Bela Palestina, Penulis Novel Normal People Sally Rooney Ungkap Bukunya Tidak Lagi Dijual di Inggris

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 520x dilihat
Bela Palestina, Penulis Novel Normal People Sally Rooney Ungkap Bukunya Tidak Lagi Dijual di Inggris

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Entertainment

Nadya Quamila | Beautynesia

Jumat, 16 Oct 2026 08:30 WIB

Bela Palestina, Penulis Novel Normal People Sally Rooney Ungkap Bukunya Tidak Lagi Dijual di Inggris

Bela Palestina, Penulis Novel Normal People Sally Rooney Ungkap Bukunya Tidak Lagi Bisa Dijual di Inggris/Foto: Amazon/Istimewa

Penulis novel bestseller Normal People, Sally Rooney, mengungkapkan bahwa karya-karyanya tidak akan lagi dijual di toko buku di Inggris. Hal ini karena Rooney vokal membela Palestina dan memberitahu dukungannya terhadap himpunan Palestine Action di Inggris. Sebagai informasi, Palestine Action dilarang oleh pemerintah Inggris.

Dilansir dari The Guardian, penulis asal Irlandia ini mengatakan bahwa sokongan terbukanya terhadap Palestine Action membuatnya tidak bisa lagi menerima royalti dari penjualan buku di Inggris.

Setelah Palestine Action dilarang tahun lalu, Rooney mengungkapkan akan menggunakan hasil penjualan bukunya untuk mendukung perkumpulan tersebut. Namun, di Inggris, memberikan sokongan kepada perkumpulan yang dilarang berdasarkan Undang-Undang Terorisme merupakan sebuah tindak pidana. Akibatnya, Rooney membatalkan perjalanan ke Inggris untuk menerima penghargaan karena cemas akan ditangkap.

"Pada Juli 2025, himpunan protes dengan metode aksi langsung, Palestine Action, ditetapkan sebagai perkumpulan teroris di Inggris. Bulan berikutnya, aku menulis sebuah artikel opini yang mengungkapkan niat aku untuk terus mendukung Palestine Action, sebuah himpunan yang tidak dilarang ataupun dilarang kegiatannya di Republik Irlandia," tutur Rooney kepada The Guardian.

"Akibatnya, pemenuhan kontrak untuk menerbitkan karya aku di Inggris kini dapat dianggap sebagai tindak kriminal serius. Setelah melalui proses konsultasi dan pertimbangan, serta dengan persetujuan penuh dari saya, penerbit saya, Faber, memutuskan untuk tidak lagi mendistribusikan karya aku di Inggris. Saya telah berupaya semaksimal mungkin untuk bersikap jujur kepada publik mengenai kepercayaan dan niat saya, dan aku sepenuhnya siap menerima konsekuensinya," lanjutnya.

Dalam sebuah pernyataan di pengadilan tinggi untuk mendukung upaya aturan melawan pelarangan tersebut seraya memperingatkan dampaknya terhadap kebebasan berekspresi, Rooney mengungkapkan bahwa buku-bukunya bisa saja hilang dari toko-toko di Inggris, dan penerbitan karya-karya barunya di negara tersebut dapat terhalang.

Karya-karya Sally Rooney meraih kesuksesan yang dahsyat di Inggris, Beauties. Novel Normal People telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar, sementara novel Conversations With Friends dan Beautiful World, Where Are You masing-masing telah terjual lebih dari 500 ribu eksemplar. Normal People diadaptasi oleh BBC menjadi sebuah serial dan berhasil meraih 62,7 juta penayangan, menjadikannya serial yang paling banyak ditonton secara streaming di platform tersebut sepanjang tahun 2020.

Tahun lalu, Rooney mengungkapkan bahwa ia telah diberi tahu oleh produser independen dari adaptasi televisi tersebut bahwa pembayaran apa pun kepadanya untuk serial yang telah ditayangkan sebelum pelarangan diberlakukan, akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap undang-undang antiterorisme, jika pihak tersebut mengetahui maupun mencurigai bahwa Rooney menggunakan royalti tersebut untuk mendanai Palestine Action.

Pelanggaran ini diancam dengan hukuman maksimal 14 tahun penjara. Penerbit karya-karya Rooney untuk daerah Inggris dan Irlandia, Faber, mengungkapkan bahwa adanya peraturan perundang-undangan yang saat ini berjalan di Inggris membikin mereka tidak dapat menyalurkan gaji yang diperoleh di Inggris kepada Sally Rooney. Bagi sebuah penerbit, menjual karya seorang penulis namun tidak dapat menyerahkan gaji yang diperolehnya merupakan situasi yang tidak dapat diterima.

"Oleh karena itu, dengan kesepakatan penuh dari Sally, kami telah memutuskan untuk tidak lagi menyediakan karya-karyanya di Inggris dalam format apa pun. Kami statis bangga menjadi penerbit dari karya-karyanya yang luar biasa, yang akan terus kami pasarkan di wilayah-wilayah lain," tutur Faber.

Huda Ammori, salah satu pendiri Palestine Action yang telah mengajukan tuntutan aturan terhadap pelarangan tersebut, mengatakan bahwa larangan bagi Rooney untuk menerbitkan karyanya di Inggris adalah serangan terhadap kebebasan berpendaapat..

"Ia memungut sikap yang berani dan berpendirian sejak hajat untuk melarang Palestine Action diumumkan. Ia menolak untuk mengompromikan keyakinannya, meskipun mesti menanggung akibat pribadi maupun ahli yang cukup besar. Karyanya patut dirayakan dan tersedia secara luas, bukan justru disingkirkan dari rak-rak toko buku di Inggris cuma karena ia menolak untuk terlibat dalam penindasan terhadap solidaritas bagi rakyat Palestina. Tidak seorang penulis pun seharusnya dipaksa memilih antara prinsip-prinsip yang diyakininya dan kebebasan untuk menerbitkan karyanya," tegas Ammori.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads