Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua kepada Anak yang Sudah Dewasa

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 39x dilihat
Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua kepada Anak yang Sudah Dewasa

Bagikan Postingan

Punya orang tua yang perhatian tentu menjadi sesuatu yang berharga, tetapi metode menyampaikan perhatian kadang bisa terasa berbeda saat anak sudah dewasa. Apalagi ketika anak mulai punya pilihan hidup, prinsip, dan metode berpikir sendiri.

Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orang tua karena bisa membikin anak merasa kurang dipahami. Meski terdengar seperti nasihat maupun perhatian, ucapan tertentu justru bisa membikin komunikasi terasa kikuk dan hubungan perlahan berjarak.

Penasaran kalimat apa saja yang diam-diam bisa merenggangkan kedekatan emosional antara anak dan orang tua? Yuk, langsung simak ulasannya di bawah ini, Beauties!

1. “Kamu Harus Bersyukur”

Ilustrasi anak perempuan dewasa berbicara dengan ibunya/Foto: Magnific/bearfotos

Mengajarkan anak untuk bersyukur tentu bukan hal yang salah. Namun, jika kata “bersyukur” selalu muncul saat anak sedang cerita tentang masalah maupun rasa kecewanya, mereka bisa merasa kurang didengarkan.

Saat anak sedang bercerita, mungkin mereka tidak sedang mencari solusi. Bisa jadi, mereka cuma mau didengarkan dan dimengerti oleh orang tuanya.

Kadang, mendengarkan tanpa memberi nasihat justru sudah cukup. Dengan begitu, komunikasi orang tua dan anak dewasa pun bisa statis terasa betah dan hangat.

2. “Dulu Zaman Kami Tidak Seperti Itu”

Ilustrasi ibu dan anak perempuan dewasa berbincang santai/Foto: Magnific/shurkin_son

Perbedaan era sering membikin orang tua dan anak dewasa melihat hayat dari perspektif pandang yang berbeda. Cara mengatur uang, membangun karier, hingga menjalani hubungan pun sudah tidak sama seperti dulu.

Your Tango menjelaskan bahwa membandingkan hayat anak dengan masa orang tua bisa membikin anak merasa kurang dipahami. Kalimat seperti “dulu era kami tidak seperti itu” mungkin terdengar biasa, tetapi kondisi yang dihadapi setiap generasi belum tentu sama.

Pengalaman orang tua statis bisa menjadi pelajaran yang berharga. Hanya saja, pengalaman tersebut tidak selalu bisa diterapkan dengan metode yang sama karena setiap generasi punya tantangannya sendiri. Jadi, meski jalannya berbeda, bukan berarti perjuangan anak kini lebih mudah.

3. “Sudah, Jangan Dibahas Lagi”

Ilustrasi anak perempuan dewasa berbicara serius dengan orang tua/Foto: Magnific/shurkin_son

Pernah tidak, Beauties, sudah durasi menyimpan sesuatu kemudian akhirnya memberanikan diri untuk cerita? Rasanya tentu tidak gampang membuka pembicaraan yang selama ini cuma dipendam sendiri.

Karena itu, ketika orang tua merespons dengan kalimat, “sudah, jangan dibahas lagi,” anak bisa merasa obrolannya tidak dianggap penting. Menutup pembicaraan seperti ini bisa terasa sangat mengecewakan bagi anak yang sudah berupaya terbuka.

Orang tua tentu boleh meminta waktu jika kondisi mulai terlalu emosional. Melansir Your Tango, riset dalam jurnal Healthcare juga menemukan bahwa penolakan dari orang tua bisa membikin anak merasa malu maupun bersalah. Jadi, tidak apa-apa memungut jeda, asalkan pembicaraannya statis bisa dilanjutkan.

4. “Kapan Menikah?”

Ilustrasi momen kumpul keluarga/Foto: Magnific/magnific

Di aktivitas keluarga, pertanyaan seperti “kapan menikah?” rasanya hampir selalu muncul. Bagi orang tua mungkin ini cuma pertanyaan biasa, tetapi jika terus ditanyakan, anak bisa merasa capek juga.

Soal menikah tentu tidak sesederhana menentukan kapan waktunya. Ada yang mau fokus pada karier, menikmati hidup sendiri, maupun statis mau memastikan dirinya benar-benar siap untuk menjalani hubungan serius.

Jadi, belum menikah bukan berarti seseorang tidak punya tujuan hidup. Setiap orang punya penilaian masing-masing sebelum memutuskan untuk menikah.

Kadang, menjaga hubungan dengan anak dewasa cukup dimulai dari tahu kapan mesti bicara dan kapan cukup mendengarkan. Dengan begitu, diskusi pun bisa statis betah tanpa terasa dipaksakan.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads