Berbagi makan dalam satu piring merupakan kebiasaan yang umum dijumpai di beragam budaya. Kebiasaan tersebut sering kali menjadi simbol kebersamaan dan rasa saling menghargai.
Namun, di kembali suasana hangat yang tercipta, terdapat etika yang perlu diperhatikan jika mau berbagi makan satu piring. Etika ini perlu diperhatikan agar semua orang merasa nyaman saat menikmati hidangan bersama.
Tak hanya itu, memahami tata krama saat berbagi makanan juga bisa menunjukkan sopan santun, Bunda. Bagi beberapa orang, perihal tersebut dapat mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan emosi orang lain.
Etika berbagi makan satu piring
Melansir dari laman Spoon University, berikut beberapa etika jika Bunda mau berbagi makan satu piring dengan orang lain:
1. Biarkan orang lain mencicipi sedikit terlebih dulu sebelum meminta untuk mencobanya
Jangan pernah menjadi orang yang langsung mengambil makanan dari piring kawan sebelum mereka sempat mencicipinya. Sebab, tidak ada yang lebih baik daripada membiarkan orang lain menikmati asupan pertamanya, terutama jika dia sedang lapar.
2. Tunggu sampai mereka menawarkannya kepada kita
Etika kedua adalah menunggu. Bunda sebaiknya menunggu beberapa menit sebelum langsung mengambil sendiri makanan. Selain membikin kita terlihat lebih sopan, langkah itu mungkin membikin orang lain tulus untuk berbagi makanannya.
3. Jangan mengingkari janji untuk meminta satu gigitan
Pastikan untuk menepati janji jika Bunda dari awal memang mau meminta satu gigitan untuk mencoba makanan. Misalnya, Bunda dan kawan memutuskan untuk memesan beberapa makanan untuk dibagi berdua. Maka, pastikan untuk mencicipi sedikit bukan separuh dari seluruh porsi makanan.
4. Jangan bereksperimen dengan perihal yang baru jika tidak menyukainya
Sedari awal makan berbareng teman, kita kudu menegaskan apakah kita termasuk orang yang pilih-pilih makanan alias tidak. Jangan sampai memesan makanan yang sama sekali asing bagi Bunda dan menyantap makanan orang lain ketika kita tidak menyukai makanan sendiri.
5. Periksa dulu sebelum menambahkan ramuan baru
Saat makan berbareng teman-teman untuk berbagi, jangan sembarangan menambahkan ramuan baru. Selain bisa merusak seluruh hidangan, ramuan yang ditambahkan bisa saja merusak selera makan teman. Cobalah untuk tanyakan terlebih dulu apakah kawan kita tidak keberatan diberikan ramuan baru di makanan.
6. Jangan coba-coba jika makanan tidak mudah dibagikan
Tidak semua makanan mempunyai tekstur alias corak yang mudah untuk dibagikan ke orang lain, Bunda. Beberapa makanan seperti kentang goreng alias pizza sangat cocok untuk dibagi lantaran tidak acak-acakan dan batasannya cukup jelas. Sementara itu, bakal asing jika kita memaksa untuk berbagi kentang kepada beberapa orang teman.
7. Jangan meminta makanan jika Anda sudah bilang tidak lapar
Saat makan bersama, jangan pernah meminta makanan jika kita sudah bilang tidak lapar. Ini sangat menyebalkan bagi orang yang sedang makan, apalagi mereka mungkin sudah bertanya kepada kita setidaknya lima kali.
8. Jika mencoba makanan dan tidak menyukainya, jangan cemberut
Etika makan yang juga krusial adalah tidak menunjukkan rasa tidak suka ketika makanan yang dicoba tidak sesuai selera. Memasang wajah cemberut bisa merusak suasana dan merendahkan masakan orang lain, Bunda.
9. Tanyakan tentang alergi sebelum menawarkan makanan
Etika yang satu ini cukup jelas. Sebelum menawarkan makanan di satu piring, pastikan untuk menanyakan tentang alergi yang mungkin dimiliki teman. Bunda mungkin belum cukup mengenal, sehingga tidak ada salahnya untuk memeriksa ulang lantaran kita tentu tidak mau bertanggung jawab bisa terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Demikian 9 etika jika Bunda mau berbagi makan satu piring dengan orang lain. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·