Jakarta -
Bunda mungkin mulai merasakan beragam perubahan pada tubuh saat mengandung 9 minggu. Mulai dari mual, mudah lelah, tetek terasa lebih sensitif, hingga lebih sering buang air kecil. Berbagai keluhan tersebut dapat muncul pada trimester pertama kehamilan.
Namun, setiap ibu mengandung bisa mengalami indikasi yang berbeda-beda. Bahkan, sebagian ibu mengandung mungkin belum merasakan banyak keluhan pada usia kehamilan ini.
Lantas, mengandung 9 minggu apa yang dirasakan? Apakah perut sudah mulai terlihat membesar dan gimana perkembangan janin pada usia kehamilan ini?
Hamil 9 minggu, apa yang dirasakan?
Hamil 9 minggu berfaedah usia kehamilan tetap berada pada trimester pertama. Pada masa ini, perubahan hormon dapat memengaruhi kondisi bentuk maupun emosional Bunda.
Melansir NHS, kadar hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG) meningkat pesat pada beberapa minggu awal kehamilan. Saat usia kehamilan mencapai 9 minggu, kadar hCG berada pada tingkat yang tinggi. Hormon estrogen dan progesteron juga meningkat dan turut membantu meningkatkan aliran darah ke rahim.
Perubahan hormon tersebut dapat membikin sebagian Bunda merasa emosinya lebih mudah berubah. NHS menggambarkan masa ini seperti rollercoaster emosi. Karena itu, cukup rehat dan jangan ragu menerima support dari orang-orang di sekitar Bunda ketika membutuhkannya.
Beberapa keluhan yang dapat dirasakan saat mengandung 9 minggu antara lain:
- Mual, dengan alias tanpa muntah
- Mudah capek alias mengantuk
- Payudara terasa lebih penuh, sensitif, alias nyeri
- Sakit kepala
- Perubahan suasana hati
- Lebih sensitif terhadap bau
- Perubahan selera makan
- Perut terasa kembung
- Sembelit alias perubahan pencernaan
- Lebih sering buang air kecil
Mual dan muntah juga merupakan salah satu keluhan yang umum pada awal kehamilan. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa mual dan muntah pada kehamilan biasanya mulai sebelum usia 9 minggu. Pada sebagian besar ibu hamil, keluhan ini berangsur membaik sekitar usia 14 minggu, meski pada sebagian lainnya dapat berjalan lebih lama.
Penelitian juga menunjukkan bahwa mual dan muntah dapat memengaruhi kualitas hidup ibu hamil. Sebuah systematic review yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth menemukan bahwa semakin berat mual dan muntah selama kehamilan, semakin besar dampaknya terhadap kualitas hidup.
Kalau Bunda tetap sering mual saat mengandung 9 minggu, kondisi tersebut tetap termasuk keluhan yang umum. Sebaliknya, tidak mengalami mual juga bukan berfaedah kehamilan bermasalah.
Setiap ibu mengandung dapat mengalami indikasi yang berbeda, termasuk dalam perihal jenis maupun tingkat keparahannya.
Perubahan pada ibu mengandung saat kehamilan memasuki 9 minggu
Memasuki minggu ke-9, tubuh Bunda terus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi selama kehamilan. Selain keluhan seperti mual dan mudah lelah, beberapa perubahan bentuk dan emosional juga mulai terasa lebih jelas.
Berikut beberapa perubahan yang dapat dialami Bunda saat mengandung 9 minggu yang dirangkum dari beragam sumber:
1. Mudah lelah
Rasa capek merupakan salah satu keluhan yang umum pada trimester pertama. Perubahan hormon dan beragam proses yang berjalan di dalam tubuh dapat membikin Bunda lebih sigap merasa kehabisan tenaga.
Pada usia kehamilan ini, Bunda mungkin memerlukan waktu rehat lebih banyak dari biasanya. Jika memungkinkan, sesuaikan kegiatan dengan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri saat tubuh mulai terasa lelah.
2. Payudara lebih sensitif
Payudara dapat terasa lebih penuh, berat, alias nyeri. Kondisi ini berangkaian dengan perubahan hormon selama kehamilan dan persiapan tubuh untuk menyusui.
Bunda mungkin juga mulai merasa bra yang biasa digunakan menjadi lebih sempit alias kurang nyaman lantaran ukuran dan sensitivitas tetek berubah.
3. Lebih sensitif terhadap bau
Indra penciuman dapat menjadi lebih sensitif pada awal kehamilan. Aroma makanan, parfum, alias aroma tertentu yang sebelumnya biasa saja bisa tiba-tiba memicu rasa mual.
Sensitivitas terhadap aroma juga dapat memengaruhi selera makan. Makanan yang sebelumnya disukai mungkin justru terasa kurang menggugah selera selama beberapa waktu.
4. Perut terasa kembung
Kembung dapat membikin perut terasa penuh alias tampak lebih besar. Karena itu, Bunda mungkin mulai merasa celana alias busana di bagian perut lebih sempit, meskipun ukuran rahim dan janin tetap relatif kecil.
NHS juga memasukkan kembung sebagai salah satu keluhan yang dapat muncul pada usia kehamilan 9 minggu.
5. Suasana hati mudah berubah
Perubahan hormon, rasa lelah, mual, dan proses beradaptasi dengan kehamilan dapat membikin suasana hati lebih mudah berubah.
Bunda mungkin merasa lebih sensitif, mudah menangis, lebih mudah kesal, alias justru sangat bersemangat. Perubahan suasana hati seperti ini dapat terjadi selama trimester pertama.
6. Lebih sering buang air kecil
Kehamilan dapat membikin Bunda lebih sering buang air kecil. Perubahan hormon dan peningkatan aliran darah ke ginjal turut berkedudukan terhadap perubahan ini.
Adakah perubahan corak perut pada ibu mengandung 9 minggu?
Pada usia kehamilan 9 minggu, perut belum tentu terlihat membesar seperti baby bump yang jelas.
Rahim memang terus mengalami perubahan seiring perkembangan kehamilan, tetapi ukuran janin tetap relatif kecil. Karena itu, perubahan corak tubuh dari luar belum tentu disebabkan oleh pertumbuhan janin.
Bunda mungkin mulai memandang bagian perut sedikit menonjol alias merasa celana lebih sempit. Namun, kondisi tersebut juga bisa dipengaruhi oleh kembung, perubahan sistem pencernaan, alias perubahan berat badan.
NHS menyebut bahwa pada minggu ke-9, pinggang dapat mulai terasa sedikit lebih tebal dan perut bisa terasa kembung.
Jadi, perut yang belum terlihat besar saat mengandung 9 minggu bukan berfaedah perkembangan janin terhambat.
Sebaliknya, perut yang terlihat lebih besar juga tidak otomatis berfaedah janin berukuran lebih besar. Ukuran perut dari luar bukan satu-satunya langkah untuk menilai perkembangan kehamilan.
Jika Bunda cemas dengan perkembangan janin, konsultasikan dengan master alias bidan. Pemeriksaan kehamilan, termasuk USG jika diperlukan, dapat memberikan info yang lebih jeli mengenai perkembangan kehamilan dibandingkan hanya memandang perubahan corak perut.
Kapan corak perut berubah saat hamil?
Kapan perut mulai terlihat membesar bisa berbeda pada setiap ibu hamil. Sebagian ibu mungkin mulai memandang perubahan corak perut menjelang akhir trimester pertama alias memasuki trimester kedua. Namun, pada sebagian lainnya, perut baru terlihat lebih jelas beberapa minggu kemudian.
Kehamilan pertama dan kehamilan berikutnya juga dapat terlihat berbeda. Bentuk dan ukuran tubuh sebelum hamil, kondisi otot perut, jumlah kehamilan sebelumnya, serta perkembangan rahim dapat memengaruhi kapan perut mulai terlihat.
Untuk itu, Bunda tidak perlu membandingkan ukuran perut dengan ibu mengandung lain yang usia kehamilannya sama.
Pada usia kehamilan 9 minggu, perkembangan janin lebih baik dipantau melalui pemeriksaan kehamilan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan daripada berasas besar-kecilnya perut.
Tips saat mengandung 9 minggu
Memasuki usia kehamilan 9 minggu, beberapa perihal berikut dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan Bunda dan mendukung perkembangan kehamilan.
1. Makan dalam porsi mini tetapi lebih sering
Jika mual membikin Bunda susah makan dalam jumlah banyak, cobalah makan dengan porsi mini tetapi lebih sering.
ACOG menyarankan beberapa strategi untuk membantu mengurangi mual, termasuk mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit sebelum bangun dari tempat tidur dan makan dalam beberapa porsi mini sepanjang hari.
2. Penuhi kebutuhan nutrisi
Usahakan mengonsumsi makanan beragam yang mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Jika ada makanan tertentu yang sementara ini susah dikonsumsi lantaran memicu mual, Bunda dapat memilih makanan lain yang lebih mudah diterima tubuh.
3. Konsumsi suplemen sesuai rekomendasi tenaga kesehatan
Asam folat krusial sejak awal kehamilan untuk mendukung perkembangan sistem saraf janin. WHO merekomendasikan suplementasi harian 30–60 mg unsur besi elemental dan 400 mikrogram masam folat selama kehamilan untuk membantu mencegah anemia dan beberapa masalah kehamilan.
Namun, jenis dan dosis suplemen sebaiknya mengikuti rekomendasi master alias perawat lantaran kebutuhan setiap ibu mengandung dapat berbeda.
4. Tetap aktif sesuai kondisi kehamilan
Pada kehamilan yang sehat dan tidak mempunyai kondisi yang membikin kegiatan bentuk perlu dibatasi, olahraga dapat tetap dilakukan.
ACOG merekomendasikan kegiatan aerobik intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu untuk ibu mengandung yang tidak mempunyai kontraindikasi. Jalan kaki, berenang, dan beberapa jenis yoga yang dimodifikasi termasuk kegiatan yang dapat menjadi pilihan.
Jika sebelumnya jarang berolahraga, mulailah secara perlahan dan konsultasikan jenis kegiatan yang sesuai dengan master kandungan.
5. Batasi konsumsi kafein
Bunda yang terbiasa minum kopi tidak selalu kudu berakhir total. ACOG menyebut bahwa konsumsi kafein kurang dari 200 mg per hari tidak tampak meningkatkan akibat keguguran alias kelahiran prematur.
Kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tetapi juga teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman energi.
6. Jangan melewatkan pemeriksaan kehamilan
Pemeriksaan antenatal membantu tenaga kesehatan memantau kondisi Bunda dan perkembangan kehamilan.
WHO merekomendasikan pemeriksaan kehamilan secara berkala. USG pada awal kehamilan juga dapat membantu memperkirakan usia kehamilan dan mendeteksi kehamilan dobel maupun beberapa kelainan tertentu.
7. Segera periksa jika muncul keluhan yang mengkhawatirkan
Mual dan muntah memang umum dikeluhkan, tetapi Bunda perlu berkonsultasi jika tidak bisa mempertahankan makanan alias cairan, urine menjadi sangat sedikit dan berwarna gelap, alias mengalami pusing hingga nyaris pingsan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda dehidrasi akibat muntah yang berat.
Perdarahan pada awal kehamilan juga sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. ACOG menyebut bahwa perdarahan pada trimester pertama cukup umum dan tidak selalu menandakan masalah serius, tetapi dapat pula berangkaian dengan keguguran alias kehamilan ektopik.
Jika terjadi nyeri perut alias panggul yang tiba-tiba dan berat, terutama disertai nyeri bahu, pusing, lemas, alias pingsan, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut dapat menjadi tanda kehamilan ektopik yang mengalami komplikasi.
Perkembangan janin saat bulan mengandung 9 minggu
Memasuki usia kehamilan 9 minggu, perkembangan janin berjalan sangat cepat.
Menurut NHS, panjang janin pada usia ini sekitar 22 mm dari kepala hingga bokong, kira-kira sebesar buah stroberi. Wajah mulai terlihat lebih jelas, mata mulai dilindungi kelopak, sedangkan mulut dan lidah dengan bakal pengecap juga mulai berkembang.
Tangan dan kaki terus berkembang. Pada tahap ini, jari tangan dan kaki belum sepenuhnya terpisah, tetapi corak personil mobilitas semakin jelas.
Organ-organ utama seperti jantung, otak, paru-paru, ginjal, dan saluran pencernaan juga terus berkembang. Tulang mulai terbentuk, sementara perangkat kelamin mulai mengalami perkembangan meskipun jenis kelamin belum dapat diketahui hanya berasas perubahan tersebut.
Pada usia 9 minggu, janin juga sudah dapat melakukan gerakan, tetapi Bunda belum dapat merasakannya. Gerakan janin baru biasanya terasa beberapa minggu kemudian.
Karena itu, jika Bunda mengandung 9 minggu dan belum merasakan aktivitas janin, perihal tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Ukuran janin tetap sangat mini sehingga gerakannya belum dapat dirasakan dari luar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)