Itikaf Ramadhan Dan Keutamaannya

Mar 10, 2026 07:33 AM - 1 bulan yang lalu 17119

Jamaah membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Falah Apartemen Bassura City, Jakarta, Senin (24/3/2025) malam. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falah pertama kali menggelar itikaf dengan menyediakan akomodasi tenda untuk jamaahnya yang bermukim di masjid pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan guna menghidupkan lailatul qadar. Kegiatan itikaf tersebut meliputi kegiatan buka puasa bersama, tarawih, kajian, tahajud dan sahur bersama. Itikaf merupakan kegiatan bermukim di masjid dengan melakukan beragam macam ibadah seperti shalat, membaca Al Quran dan mendengarkan kajian yang dilakukan umat muslim pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan untuk menjemput lailatul qadar alias malam penuh kemuliaan lantaran merupakan malam di turunkannya Al Quran.

Kincai Media ,BOGOR  --Itikaf merupakan penyerahan diri kepada Allah SWT. Itikaf ini mempunyai keutamaan-keutamaan.

Menurut Ketua Umum PB Al Washliyah KH Masyhuril Khamis keutamaan itikaf diantaranya pertama itikaf Bersama Nabi.

Rasulullah saw dalam haditsnya bersabda, “Siapa yang mau beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban)

Kedua, mencari lailatul qadar, dalam sebuah hadits disebutkan,

“Sungguh saya beritikaf di di sepuluh hari awal Ramadhan untuk mencari malam kemuliaan (lailat al-qadr), kemudian saya beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian Jibril mendatangiku dan memberitakan bahwa malam kemuliaan terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang mau beri’tikaf, hendaklah dia beri’tikaf (untuk mencari malam tersebut). Maka para sahabat pun beri’tikaf berbareng beliau. (HR. Muslim)

Ketika sudah memasuki 10 malam terakhir Rasulullah maka sudah mulai beriktikaf di masjid dan tidak keluar sampai malam ied. Dalam hadist dikatakan,

Rasulullah SAW yang diriwayatkan Aisyah ra, Diriwatkan dari Aisyah ra, dia berkata: "Apabila memasuki hari sepuluh terakhir bulan Ramadan, Rasulullah saw mengencangkan busana bawahnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya," (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).

sumber : Dok Republika

Selengkapnya