Istri Tidak Bahagia Dalam Pernikahan, Harus Bagaimana?

Jun 07, 2026 07:10 PM - 6 jam yang lalu 242

Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, melainkan sebuah perjanjian yang kuat (mitsaqan ghalizha) yang dibangun atas dasar kasih sayang, ketenteraman, dan saling menghormati. Oleh lantaran itu, suami dan istri mempunyai kewenangan serta tanggungjawab yang kudu dijalankan agar tercipta family yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Ketika seorang istri merasa tidak senang dalam rumah tangga, gimana solusinya dalam Islam?

Komunikasi jadi kunci

Dalam konten YouTube CNN Indonesia berjudul Tidak Bahagia dalam Pernikahan, Harus Bagaimana?, Ustaz Hilman Fauzi mengungkapkan bahwa ketika seorang istri menghadapi ketidakbahagiaan dalam pernikahan, kuncinya ada di komunikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Di rumah tangga itu, kebaikan pasangan jadi ujian syukur, keburukan pasangan jadi ujian sabar. Kalau Bundanya tetap bisa memperkuat dengan segala yang terjadi ini, ya silakan. Tapi pertanyaannya ada perubahan enggak dalam sosok suami, dalam diri suami dengan segala yang terjadi ini," ujar Ustaz Hilman.

Menurut Ustaz Hilman, Bunda perlu berkomunikasi dengan suami mengenai ke mana arah rumah tangga. Jika dibutuhkan, Bunda juga bisa meminta support pihak ketiga untuk menengahi persoalan.

"Apakah orang tua, apakah butuh wali di situ, apakah butuh pembimbing di situ, sampaikan. Jangan dipendam sendiri," tuturnya.

"Komunikasi itu adalah kunci di rumah tangga. Kalau di rumah tangga sudah tidak bisa menemukan komunikasi yang baik, ya gimana bisa untuk mendapatkan kebaikan di dalamnya."

Cara membikin istri senang dalam Islam

Mengutip detikcom, Holilur Rohman dalam bukunya yang berjudul Rumah Tangga Surgawi menjelaskan bahwa Al-Qur'an dan hadits mengajarkan beragam corak etika bagi suami. Jika etika ini dikerjakan, atas seizin Allah SWT maka para suami bakal dicap sebagai suami yang baik yang bisa menghasilkan istri yang bahagia.

Berikut ini adalah langkah membikin istri senang dalam Islam.

1. Memperlakukan istri dengan baik

Seorang suami diharapkan mempunyai sifat dan perilaku yang baik terhadap istrinya. Melalui ikatan pernikahan yang suci, suami berkomitmen tidak hanya di depan family tetapi juga di hadapan Allah SWT untuk membahagiakan istrinya.

2. Menjadi kepala family yang bijak

Ciri unik dari seorang pemimpin yang baik adalah keterbukaannya terhadap diskusi. Setiap keputusan yang berangkaian dengan rumah tangga dan family idealnya dibahas berbareng istri dengan mendengarkan pandangannya.

Lebih lanjut, sangat krusial bagi seorang pemimpin untuk melindungi keluarganya dari tindakan yang dilarang oleh Allah SWT. Ia kudu senantiasa mengingatkan istri dan anak-anaknya untuk beragama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Memberikan nafkah kepada keluarga

Memberikan nafkah merupakan salah satu tanda kesungguhan seorang suami dalam perannya sebagai kepala rumah tangga. Sang suami kudu betul-betul memperhatikan kebutuhan dasar seperti pakaian, makanan, dan tempat tinggal untuk istri serta anak-anaknya.

Seorang suami yang dengan tulus dan tulus mencari nafkah untuk keluarganya, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit sesuai dengan keahlian dan kesempatan yang tersedia bakal mendapatkan jawaban yang luar biasa dari Allah SWT, baik di bumi ini maupun di akhirat.

4. Membantu pekerjaan rumah tangga

Terdapat pemahaman umum yang menggambarkan bahwa suami bekerja bekerja di luar rumah sementara istri mengurus rumah tangga. Persepsi ini perlu diluruskan lantaran bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Dalam menjalankan rumah tangga, suami dan istri semestinya bertindak sebagai dua pihak yang bekerja sama. Keduanya dianjurkan untuk saling mendukung dan membantu dalam pekerjaan masing-masing jika diperlukan.

5. Memiliki etika yang baik

Etika yang baik mencakup ucapan, tindakan, sikap, dan sifat. Salah satu contoh dari etika yang baik adalah menghindari kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

6. Menasihati istri dengan langkah yang baik

Khusus bagi suami, krusial untuk bersabar jika istri melakukan kesalahan. Menanggapi kesalahan istri dengan langkah yang tidak bijak hanya bakal melukai perasaannya dan memperburuk situasi.

7. Mencintai istri dengan tulus

Seorang istri bakal merasa senang jika dicintai lantaran keagamaan dan ketakwaannya kepada Allah SWT, bukan lantaran kekayaan, penampilan, alias keturunannya. Seperti contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW yang selalu mencintai istrinya dengan tulus.

8. Setia

Dalam sebuah pernikahan, kesetiaan berfaedah kemauan kuat untuk tetap setia pada janji yang telah dibuat, menghadapi segala suka dan duka bersama-sama, serta bekerja sama mencapai cita-cita family dengan menerima segala kelemahan dan kelebihan pasangan.

Pasangan suami istri kudu berkomitmen untuk saling menjaga kesetiaan, dan andaikan menghadapi kesulitan, mereka kudu tetap berasosiasi untuk mengatasinya bersama-sama.

9. Menghindari perihal yang menimbulkan konflik

Keharmonisan dalam rumah tangga bisa berubah-ubah, terkadang tenang, terkadang penuh gairah. Konflik dapat muncul dari hal-hal mini hingga besar.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya