Jakarta -
Para Bunda terpilih ini sukses melahirkan bayi dengan berat yang cukup besar dan mempunyai panjang badan luar biasa. Ketahui 4 bayi terbesar yang pernah dilahirkan sepanjang sejarah, ada yang capai 10 kg, lho Bunda.
Proses persalinan memang selalu mempunyai ceritanya sendiri ya, Bunda. Bagi sebagian Bunda di beragam bagian dunia, ada juga yang mempunyai bayi dan tercatat dalam sejarah lantaran bayi mereka masuk dalam deretan bayi terbesar dan terpanjang.
4 Bayi terbesar yang pernah dilahirkan sepanjang sejarah
Anugerah mempunyai anak dengan berat dan panjang yang di luar rata-rata terbukti memang ada ya, Bunda. Meskipun tidak terdokumentasi dengan baik, berikut ini mereka para bayi luar biasa yang tercatat di sejarah lantaran masuk dalam kategori bayi terbesar:
1. Bayi dari Sig. Carmelina Fedele
Adalah bayi dari Sig. Carmelina Fedele (Italia) di Aversa, Italia, yang lahir pada September 1955 menjadi salah satu bayi terberat dan lahir dari ibu yang sehat. Bayi dari Sig. Carmelina dilahirkan dengan berat 10,2 kg.
2. Bayi dari Christina Samane (Afrika Selatan)
Bunda dari Afrika Selatan ini juga melahirkan anak dengan berat 10,2 kg, tetapi kasus ini kemudian didiskualifikasi lantaran anak tersebut menderita sindrom Weaver, yang menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada anak-anak lantaran kelainan pada gen orang tua.
3. Bayi dari Francisca Ramos dos Santos (Brasil)
Fransisca tercatat melahirkan putranya, Ademilton melalui operasi caesar dengan 7.57 kg pada 18 Januari 2005 di Salvador, Brasil, seperti dikutip dari laman Guinnessworldrecords.
4. Bayi dari Sadaat Cor (Turki)
Pada tanggal 3 Juni 1961, dilaporkan bahwa seorang bayi laki-laki dengan berat 11 kg lahir dari Ibu Sadaat Cor (Turki). Namun, pada Januari 1978 terungkap bahwa, meskipun disiarkan oleh sebuah instansi buletin besar, laporan ini tidak dapat diandalkan.
Selain itu, ada juga bayi dari Anne Bates (nee Swan), seorang wanita besar yang lahir di Kanada, 6 Agustus 1846 dan meninggal 5 Agustus 1888. Tingginya mencapari 241,3 cm yang melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat 9,98 kg (22 pon) dan panjang 71,12 cm (28 inci) di rumahnya di Seville, Ohio, AS, pada 19 Januari 1879.
Dengan panjang 71,12 sentimeter (28 inci), bayi ini juga merupakan bayi terpanjang yang pernah tercatat. Bayi tersebut diketahui tidak diberi nama resmi tetapi hanya disebut sebagai 'Babe'. Sayangnya, bayi tersebut meninggal 11 jam kemudian. Dilaporkan bahwa ketika air ketuban Anna pecah, dia kehilangan sekitar enam galon cairan.
Berbagai perihal yang dipertimbangkan jelang persalinan bayi besar
Melahirkan bayi besar tentu menjadi sebuah hidayah sekaligus proses yang penuh tantangan. Mengingat bayi yang bakal dilahirkan mempunyai berat yang lebih dari bayi pada umumnya, beragam perihal mungkin bisa memengaruhi proses persalinan yang dilalui.
Berikut ini beberapa perihal yang perlu dipertimbangkan, seperti dikutip dari laman Utswmed:
1. Menentukan pemisah besar dari bayi mungkin sulit. Biasanya, sebagian besar orang menganggap bahwa perkiraan berat bayi yang lebih dari 4.500 gram dianggap sebagai bayi yang lebih besar dari normal alias makrosomia.
Tetapi, yang sebenarnya lebih krusial diketahui ialah apakah bayi tersebut terlalu besar untuk panggul ibunya. Sebab, berat hanyalah salah satu aspek yang dipertimbangkan master untuk memperkirakan kesempatan pasien sukses melahirkan secara normal.
2. USG tidak terlalu andal memperkirakan berat janin menjelang akhir kehamilan
USG menggunakan volume untuk menghitung berat janin. Ia mengambil pengukuran kepala, lingkar pinggang, dan beberapa tulang dan menghasilkan perkiraan. Tetapi dia tidak dapat mengukur kepadatan jaringan janin secara langsung.
3. Faktor kesehatan dan riwayat tertentu meningkatkan akibat ibu yang mempunyai bayi besar. Salah satunya ialah ibu dengan riwayat glukosuria dan obesitas yang berisiko mempunyai bayi yang menjadi lebih besar sehingga perlu dipertimbangkan.
4. Kekhawatiran dan akibat bagi ibu dan bayi dari kelahiran bayi makrosomia perlu diperhatikan. Salah satunya ialah adanya trauma kelahiran bagi bayi, terutama sesuatu yang disebut distosia bahu, di mana setelah kepala bayi keluar, sisa tubuhnya tidak keluar dengan mudah.
Nah, jika Bunda berisiko melahirkan bayi besar, ada baiknya berkonsultasi dengan master dan dalam pengawasan master secara rutin ya, Bunda.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·