Rumah dengan kreasi unik selalu sukses menarik perhatian, apalagi jika bentuknya jauh dari rumah pada umumnya. Salah satu kediaman yang tengah menjadi sorotan adalah rumah berbentuk gelembung alias kubah di Pasadena, California, Amerika Serikat.
Rumah ini bukan sekadar mempunyai corak yang tidak biasa. Di kembali desainnya yang menyerupai gelembung raksasa, tersimpan sejarah arsitektur yang inovatif serta kisah pemiliknya yang menyentuh hati.
Menariknya, rumah gelembung ini dibangun menggunakan teknik bangunan unik yang memanfaatkan balon raksasa sebagai cetakan sementara. Seperti apa kisah komplit di kembali rumah ikonik tersebut? Simak ulasannya dalam tulisan berikut ini, ya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah rumah gelembung dari balon raksasa yang sekarang dijual Rp31 Miliar
Mengutip dari laman Wallpaper, rumah gelembung yang berada di Pasadena ini merupakan karya arsitek asal California, Wallace Neff. Hunian tersebut dibangun pada tahun 1946 untuk saudaranya, Andrew Neff, dan menjadi satu-satunya rumah Airform yang tetap memperkuat dari delapan gedung serupa yang pernah dibuatnya.
Rumah ini dikenal lantaran metode pembangunannya yang tidak biasa. Wallace Neff mengembangkan konsep Airform construction, ialah teknik bangunan yang memanfaatkan balon raksasa sebagai cetakan sementara.
Dalam metode ini, sebuah membran besar yang menyerupai balon dipompa hingga mengembang dan membentuk struktur kubah sesuai kreasi yang diinginkan.
Setelah balon mencapai ukuran yang ditentukan, permukaannya dilapisi Gunite, ialah campuran beton yang disemprotkan menggunakan selang bertekanan tinggi. Kemudian ditambahkan lapisan insulasi dan lapisan beton tambahan hingga membentuk gedung yang kokoh.
Berkat metode tersebut, sebuah rumah apalagi dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.
Pada masa itu, kreasi rumah berbentuk kubah dianggap sangat futuristis. Beberapa pihak apalagi meragukan kekuatan strukturnya. Namun, Wallace Neff sukses membuktikan bahwa gedung tersebut kondusif dan tahan lama. Hingga kini, rumah itu tetap berdiri sebagai salah satu contoh penemuan arsitektur yang mendahului zamannya.
Bagian interior rumah juga menjadi daya tarik tersendiri. Struktur kubah menciptakan ruang dengan langit-langit tinggi yang memberikan kesan luas dan terbuka. Di dalamnya terdapat dua bilik tidur, satu bilik mandi, serta area dapur yang ditata mengikuti corak melingkar bangunan.
Sorotan lain datang dari pemilik terbarunya, Priya Girishankar dan Damon Cleckler. Keduanya membeli rumah tersebut setelah kehilangan rumah sebelumnya akibat kebakaran besar Eaton pada tahun 2025. Mereka kemudian melakukan proses restorasi menyeluruh sebagai corak penghormatan terhadap visi original Wallace Neff.
Berbagai pembaruan dilakukan, mulai dari sistem listrik, pemanas, pendingin udara, hingga perbaikan bagian beton yang mengalami kerusakan. Salah satu pekerjaan terbesar adalah menghilangkan jejak cekungan lama yang ditimbulkan oleh instalasi pendingin udara sehingga corak kubah rumah dapat kembali seperti semula.
Selain rumah utama seluas sekitar 112 meter persegi, properti ini juga dilengkapi studio terpisah dengan area tinggal sendiri. Menariknya lagi, terdapat bunker perlindungan bawah tanah yang berada sekitar 4,5 meter di bawah gedung tambahan tersebut.
Saat ini, rumah gelembung ikonik tersebut dipasarkan dengan nilai sekitar US$1,95 juta alias setara Rp31 miliar. Keunikan desain, nilai sejarah, serta kisah restorasi yang dilakukan pemiliknya menjadikan properti ini lebih dari sekadar tempat tinggal, melainkan bagian krusial dari perjalanan arsitektur modern.
Itulah kisah rumah gelembung unik yang dibangun dengan support balon raksasa. Bagaimana, Bunda, tertarik untuk mempunyai kediaman seperti ini?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·