Fresh Graduate Wajib Tahu, Kenali Perbedaan CV dan Portofolio Beserta Contohnya

Portal Media Gen Z oleh Waktu baca 7 menit 100x dilihat
Fresh Graduate Wajib Tahu, Kenali Perbedaan CV dan Portofolio Beserta Contohnya

Bagikan Postingan

Saat melamar pekerjaan, beberapa posisi mungkin diminta mengirim CV (curriculum vitae) dan portofolio sekaligus. Namun, apakah Anda sudah tahu perbedaan CV dan portofolio serta fungsi masing-masing dokumen? 

Keduanya memang sama-sama membantu rekruter mengenal kemampuanmu, tetapi memiliki isi dan tujuan yang berbeda. Supaya enggak salah saat melamar kerja, yuk, pahami pengertian, perbedaan, contoh, dan tips membikin CV serta portofolio yang menarik melalui bahasan berikut!

Baca juga: Contoh CV Tanpa Pengalaman Kerja dan Cara Menulisnya 

Apa Itu CV?

Apa Itu CV?
Sumber foto: Pexels

CV maupun Curriculum Vitae adalah arsip yang berisi ringkasan keterangan diri, histori pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, serta pencapaian seseorang. Dokumen ini membantu rekruter menilai apakah latar belakang dan kemampuanmu sesuai dengan posisi yang sedang dibutuhkan perusahaan.

CV biasanya disusun secara ringkas dan terstruktur agar gampang dibaca. Isinya dapat disesuaikan dengan posisi yang Anda lamar, terutama dengan menonjolkan pengalaman dan keahlian yang relevan.

Apa saja isi CV?

Secara umum, berikut beberapa keterangan yang perlu dicantumkan dalam CV:

  • Informasi diri: nama lengkap, angka telepon, alamat email profesional, dan tautan LinkedIn jika ada.
  • Deskripsi diri: ringkasan singkat mengenai latar belakang, keahlian, maupun tujuan kariermu.
  • Riwayat pendidikan: nama institusi, jurusan, dan tahun kelulusan.
  • Pengalaman kerja maupun organisasi: posisi, nama perusahaan maupun organisasi, periode, serta tanggung jawab dan pencapaian.
  • Keterampilan: kapasitas teknis maupun nonteknis yang relevan dengan pekerjaan.
  • Informasi tambahan: sertifikasi, penghargaan, maupun pelatihan yang mendukung kualifikasimu.

Misalnya, Anda mau melamar sebagai content writer. Kamu bisa mencantumkan pengalaman menulis artikel, mengelola media sosial perkumpulan kampus, memahami SEO, dan menggunakan Google Analytics jika memang menguasainya.

Kalau belum memiliki pengalaman kerja, Anda statis bisa membikin CV dengan memasukkan pengalaman magang, proyek kuliah, kepanitiaan, aktivitas sukarela, maupun organisasi.

Apa Itu Portofolio?

Apa Itu Portofolio
Sumber foto: Magnific

Portofolio adalah kumpulan karya, proyek, maupun hasil pekerjaan yang memberitahu kapasitas seseorang secara langsung. Jika CV menerangkan pengalaman dan keterampilanmu, portofolio membantu rekruter melihat bukti dari kapasitas tersebut.

Portofolio sering digunakan oleh buruh kreatif, seperti perancang grafis, penulis, fotografer, dan videografer. Namun, arsip ini juga relevan untuk pekerjaan lain, seperti digital marketer, social media specialist, hingga programmer.

Portofolio bisa dibuat dalam bentuk PDF, situs web pribadi, maupun platform digital yang memudahkan orang lain mengakses karyamu.

Apa Saja Isi Portofolio?

Berbeda dari CV, portofolio berfokus pada hasil pekerjaan. Berikut beberapa elemen yang bisa Anda masukkan:

  • Profil singkat: perkenalan diri dan sektor yang Anda tekuni.
  • Kumpulan karya maupun proyek: hasil pekerjaan terbaik yang relevan dengan posisi tujuanmu.
  • Deskripsi proyek: keterangan mengenai tujuan, proses pengerjaan, dan kontribusimu.
  • Hasil maupun pencapaian: misalnya peningkatan engagement, jumlah pembaca, maupun hasil kampanye jika tersedia.
  • Testimoni: ulasan dari klien, atasan, maupun mitra kerja jika relevan.
  • Kontak: keterangan yang memudahkan rekruter menghubungimu.

Contohnya, jika Anda melamar sebagai perancang grafis, Anda bisa menampilkan rancangan poster acara, konten media sosial, maupun identitas visual yang pernah dibuat. Sertakan juga klarifikasi singkat tentang peranmu dalam setiap proyek.

Baca juga: Cara Buat Dummy Project untuk Portofolio Kerja, Fresh Graduate Merapat 

5 Perbedaan CV dan Portofolio

Perbedaan CV dan Portofolio
Sumber foto: Magnific

Dilansir dari Cake.com dan Indeed, CV dan portofolio memiliki perbedaan dari segi tujuan, isi, format, sifat, hingga penggunaannya. Berikut penjelasannya.

1. Tujuan Pembuatan

CV bermaksud memberikan deskripsi mengenai latar belakang, pengalaman, pendidikan, dan keterampilanmu. Sementara itu, portofolio bermaksud memberitahu bukti konkret dari kapasitas yang Anda miliki.

Sebagai contoh, Anda bisa menuliskan kapasitas rancangan menggunakan Adobe Illustrator di CV. Kemudian, melalui portofolio, Anda memberitahu hasil rancangan yang dibuat menggunakan aplikasi tersebut.

2. Isi dan Struktur

CV berisi keterangan tertulis yang disusun secara sistematis, mulai dari identitas, pendidikan, pengalaman, hingga keterampilan.

Sebaliknya, portofolio berisi contoh karya yang dapat dilengkapi gambar, video, tautan, klarifikasi proyek, maupun keterangan pencapaian.

3. Format dan Desain

CV umumnya menggunakan format yang rapi, ringkas, dan gampang dibaca. Desainnya enggak perlu terlalu ramai karena keterangan menjadi fokus utama.

Portofolio memiliki format yang lebih fleksibel. Kamu bisa menggunakan PDF, situs web, maupun platform khusus untuk menampilkan karya sesuai kebutuhan profesi.

4. Sifat dan Penyesuaian

CV dapat digunakan untuk melamar beberapa pekerjaan dengan adaptasi pada pengalaman dan keahlian yang paling relevan.

Portofolio biasanya lebih khusus karena karya yang ditampilkan sebaiknya sesuai dengan sektor maupun posisi yang dituju. Kamu enggak perlu memasukkan semua proyek yang pernah dikerjakan jika enggak mendukung tujuan lamaranmu.

5. Fungsi dan Penggunaan

CV umumnya menjadi arsip utama dalam proses melamar pekerjaan. Portofolio berguna sebagai pelengkap yang membantu rekruter menilai kualitas pekerjaanmu.

Meski begitu, portofolio enggak cuma digunakan untuk melamar kerja. Kamu juga bisa memakainya untuk menawarkan jasa freelance, membangun individual branding, maupun memberitahu hasil proyek kepada calon klien.

Contoh CV dan Portofolio untuk Melamar Kerja

Contoh CV dan Portofolio untuk Melamar Kerja
Sumber foto: Magnific

Agar lebih gampang memahami perbedaannya, bayangkan Anda mau melamar posisi social media specialist di sebuah perusahaan.

Contoh CV

Contoh CV
Sumber foto: Magnific

CV-mu dapat memuat keterangan berikut:

Nama: Nadia Putri

Posisi yang Dilamar: Social Media Specialist

Deskripsi Diri: Lulusan Ilmu Komunikasi yang memiliki pengalaman mengelola media sosial perkumpulan kampus dan membikin konten digital.

Pendidikan: S1 Ilmu Komunikasi, Universitas ABC, 2022–2026.

Pengalaman: Social Media Intern di Perusahaan XYZ, Januari–Juni 2026.

Tanggung Jawab dan Pencapaian: Menyusun almanak konten, menulis caption, serta membantu mengevaluasi performa konten berdasarkan keterangan engagement.

Keterampilan: Copywriting, content planning, Canva, dan analisis media sosial.

Contoh tersebut memberitahu keterangan mengenai latar belakang dan pengalaman Nadia secara ringkas. Sesuaikan setiap keterangan dengan pengalaman nyata yang Anda miliki.

Contoh Portofolio

Contoh Portofolio
Sumber foto: Magnific

Sementara itu, portofolio Nadia bisa berisi tiga proyek berikut:

  1. Konten Instagram: kumpulan rancangan dan caption yang pernah dibuat, disertai klarifikasi mengenai sasaran audiens dan tujuan konten.
  2. Kalender konten: contoh perencanaan konten mingguan maupun bulanan untuk sebuah kampanye.
  3. Analisis performa: laporan hasil kampanye yang mencakup metrik relevan, seperti jangkauan, engagement, maupun pertumbuhan pengikut jika datanya tersedia.

Jika proyek dikerjakan berbareng tim, jelaskan bagiankecil yang menjadi tanggung jawabmu. Jangan mengungkapkan hasil kerja orang lain sebagai karyamu sendiri.

Tips Membuat CV dan Portofolio agar Lebih Menarik

Tips Membuat CV dan Portofolio agar Lebih Menarik
Sumber foto: Magnific

Setelah memahami perbedaan keduanya, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut untuk mempersiapkan arsip lamaran kerja.

1. Sesuaikan dengan Posisi yang Dilamar

Baca klarifikasi pekerjaan terlebih dahulu. Pilih pengalaman, keterampilan, dan karya yang paling relevan dengan kebutuhan perusahaan. Hindari memasukkan keterangan yang enggak mendukung posisi tujuanmu.

2. Gunakan Format yang Rapi

Pilih font yang gampang dibaca, susun keterangan dengan jelas, dan gunakan judul bagiankecil yang konsisten. Untuk CV, format sederhana juga membantu mekanisme penyaringan lamaran maupun Applicant Tracking System (ATS) membaca keterangan dengan lebih baik.

3. Pilih Karya Terbaik

enggak perlu memasukkan semua pekerjaan ke dalam portofolio. Dilansir dari Twine, sekitar 5–10 karya berkualitas dapat menjadi titik mula untuk memberitahu kapasitas dan ragam hasil kerjamu. Pilih jumlah yang sesuai dengan pengalaman serta kebutuhan posisi yang dilamar.

4. Jelaskan Proses dan Hasilnya

Jangan cuma menampilkan karya tanpa konteks. Jelaskan tujuan proyek, peranmu, proses pengerjaan, dan hasil yang diperoleh. Jika memiliki keterangan pendukung yang valid, gunakan untuk menguatkan penjelasan.

5. Periksa Kembali Sebelum Mengirim

Pastikan enggak ada kesalahan penulisan, tautan yang rusak, maupun keterangan kontak yang keliru. Gunakan alamat email ahli dan pastikan file bisa dibuka dengan baik.

Terakhir, ikuti instruksi perusahaan. Jika rekruter meminta CV dan portofolio, kirimkan keduanya. Apabila portofolio belum diwajibkan tetapi relevan dengan pekerjaanmu, Anda bisa mempertimbangkan untuk menyertakannya.

FAQ Seputar CV dan Portofolio

1. Apakah CV dan portofolio itu sama?

enggak. CV berisi ringkasan latar belakang, pendidikan, pengalaman, dan keterampilan. Portofolio menampilkan contoh karya maupun proyek sebagai bukti kemampuanmu.

2. Apakah fresh graduate perlu membikin portofolio?

Ya, terutama jika pekerjaan yang dituju membutuhkan contoh hasil kerja. Kamu bisa menggunakan proyek kuliah, tugas organisasi, karya pribadi, maupun proyek latihan yang dibuat secara mandiri.

3. Apakah CV mesti disertai portofolio?

enggak selalu. Kamu perlu mengikuti persyaratan lowongan kerja. Namun, untuk posisi seperti penulis, desainer, dan social media specialist, portofolio dapat membantu rekruter menilai kemampuanmu secara lebih konkret.

4. Apa perbedaan CV dan portofolio dalam bentuk PDF?

CV PDF berisi keterangan mengenai latar belakang dan kualifikasimu, sedangkan portofolio PDF berfokus pada karya dan klarifikasi proyek. Keduanya bisa dikirim melalui email maupun blangko lamaran kerja selama format tersebut diterima perusahaan.

Memahami perbedaan CV dan portofolio akan membantumu mempersiapkan arsip lamaran dengan lebih tepat. CV membantu rekruter mengenal latar belakangmu, sedangkan portofolio memperlihatkan kapasitas melalui karya nyata. Jadi, sebelum melamar pekerjaan, pastikan Anda sudah menyiapkan keduanya sesuai kebutuhan posisi yang dituju. Yuk, mulai rapikan CV dan kumpulkan karya terbaikmu agar lebih siap menghadapi kesempatan pekerjaan berikutnya!

Baca juga: 8 Pekerjaan yang Butuh Portofolio, Fresh Graduate Wajib Tahu! 

Gabung kelompok Girls Beyond Circle dan dapatkan insight menarik lainnya seputar bumi kerja!

Artikel Lainnya Portal Media Gen Z
↑
Close Right Ads
Close Left Ads