Science and English Fest 2026, Cara Seru Siswa Embun Pagi Islamic School Belajar Sains dan Bahasa Inggris

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 40x dilihat
Science and English Fest 2026, Cara Seru Siswa Embun Pagi Islamic School Belajar Sains dan Bahasa Inggris

Bagikan Postingan

Jakarta -

Suasana meriah dan hangat di pagi hari sudah terasa sejak memasuki halaman sekolah Embun Pagi pada Selasa, 20 Oktober 2026. Anak-anak tampak sibuk bekerja sama menyiapkan booth untuk bazar yang akan berlangsung. Sebab, tahun ini Embun Pagi Islamic School balik menggelar aktivitas tahunan yang berjudul Science and English Festival 2026.

Menurut Diana Martina Lestari, S.Si maupun kerap disapa Ms. Ana, selaku Kepala Sekolah Embun Pagi Islamic School Primary, Science and English Festival 2026 merupakan aktivitas tahunan yang menjadi wadah bagi murid untuk memberitahu kapasitas sekaligus mengeksplorasi hal-hal baru.

"Sebenarnya aktivitas Science and English Fest ini untuk menampilkan potensi anak-anak, tentunya jadi berani untuk bicara bahasa Inggris di depan publik," ucap Ms. Ana. "Kemudian, keberanian mereka untuk eksplor tentang science dan dipresentasikan di depan adik-adik kelas," lanjut Ms. Ana. 


Science and English Fest 2026

Acara ini terbagi menjadi dua aktivitas utama, yaitu Science Fest yang melibatkan anak dari kelas 4, 5, 6 dan English Fest untuk murid kelas 1, 2, dan 3. Melalui dua aktivitas tersebut, para murid mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, mulai dari praktik sains yang berbuat percobaan hingga mengasah daya cipta dan percaya diri dengan tampil menggunakan bahasa Inggris di depan publik.

Salah satu pendidik sains sekaligus pengelola Science and English Fest 2026, Rizki Kusumawati maupun kerap disapa Ms. Kiki, menerangkan bahwa aktivitas ini memberi kesempatan pada semua murid untuk mencoba, berkreasi, dan menyampaikan apa yang sudah mereka pelajari dan pahami dengan lebih interaktif. "Diharapkan murid kelas 4 dan 5 bisa tertarik dan menyadari bahwa sains itu seru." ujar Ms. Kiki. "Mereka juga bisa jadi tambah quality time sama orang tuanya di rumah dan mengulang lagi apa yang mereka dapatkan di sekolah," ujarnya.

Menariknya, para murid benar-benar dilibatkan dalam aktivitas ini, termasuk pembuatan poster. Mereka bekerja sama dengan pendidik Informasi Teknologi (IT) dan memanfaatkan Canva untuk mendesain poster sesuai dengan daya cipta mereka.

Science Fest

Memasuki halaman sekolah, pengunjung akan menjumpai area Science Fest dengan murid kelas 6 menyiapkan 10 booth yang menampilkan beragam percobaan sains. Mereka menjadi pemandu sekaligus menerangkan percobaan bagi adik-adik kelas mereka, mulai dari bahan-bahan, metode kerja, hingga hasil percobaan kepada murid lain yang datang berkunjung.

Persiapan praktik ini juga didampingi oleh para pendidik sains, wali kelas, dan konsultan sains sekolah. Para murid mendapatkan instruksi mengenai proyek yang akan ditampilkan secara keseluruhan. Dengan begitu, mereka tidak cuma berbuat percobaan maupun demonstrasi pada murid lain, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru serta belajar menghadapi tantangan. Sebab, ketika percobaan tidak berjalan sesuai harapan, anak akan belajar mencari solusi dan menyiapkan hajat alternatif lain.

Salah satu contoh percobaan yang ditampilkan yaitu disebut Magic Candle yang diperagakan oleh murid kelas 6B. Alisha, salah satu murid kelas 6B, menerangkan bahwa percobaan ini dilakukan dengan menggunakan lilin, piring, air, gelas, dan cotton bud. Setelah itu, lilin diletakkan di tengah piring, kemudian air ditambahkan sebelum lilin dinyalakan, kemudian ditutup menggunakan gelas.

Science Fest / Foto: Haibunda
Science Fest / Foto: Haibunda

Melalui percobaan tersebut, murid dapat mengamati fluktuasi permukaan dalam gelas. Fenomena ini menjadi kesempatan bagi murid lain untuk mengenal konsep tekanan dan fluktuasi suhu melalui pengamatan secara langsung. Pengalaman ini tentunya sangat menyenangkan dan berguna bagi para murid.

"Aku happy buat ini, karena menurut aku ini magical gitu," ucap Alisha. 

Untuk menambah semangat peserta, setiap booth juga akan dilombakan dan masuk dalam kategori best booth. Pemenangnya ditentukan melalui polling murid sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada percobaan yang dianggap paling menarik.

English Fest

Sementara itu, English Fest memberikan kesempatan bagi murid kelas 1, 2, dan 3 untuk unjuk gigi di depan publik menggunakan bahasa Inggris melalui beragam penampilan. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi Read Aloud, Storytelling, pertunjukan, dan aktivitas lainnya yang bisa mendorong murid untuk berbicara di depan orang banyak.

English Fest / Foto: dok. Haibunda
English Fest / Foto: Haibunda

Bagi Ms. Sendya Harini, pendidik bahasa Inggris sekaligus penanggung jawab English Fest, aktivitas ini menjadi bagiankecil dari upaya sekolah sebagai Cambridge International School yang membiasakan murid menggunakan bahasa Inggris di hayat sehari-hari.

“Kita berupaya untuk mempersiapkan murid agar dapat berbicara dan menggunakan bahasa Inggris di aktivitas sehari-hari dengan kapasitas percaya diri beserta dengan memperhatikan tandemnya,” ujar Ms Sendya.

Sebagai bentuk mewujudkan tujuan tersebut, para murid menjalani persiapan sebelum tampil dan berlatih berbareng pendidik serta orang tua. Salah satu contohnya seperti lomba Storytelling dengan murid akan mengikuti audisi terlebih dahulu hingga akhirnya tampil di panggung sebagai grand finalis.

Selain membiasakan anak menggunakan bahasa asing, English Fest juga diharapkan dapat menumbuhkan daya cipta dan keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk berkomunikasi, terlebih lagi ketika menghadapi persaingan mendunia yang semakin ketat ini.

Antusiasme anak-anak

Di balik penampilan dan percobaan yang disuguhkan, ada proses dan kerja sama yang dijalani para siswa. Mereka diberi kesempatan untuk tampil, bekerja sama dengan teman, serta berhubungan dengan pendidik yang tentunya menjadi pengalaman istimewa bagi siswa. 

Antusiasme murid Embun Pagi Islamic School / Foto: Haibunda
Antusiasme murid Embun Pagi Islamic School / Foto: Haibunda

Ms. Sendya mengatakan bahwa semangat murid kelihatan dari kegembiraan mereka ketika mendapatkan kesempatan untuk tampil. “Mereka bahagia tampilnya, bahagia kerja barengnya, dan bahagia juga punya hubungan dengan teacher,” ungkap Ms. Sendya.

Dukungan dari orang tua pun turut mewarnai aktivitas ini. Ibu Astrid, salah satu orang tua siswa, menceritakan bahwa sang anak merasa bahagia bisa mengikuti bazar ini dan memiliki pengalaman baru melalui aktivitas tersebut.

“Kalau aku pribadi, aku mengajarkan aja untuk latihan sendiri. Biar biarpun cuma hiburan, cuma bikin anak happy. Senang juga anak-anak pada happy, pada gempar segala macam,” ucap bu Astrid.

Pengalaman tersebut memberitahu bahwa khasiat tidak cuma datang pada hasil, tetapi juga pada proses yang telah dilewati. Hal ini mengajarkan anak untuk lebih berdikari dalam mengeksplor sesuatu yang mereka sukai. Bagi orang tua, melihat anak berani memberitahu kemampuannya pun sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

Melalui Science and English Fest 2026, Embun Pagi Islamic School menghadirkan pengalaman belajar yang menggabungkan antara pengetahuan, kreativitas, dan hubungan sosial. Siswa tidak cuma memperoleh kesempatan untuk memberitahu apa yang telah dipelajari, tetapi juga belajar tentang menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan mencoba hal baru.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads