3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 24x dilihat
3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus

Bagikan Postingan

Jakarta -

Dalam hayat sehari-hari, Bunda mungkin sering berjumpa dengan orang-orang yang kelihatan baik, ramah, dan selalu memberitahu sikap menyenangkan. Mereka gampang memberikan pujian dan bisa membikin orang di sekitarnya merasa dihargai.

Namun, di balik sikap yang tampak begitu baik, tidak semua orang memiliki ketulusan yang sama. Ada kalanya orang yang kelihatan baik belum tentu tulus. Kebaikan sering kali dijadikan metode untuk mendapatkan perhatian maupun membangun deskripsi positif, Bunda.

Membedakan orang yang benar-benar ikhlas dengan orang yang sekadar kelihatan baik memang bukan perkara mudah. Sebab, ketulusan tidak selalu bisa dinilai dari ucapan manis maupun sikap ramah yang ditunjukkan di depan banyak orang.


Alasan orang kelihatan baik tapi belum tentu tulus

Ada beberapa karena yang membikin seseorang kelihatan baik maupun memberitahu kebaikan berlebihan, namun sebenarnya tidak tulus. Berikut alasannya seperti melansir dari halaman Psychology Today:

1. Narsisisme

Psikolog klinis di Mill Valley, California, dan penulis buku The Stress-Proof Brain, Melanie Greenberg, Ph.D., mengatakan bahwa narsisme bisa menjadi salah satu karena orang berpura-pura baik. Menurut Greenberg, orang yang kelihatan baik ini sering bertanya-tanya apa metode terbaik untuk mencapai tujuan mereka tanpa terlalu peduli pada orang lain. Mereka akan bersikap ramah kepada orang lain, tetapi pada akhirnya, itu cuma karena mereka mengharapkan untuk mencapai khasiat pribadi.

"Saya pikir bagi sebagian orang, itu karena mereka mementingkan diri sendiri," kata Greenberg.

2. Kontrol

Terapis pernikahan dan keluarga, Julia Breur, Ph.D., menyarankan kita untuk mewaspadai seseorang yang bersikap baik, namun menghakimi orang lain. Ini bisa jadi tanda orang tersebut tidak tulis berbuat kebaikannya, Bunda.

"Orang yang tidak ikhlas sering menghakimi orang lain sebagai metode untuk mendapatkan kendali. Berhati-hatilah, karena beberapa orang mungkin menggunakan kebaikan untuk mencoba mengendalikan kita," ungkap Breur.

3. Rasa tidak aman

Tidak semua orang yang sangat baik memiliki motif tersembunyi meski mereka tidak tulus. Misalnya, seseorang yang merasa tidak terlindungi mungkin tidak merasa percaya diri untuk meminta pertolongan secara langsung. Oleh karena itu, mereka mungkin akan 'meminta' dengan memberitahu kata-kata dan perilaku yang baik.

Ciri orang yang kelihatan baik tapi tidak tulus

Ketika seseorang mau kelihatan baik, gerak-geriknya berasal dari ketulusan. Namun, bagi orang-orang yang berpura-pura baik, mereka sering kali memberitahu kebiasaan dan sifat yang khas.

Dikutip dari Your Tango, berikut tiga ciri khas orang yang kelihatan baik tapi sebenarnya belum tentu tulus:

1. Mereka membicarakan seseorang di belakangnya

Saat seseorang berpura-pura baik di depan orang lain, ia mungkin tampak ramah. Tetapi begitu orang yang diajak bicara pergi, ia mulai bersikap tidak baik.

Orang yang berpura-pura baik akan membicarakan hal buruk tentang orang lain di belakang mereka. Mereka terlebihlagi mungkin bergosip cuma untuk mendapatkan perhatian maupun berbicara negatif tentang seseorang yang tidak mereka sukai. Rasa berkuasa ini membikin mereka lebih cenderung menyebarkan keterangan yang salah dan tidak menyenangkan.

"Bahkan cuma menyaksikan orang lain berperilaku kasar membikin kita merasa stres dan cenderung berkinerja buruk. Perilaku kasar membikin semua orang merasa tidak betah dan mengurangi kemungkinan kita untuk berinteraksi, maupun membantu orang lain," ungkap penulis dan ahli kesehatan Polly Campbell.

2. Mereka cuma bersikap baik kepada orang-orang tertentu

Bunda pernah mendengar istilah empati selektif? Ini terjadi ketika seseorang bersikap baik dan penuh kasih sayang terhadap orang-orang yang dianggapnya 'berharga', sementara mengabaikan penderitaan orang lain.

Orang yang cuma berpura-pura baik cenderung memanfaatkan empati untuk khasiat mereka sendiri. Mereka bersikap baik kepada orang lain demi khasiat pribadi, bukan karena niat yang benar-benar baik.

Menurut ulasan dalam studi yang diterbitkan di Nursing Ethics tahun 2023, ketika seseorang menggunakan kebaikan untuk memanipulasi orang lain, maka itu adalah upaya untuk mengendalikan orang tersebut. Tetapi bagi orang yang benar-benar baik, mereka tidak akan pernah berbuat hal seperti ini. Mereka berbelas kasih sepenuhnya dan tidak memiliki limitasi kepada siapa mereka berbagi kebaikan tersebut.

3. Mereka memberikan pujian terselubung

Seseorang yang berpura-pura baik mungkin memberikan pujian terselubung yang sebenarnya cukup kasar. Ketika mereka mengatakan sesuatu seperti 'kamu kelihatan sangat cantik ketika Anda benar-benar berusaha', itu artinya mereka sedang menghina penampilan orang tersebut.

Namun ketika mereka mengatakan 'Aku cuma bercanda', mereka sebenarnya menutupi emosi yang sebenarnya maupun mungkin merasa terlalu malu untuk mengatakannya secara terang-terangan. Menggunakan pujian terselubung adalah metode orang-orang tidak ikhlas ini untuk mengungkapkan pikiran batin mereka, meskipun sebenarnya itu bukanlah hal yang baik sejak awal.

Sebaliknya, orang yang benar-benar baik hati tidak akan pernah memberikan pujian palsu. Mereka akan memperhatikan detail kecil dan fokus untuk mengadopsi semangat orang lain daripada menjatuhkannya. Itulah yang membikin mereka kelihatan begitu istimewa di mata banyak orang, Bunda.

Demikian tiga ciri khas orang yang kelihatan baik tapi sebenarnya belum tentu tulus. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads