Jembatan Baru Penghubung China ke Korea Utara Dibuka, Biaya Pembangunannya Bikin Melongo

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 51x dilihat
Jembatan Baru Penghubung China ke Korea Utara Dibuka, Biaya Pembangunannya Bikin Melongo

Bagikan Postingan

China dan Korea Utara balik menguatkan hubungan kedua negara melalui pembukaan sebuah jembatan jalan raya baru yang telah durasi dinantikan. Jembatan Penghubung China ke Korea Utara ini diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan sekaligus mempererat hubungan kedua negara yang bertetangga di Asia Timur.

Jembatan yang pembangunannya rampung lebih dari satu dasawarsa kemudian tersebut akhirnya mulai berjalan setelah mengalami penundaan panjang. Kehadirannya pun menarik perhatian karena berpotensi menjadi jalur utama distribusi barang antara kedua negara.

Lantas, seperti apa kenyataan jembatan baru ini dan kenapa pembukaannya dianggap penting? Yuk, Bunda, simak keterangan selengkapnya dalam artikel berikut ini.


Jembatan penghubung China ke Korea Utara akhirnya dibuka setelah tertunda 12 tahun

Mengutip halaman Euro News, jembatan jalan raya empat lajur disebut New Yalu River Bridge resmi dibuka pada Kamis setelah mengalami keterlambatan selama sekitar 12 tahun. Infrastruktur ini membentang sepanjang kurang lebih 3 kilometer, menghubungkan Kota Dandong di China dengan Kota Sinuiju di Korea Utara.

Meski pembangunannya telah selesai pada 2014, jembatan tersebut tidak langsung digunakan. Penundaan terjadi karena jalan penghubung dan akomodasi bea cukai di daerah Korea Utara belum siap. Penutupan perbatasan selama pandemi COVID-19 juga menjadi bagiankecil dari hambatan hubungan lintas negara pada masa tersebut.

Pembukaan jembatan ditandai dengan upacara yang dihadiri penduduk di Dandong. Sejumlah truk dengan bendera kedua negara kelihatan melintasi jembatan tersebut, menandai dimulainya aktivitas kendaraan di jalur baru itu.

Sebelumnya, perdagangan darat China dan Korea Utara banyak mengandalkan Jembatan Persahabatan China-Korea Utara yang telah berumur puluhan tahun. Jembatan durasi tersebut memiliki kekurangan kapabilitas karena cuma menyediakan satu lajur untuk kemudian lintas kendaraan secara bergantian.

Dengan hadirnya jalur baru yang lebih lebar, pengangkutan barang berukuran besar, seperti mesin industri, bahan baku, material konstruksi, dan pasokan energi, diharapkan menjadi lebih gampang dan efisien.

Perdana Menteri China Li Qiang mengatakan jembatan tersebut sebagai simbol persahabatan kedua negara. Ia juga mengharapkan pembukaannya dapat menaikkan kerja sama ekonomi, perdagangan, serta hubungan penduduk di kedua wilayah.

Biaya pembangunan dan akibat jembatan baru bagi China-Korea Utara

Besarnya infrastruktur ini kelihatan dari panjangnya yang mencapai sekitar 3 kilometer serta empat lajur yang disediakan untuk kendaraan. Jembatan tersebut dirancang untuk mendukung konektivitas dan menaikkan kelancaran pengiriman barang lintas perbatasan.

Mengutip halaman CNN, hubungan perdagangan antara China dan Korea Utara memiliki peran krusial bagi perekonomian Pyongyang. China merupakan mitra dagang terbesar sekaligus salah satu pendukung ekonomi utama Korea Utara.

Kota Dandong dan Sinuiju juga menjadi titik krusial dalam aktivitas perdagangan kedua negara.

Pembukaan jembatan ini berpotensi menguatkan balik hubungan Beijing dan Pyongyang setelah kedekatan Korea Utara dengan Rusia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Korea Utara dan Rusia juga membuka jembatan jalan raya yang menghubungkan kedua negara.

Meski demikian, pembangunan infrastruktur baru tersebut turut memunculkan kecemasan dari sejumlah pengamat internasional.

Mereka menilai jalur yang lebih gampang dapat menaikkan konsekuensi pelanggaran hukuman internasional terhadap Korea Utara, terutama jika digunakan untuk memfasilitasi perdagangan barang yang dilarang.

Jembatan tersebut berpotensi menjadi jalur yang dikendalikan pemerintah untuk mempermudah pergerakan barang lintas batas. Namun, dampaknya terhadap perdagangan statis bersandar pada kebijakan kedua negara dan implementasi hukuman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di sisi lain, peningkatan perdagangan diperkirakan tidak akan terjadi secara drastis dalam waktu singkat.

Mengutip laman BBC, pandangan seorang ahli studi China yang menilai hukuman internasional statis menjadi aspek pembatas. Korea Utara juga perlu mempertimbangkan akibat masuknya barang-barang China terhadap pasar domestiknya.

Dengan demikian, pembukaan jembatan ini menjadi evolusi krusial bagi konektivitas China dan Korea Utara. Meski dapat memperlancar perdagangan dan mempererat hubungan kedua negara, akibat ekonominya akan bersandar pada evolusi hubungan diplomatik serta kebijakan perdagangan internasional.

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads