Bunda suka bercocok tanam? Yuk tanam sayuran dan ramuan dapur segar yang bisa Bunda panen sendiri.
Menanam ramuan dapur sendiri di rumah sekarang semakin diminati lantaran praktis sekaligus membantu menghemat pengeluaran. Tak perlu mempunyai lahan luas, beragam tanaman rempah dan ramuan seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, hingga daun jeruk dapat tumbuh subur di pekarangan sempit maupun dalam pot dan polybag asalkan dirawat dengan benar.
Selain selalu tersedia saat dibutuhkan untuk memasak, tanaman ramuan dapur juga membikin laman rumah tampak lebih hijau. Sebagian besar tanaman ini tergolong mudah dibudidayakan lantaran bisa beradaptasi dengan suasana tropis Indonesia.
Cara menanam kunyit hingga daun salam di rumah
Berikut langkah menanam beberapa ramuan dapur yang bisa dipanen sendiri di rumah.
1. Kunyit
Kunyit paling mudah diperbanyak menggunakan rimpang yang sudah tua dan mempunyai mata tunas. Sebelum ditanam, pilih rimpang yang sehat, tidak busuk, lampau simpan di tempat teduh hingga tunas mulai muncul sekitar 0,5 cm sampai 1 cm.
Gunakan media tanam yang gembur dan kaya bahan organik agar perkembangan akar dan rimpang berjalan optimal. Saat penanaman, letakkan rimpang sekitar 5 cm sampai 7 cm di bawah permukaan tanah dengan posisi mata tunas menghadap ke atas.
Tanaman memerlukan penyiraman secukupnya agar media tetap lembap, disertai penyiangan gulma dan penambahan pupuk organik secara berkala. Berdasarkan pedoman Kementerian Pertanian, kunyit umumnya siap dipanen ketika tanaman berumur sekitar 20 sampai 24 bulan, ditandai daun mulai menguning dan mengering.
2. Lengkuas
Mengutip kitab Grow Your Own Kitchen oleh Cahyo Saparinto dan Rini Susiana, lengkuas sebaiknya ditanam menggunakan rimpang yang telah mempunyai dua hingga tiga mata tunas. Sebelum dipindahkan ke media tanam, rimpang dapat disemai terlebih dulu hingga tunas tumbuh. Sebaiknya rimpang ditanam bagian ujungnya.
Pilih letak yang mendapat sinar mentari penuh dengan tanah gembur agar pertumbuhan rimpang lebih maksimal. Setelah bibit ditanam, lakukan penyiraman secara rutin tanpa membikin tanah terlalu becek.
Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu dibersihkan dan pemupukan dilakukan secara berkala. Dengan perawatan yang baik, rimpang lengkuas biasanya dapat dipanen setelah berumur sekitar 10 hingga 12 bulan.
3. Jahe
Jahe sangat cocok ditanam di polybag sehingga tidak memerlukan lahan luas. Gunakan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang alias kompos, serta sekam agar porositas tanah tetap baik.
Bibit berasal dari rimpang sehat yang telah bertunas. Disarankan memilih rimpang jahe yang sudah tua, berumur 9 sampai 10 bulan.
Polybag juga sebaiknya ditempatkan di letak yang memperoleh sinar mentari cukup. Penyiraman pun perlu dilakukan secara rutin pada pagi alias sore hari, namun tidak berlebihan agar rimpang tak mudah membusuk.
Selama masa pertumbuhan, tanaman juga memerlukan penyiangan dan tambahan pupuk organik agar hasil panen lebih optimal.
4. Daun salam
Berdasarkan Buletin Kebun Raya Indrokilo Boyolali, tanaman salam dapat diperbanyak melalui biji maupun bibit hasil cangkok. Bibit ditanam pada tanah yang subur dan mempunyai drainase baik sehingga akar dapat berkembang dengan maksimal.
Lokasi penanaman sebaiknya memperoleh sinar mentari cukup. Selama masa pertumbuhan, tanaman memerlukan penyiraman rutin terutama saat musim kemarau.
Pemangkasan bagian yang terlalu rapat dianjurkan untuk merangsang munculnya tunas baru sehingga produksi daun semakin banyak. Daun dapat dipetik secara berjenjang tanpa kudu menebang pohonnya.
5. Daun jeruk
Mengutip CNN Indonesia, daun jeruk purut dapat ditanam menggunakan bibit hasil cangkok maupun okulasi agar pertumbuhannya lebih cepat. Gunakan pot alias polybag berukuran besar yang diisi campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam agar media tetap gembur.
Tanaman memerlukan sinar mentari sekitar 6 hingga 8 jam setiap hari. Penyiraman dilakukan secara rutin ketika media mulai mengering, sementara pemupukan diberikan secara berkala agar daun tumbuh lebat.
Jika dirawat dengan baik, daun jeruk sudah dapat dipanen sedikit demi sedikit tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman.
6. Serai
Serai dapat ditanam dari batang yang tetap mempunyai pangkal akar. Pangkal batang direndam terlebih dulu di dalam air selama beberapa hari hingga akar baru mulai tumbuh sebelum dipindahkan ke media tanam.
Setelah ditanam, letakkan serai di tempat yang terkena sinar mentari penuh. Penyiraman dilakukan secara rutin pada awal pertumbuhan, sedangkan pemupukan organik dapat diberikan setiap beberapa bulan sekali. Batang serai yang sudah besar dapat dipanen dari bagian luar rumpun sehingga tunas muda di tengah tetap berkembang.
7. Jeruk nipis
Menurut pedoman Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, jeruk nipis tumbuh baik pada tanah yang subur, gembur, dan mempunyai drainase baik. Bibit hasil okulasi alias sambung pucuk lebih dianjurkan lantaran umumnya lebih sigap berbuah dibandingkan bibit dari biji.
Lubang tanam sebaiknya diberi pupuk kandang matang sebelum bibit dipindahkan. Setelah itu, lakukan penyiraman secara teratur dan pemupukan berkala sesuai fase pertumbuhan tanaman.
Pemangkasan bagian yang tidak produktif juga krusial dilakukan agar tajuk tetap seimbang serta bisa menghasilkan daun dan buah yang berkualitas.
Sudahkah Bunda punya salah satu tanaman ramuan dapur di atas?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·