Jakarta -
Menjadi seorang ibu bukan hanya mengubah kehidupan sehari-hari, tetapi juga memengaruhi langkah kerja otak. Banyak Bunda mungkin merasa lebih sensitif, mudah lupa, alias justru lebih peka terhadap kebutuhan bayi setelah melahirkan. Ternyata, perubahan ini memang terjadi secara biologis di otak perempuan.
Para intelektual menemukan bahwa kehamilan dan persalinan dapat memicu perubahan struktur dan kegunaan otak yang membantu Bunda beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua.
Perubahan otak setelah melahirkan
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah di bagian Nature Neuroscience menunjukkan bahwa beberapa bagian otak wanita mengalami perubahan setelah melahirkan, terutama area yang berasosiasi dengan empati, emosi, dan keahlian merespons bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan pemindaian otak pada wanita sebelum dan setelah kehamilan. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan pada bagian otak yang berangkaian dengan:
- Ikatan emosional
- Empati
- Kemampuan memahami ekspresi bayi
Perubahan ini justru membantu Bunda lebih peka terhadap tangisan, ekspresi wajah, dan kebutuhan Si Kecil.
Kenapa Bunda sering lupa setelah melahirkan?
Banyak ibu baru mengaku mengalami mom brain alias mudah lupa setelah melahirkan. Kondisi ini sebenarnya cukup umum. Penelitian dari University of California Los Angeles menemukan bahwa hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron yang berubah drastis setelah persalinan dapat memengaruhi memori dan konsentrasi untuk sementara waktu.
Selain perubahan hormon, aspek lain juga bisa memengaruhi daya ingat, seperti:
- Kurang tidur lantaran mengurus bayi
- Kelelahan fisik
- Perubahan rutinitas harian
- Namun berita baiknya, kondisi ini biasanya hanya sementara.
Otak jadi lebih peka terhadap bayi
Meski beberapa Bunda merasa lebih pelupa, ada sisi positif dari perubahan otak setelah melahirkan. Studi lain dari University of Amsterdam menemukan bahwa otak ibu justru menjadi lebih sensitif terhadap sinyal bayi, seperti bunyi tangisan alias ekspresi wajah.
Respons otak terhadap bayi apalagi bisa lebih kuat dibandingkan sebelum kehamilan. Inilah yang membikin Bunda sering langsung terbangun saat bayi menangis, meski sedang tidur nyenyak.
Menariknya, perubahan pada otak ibu tidak hanya terjadi selama masa awal menjadi orang tua. Penelitian menunjukkan beberapa perubahan struktur otak dapat memperkuat hingga dua tahun setelah melahirkan, apalagi lebih lama pada sebagian perempuan. Para peneliti percaya perubahan ini membantu ibu membangun hubungan emosional yang kuat dengan anak.
Cara menjaga kesehatan otak setelah melahirkan
Setelah melahirkan, tubuh Bunda mengalami banyak perubahan, termasuk pada otak. Perubahan hormon, kurang tidur, serta tuntutan merawat bayi bisa membikin Bunda merasa lebih mudah lupa, lelah, alias emosional. Karena itu, krusial bagi Bunda untuk menjaga kesehatan otak agar tetap fokus, tenang, dan bisa menjalani peran sebagai ibu dengan baik.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan Bunda:
1. Cukupi waktu tidur
Kurang tidur adalah salah satu penyebab utama Bunda merasa susah berkonsentrasi setelah melahirkan. Meski merawat bayi sering membikin agenda tidur berubah, Bunda bisa mencoba tidur saat bayi tidur. Istirahat yang cukup membantu otak memulihkan daya dan menjaga daya ingat.
2. Konsumsi makanan bergizi
Nutrisi berkedudukan krusial untuk kesehatan otak. Bunda disarankan mengonsumsi makanan yang kaya omega-3, protein, unsur besi, dan vitamin B. Beberapa makanan yang baik untuk otak antara lain ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan.
3. Tetap aktif bergerak
Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan memperbaiki suasana hati. Bunda bisa mencoba melangkah santai, melakukan peregangan, alias yoga ringan setelah mendapat izin dari dokter.
4. Latih otak dengan kegiatan sederhana
Menjaga otak tetap aktif juga penting. Bunda bisa membaca buku, menulis jurnal, bermain teka-teki sederhana, alias melakukan kegiatan imajinatif yang disukai. Hal ini membantu menjaga kegunaan kognitif dan konsentrasi.
5. Kelola stres dengan baik
Merawat bayi memang menyenangkan, tetapi juga bisa membikin Bunda stres. Cobalah meluangkan waktu untuk relaksasi, seperti menarik napas dalam, mendengarkan musik, alias berbincang dengan pasangan dan keluarga.
6. Jangan ragu meminta bantuan
Bunda tidak kudu melakukan semuanya sendiri. Meminta support pasangan, keluarga, alias kawan untuk membantu mengurus bayi alias pekerjaan rumah bisa memberi waktu bagi Bunda untuk beristirahat.
7. Perhatikan kesehatan mental
Jika Bunda merasa sedih berkepanjangan, resah berlebihan, alias kehilangan semangat setelah melahirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kondisi ini bisa berangkaian dengan Postpartum Depression yang memerlukan perhatian khusus.
Menjaga kesehatan otak setelah melahirkan sangat krusial agar Bunda tetap sehat secara bentuk dan mental. Dengan rehat yang cukup, pola makan bergizi, serta support dari orang terdekat, Bunda bisa menjalani masa setelah persalinan dengan lebih nyaman dan senang berbareng Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·