Artikel ini bakal membantu Anda memahami pekerjaan mana saja yang paling tinggi akibat radang sendi, kenapa perihal itu bisa terjadi, dan apa yang bisa dilakukan untuk melindungi sendi sejak sekarang.
Siapa bilang radang sendi hanya menyerang orang tua? Kenyataannya, banyak orang usia produktif sudah merasakan nyeri sendi, kekakuan, hingga pembengkakan. Dan penyebabnya seringkali adalah pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.
Baik yang bekerja di lapangan dengan tenaga penuh, maupun yang duduk di depan komputer dari pagi hingga sore, keduanya punya akibat radang sendi yang nyata. Bedanya hanya pada langkah kerusakan sendi itu terjadi.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Dua Jenis Radang Sendi yang Perlu Diketahui
Sebelum masuk ke daftar pekerjaan berisiko arthritis, ada baiknya mengenal dua jenis radang sendi yang paling sering dialami pekerja.
Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah jenis yang paling umum. Sederhananya, ini terjadi ketika tulang rawan (lapisan pelindung di ujung tulang) mulai aus lantaran terlalu sering digunakan alias lantaran beban yang terlalu berat.
Ketika tulang rawan habis, tulang bakal langsung bersenggolan satu sama lain dan menimbulkan nyeri sendi, pembengkakan sendi, serta rasa kaku yang mengganggu.
Kondisi ini juga dikenal sebagai sendi aus, dan merupakan salah satu akibat paling umum dari penggunaan sendi berlebihan dalam jangka panjang.
Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid Arthritis berbeda. Ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh justru menyerang sendi sendiri hingga terjadi inflamasi sendi alias peradangan.
Faktor genetik memang berkedudukan besar, tapi kondisi kerja yang berat dan penuh tekanan bisa memperburuknya.
Pekerjaan Fisik Berat: Paling Tinggi Risiko Radang Sendi
1. Pekerja Konstruksi
Tidak mengherankan jika pekerja bangunan dan akibat arthritis selalu disebut bersamaan.
Coba bayangkan kegiatan sehari-harinya: mengangkat semen dan besi, bertimpuh saat memasang lantai, naik turun tangga acapkali dalam sehari.
Semua kegiatan itu memberikan tekanan besar pada sendi lutut, pinggul, dan tulang belakang. Lama-kelamaan, tekanan yang terus-menerus itu mengikis tulang rawan hingga terjadi degenerasi sendi yang permanen.
Konstruksi juga termasuk pekerjaan dengan akibat cedera sendi tertinggi, lantaran kombinasi antara beban bentuk ekstrem dan postur kerja yang tidak selalu ideal.
Inilah yang membikin pekerjaan bangunan masuk dalam daftar pekerjaan yang membikin sendi sigap rusak sekaligus pekerjaan dengan akibat osteoarthritis tinggi.
2. Buruh Angkat Berat dan Pekerja Pabrik
Buruh pelabuhan, kuli angkut, dan pekerja pabrik yang setiap hari memindahkan peralatan berat termasuk dalam pekerjaan berat penyebab nyeri sendi. Masalahnya bukan hanya soal beratnya peralatan yang diangkat, tapi juga langkah mengangkatnya.
Ketika seseorang mengangkat beban dalam posisi yang salah (misalnya dengan punggung melengkung alias sembari memutar badan) sendi mendapat tekanan yang tidak wajar.
Itulah awal mula cedera sendi akibat kegiatan kerja yang sering tidak terasa serius di awal, tapi menumpuk dan menjadi masalah besar di kemudian hari.
Risiko radang sendi pada pekerja manual tergolong tinggi lantaran perihal ini terjadi berulang setiap harinya.
Tidak jarang, pekerjaan yang membikin sendi sigap aus ini juga memicu nyeri muskuloskeletal kronis yang mengganggu produktivitas jangka panjang.
3. Petani, Nelayan, dan Pekerja Lapangan
Pekerja lapangan rentan radang sendi lantaran dua perihal sekaligus: beban bentuk yang berat dan postur tubuh saat bekerja yang tidak baik.
Membungkuk berjam-jam saat menanam padi, jongkok di lahan yang tidak rata, alias kegiatan berdiri terlalu lama di atas permukaan yang keras. Semuanya menciptakan tekanan tidak merata pada sendi.
Ini termasuk jenis pekerjaan yang rawan untuk dengkul dan pergelangan kaki, sekaligus masuk dalam kategori pekerjaan yang sering menyebabkan nyeri dengkul lantaran tumpuan tubuh yang terus-menerus jatuh pada sendi bagian bawah.
Risiko ini semakin besar jika dilakukan tanpa dasar kaki yang memadai alias tanpa jarak rehat yang cukup.
Apakah Pekerjaan Fisik Benar-Benar Bisa Menyebabkan Arthritis?
Jawabannya: ya. Hubungan pekerjaan dan osteoarthritis sudah cukup banyak diteliti.
Pekerjaan yang melibatkan beban kerja bentuk tinggi secara konsisten terbukti mempercepat kerusakan tulang rawan dan memicu osteoarthritis lebih awal dari seharusnya.
Pada pekerja bentuk berat, indikasi gangguan muskuloskeletal bisa muncul 10 hingga 15 tahun lebih sigap dibanding orang yang tidak bekerja dengan beban bentuk berat.
Artinya, seseorang yang semestinya baru merasakan indikasi di usia 60-an, bisa saja sudah merasakannya di usia 45 alias apalagi 40 tahun.
Proses penuaan sendi yang semestinya berjalan alami pun menjadi jauh lebih sigap ketika dipacu oleh kegiatan berat yang dilakukan terus-menerus tanpa pemulihan yang cukup.
Pekerja Kantoran Juga Punya Risiko Radang Sendi
Banyak orang mengira duduk di instansi itu kondusif untuk sendi. Ternyata tidak. Pekerja instansi dan radang sendi punya hubungan yang sama nyatanya, hanya dengan sistem yang berbeda.
Gerakan Kecil yang Dilakukan Ribuan Kali Sehari
Mengetik dan menggeser mouse mungkin terasa ringan, tapi jika dilakukan terus-menerus selama 8 jam sehari, aktivitas repetitif alias repetitive movement ini bisa memicu inflamasi sendi pada pergelangan tangan dan sendi tangan.
Kondisi seperti Carpal Tunnel Syndrome adalah salah satu corak arthritis akibat pekerjaan berulang yang banyak dialami pekerja kantoran.
Radang sendi pada pekerja kantoran juga sering menyerang bagian leher dan punggung bawah.
Duduk dengan kepala menunduk ke layar alias punggung yang membungkuk selama berjam-jam adalah contoh kebiasaan kerja tidak ergonomis yang dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian.
Duduk Lama Ternyata Juga Merusak Sendi
Ini yang sering tidak disadari: duduk terlalu lama tanpa bergerak mengurangi sirkulasi cairan sinovial, ialah cairan pelumas alami yang menjaga tulang rawan tetap sehat.
Ketika cairan ini tidak tersirkulasi dengan baik, tulang rawan perlahan kekurangan nutrisi dan mulai melemah, apalagi tanpa ada beban berat sekalipun.
Inilah salah satu aspek pekerjaan penyebab radang sendi yang sering diabaikan lantaran tidak terasa langsung.
Dampaknya pun tidak hanya pada satu titik, nyeri muskuloskeletal akibat duduk lama bisa menjalar dari punggung bawah, pinggul, hingga dengkul secara bersamaan.
Apa yang Bisa Memperparah Risiko Radang Sendi?
Selain jenis pekerjaan, ada beberapa perihal lain yang bisa mempercepat kerusakan sendi:
1. Usia, salah satu aspek akibat radang sendi
Faktor usia dan pekerjaan saling memengaruhi. Semakin lama seseorang bekerja dengan beban tinggi, semakin besar kerusakannya.
Penuaan sendi yang dipercepat oleh tuntutan kerja bentuk membikin indikasi bisa muncul jauh lebih awal dari usia yang seharusnya.
Gejala memang biasanya baru terasa di atas usia 50 tahun, tapi kerusakan dimulai jauh sebelum itu.
2. Berat badan berlebih
Obesitas adalah aspek akibat arthritis yang sangat signifikan. Setiap kilogram kelebihan berat badan menambah tekanan berlipat pada sendi dengkul setiap kali melangkah.
Kombinasi obesitas dengan pekerjaan yang memperparah nyeri sendi bisa mempercepat kerusakan secara drastis.
3. Cedera lama yang tidak ditangani
Keseleo alias robekan meniskus yang dianggap “sudah sembuh sendiri” bisa menjadi akar masalah di kemudian hari.
Cedera akibat kerja yang tidak ditangani dengan betul nyaris selalu berkembang menjadi nyeri dengkul kronis bertahun-tahun kemudian.
4. Tidak ada standar keselamatan kerja
Tempat kerja yang tidak menerapkan standar keselamatan kerja yang baik membikin pekerja lebih rentan mengalami cedera kerja berulang.
Ini juga termasuk absennya pedoman ergonomi kerja dan minimnya edukasi soal kesehatan sendi bagi para pekerja.
Cara Mencegah Risiko Radang Sendi Akibat Pekerjaan
Kabar baiknya, langkah mencegah radang sendi akibat pekerjaan tidak kudu dengan berakhir bekerja.
Perubahan kebiasaan mini yang dilakukan secara konsisten bisa membikin perbedaan yang besar.
Untuk Pekerja Fisik
- Gunakan perangkat bantu seperti troli alias hand pallet agar beban kerja bentuk tidak sepenuhnya ditanggung sendi.
- Saat mengangkat barang, tekuk dengkul dan jaga punggung tetap tegak. Jangan pernah memutar badan sembari mengangkat beban.
- Pakai dasar kaki yang mempunyai alas baik untuk mengurangi hentakan pada sendi dengkul setiap kali melangkah.
- Ambil jarak rehat di antara kegiatan berat. Sendi butuh waktu untuk pulih, sama seperti otot.
Untuk Pekerja Kantoran
- Sesuaikan tinggi bangku dan meja agar siku membentuk perspektif 90 derajat saat mengetik. Ini adalah dasar ergonomi kerja yang mudah diterapkan.
- Gunakan keyboard dan mouse ergonomis agar sendi tangan dan pergelangan tangan tidak berada dalam posisi tegang terus-menerus.
- Berdiri dan lakukan peregangan ringan setiap 30 menit. Langkah mini ini efektif sebagai pencegahan cedera muskuloskeletal jangka panjang.
- Atur posisi layar setinggi pandangan mata agar kepala tidak menunduk dan leher tidak tegang.
Gaya Hidup yang Mendukung Kesehatan Sendi
- Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada sendi secara keseluruhan.
- Pilih olahraga berakibat rendah seperti berenang alias bersepeda. Keduanya menjaga kesehatan sendi tanpa memberikan beban berlebih.
- Perhatikan asupan nutrisi. Makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan omega-3 mendukung kesehatan tulang dan otot dari dalam.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan tunggu sampai rasa sakitnya tidak tertahankan. Jika Anda mulai merasakan indikasi berikut, segera periksakan diri:
- Nyeri sendi yang tidak membaik setelah beristirahat
- Pembengkakan sendi yang terlihat alias terasa
- Kekakuan di pagi hari yang berjalan lebih dari 30 menit
- Nyeri dengkul yang muncul saat naik tangga alias berdiri dari kursi
Konsultasikan kondisi Anda dengan ahli di klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik seperti Klinik Patella. Penanganan sejak awal jauh lebih efektif dan irit dibanding menunggu kondisi memburuk.
Beberapa pilihan terapi yang tersedia antara lain:
- Fisioterapi untuk memperkuat otot di sekitar sendi
- Injeksi Viskosuplemen sebagai pelumas sendi
- Terapi PRP (Platelet Rich Plasma), Injeksi Stem Cell, dan Injeksi Secretome untuk membantu regenerasi jaringan sendi yang rusak.
Untuk kasus yang lebih lanjut, tersedia pula:
- Radiofrekuensi Ablasi guna mengatasi nyeri dengkul kronis
- Endoskopi Richard Wolf, sebagai tindakan bedah minimal invasif untuk memperbaiki kerusakan di dalam sendi.
Kesimpulan tentang Risiko Radang Sendi
Tidak ada pekerjaan yang betul-betul bebas dari akibat radang sendi.
Pekerjaan yang menyebabkan radang sendi bisa berupa pekerjaan bangunan yang berat secara fisik, pekerjaan manual berat seperti pekerja angkut, hingga pekerjaan yang memperparah nyeri sendi secara perlahan pada pekerja instansi yang duduk berjam-jam setiap harinya.
Yang terpenting adalah mengenali risikonya lebih awal, menerapkan kebiasaan kerja yang lebih baik, dan tidak menunda pemeriksaan ketika indikasi mulai muncul.
Kesehatan sendi adalah modal utama untuk tetap produktif dan menjalani hidup dengan nyaman.
Jika mau berkonsultasi tentang nyeri dengkul dan sendi dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Klinik Patella: Klinik Spesialis Nyeri Lutut dan Radang Sendi
Bagi yang sedang mencari rekomendasi master nyeri dengkul terbaik di Jakarta, Klinik Patella datang sebagai klinik nyeri dengkul dan sendi terbaik dengan jasa yang komplit dalam satu atap.
Sebagai klinik ahli nyeri dengkul dan sendi, Klinik Patella menyediakan beragam pilihan pengobatan mulai dari:
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Injeksi Viskosuplemen
- Injeksi PRP (Platelet Rich Plasma)
- Terapi Secretome
- Terapi Stem Cell
- Radiofrekuensi Ablasi
- Endoskopi Richard Wolf
- Total Knee Replacement
Tim master Klinik Patella adalah:
- dr. Nelfidayani, Sp.KFR, M.S.(K), FIPM (USG)
- dr. Windi Martika, Sp.OT
- dr. Sri Wahyuni, Sp.KFR
- dr. Rifalisanto, Sp.KFR, FIPM (USG)
- Prof. Dr. dr. Darto Satoto, SpAn,TI.Subs.An.Reg.
- dr. Yulia Hafni, Sp.An-TI, FIP, CIPS
Yang membikin Klinik Patella berbeda adalah pendekatan tim yang melibatkan Dokter Spesialis Ortopedi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dan Dokter Spesialis Anestesiologi yang bekerja bersama-sama.
Jadi, pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, bukan hanya dari satu perspektif pandang.
Ini sangat penting, terutama bagi pasien lansia alias mereka yang mempunyai kondisi kesehatan lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan jenis pengobatan.
FAQ: Risiko Radang Sendi
Pekerjaan apa saja yang mempunyai akibat radang sendi tertinggi?
Pekerjaan dengan akibat radang sendi tertinggi meliputi:
- Pekerja konstruksi
- Buruh angkat berat
- Pekerja pabrik
- Petani
- Nelayan
Namun pekerja kantoran yang duduk terlalu lama dan melakukan aktivitas repetitif juga mempunyai akibat yang tidak kalah nyata.
Apakah pekerja kantoran bisa terkena radang sendi meskipun tidak melakukan pekerjaan bentuk berat?
- Ya. Pekerja kantoran berisiko terkena radang sendi pada sendi tangan, pergelangan tangan, leher, dan punggung akibat:
- Gerakan repetitif seperti mengetik
- Postur kerja yang tidak ergonomis
- Duduk terlalu lama yang menghalang sirkulasi cairan sinovial pelumas sendi.
Apa yang membikin pekerjaan bentuk berat bisa mempercepat kerusakan sendi?
Pekerjaan bentuk berat memberikan tekanan berulang dan berlebihan pada sendi, sehingga tulang rawan aus lebih cepat.
Pada pekerja bentuk berat, indikasi gangguan muskuloskeletal bisa muncul 10 hingga 15 tahun lebih awal dibanding orang yang tidak bekerja dengan beban bentuk tinggi.
Bagaimana langkah mencegah radang sendi akibat pekerjaan?
Pencegahannya meliputi:
- Penggunaan perangkat bantu untuk mengurangi beban fisik
- Menerapkan teknik mengangkat yang benar
- Menggunakan peralatan ergonomis
- Melakukan peregangan setiap 30 menit
- Menjaga berat badan ideal
- Rutin mengonsumsi makanan yang mendukung kesehatan sendi seperti yang kaya kalsium, vitamin D, dan omega-3.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·