Perjuangan menyusui setiap Bunda di luar sana memang mempunyai tantangan dan serba serbi yang berbeda satu sama lain. Agar tidak merasa sendirian, simak 5 pertanyaan yang paling sering ditanyakan ibu menyusui, dijawab oleh konsultan laktasi, Bunda.
Sebagai ibu baru ataupun yang sudah berpengalaman, beragam tantangan menyusui selalu saja muncul. Sering kali, perihal tersebut pun membikin para ibu merasa down meski sebenarnya tidaklah susah dilalui.
Namun, rasa nano-nano yang mewarnai hari-hari menyusui dengan segala kelelahannya membikin ibu menyusui jadi lebih sensitif. Karenanya, mempunyai pengetahuan mumpuni dan terkoneksi dengan organisasi alias sesama pejuang menyusui bisa menambah amunisi pengetahuan ibu. Sehingga, ketika menemui kesulitan alias hambatan menyusui, Bunda pun tidak merasa sendirian lantaran memang sudah mengetahui ilmunya.
Pada dasarnya, setiap orang tua baru tentunya pernah mengalami pembelajaran yang tidak mudah dilalui. Fasenya pun turun naik terutama dalam minggu-minggu awal merawat bayi baru lahir. Di tengah kelelahan yang mendera, tuntutan menyusui bayi secara intensif, kepala busui sebenarnya dipenuhi dengan beragam pertanyaan sebagai orang tua baru. Apakah sebenarnya saya sudah melakukannya dengan betul alias belum?
Beragam pertanyaan tersebut pun memunculkan kekhawatiran, kepanikan, kebingungan, dan beragam emosi kombinasi aduk. Tentu saja kondisi ini tidak nyaman dirasakan siapa pun. Sehingga, mencari tahu apa saja pertanyaan umum yang banyak dirasakan sesama pejuang ASI bisa menjadi perihal yang menenangkan.
5 Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ibu menyusui
Dari beragam info seputar menyusui, sebenarnya ada pertanyaan umum yang kerap ditanyakan para ibu menyusui. Berikut ini rangkumannya ya, Bunda:
1. Bagaimana saya tahu apakah bayi saya mendapatkan cukup ASI?
Menurut Tiara Caldwell, seorang Konsultan Laktasi bahwa wajar saja para ibu merasa cemas dan bertanya-tanya soal perihal tersebut. Tetapi, Bunda sebaiknya tidak perlu mencemaskannya berlebihan lantaran master anak bakal memantau berat badan bayi dengan cermat.
Caldwell memastikan jika ada kekhawatiran tentang berat badan, master kemungkinan bakal merekomendasikan untuk mendapatkan pengarahan dari ahli laktasi.
"Kamu tidak bisa menimbang bayi kami setiap hari. Jadi, perihal terbaik yang bisa dilakukan adalah melacak popok basah dan kotor yang menjadi parameter yang bagus,"saran Caldwell.
2. Apakah menyusui terasa sakit?
Saat hamil, Bunda mungkin tidak pernah membayangkan menyusui bayi baru lahir dan bertanya-tanya dalam hati gimana perihal tersebut bisa dilalui dengan nyaman.
Menurut Chanelle Andrews, seorang IBCLC bahwa apakah menyusui terasa sakit alias tidak merupakan salah satu pertanyaan umum yang dia terima. "Saya selalu memberi tahu mereka bahwa ada perbedaan antara ketidaknyamanan dan rasa sakit,"katanya.
Ia menjelaskan bahwa biasanya ada periode penyesuaian saat ibu menyusui terbiasa menyusui bayinya selama berjam-jam setiap hari, dan itu bisa terasa tidak nyaman. "Ini terutama bertindak untuk orang tua yang mempunyai puting terbalik, bayi kembar, dan menyusui untuk pertama kalinya."
3. Apa itu cluster feeding dan apakah itu normal?
Istilah cluster feeding menggambarkan serangkaian sesi menyusui singkat yang biasanya berjalan selama 2-3 jam di siang hari, jelas Jody Segrave Daly, seorang Konsultan Laktasi.
"Bayi biasanya menunjukkan perilaku ini selama periode rewel di malam hari ketika pasokan ASI sedikit lebih rendah alias selama growth spurt."
Namun, pemberian ASI yang berkepanjangan ini mungkin bisa membikin ibu stres. Segrave mengatakan bahwa cluster feeding dianggap normal selama bayi merasa kenyang setelah semua pemberian ASI lainnya di hari itu, berat badannya bertambah 5-7 ons setiap minggu selama 4 bulan pertama, dan jumlah popok kotor dan basahnya sesuai seperti dikutip dari laman Romper.
4. Bisakah orang lain memberi saya botol susu sementara saya tidur di malam hari?
Meminta support pasangan, alias orang lain membantu sesi menyusui di malam hari menjadi langkah yang bagus untuk mengelola stres dan kelelahan menjadi orang tua baru. Dikatakan Megan Davidson, seorang Konsultan Laktasi dan doule bahwa busui selalu dapat memilih untuk memberi bayi dari botol ASI perah sebagai pengganti sesi menyusui berbareng ibunya.
5. Apakah normal jika bayi saya tidak buang air besar dalam jangka waktu yang lama?
Masa bayi baru lahir memang penuh dengan kejutan dan menghitung popok kotor bisa menjadi salah satu ritme baru yang perlu dilakukan. Jika Bunda cemas lantaran bayi baru lahir belum BAB selama beberapa hari, Bunda tidak sendirian, ujar Melissa Cole, IBCLC di Luna Lactation.
"BAB yang tidak teratur mungkin umum terjadi pada banyak bayi, tetapi itu tidak berfaedah menjadi norma fisiologis. Bayi yang menerima cukup makanan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, semestinya juga BAB secara teratur."
Biasanya, BAB satu kali alias lebih setiap hari dianggap normal untuk bayi yang disusui, tambah Cole. Jika bayi tampaknya mengalami ketidaknyamanan pencernaan, pola BAB yang tidak teratur alias gangguan pencernaan, Cole menyarankan untuk menghubungi Konsultan Laktasi alias master untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·