Jakarta -
Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin padat, banyak orang tua merasa waktu berbareng anak selalu kurang. Banyak orang tua akhirnya merasa stres dan kewalahan, hingga merasa tidak terhubung dengan anak-anaknya.
Kesibukan sebenarnya bukan penghalang bagi orang tua untuk dekat dengan anaknya. Pakar pengasuhan anak Ericka Souter mengungkap tips 'micromoments' untuk membantu orang tua yang sibuk agar terhubung dengan anak-anaknya secara berkepanjangan dan setiap hari.
Apa itu 'micromoments'?
Souter menjelaskan bahwa 'micromoments' adalah momen 'disengaja' yang dihabiskan orang tua berbareng seorang anak. Praktik ini berjalan singkat, ialah 10 hingga 30 detik.
"Ini adalah momen singkat dan disengaja di mana orang tua dapat terhubung dengan anak-anaknya selama 10 hingga 30 detik," kata Souter, dilansir laman Good Morning America (GMA).
"Banyak orang tua merasa tertekan untuk menjalin ikatan dengan anak-anak mereka dalam momen-momen alias perjalanan besar. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa yang terpenting adalah gelombang dan konsistensi, jadi orang tua dapat menjalin ikatan dengan anak-anaknya dalam momen-momen mini dan sederhana selama bagian rutin harian orang tuanya," lanjutnya.
Contoh 'micromoments' dalam hubungan dengan anak
Ada beragam langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk terhubung dengan anak-anak mereka dalam 'micromoments'. Orang tua dapat melakukannya di satu waktu dalam satu hari.
Misalnya, di pagi hari, Souter menyarankan untuk memulai percakapan singkat dengan anak, mengusulkan pertanyaan-pertanyaan seperti. 'Apa yang Anda nantikan hari ini?', 'Apa yang paling membikin Anda antusias?' alias 'Apa yang paling tidak membikin Anda antusias hari ini?'.
"Cara itu membantu (anak-anak) membangun kosakata emosional mereka dan memberi tahu bahwa emosi kombinasi campur itu wajar," ujar Souter.
Pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan seperti itu juga dapat membantu anak-anak mengelola kekhawatiran yang mungkin mereka rasakan.
Selain mengusulkan pertanyaan, Bunda dapat menciptakan 'micromoments' dengan membebaskan anak berekspresi. Contohnya, meminta mereka untuk memprediksi hari yang bakal datang dengan aktivitas sederhana.
"Pilihannya hanya jempol ke atas, jempol ke samping, alias jempol ke bawah," kata Souter.
"Hal ini memberi mereka langkah untuk mengekspresikan emosi mereka tanpa banyak tekanan dan yang kita ketahui adalah ketika anak-anak bisa memberi label pada emosi sejak dini, mereka lebih baik dalam mengatur emosi," sambungnya.
Orang tua juga dapat meluangkan waktu 30 detik sebelum tidur untuk bertanya kepada anak-anak tentang hari mereka dan mendengarkan jawabannya.
Momen-momen mikro nonverbal
Souter mengatakan bahwa momen-momen mikro tidak selalu kudu berjuntai pada percakapan dengan anak-anak. Salah satu strategi bagi orang tua adalah mencoba metode kontak mata dan pemberian semangat selama 10 detik.
Cara tersebut kemungkinan bakal lebih sukses diterapkan pada anak-anak yang lebih muda daripada remaja yang lebih tua.
"Saat sarapan, (orang tua) dapat memandang anak mereka dan berkata, 'Kamu pasti bisa. Semoga hari Anda menyenangkan. Kamu bakal tampil dahsyat dalam pertandingan kamu'," ujar Souter.
"Saya juga menyukai buahpikiran meletakkan catatan di dalam ransel. Jika mereka mengalami hari yang penuh tekanan, mereka dapat merujuk alias memandang catatan itu sepanjang hari jika mereka mengalami pasang surut," lanjutnya.
Kehadiran orang tua sangat krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak-anaknya. Penelitian menunjukkan bahwa support dari pengasuh menghasilkan nilai diri yang lebih tinggi dan ketahanan emosional yang lebih baik.
Itulah penjelasan tentang 'micromoments' dalam pola asuh orang tua. Semoga info ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·