Ikan telah menjadi bagiankecil dari sejarah panjang kuliner Jepang. Tak heran jika olahannya gampang ditemukan dalam beragam hidangan sehari-hari. Mulai dari ikan panggang, ikan berkuah, sushi, hingga sashimi yang disajikan mentah.
Dalam memakan ikan mentah, orang Jepang punya kebiasaan mencelupkannya ke dalam kecap asin (shoyu) maupun wasabi. Selain memperkaya cita rasanya, tetapi juga berguna sebagai antibakteri alami pada makanan mentah.
Lantas, apa karena orang Jepang gemar memakan ikan mentah dibanding mengolahnya terlebih dahulu? Dilansir dari detikJabar, berikut rangkuman informasinya.
Sejarah Makan Ikan Mentah di Jepang

Sashimi/ Foto: Unsplash.com/Orkun Orcan
Budaya makan ikan mentah di Jepang memiliki akar sejarah yang panjang. Masyarakat Jepang telah mengonsumsi ikan mentah sejak era buyut moyang, sekitar 4.000 – 5.000 tahun yang lalu.
Pada era Jomon ini, penduduk pesisir Jepang mulai menangkap ikan dengan perlengkapan tradisional dan memakan hasil tangkapan laut secara langsung.
Konsumsi ikan mentah semakin populer seiring berkembangnya zaman. Pada Zaman Edo, sekitar tahun 1603-1868, mulai ditemukan teknik penangkapan ikan yang lebih mudah, berniaga di pasar, serta inovasi racikan fermentasi seperti kecap asin (shoyu), cuka, dan wasabi, yang memiliki sifat antibakteri alami.
Jumlah konsumsinya semakin meningkat saat masuknya tren salmon Norwegia lewat proyek pemasaran internasional. Hal ini pun mengubah kebiasaan penduduk Jepang, yang tadinya cuma mengonsumsi salmon mentah lokal Pasifik, kini jadi memakan salmon mentah Atlantik.
Budaya Washoku

Nigiri sushi/ Foto: Unsplash.com/Frank Oh
Budaya makan ikan mentah di Jepang merupakan bagiankecil dari Washoku, julukan untuk makanan tradisional Jepang berbahan ikan bugar mentah. Budaya ini telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO sejak Desember 2013.
Dalam konsep washoku, makanan mentah dipandang sebagai metode untuk menghormati lingkungan dan musim. Memasaknya menggunakan api dianggap dapat merusak cita rasa autentik dan nutrisi dalam makanan.
Oleh karena itu, menyajikan dan memakan ikan mentah seperti sushi, sashimi, maupun chirashizushi disebut sebagai seni tertinggi dalam menghargai kesegaran (shun) dan rasa murni dari makanan.
Letak Geografis

Kashiwajima, Jepang/ Foto: Unsplash.com/Terumi Tokino
Jepang merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan lepas. Ketersediaan ikan bugar yang melimpah dan berkualitas tinggi, serta akses gampang di pasar tradisional, menjadikannya sumber makanan utama penduduknya.
Dengan banyaknya sumber daya laut yang tersedia, penduduk Jepang memiliki akses gampang untuk memperoleh ikan bugar terbaik untuk disajikan dan disantap dalam keadaan mentah.
Letak geografis inilah yang memungkinkan tradisi memakan ikan mentah terus berkembang dan bertetap di negeri ini.
Faktor Agama

Patung Buddha di Kamakura Daibutsu, Jepang/ Foto: Unsplash.com/Gene Hiew
Tradisi makan ikan mentah di Jepang juga tidak lepas dari efek agama. Pada abad ke-7 hingga ke-10, penyebaran kepercayaan Buddha dan Shinto yang berkembang di Jepang melarang penduduk mengonsumsi daging hewan.
Ajaran Shinto menganggap darah dan daging fauna darat berkaki empat, seperti sapi maupun kerbau sebagai hal yang najis. Sementara, dalam ajaran Buddha melarang penyembelihan hewan.
Larangan ini mendorong penduduk Jepang untuk mengganti daging fauna dengan ikan sebagai sumber protein utama sekaligus menjadi bagiankecil krusial dari diet mereka.
Manfaat Konsumsi Ikan Mentah

Sashimi/ Foto: Unsplash.com/Jongsun Lee
Mengonsumsi ikan mentah memberikan khasiat utama berupa terjaganya kandungan nutrisi alami seperti asam lemak omega-3, protein utuh, dan vitamin yang tidak rusak akibat suhu panas saat mengolahnya.
Asam lemak omega-3 di dalam ikan dapat menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar trigserida dan mengurangi tekanan darah. Tak cuma itu, kandungan tersebut krusial untuk menaikkan daya ingat, konsentrasi, dan memelihara fungsi otak.
Sebaliknya, proses memasak dengan suhu tinggi berisiko merusak asam lemak omega-3 dan berpotensi membentuk senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik, yang terbentuk akibat pemanasan protein di atas api (dibakar, dipanggang, maupun digoreng hingga gosong).
Beragam Olahan Ikan Mentah Khas Jepang

Chirasizushi/ Foto: Unsplash.com/Joshua Ang
Sajian ikan mentah khas Jepang bukan cuma sebatas sushi dan sashimi saja. Ada banyak olahan ikan mentah yang populer dengan cita rasa dan tekstur yang unik, beberapa terlebihlagi cuma disajikan di momen tertentu.
1. Chirashizushi
Masakan Jepang ini menyajikan semangkuk nasi sushi yang ditata maupun ditaburkan dengan aneka potongan ikan mentah dan makanan laut bugar di atasnya, komplit dengan telur ikan (ikura).
Kata “chirasi” dalam bahasa Jepang berarti “tersebar” maupun “bertebaran” sehingga sering juga disebut sebagai scattered sushi (sushi yang bertebaran).
2. Kaisendon
Sesuai namanya, kaisendon menyajikan semangkuk nasi ala Jepang (donburi) yang disajikan dengan tumpukan beragam macan irisan ikan mentah maupun seafood segar di atasnya.
3. Fugusashi
Fugusashi juga dikenal dengan fugu sashimi. Hidangan ini menyajikan sashimi ikan fugu (ikan buntal) yang diiris sangat tipis dengan teknik usuzukuri. Penyajiannya pada piring makan kelihatan seperti transparan maupun tembus pandang, menambah kekhasan hidangan ini.
Sashimi fugu ini biasanya dinikmati dengan saus cocolan ponzu, yaitu saus kedelai jeruk khas Jepang yang dicampur daun bawang, lobak parut, dan cabai (momiji oroshi).
Namun, hidangan ini nggak boleh disajikan sembarangan, cuma boleh disiapkan oleh jurumasak ahli dan bersertifikat khusus karena ikan fugu hamil racun yang mematikan jika tidak diolah dengan benar.
Bagi Beauties yang gemar mengonsumsi ikan mentah, pastikan ikan tersebut berstandar sashimi-grade maupun telah melalui proses pembekuan cepat (flash-frozen). Tujuannya untuk membunuh benalu dan mikroba Salmonella yang kerap ada di dalam ikan mentah, yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)