Gunung Bromo Berselimut Salju Perdana Tahun Ini, Wisatawan Antusias Berburu Embun Upas

Jun 13, 2026 09:30 PM - 1 bulan yang lalu 54523

Bunda, Gunung Bromo memang selalu punya langkah untuk membikin siapa saja terpukau. Selain terkenal dengan pemandangan mentari terbitnya yang indah, area ini kembali mencuri perhatian lantaran menampilkan pemandangan yang tak biasa.

Belum lama ini, area pegunungan tersebut tampak berwarna putih layaknya diselimuti salju. Fenomena yang jarang terjadi ini muncul saat suhu udara menurun hingga memicu terbentuknya embun kaku di sejumlah titik.

Lapisan kristal es terlihat menutupi rerumputan, dedaunan, hingga hamparan pasir yang luas. Pemandangan unik tersebut membikin lanskap Bromo tampak berbeda dan sukses menarik perhatian banyak wisatawan.


Wisatawan antusias berburu embun upas

Kemunculan embun upas tentu langsung menjadi daya tarik bagi banyak orang yang sudah tiba di area Bromo sejak awal hari.

Momen langka ini dimanfaatkan untuk mengabadikan foto sekaligus menyaksikan hamparan kristal es yang jarang terlihat di daerah tropis seperti Indonesia.

Dari pengarsipan yang dibagikan organisasi wisata Bams Tour Bromo, lapisan putih tampak menyelimuti sejumlah area di sekitar kaldera. Tak sedikit pelancong yang melangkah menyusuri padang rumput dan bentangan pasir sembari menikmati pemandangan unik tersebut.

Pemandu wisata Bams Tour Bromo, Bambang, menjelaskan bahwa kemunculan embun upas menandai awal musim tandus di Pegunungan Tengger. Fenomena ini umumnya muncul antara Juni hingga Agustus ketika temperatur berada pada titik terendah.

“Embun upas ini, sebagai kemunculan perdana embun upas sepanjang tahun 2026 yang langsung menjadi magnet bagi para wisatawan, embun upas umumnya muncul pada rentang Juni hingga Agustus, saat suhu udara mencapai titik terendah. Ketika temperatur turun di bawah lima derajat Celsius, embun yang terbentuk pada malam hari dapat membeku dan membentuk kristal es,” ungkap Bambang, dikutip dari laman detikcom, Jumat (12/6/2026).

Ia juga mengatakan para visitor biasanya datang lebih pagi karen lapisan kaku itu tidak memperkuat lama. Setelah mentari mulai menghangatkan permukaan tanah, kristal-kristal es bakal perlahan mencair dan menghilang.

“Selain pemandangan mentari terbit yang menjadi ikon wisata Bromo, embun upas juga menjad daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Banyak pengunjung penasaran lantaran mau memandang kejadian yang sekilas menyerupai salju, meski sebenarnya merupakan embun yang membeku akibat suhu rendah,” tuturnya.

BMKG ungkap penyebab salju di Gunung Bromo

Prakirawan BMKG, Juanda Siska Anggraeni, menjelaskan bahwa embun upas terbentuk akibat pendinginan radiasi yang sangat kuat pada malam hari saat kemarau.

Kondisi tersebut diperkuat oleh udara yang kering, langit cerah, ketinggian wilayah, serta masuknya massa udara dingin dari Australia, Bunda.

“Embun upas merupakan salah satu akibat dari kejadian bediding, ialah kondisi udara yang terasa lebih dingin dari biasanya pada musim kemarau. Saat bediding kuat, langit cerah, angin lemah, dan udara kering, suhu minimum di area Bromo dapat turun hingga mendekati alias apalagi di bawah titik kaku sehingga embun upas terbentuk,” ungkap Siska.

Fenomena bediding sendiri merupakan kondisi umum yang terjadi pada musim tandus di Indonesia, khususnya daerah dataran tinggi. Kondisi ini muncul akibat kekuasaan massa udara kering yang menyebabkan pendinginan permukaan bumi berjalan lebih sigap pada malam hari.

“Perlu diketahui, kejadian bediding merupakan kondisi yang umum terjadi pada musim tandus akibat kekuasaan massa udara kering dan pendinginan permukaan bumi pada malam hari. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus memantau info cuaca dari BMKG,” ujar Siska.

Nah, itulah penjelasan mengenai kejadian Gunung Bromo yang diselimuti salju. Bunda tertarik untuk memandang langsung?

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya