Ingin Cepat Hamil? Studi Ungkap Nutrisi yang Berkaitan dengan Kesuburan Perempuan

Jul 08, 2026 11:05 AM - 1 bulan yang lalu 25236

Kesuburan wanita dipengaruhi oleh beragam faktor, Bunda. Beberapa di antaranya adalah status gizi, komposisi tubuh, dan keseimbangan hormon reproduksi.

Asupan nutrisi yang memadai berkedudukan krusial dalam mendukung kegunaan reproduksi melalui izin metabolisme hingga keseimbangan hormonal. Semuanya lantas diperlukan untuk proses ovulasi dan implantasi.

Sudah banyak studi mengungkap peran nutrisi terhadap kesuburan. Studi terbaru yang diterbitkan Scientific Reports sukses meneliti gimana asupan nutrisi makanan berasosiasi dengan komposisi tubuh dan kadar hormon reproduksi pada wanita yang tidak subur.


Studi ini melibatkan 97 wanita di rentang usia 18 hingga 40 tahun, yang memenuhi kriteria klinis infertilitas dan sedang menjalani perawatan di klinik kesuburan di Spanyol antara tahun 2022 dan 2024. Untuk memenuhi syarat, peserta umumnya kandas mengandung setidaknya setelah 12 bulan berasosiasi seksual tanpa perlindungan, alias setelah enam bulan jika mereka berumur di atas 35 tahun.

Peserta dengan gangguan tertentu, misalnya, sindrom ovarium polikistik (PCOS), endometriosis, alias penyakit endokrin yang memerlukan pengobatan, dikeluarkan dari penelitian untuk menghilangkan pengaruh pengganggu.

Peneliti lampau menilai asupan makan peserta menggunakan food frequency questionnaire (FFQ) alias kuesioner gelombang makanan yang telah divalidasi dan mencakup konsumsi makanan realistis selama setahun sebelumnya. Asupan nutrisi lampau dihitung menggunakan pedoman informasi komposisi makanan yang telah distandarisasi.

Pada fase folikular awal (periode di awal siklus menstruasi), para peneliti mengukur hormon anti-Mullerian (AMH) alias hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, hormon perangsang tiroid (TSH), estradiol, kalsidiol, dan prolaktin dari sampel darah puasa. Setelah mengukur kadar hormon, peneliti melakukan kajian statistik menggunakan uji dengan menyesuaikan asupan kalori, kegiatan fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan status merokok.

Hasil studi tentang nutrisi makanan dan kesuburan

Hasil studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan nutrisi dan komposisi tubuh. Menurut studi, konsumsi riboflavin (vitamin B2) yang lebih tinggi menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan persentase massa otot.

Asupan kalsium juga berasosiasi positif dengan massa otot. Temuan ini semakin mengimplikasikan peran kalium dalam homeostasis metabolik di luar kesehatan tulang.

Sementara itu, asupan vitamin E yang termasuk dalam antioksidan, berbanding terbalik dengan lingkar pinggul. Asupan antioksidan yang lebih tinggi berkorelasi dengan lingkar pinggul yang lebih rendah. Hasil tersebut mengungkap bahwa vitamin E mungkin mengenai dengan pengedaran lemak regional, meskipun temuan ini memerlukan interpretasi yang hati-hati dan konfirmasi dalam studi selanjutnya.

Tak hanya itu, asupan vitamin E yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan kadar prolaktin yang lebih rendah. Di sisi lain, kadar prolaktin yang lebih tinggi dapat mengganggu ovulasi normal dan siklus menstruasi.

Kesimpulan dari hasil studi menunjukkan bahwa nutrisi makanan tertentu berasosiasi dengan penanda utama kesehatan reproduksi pada wanita dengan infertilitas.

"Asupan vitamin E yang lebih tinggi dikaitkan dengan kadar prolaktin yang lebih rendah dan lingkar pinggul yang lebih kecil, sementara riboflavin dan kalsium dikaitkan dengan persentase massa otot yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan potensi pendekatan nutrisi yang ditargetkan untuk mendukung profil hormonal dan komposisi tubuh yang lebih menguntungkan," demikian temuan studi, dilansir laman News Medical.

Studi prospektif jangka panjang tetap diperlukan untuk memvalidasi dan menetapkan hubungan antara nutrisi dan kesuburan perempuan. Hasil temuan selanjutnya diharapkan bisa membantu dalam penerapan kebutuhan nutrisi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya