Drama Korea Doctor X: Mafia in White telah menarik perhatian sejak tayang perdana pada mula Oktober lalu. Drakor ini sempat menduduki peringkat angka satu dalam kategori Netflix Global Top 10 Non-English Shows selama minggu pertama penayangannya.
Sebelumnya publik ramai memperbincangkan akting memukau Kim Ji Won sebagai ahli bedah. Kali ini pemirsa ramai menyoroti salah satu babak dalam Doctor X yang dinilai mirip dengan insiden nyata.
Kasus nyata mirip babak di Doctor X: Mafia in White
Episode 4 Doctor X: Mafia in White yang tayang pada 17 Oktober 2026 kemudian menarik perhatian publik. Dalam bagian tersebut, terdapat babak Gye Su Jeong (Kim Ji Won) yang menemukan ukiran inisial nama di hati pasiennya.
Ketika operasi darurat berlangsung, Gye Su Jeong menemukan inisial D.N di hati seorang pasien. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang penanganan yang dilakukan oleh Na Dae Il sebagai tabib yang mengoperasi pasien tersebut sebelumnya. Penemuan inisial nama di hati pasien ini menambah lapisan perselisihan dalam drama.
Meskipun telah ramai diperbincangkan karena sangat mirip dengan insiden serupa di dunia, belum ada konfirmasi resmi apakah Doctor X: Mafia in White terinspirasi dari insiden tersebut.
Isu ukiran nama di hati pasien pernah terjadi pada tahun 2013. Seorang ahli operasi hati disebut Simon Bramhall menjadi pusat dialog setelah menandai hati dua pasien transplantasi dengan inisial namanya, SB.
Mengutip halaman Dojeon Media, Bramhall menggunakan cahaya argon, alat medis yang biasanya digunakan saat operasi untuk mengendalikan pendarahan, untuk membikin inisial itu. Insiden itu terungkap ketika tabib operasi lain menemukan inisial tersebut dalam operasi berikutnya.
Dilansir dari halaman detikcom, hal itu terjadi karena hati pasien yang sudah rusak tersebut kesulitan untuk pulih sehingga inisial nama Bramhall statis kelihatan jelas. Bila saja hati tersebut dalam kondisi normal maka inisial Bramhall akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa waktu.
Meskipun ukiran nama tersebut tidak dilaporkan mengganggu fungsi organ, peristiwa itu menimbulkan kecemasan adab yang serius. Para pasien tidak menyetujui organ mereka ditandai. Insiden tersebut menjadi pelanggaran besar terhadap kepercayaan medis dan tanggung jawab profesional.
Pada tahun 2017, Bramhall terjerat kasus dua dakwaan penyerangan. Ia didenda £10.000 pada tahun 2018. Kemudian, pada tahun 2022, ia dihapus dari daftar medis Inggris, sehingga ia tidak bisa beraksi sebagai tabib praktik lagi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)