Penggambaran Hati Manusia Dalam Alquran

Apr 29, 2026 04:32 PM - 1 jam yang lalu 59

Kincai Media , JAKARTA -- Dalam Alquran, keadaan hati manusia digambarkan dalam beberapa cara. Misalnya, hati yang tenteram, ialah lantaran orang itu beragama dan selalu mengingat Allah SWT. "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS ar-Ra'd: 28).

Ada pula hati yang bersih lantaran seseorang selalu beragama dengan niat tulus mencari ridha Allah (QS asy-Syu'ara':89). Selanjutnya, hati yang berpenyakit. Ini disebabkan kebiasaan berbohong dari orang yang memilikinya. Mereka adalah orang-orang munafik, yang menampakkan kesalehan di hadapan orang beragama dan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Siksaan yang perih merupakan jawaban bagi mereka (QS al-Baqarah: 10).

Selain itu, ada hati yang gelap dan jelek disebabkan keengganan menerima kebenaran Ilahi. Hati ini diilustrasikan seperti kerasnya batu, apalagi lebih keras dari batu (QS al-Bbaqarah:74). Demikian pula, hati yang takabur lantaran menolak keesaan Allah (QS an-Nahl:22).

Sejatinya, kita selaku kaum muslimin kudu selalu menyirami hati kita dengan berzikir kepada Allah, serta menjauhkan dari rasa hasud, dengki, sombong, amarah, dan hawa nafsu yang selalu menjerumuskan kepada kesesatan. Dan selalu mengingatkan kerabat kita dari kegelapan serta kesesatan hati yang dimurkai Allah SWT.

Rasulullah SAW selalu bermunajat kepada Allah, "Ya Allah terangilah hati-hati kami dengan sinar petunjuk-Mu, seperti Engkau menyinari alam semesta ini selamanya dengan sang surya dan rahmat-Mu".

Begitu pentingnya hati dalam diri seorang insan. Sebab, itulah parameter sehat alias rusaknya keseluruhan orang itu. Nabi SAW bersabda, "Sesunguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal darah. Jika rusak, maka rusaklah semua jasad manusia. Dan jika beres, beres pulalah semua jasad manusia. Ingatlah bahwa dia adalah hati" (HR Bukhari-Muslim).

Sabda Nabi tersebut memberikan penjelasan kepada kita, bahwa hati merupakan pusat 'komando' perilaku hidup manusia. Jika perilaku hidupnya selalu memberikan kemudlaratan, baik terhadap dirinya maupun orang lain, perihal ini dikarenakan hatinya ternodai oleh bisikan setan.

Begitu pula sebaliknya, jika kehidupannya beres dan selalu melakukan baik, serta memberikan manfaat, baik terhadap dirinya maupun orang lain, perihal ini dikarenakan hatinya yang selalu berzikir dan selalu mendekatkan diri kepada Ilahi Rabbi.

Selengkapnya