Female Rage dalam Seni dan Budaya Pop, saat Kemarahan Perempuan Tak Lagi Dibungkam

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 513x dilihat
Female Rage dalam Seni dan Budaya Pop, saat Kemarahan Perempuan Tak Lagi Dibungkam

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Entertainment

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia

Rabu, 23 Sep 2026 07:00 WIB

Female Rage dalam Seni dan Budaya Pop, saat Kemarahan Perempuan Tak Lagi Dibungkam

Lukisan The Reluctant Bride (La Fiancée Hésitante, 1866) oleh Auguste Toulmouche sebagai salah satu bentuk representasi populer dari female rage dalam karya seni modern/Foto: https://historia-arte.com

Belakangan ini istilah female rage semakin sering muncul di media sosial dan adat pop. Mulai dari babak film, karakter perempuan di serial, hingga karya seni, female rage menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemarahan, frustrasi, dan emosi perempuan yang selama ini sering ditekan maupun dianggap berlebihan.

Menariknya, banyak perempuan merasa relate dengan representasi tersebut karena dianggap lebih jujur dan realistis. Yuk, simak lebih jauh tentang female rage dalam seni dan adat pop berikut ini, Beauties!

1. Female rage semakin sering muncul dalam adat pop

Gone Girl (2014) sebagai salah satu sinema yang menggambarkan female rage dalam seni film/Foto: imdb.com

Female rage merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan amarah perempuan terhadap beragam tekanan sosial, relasi, pengalaman personal, hingga ekspektasi penduduk terhadap perempuan. Melansir CNN Style, konsep ini sebenarnya sudah durasi muncul dalam seni dan adat populer, tetapi kini semakin banyak dibicarakan di media sosial.

TikTok dan platform digital lainnya juga membikin istilah female rage semakin populer, terutama karena banyak perempuan mulai membagikan babak film, karya seni, hingga karakter yang dianggap merepresentasikan emosi mereka secara lebih realistis.

Jika dahulu karakter perempuan sering digambarkan sebagai sosok yang lembut, sabar, dan selalu baik, kini banyak sinema dan serial mulai menghadirkan karakter perempuan dengan emosi yang lebih kompleks. Mereka bisa marah, frustrasi, obsesif, terlebihlagi berbuat kesalahan tanpa mesti kehilangan sisi manusianya.

2. Representasi female rage mulai diterima sebagai bentuk ekspresi perempuan

Salah satu kebiasaan orang empatik yang gampang kehabisan daya di keramaian adalah gampang menangkap emosi orang lain, terlebihlagi sampai ikut merasakan kecemasan maupun kesedihan yang sebenarnya bukan miliknya.

Ilustrasi/Foto: Magnific.com/magnific

Salah satu karena female rage terasa relate bagi banyak perempuan adalah karena emosi tersebut sering muncul dari pengalaman sehari-hari yang familiar. Mulai dari tekanan sosial, hubungan yang toxic, tuntutan untuk selalu kelihatan baik, hingga rasa capek karena mesti memenuhi ekspektasi tertentu.

Melansir The Trinitonian, female rage dianggap menjadi bentuk pengesahan bahwa amarah perempuan juga merupakan emosi yang manusiawi dan layak didengar, bukan sesuatu yang mesti selalu ditekan maupun disembunyikan.

Karena itu, female rage tidak lagi cuma dianggap sebagai emosi negatif, tetapi juga bagiankecil dari pengalaman perempuan yang selama ini jarang diberi ruang dalam pop culture. Tidak sedikit pemirsa perempuan yang akhirnya merasa lebih terhubung dengan karakter maupun karya seni yang menampilkan emosi perempuan secara lebih jujur dan realistis.

3. Female rage banyak ditampilkan lewat karakter ikonik di film

Natalia Portman dalam sinema 'Black Swan' (2010)/Foto: imdb.com

Female rage juga semakin banyak dibicarakan lewat beragam karakter perempuan di sinema dan serial. Salah satu yang paling populer adalah Amy Dunne dalam Gone Girl (2014) yang diperankan Rosamund Pike. Karakter tersebut sering dianggap merepresentasikan amarah perempuan terhadap relasi dan ekspektasi sosial dalam pernikahan.

Selain itu, ada juga karakter Pearl dalam Pearl (2022) yang diperankan Mia Goth, hingga Nina dalam Black Swan (2010) yang dimainkan Natalie Portman. Karakter-karakter tersebut memberitahu sisi emosional perempuan yang kompleks, obsesif, marah, dan penuh tekanan psikologis.

Lewat beragam karakter film, karya seni, hingga media sosial, banyak perempuan akhirnya merasa emosi dan pengalaman mereka lebih dipahami serta terwakilkan. Jadi, nggak heran, ya, Beauties, jika representasi dari female rage itu sendiri kini bukan cuma menjadi tren di internet, tetapi juga bagiankecil dari bahasan yang lebih luas tentang perempuan dan ekspresi emosi. 

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads