknya.
Perdebatan tentang bangku prioritas ibu mengandung juga berisi tuntutan dari penumpang umum. Seorang penumpang mengatakan telah memberikan tempat duduknya kepada seorang ibu hamil, namun ibu tersebut duduk tanpa mengucapkan terima kasih, dan bertindak seolah-olah berkuasa atas tempat duduk tersebut.
Netizen lain juga menyuarakan rasa frustrasi yang sama. Salah satunya mengatakan seorang ibu mengandung tampak jengkel lantaran menerima tempat duduk biasa, bukan tempat duduk prioritas.
Bagi para kritikus, masalahnya bukan terletak pada membantu ibu hamil, tetapi pada angan bahwa orang lain kudu selalu melakukan perihal yang sama. Seorang netizen mengatakan bahwa bangku prioritas untuk ibu mengandung adalah rekomendasi, bukan tanggungjawab hukum, dan bahwa orang tidak semestinya menganggap pertimbangan tersebut sebagai sesuatu yang otomatis.
Seorang pejabat kesehatan family kota Seoul, Yoon Soo-yeon, mengatakan bahwa lencana kehamilan tersebut mengikuti pedoman proyek kesehatan ibu dan anak dari Ministry of Health and Welfare, dan merupakan bagian dari kampanye untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk mendukung persalinan. Ia mengatakan bahwa kampanye ini memerlukan kerja sama dari warga.
Pemerintah Korea sendiri mengawasi penggunaan lencana ini. Ibu mengandung bisa mendapatkannya di pusat-pusat kesehatan masyarakat di seluruh negeri, yang menyediakannya setahun sekali. Selain itu, mereka juga dapat memperolehnya di pusat jasa pengguna di beberapa stasiun kereta bawah tanah dengan arsip yang membuktikan kehamilan alias kitab catatan kehamilan resmi.
Demikian buletin mengenai akses bangku prioritas di Korea yang menjadi perdebatan publik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·