Cara membersihkan abu vulkanik krusial diketahui setelah erupsi Gunung Anak Krakatau membikin sebaran abu mencapai sejumlah daerah pada Minggu, (6/9/2026).
Abu vulkanik dilaporkan terdeteksi hingga sebagian Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Meski di beberapa daerah intensitasnya tipis, partikel abu tetap perlu ditangani dengan hati-hati lantaran bisa mengganggu kesehatan dan menempel di beragam permukaan.
Kalau abu sudah mulai menempel di rumah, kendaraan, alias area sekitar, jangan asal langsung menyapu. Ada beberapa perihal yang perlu diperhatikan agar membersihkan abu enggak membikin partikelnya kembali beterbangan. Yuk, cek caranya di sini!
Baca juga: Ramai Megathrust, Ini Top 6 Bencana Alam Terparah di Indonesia: Kerugian Capai 29 Triliun?
1. Gunakan perlindungan sebelum mulai membersihkan
Sumber foto: MagnificAbu vulkanik bukan debu biasa lantaran mengandung silika. Partikelnya bisa sangat lembut dan dapat mengiritasi mata maupun saluran pernapasan. Karena itu, sebelum mulai membersihkan, gunakan masker yang sesuai, kacamata pelindung, serta busana berlengan panjang.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan respirator N95 dapat membantu melindungi paru-paru saat berada di luar ruangan alias ketika membersihkan abu yang masuk ke dalam rumah. Kamu juga sebaiknya melindungi mata dengan goggles agar abu enggak mudah masuk dan menyebabkan iritasi.
2. Hindari membersihkan saat abu tetap terus turun
Sumber foto: MagnificKalau kondisi memungkinkan, tunggu hingga hujan abu berakhir sebelum melakukan pembersihan menyeluruh. Dilansir dari United States Geological Survey (USGS), angin dan kegiatan manusia dapat membikin abu lembut kembali beterbangan sehingga area yang sudah dibersihkan bisa kembali tertutup abu.
Namun, tetap ikuti pengarahan dari pihak berwenang. Jika ada petunjuk unik untuk segera membersihkan bagian tertentu, seperti area yang berpotensi membahayakan bangunan, utamakan keselamatan dan jangan melakukannya sendirian.
3. Bersihkan secara perlahan agar abu enggak beterbangan
Sumber foto: MagnificSaat membersihkan permukaan, hindari aktivitas yang terlalu sigap alias kasar lantaran bisa membikin partikel abu kembali terbang ke udara. Abu vulkanik berukuran sangat lembut sehingga mudah terbawa angin dan kegiatan di sekitarnya.
Untuk abu yang sangat halus, Anda bisa melembapkan permukaannya dengan sedikit air agar partikel enggak mudah beterbangan saat dibersihkan. Namun, jangan menyiram alias merendam abu dengan terlalu banyak air.
Nah, jika di dalam rumah, bersihkan dengan hati-hati dan minimalkan penyebaran debu ke ruangan lain. Tutup pintu dan jendela selama proses pembersihan jika kondisi di luar tetap dipenuhi abu.
4. Jangan abaikan abu di genting dan saluran air
Sumber foto: MagnificAbu yang menumpuk dalam jumlah banyak dapat menambah beban pada atap. CDC mengingatkan bahwa abu vulkanik cukup berat dan penumpukan berlebih berpotensi merusak bangunan. Namun, membersihkan genting juga mempunyai akibat lantaran permukaannya bisa licin.
Kalau Anda memandang penumpukan abu yang cukup tebal di atap, jangan memaksakan diri naik dan membersihkannya tanpa perlengkapan alias support yang memadai. Perhatikan juga talang dan saluran air agar enggak tersumbat oleh campuran abu dan air hujan.
Baca juga: 11 Emergency Kit untuk Musim Hujan yang Perlu Dibawa saat Bepergian
Cara membersihkan abu vulkanik bukan hanya membikin rumah kembali bersih. Kamu juga perlu melindungi diri, mengurangi akibat abu kembali beterbangan, serta mengikuti info resmi agar proses pembersihan bisa dilakukan dengan aman.
Stay safe everyone!
–
Gabung organisasi Girls Beyond Circle dan dapatkan info ter-update lainnya!