Jakarta -
Penggunaan salep hydrocortisone untuk bayi tidak bisa dilakukan sembarangan dan memerlukan rekomendasi dari dokter. Bagaimana patokan pakai hydrocortisone untuk bayi?
Dikutip dari Healthline, sebagian mahir tidak menyarankan penggunaan hydrocortisone untuk bayi. Sementara sebagian lainnya memperbolehkan selama digunakan sesuai patokan tertentu.
Salah satu perihal yang menjadi perhatian adalah area kulit yang diolesi hydrocortisone sebaiknya tidak tertutup rapat. Selain itu, lama pemakaian pun tidak boleh terlalu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar master menyarankan agar lama penggunaan dipersingkat, misalnya dari maksimal 7 hari menjadi sekitar 4–5 hari saja.
Mengenal apa itu hydrocortisone?
Salep hydrocortisone alias hidrokortison adalah obat kortikosteroid topikal. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan unsur alami pada kulit yang membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan.
Pada umumnya, salep alias krim hydrocortisone 1 persen yang dijual bebas tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 tahun lantaran berpotensi menimbulkan akibat kesehatan.
Walaupun pengaruh samping serius jarang terjadi, penggunaan krim hidrokortison secara rutin dalam jangka panjang pada anak dapat meningkatkan akibat gangguan pertumbuhan dan kenaikan berat badan.
Manfaat hydrocortisone untuk bayi dan anak
Krim steroid dengan kandungan yang kuat sebaiknya dihindari pada bayi lantaran berisiko menimbulkan pengaruh samping kesehatan.
Namun krim steroid ringan seperti hydrocortisone 1 persen dapat digunakan untuk membantu mengatasi eksim pada bayi dan anak, dengan catatan penggunaannya hanya atas rekomendasi master anak.
Penggunaan hydrocortisone umumnya dianggap kondusif untuk anak usia di atas 2 tahun jika digunakan dalam jangka pendek, ialah sekitar 1–2 minggu dan tetap sesuai petunjuk dokter.
Dikutip dari Very Well Health, faedah hydrocortisone untuk bayi dan anak ialah membantu mengatasi masalah kulit yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan gatal.
Namun perlu diingat, hydrocortisone hanya membantu meredakan gejala, bukan menyembuhkan penyebab utama gangguan kulit tersebut.
Jadi, sebaiknya Bunda tetap membawa Si Kecil konsultasi ke master untuk mengobati penyebab utama agar indikasi tidak muncul berulang.
Efek samping hydrocortisone untuk bayi dan anak
Dikutip dari Very Well Health, pengaruh samping umum penggunaan salep hydrocortisone meliputi kulit kering, iritasi, serta peningkatan pertumbuhan rambut pada area tertentu.
Penggunaan kortikosteroid topikal dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan insufisiensi adrenal, ialah kondisi ketika tubuh tidak menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah cukup.
Efek samping lainnya dapat berupa reaksi alergi dengan indikasi seperti:
- Rasa terbakar, gatal, iritasi, kemerahan, alias kulit kering yang semakin parah
- Perubahan warna kulit
- Muncul bintik putih alias merah mini pada kulit
Jika ruam alias indikasi justru semakin memburuk, kemungkinan perihal tersebut merupakan reaksi alergi terhadap obat.
Efek samping yang perlu segera diperiksakan ke master antara lain:
- Penipisan kulit
- Sensasi terbakar
- Bercak gelap pada kulit
- Infeksi
- Lepuhan yang terasa nyeri
- Ruam berat
- Reaksi alergi
Selain itu, menurut National Eczema Association, paparan hydrocortisone berlebihan pada area tubuh yang luas pada anak dapat dikaitkan dengan pertumbuhan yang lebih lambat dan keterlambatan kenaikan berat badan.
Karena akibat tersebut, banyak master menyarankan agar anak di bawah usia 2 tahun tidak menggunakan hydrocortisone untuk mengatasi iritasi kulit tanpa pengawasan medis.
Dosis dan patokan pakai hydrocortisone
Dosis dan patokan penggunaan hydrocortisone pada anak sangat berjuntai pada jenis sediaan. Apakah yang dipakai berbentuk krim, salep, tablet, alias suntikan, serta kondisi medis yang sedang ditangani.
Karena hydrocortisone termasuk obat keras, penggunaannya kudu sesuai resep dan petunjuk dokter.
Dalam corak krim alias salep topikal, hydrocortisone digunakan untuk membantu mengatasi peradangan kulit, eksim, alias reaksi alergi.
Aturan pakai hydrocortisone ialah dengan mengoleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah, biasanya 1–2 kali sehari sesuai rekomendasi dokter.
Penggunaan pada anak di bawah usia 2 tahun kudu berasas rekomendasi unik dari dokter. Durasi pemakaian pun biasanya dibatasi untuk mengurangi akibat pengaruh samping.
Cara menggunakan hydrocortisone dengan benar
Menurut National Health Service (NHS) UK, langkah penggunaan hydrocortisone berjuntai pada corak obatnya, apakah berupa krim, salep, alias losion, serta kondisi kulit yang sedang diobati.
Hydrocortisone tersedia dalam beberapa tingkat kekuatan juga. Oleh lantaran itu, pastikan Bunda selalu mengikuti rekomendasi master mengenai langkah penggunaannya.
Umumnya, hydrocortisone digunakan 1–2 kali sehari. Jumlah obat yang digunakan berjuntai pada luas area kulit yang diobati. Oleskan secukupnya dalam lapisan tipis hingga menutupi area kulit yang bermasalah.
Cara menggunakan hydrocortisone krim, salep, alias losion:
- Cuci tangan sebelum menggunakan obat
- Keluarkan krim secukupnya pada ujung jari
- Oleskan pada area kulit yang bermasalah lampau gesek perlahan hingga meresap
- Cuci tangan kembali setelah penggunaan
Jangan gunakan hydrocortisone lebih dari 7 hari selain atas rekomendasi master alias apoteker.
Jika hydrocortisone diresepkan untuk penggunaan jangka panjang, jangan juga menghentikannya secara tiba-tiba tanpa petunjuk dokter.
Perawatan pengganti selain salep hydrocortisone
Cara terbaik mengatasi kulit gatal pada bayi adalah dengan mengetahui penyebab utamanya, misalnya ruam popok, eksim, alias alergi.
Beberapa perawatan rumahan yang dapat membantu meredakan iritasi kulit bayi antara lain menjaga kelembapan kulit, mandi secara rutin, dan menggunakan minyak alami sebagai pelembap.
Contoh perawatan pengganti untuk kulit selain salep hydrocortisone di antaranya:
1. Losion yang mengandung oatmeal
Jika bayi mengalami iritasi kulit yang cukup luas, Bunda bisa mempertimbangkan penggunaan losion dengan kandungan oatmeal.
Bahan alami ini dapat membantu meredakan kulit kering dan gatal. Keringkan tubuh bayi dengan lembut lampau segera oleskan pelembap.
2. Castor oil
Castor oil alias minyak jarak merupakan minyak alami yang dapat membantu melembapkan kulit kering dan membantu proses pengobatan iritasi kulit.
Minyak ini membantu menjaga kelembapan kulit, sehingga proses pengobatan lebih optimal dan kulit tidak mudah mengering.
Selain itu, castor oil juga dapat membantu merangsang pertumbuhan jaringan kulit dan menjadi pelindung alami untuk mengurangi akibat infeksi.
3. Minyak kelapa
Minyak kelapa juga menjadi pilihan alami yang cukup terkenal untuk membantu mengatasi masalah kulit bayi.
Minyak dengan aroma wangi yang unik ini mempunyai sifat antiseptik dan anti-inflamasi.
Penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa virgin coconut oil mempunyai faedah antiinflamasi dan dapat membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit.
Pilih minyak kelapa tanpa tambahan bahan kimia agar lebih kondusif digunakan pada kulit bayi.
4. Pelembap berbentuk krim
Saat ini tersedia beragam pelembap berbentuk krim dan emolien yang diformulasikan unik untuk kulit sensitif bayi. Beberapa di antaranya mengandung ceramide alias minyak nabati yang bisa menjaga kelembapan kulit.
Pelembap jenis ini juga membantu membentuk lapisan pelindung kulit sehingga iritasi tidak mudah kambuh. Untuk hasil optimal, gunakan pelembap segera setelah bayi mandi dan ulangi sesuai kebutuhan sepanjang hari.
Penyebab iritasi kulit bayi dan perawatan yang tepat
Untuk mengatasi iritasi kulit akibat ruam popok, eksim, maupun alergi pada bayi, berikut beberapa perawatan rumahan yang dapat dilakukan:
1. Ruam popok
Ruam popok alias dermatitis kontak sering terjadi lantaran popok kotor dibiarkan terlalu lama, sehingga area kulit bayi menjadi lembap dan mudah iritasi.
Untuk mencegah dan mengatasi ruam popok, pastikan kulit bayi selalu bersih dan kering. Gunakan kain hangat alias tisu bebas alkohol saat mengganti popok.
Setelah membersihkan kulit bayi, biarkan bayi beberapa saat tanpa popok agar kulit terkena udara dan lebih sigap kering. Jika diperlukan, gunakan krim diaper rash alias ruam popok yang mengandung zinc oxide secara rutin.
2. Eksim
Salah satu langkah paling efektif mengatasi eksim pada bayi adalah menghindari pemicunya, seperti air liur, keringat, bulu hewan, makanan tertentu, alias bahan iritan lainnya.
Perawatan kulit eksim pada bayi meliputi penggunaan pelembap bertekstur pekat minimal dua kali sehari.
Gunakan produk dengan kandungan colloidal oatmeal alias oat oil untuk membantu meningkatkan kelembapan kulit dan mengurangi peradangan.
Minyak kelapa juga dapat dioleskan secara rutin untuk membantu melembapkan kulit dan memperbaiki lapisan pelindung kulit bayi.
Cegah bayi menggaruk area eksim lantaran dapat memperparah kondisi kulit dan meningkatkan akibat infeksi. Pastikan kuku anak tetap pendek dan area eksim tertutup dengan baik.
3. Alergi
Jika bayi mempunyai alergi terhadap makanan alias bahan tertentu, indikasi eksim dan iritasi kulit bisa kambuh setiap kali terpapar alergen tersebut.
Untuk membantu mencegah iritasi kulit, gunakan deterjen busana bayi yang lembut dan bebas pewangi.
Pilih juga produk perawatan bayi yang bebas pewarna, pewangi, dan bahan tambahan lainnya.
5 Merek obat hydrocortisone yang ada di apotek
Berikut beberapa contoh merek obat hydrocortisone yang ada di apotek. Sebelum digunakan, pastikan Bunda konsultasi terlebih dulu dengan dokter:
1. Hydrocortisone 1% Krim
Krim topikal hydrocortisone ini dijual dengan ukuran tube 5 gram. Cara pakainya, oles tipis pada area kulit yang bermasalah 1–2 kali alias sesuai rekomendasi dokter.
Penggunaan krim ini bisa untuk eksim ringan, ruam alergi, dan gigitan serangga, dengan kadar steroid rendah. Harga sekitar Rp Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per tube.
2. Hydrocortisone 2,5% Krim
Serupa seperti krim di atas, tapi kadarnya lebih kuat sehingga biasa digunakan untuk membantu mengatasi peradangan kulit yang lebih berat.
Krim ini juga dijual dengan ukuran tube 5 gram. Namun untuk anak, sebaiknya hanya dipakai jangka pendek dan sesuai rekomendasi dokter. Harga sekitar Rp 16 ribu–Rp25 ribu per tube.
3. Dermacoid
Dermacoid merupakan obat topikal berbentuk krim yang mengandung Hydrocortisone 17-butyrate.
Obat ini termasuk dalam golongan kortikosteroid yang efektif untuk meredakan peradangan (inflamasi) dan rasa gatal pada beragam gangguan kulit.
Untuk anak-anak, oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 1-2 kali sehari alias sesuai rekomendasi dokter. Harga sekitar Rp97 ribu per tube 10 gram.
4. Lexacorton
Lexacorton mengandung hydrocortisone acetate 2,5% yang membantu meredakan gatal, kemerahan, dan pembengkakan akibat dermatitis, eksim, maupun gigitan serangga.
Obat ini berbentuk krim sehingga mudah menyerap di kulit, dalam tube 5 gram. nilai sekitar Rp6 ribuan hingga Rp16 ribu per tube.
5. Erla Neo Hydrocort
Erla Neo Hydrocort adalah krim kombinasi yang mengandung kortikosteroid dan antibiotik aminoglikosida (neomycin).
Obat ini digunakan untuk mengobati peradangan pada kulit yang disertai jangkitan kuman yang sensitif.
Karena termasuk golongan obat keras, penggunaan krim ini perlu resep master ya, Bunda. Harga sekitar Rp6 ribuan hingga Rp 13 ribu per tube 5 gram.
Itulah penjelasan tentang hydrocortisone untuk bayi, mulai dari langkah penggunaan, dosis, manfaat, hingga pengaruh sampingnya. Ingat, pastikan untuk konsultasi dulu ke master sebelum memakaikannya pada Si Kecil ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·