Ingin Anak Jadi Pemimpin? Ini Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan dari Usia 2-19 Tahun

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 509x dilihat
Ingin Anak Jadi Pemimpin? Ini Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan dari Usia 2-19 Tahun

Memiliki anak dengan jiwa kepemimpinan mungkin menjadi angan banyak orang tua, Bunda. Anak yang bisa memimpin diharapkan bisa tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana.

Kemampuan untuk memimpin sebenarnya bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja dalam diri anak. Kemampuan ini dapat dilatih sejak usia awal sesuai dengan tahap perkembangan Si Kecil.

Menurut penulis kitab Inclusive Leadership, Ronald E. Riggio Ph.D., kepemimpinan dapat dipengaruhi oleh keterikatan seorang anak dengan orang tua. Keterikatan yang aman, yang memungkinkan anak untuk menjelajahi bumi luar dengan mengetahui bahwa mereka dapat kembali kepada orang tua untuk mendapatkan kenyamanan, dapat membantu membangun kegunaan emosional dan sosial yang sehat.


"Seringkali, upaya serius untuk mengembangkan kepemimpinan dimulai pada usia dewasa, tetapi ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan memang kudu dimulai sejak dini," ungkap Riggio, dilansir Psychology Today.

"Orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya bertanggung jawab untuk memastikan bahwa para pemimpin masa depan mempunyai bekal yang cukup untuk memimpin dengan baik," sambungnya.

Melatih jiwa kepemimpinan anak berasas usia

Berikut langkah melatih jiwa kepemimpinan anak berasas usianya, dari masa kanak-kanak hingga remaja:

1. Prasekolah (usia 2-5 tahun)

Pada tahun-tahun prasekolah, bermain adalah sarana utama untuk mengembangkan keahlian kepemimpinan yang sedang berkembang. Di usia ini, anak bisa belajar gimana bekerja sama dengan kawan sebaya, menyelesaikan konflik, dan membangun keselarasan dalam kelompok.

"Bermain menawarkan kesempatan bagi anak-anak, apalagi yang tetap sangat kecil, untuk belajar tentang beragam peran kepemimpinan dan memahami dinamika kekuasaan dan kekuasaan sosial," kata Riggio.

Simak cara-cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih jiwa kepemimpinan anak usia prasekolah berikut:

  • Penundaan kepuasan: mengajarkan anak menunda kepuasan bisa menjadi akar awal dari kepintaran emosional. Anak-anak dapat belajar mengendalikan kemauan dan belajar menunggu imbalan.
  • Keterampilan komunikasi: pada usia dini, Bunda dapat melatih dasar-dasar komunikasi emosional dan non-verbal anak, seperti membaca ekspresi wajah. Jangan lupa untuk mengajarkan keahlian sosial, termasuk menggunakan kata-kata yang bisa memengaruhi orang lain dan untuk menyampaikan rasa suka dan kasih sayang kepada orang lain.

2. Sekolah Dasar (usia 6-11 tahun)

Pada masa sekolah dasar, anak-anak belajar membangun hubungan positif dengan kawan sebaya, dan menganggap serius orang tua, guru, dan figur otoritas lainnya sebagai panutan kepemimpinan. Pengalaman belajar kooperatif di sekolah merupakan fondasi kepemimpinan orang dewasa yang positif.

"Di rumah, partisipasi dalam pekerjaan rumah tangga krusial untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan dapat dikaitkan dengan cita-cita kepemimpinan yang positif," ungkap Riggio.

Nah, berikut beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak usia SD:

  • Bekerja dalam tim: anak dapat diajarkan langkah mengoordinasikan upaya dan bekerja sama dengan orang lain sejak usia SD.
  • Berbicara di depan umum: anak diberikan bekal keahlian untuk menyampaikan buahpikiran kepada orang lai. Hal tersebut juga dapat membantu Si Kecil mengembangkan keahlian sosial dasarnya, Bunda.
  • Etiket dan pemahaman situasi sosial: mempelajari langkah berperilaku yang tepat serta tata krama dasar yang bakal berfaedah baik sekarang maupun di kemudian hari.
  • Tugas kepemimpinan awal: anak bisa dilibatkan menjadi sukarelawan, pengawas kelas, asisten guru, alias untuk memimpin proyek siswa.

3. Awal masa remaja (usia 12-14 tahun)

Sepanjang masa remaja, pengalaman di rumah dan di sekolah terus mengembangkan keahlian yang dibutuhkan para pemimpin. Salah satu area krusial untuk pengembangan kepemimpinan terjadi melalui kegiatan ekstrakurikuler, partisipasi dalam olahraga, kegiatan sukarela, pengabdian masyarakat, dan partisipasi dalam klub dan perkumpulan.

Bunda bisa mengembangkan jiwa kepemimpinan anak di awal masa remaja dengan langkah berikut ini:

  • Keterampilan manajemen diri: Bunda dapat mengajarkan anak belajar untuk lebih memahami diri sendiri dan mengevaluasi diri sendiri secara kritis. Kemampuan manajemen diri ini juga mencakup penetapan tujuan.
  • Tugas kepemimpinan: mengkoordinasikan anak memimpin temannya alias mendorong kawan satu tim untuk berbincang di depan umum dalam peran kepemimpinan.

4. Akhir masa remaja (usia 15-19 tahun)

Hubungan dengan kawan sebaya juga sangat krusial lantaran penelitian menunjukkan bahwa remaja yang terkenal lebih sering dipandang sebagai pemimpin oleh teman-teman sebaya. Penting bagi orang tua, guru, dan 'mentor' dewasa lainnya untuk berkedudukan dalam memperkuat perilaku positif pada para pemimpin muda remaja, dan mencegah corak kepemimpinan yang disfungsional.

Berikut langkah menumbuhkan jiwa kepemimpinan untuk anak di akhir masa remaja:

  • Keterampilan organisasi: anak bisa diminta untuk mengkoordinasikan dan memimpin proyek-proyek kompleks. Bunda juga bisa mendorong Si Kecil untuk melakukan pekerjaan tambahan sepulang sekolah dan musim panas.
  • Keterampilan motivasi: anak dapat diajari langkah memotivasi orang lain, mendelegasikan, dan memantau pekerjaan personil tim lainnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan