120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 187 menit 43x dilihat
120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak

Bagikan Postingan

Membacakan dongeng sebelum tidur bisa menjadi momen untuk menumbuhkan imajinasi dan daya cipta Si Kecil. Melalui dongeng sebelum tidur anak bisa mengeksplorasi beragam petualangan dalam cerita.

Apabila Bunda sedang mencari dongeng anak kecil sebelum tidur, ada beragam dongeng sebelum tidur yang Bubun rangkum dari beragam sumber. Bunda bisa memilih tema dongeng, mulai dari dongeng anak singkat hingga dongeng sebelum tidur lucu. Tersedia juga dongeng sebelum tidur tentang bidadari, cerita fabel, dan dongeng sebelum tidur princess.

Cerita dongeng ini juga memiliki pesan moral yang mendalam serta ada sifat-sifat figur di dongeng yang bisa diteladani. Yuk, Bunda, telusuri kumpulan cerita dongeng sebelum tidur berikut ini.


15 Cerita dongeng sebelum tidur singkat maupun singkat yang kaya pesan moral

Inilah cerita dongeng singkat yang dapat menemani Si Kecil sebelum tidur. Meskipun singkat, dongeng anak kecil sebelum tidur ini menyiratkan pesan moral yang baik untuk anak. Dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Anak penerbit Stiletto, Kumpulan Cerita Anak penerbit Kyta, Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, & Menggelitik penerbit Bhuana Ilmu Populer, dan Kumpulan Dongeng 4 Musim penerbit Bhuana Ilmu Populer.

1.  Rusa dan Anak Rusa

Seekor anak rusa bertanya kepada ayahnya, "Ayah lebih besar, lebih kuat, dan lebih lincah daripada seekor anjing, dan Ayah punya tanduk yang tajam. Tapi kenapa Ayah selalu lari mengelak setiap kali mendengar gonggongan anjing?"

"Anakku," jawab sang Rusa, "Sifat amarahku tidak menentu, bisa saja saat aku berdekatan dengan anjing yang berisik menggonggong itu, aku kehilangan kesabaran dan malah menyakiti anjing tersebut."

Pesan moral: Dongeng anak kecil sebelum tidur ini mengajarkan kita untuk statis rendah hati dengan kapasitas dahsyat yang kita miliki dan tidak menggunakan kapasitas itu untuk hal-hal yang tidak berguna.

2. Pemburu dan Penebang Kayu

Seorang pemburu yang tidak terlalu pemberani sedang mencari bekas seekor singa. Di dalam hutan, ia berjumpa seorang penebang kayu dan bertanya apakah orang itu pernah melihat tanda-tanda bekas singa maupun tahu di mana singa itu bersarang.

"Saya tahu," kata penebang kayu itu, "sekaligus aku bisa memberitahu dan memperlihatkan Anda dimana Singa itu eksis sekarang."

Sang Pemburu berubah menjadi sangat pucat hingga giginya bernada karena gemetaran akibat rasa takut. la pun menjawab, "Tidak, terima kasih, aku tidak meminta semua itu, aku cuma mencari bekas kakinya, dan bukan singanya."

Pesan moral: Dari dongeng anak singkat tentang Pemburu dan Penebang Kayu ini kita bisa belajar untuk tidak berpura-pura berani dalam ucapan. Keberanian yang cuma di mulut tidak akan bertetap saat dihadapkan pada kenyataan. 

3. Rumah bata di atas bukit. 

Sekarang tiga babi kecil tinggal di rumah bata yang kuat. Namun Serigala tak menyerah juga.

Dia datang membawa senjata baru. Bukan hembusan nafas bukanlah senjata utamanya lagi, melainkan sebuah bulldozer!

Dengan cepat, ia mengendarai bulldozer itu untuk menghancurkan rumah para babi kecil. Tiga babi kecil pun lari tunggang langgang. Untung mereka selamat meskipun rumahnya hancur.

Kini tiga babi kecil kebingungan. Mereka mesti membangun rumahnya lagi. “Aku tahu kita bangun lagi rumah bata di atas bukit yang tinggi,” kata si babi bungsu.

Kedua  kakaknya membuang muka. “Kamu selalu mengajukan usulan yang sulit.”

Babi bungsu tidak peduli. Ia segera menjalankan hajat sendiri. Babi sulung dan babi tengah tidak mau membantu. 

Mereka mencari peri baik hati untuk membantu mereka. Mereka pun berjumpa dengan peri baik hati dan meminta rumah baru.  Kemudian, tring!

Sebuah kardus sepatu berubah menjadi rumah kecil. “Kasihan sekali babi bungsu. Kita terlebihlagi tidak perlu bekerja untuk mendapatkan rumah ini,” ejek mereka. 

Keduanya pun tinggal di dalam rumah dengan nyaman. Namun, tepat pukul jam 12 malam, rumah itu berubah menjadi kardus sepatu kembali. Ternyata, peri baik hati adalah adik dari peri yang membantu Cinderella. Mantra mereka sama. 

Saat itu juga, Serigala datang mengejar kedua babi dengan bulldozernya. Kakak babi sulung dan babi tengah terus berlari. Mereka pergi ke atas bukit. Dengan sekuat tenaga, mereka berlari ke atas bukit.

Babi bungsu yang melihat kedua kakaknya terengah-engah langsung menyuruh mereka masuk. Bulldozer pun perlahan menaiki bukit. Serigala sebentar lagi akan menghancurkan rumah babi.

Namun, bulldozer itu selesai di tengah jalan menaiki bukit. Bulldozer itu tidak kuat menanjak. Bulldozer itu pun merosot dan selesai di bukit dengan bunyi yang keras.

Bulldozernya Serigala pun rusak dan Serigala gagal menangkap tiga babi kecil. Sekarang, tiga babi kecil balik terlindungi dalam rumah bata yang kuat di atas bukit tinggi.

Pesan moral: Dongeng singkat ini memberikan pesan moral untuk rela bersakit-sakit dahulu sebelum mendapat kesenangan.

4. Rubah yang Rakus

Pada era dahulu, ada Rubah yang sedang mencari makan. Awalnya ia melihat seekor burung bangau yang terbang di udara. Ketika Rubah mendekat, bangau tersebut segera meloncat. Hal itu membikin Rubah sangat jengkel karena ia kelaparan dan belum mendapat makanan.

Kemudian, Rubah lanjut mencari makan. Ketika sampai di persimpangan jalan, Rubah mencium bau daging. Daging itu adalah hasil perburuan serigala. Rubah segera memungut daging itu dengan hati-hati. Ia melanjutkan perjalanan dengan membawa daging di mulutnya

Namun, ketika ia menyeberangi sungai, Rubah melihat ada fauna lain sedang membawa daging besar juga. Rubah berpikir untuk memungut daging itu agar lebih kenyang.

Rubah segera melepaskan daging bawaanya ke bawah sungai. Namun, ketika daging itu terlepas, rupanya rubah di bawah sungai tidak lagi menggigit daging besar itu.

Sekarang Rubah sadar bahwa itu hanyalah bayangannya. Ia menyesal karena kerakusannya.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur singkat ini mengajarkan kita untuk tidak rakus. Kerakusan tidak akan membikin kita merasa cukup. Sebaliknya, kita akan menghilangkan hal yang telah dimiliki sebelumnya.

5. Tiga beruang Mencari Goldilocks

Tiga beruang sangat sedih. Kursi kayu mereka rusak, bubur mereka habis, tempat tidur mereka acak-acakan. Parahnya gadis cilik yang mereka kira berbuat itu malah kabur.

Anak beruang menemukan sesuatu yang berkilau di lantai. Pasti itu milik si gadis kecil. Ayah beruang mengeja nama yang terukir di kolong itu, Goldilocks. Mereka bertiga sepakat untuk mencari rumah Goldilocks. 

“Goldilocks, gadis kecil berambut-rambut pirang itu rumahnya ada di Utara,” sahut pak kusir saat tiga beruang bertanya. 

Mereka pun sampai di rumah tersebut. Seorang perempuan cantik berambut-rambut pirang muncul. Ia terkejut melihat ada tiga beruang di hadapannya. Seorang gadis cilik mengintip dari belakang pintu kamar.

Ibu beruang mengembalikan kolong Goldilocks. “Bolehkah aku berjumpa putrimu?” tanya sopan. 

Goldilocks keluar dengan takut-takut. Ia menunduk. 

Ibu beruang bertanya kenapa dia merusak kursi-kursi rumahnya, juga memakan bubur dan mengacak-ngacak tempat tidur.

Ibu Goldilocks mendengar itu sangat terkejut. Ia bertanya kepada anaknya apakah ia berbuat itu semua. Goldilocks pun mengangguk.

Ia mengaku bahwa adalah pelakunya. “Maafkan aku, aku mau melihat-lihat rumahmu yang indah. Karena kelaparan, aku makan bubur kalian yang enak itu. Karena berjalan terus, aku capek dan mau tidur sebentar. “

Ibu Goldilocks meminta Goldilocks untuk ikut tiga beruang balik ke rumahnya. Ibunya menyuruh agar Goldilocks merapikan tempat tidur. “Jadilah anak yang bertanggung jawab.”

Ternyata famili beruang sangat baik padanya. Ibu beruang mengajarinya membikin bubur yang lezat. Anak beruang segera meminjamkan mainannya pada Goldilocks. Sekarang mereka bersahabat.  

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur singkat ini memberi pesan moral untuk berkewajiban atas kesalahan yang diperbuat.

6. Si Cerdik tudung merah

 Si tudung merah hari ini mendapat tugas mengantar mantel hangat untuk neneknya. Ia berkata, “Kali ini aku tak akan selesai di tengah jalan, bisa-bisa serigala datang menghalangiku.”

Meski si tudung merah berjalan dengan cepat, serigala statis bisa menemukannya. “Berjumpa lagi denganku, anak manis.”

Si tudung merah mengiba, “Oh serigala yang baik, tulangku sangat keras, Anda pasti tidak suka. “

Namun serigala terbahak-bahak. Ia tidak akan tertipu oleh si tudung merah. 

“Masa Anda tidak percaya gigi gerigimu tidak sanggup mengonyak tulangku, kecuali jika Anda mengasah gigimu?”

Mata serigala membulat “Mengasah?”

“Ya, aku tahu batu terbaik yang bisa membikin gigimu menjadi tajam. Ikuti aku, aku tidak akan lari.” Kata si tudung merah. 

Serigala pun setuju. Mereka sampai di tepi sungai.

Tudung merah menunjuk ke sebuah batu di dalam sungai. “Itu batunya, itu batu terbaik yang biasa dipakai para singa untuk mengasah gigi mereka. Kamu boleh meminjamnya, aku tunggu disini. Percayalah, aku tidak akan lari.” 

Tanpa pikir panjang, serigala melompat ke dalam sungai. Napasnya memburu saat upaya melawan arus yang deras. Serigala terus berenang dan berenang. Sampai akhirnya ia semakin ke tengah. Arus sungai semakin deras.

Serigala kehabisan tenaga dan terseret begitu saja. Akhirnya si tudung merah pun selamat dan dari serigala yang hendak memakannya. 

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak ini adalah kecerdasan dapat mengalahkan perbuatan jahat.

7. Jean dan Biji Kacang Ajaib

Suatu hari terjadi keributan kecil. “Wah cacing! aku membenci cacing!”

Jeanne adik sepupu cek memang tidak gemar cacing. Dan malangnya ada cacing yang diinjaknya seketika.

Tiba-tiba Jeanne melihat batiran kilau di tanah. “Apa ini? Sepertinya biji kacang, tapi kok hitam berkilau ya?”

Lalu biji itu ia tanam dengan sangat hati-hati. Namun tiba-tiba tanah di sekeliling mulai retak. Biji itu dengan cepat tumbuh menjadi tunas raksasa.

Anehnya, tunas itu tak tumbuh ke atas, melainkan ke arah bawah. Tunas itu terus tumbuh dan tumbuh. Membawa Jeanne ke kerajaan yang tidak pernah dibayangkan.

“Selamat datang anak manis,”suara halus menyapa. Jeanne terkejut. Ia bingung tempat apa ini.

“Aku ratu cacing, Anda sering membunuh rakyatku. Agar Anda mengerti penderitaan kami, aku akan mengubahmu menjadi cacing.” 

Dalam sekejap Jeanne berubah menjadi cacing besar. Dia mesti bekerja menggemburkan tanah. Jeanne merasa tidak sanggup berbuat pekerjaan tersebut. 

Sang ratu cacing pun tersenyum melihatnya. “Sekarang Anda tahu bahwa kami adalah buruh keras.”

Jeanne menyesal dan meminta ampun telah bersikap buruk. Karena ratu merasa Jeanne telah mendapat pelajaran, ia menyodorkan satu biji kacang berkilau kepadanya.

Awalnya Jeanne menolak, namun ratu cacing menyuruhnya untuk memakan, karena ini dapat membikin Jeanne pulang balik ke rumah. 

Jeanne awalnya ragu untuk memakan, sulit payah ia menolaknya. Kemudian tiba-tiba seluruh tanah bergetar.

Jeanne kembali, rasanya semua seperti mimpi. Lalu namun ia benar-benar menjadi seekor cacing. Lihat saja tubuhnya penuh kotor dengan tanah.

Sejak saat itu Jeanne tidak lagi semena-mena. Bagaimanapun, setiap makhluk hidup pasti membawa khasiat di sekitarnya. 

Pesan moral: pesan moral cerita singkat ini adalah tidak berbuat semena-mena terhadap sesama.

8. Eskroti

Di kota Borgia, ada sebuah toko es krim yang selalu ramai dikunjungi pada musim panas. Pemiliknya adalah Sorrentino, yang pandai mengolah seratus macam rasa es krim. 

Namun, ada yang berbeda tahun ini. Toko es krim yang biasa ramai itu tiba-tiba sepi.

Penyebabnya, ada toko roti milik Vecchio yang baru dibuka di ujung jalan. Sorrentino keheranan. Bukankah roti tidak bisa menghilangkan rasa haus di musim panas? Dia heran kenapa sebagian pelanggannya bergeser memberi roti.

Ketika Sorrentino menanyai pelanggan, rupanya kecuali haus, mereka juga sering merasa lapar karena berbuat banyak aktivitas di musim panas. Karena duit mereka tidak cukup, mereka terpaksa memilih antara membeli es krim maupun roti. 

Hal ini membikin Sorrentino memutar otak. Ia pun bergegas mendatangi toko roti milik Vecchio. Ia menawarkan untuk bekerjasama. Awalnya, Vecchio tidak tertarik dengan usulan itu.

Tetapi, Sorrentino dengan gigih menerangkan idenya kepada Vecchio hingga ia setuju. Sorrentino dan Vecchio pun menjual sesuatu yang belum pernah ada di kota Bogia, roti isi es krim! Mereka menyebutnya eskroti. 

Orang-orang menyambut dengan gembira. Akhirnya, mereka bisa membeli es krim dan roti sekaligus dengan harga yang sama. Rasa haus dan lapar pun hilang sekaligus.

Semakin lama, pembeli eskroti semakin banyak. Tidak cuma di musim panas, tetapi juga di musim-musim lainnya.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah kerja sama dan kecerdasan dapat menghasilkan solusi yang baik.

9. Pohon Karamel 

Putri Gia meraung-raung. Giginya sakit bukan main. Kata tabib istana, ia kebanyakan makan permen. Tabib itu menyarankan agar putri dia puasa permen dan tidak lupa menggosok gigi.

Namun putri Gia tidak peduli. Pada malam hari, ia diam-diam pergi ke dapur. Ia membikin permen karamel kesukaannya. Mulanya dia menyalakan api, kemudian mengaduk gula di dalam panci kecil. Tak durasi kemudian gula itu berubah lengket kecoklatan dan wanginya memenuhi dapur. 

Ratu Marya yang melihat hal tersebut berang dan meminta putri Gia membuang permen-permen itu. Putri Gia tidak berani membantah ibunya. 

Malam itu Gia cuma bisa bermimpi makan permen karamel yang lezat. Setelah berminggu-minggu berlalu, putri Gia uring-uringan karena tidak boleh memakan permen.

Suatu hari, saat terbangun dari tidur, dia mencium harum karamel di balik jendela. Ratu Marya muncul di kamarnya sambil tersenyum. “Selamat ulang tahun, Gia. Ibu punya pemberian istimewa untukmu. Ayo kita ke taman. Suasana taman tampak elok di musim gugur.” 

Ratu Marya memberikan pemberian untuk putri dia. Hadiah itu khusus didatangkan dari Jepang. Ratu Maria menunjuk pohon-pohon katsura yang tumbuh di taman. 

Putri Gia cemberut, “Aku tidak mau pohon, aku mau permen karamel.”

“Coba cium daun pohon itu, kau pasti suka,” usul Ratu Marya.

Saat putri dia mencium daun pohon katsura, itu rupanya wanginya harum karamel. Ia memejamkan mata. Mulutnya bergerak-gerak seolah sedang mengunyah permen karamel. Perutnya kenyang seperti telah melahap sekotak permen karamel. 

Kini putri dia tidak lagi uring-uringan. Setiap kali dia mau makan permen karamel, ia cukup mencium daun katsura sepuasnya tanpa perlu mengunyah dan tentunya tidak perlu cemas sakit gigi lagi.

Pesan moral: pesan moral dongeng anak singkat ini adalah jangan terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu.

10. Musim Semi Terlambat Bangun

Lagi-lagi musim semi terlambat bangun. Bunga-bunga jadi terlambat mekar. Waktu tanam benih gandum menjadi kacau. Hujan musim semi tak kunjung turun. Alam menjadi kacau balau.

Kelakuan musim semi membikin musim dingin marah. Dia yang seharusnya sudah undur diri mesti statis bertetap karena musim semi tak muncul juga. Musim dingin berang dan mengatakan jika musim semi tidak bertanggung jawab.

Musim semi malah menguap, “Jangan marah-marah dong, aku kan sudah bangun. Sudahlah kini giliranmu beristirahat.”

Musim semi pun mulai berbuat tugasnya. Selagi bertugas, dia menerima sepucuk surat. Setelah membuka isi surat, dia terkejut karena surat itu berisi peringatan dari dewan tertinggi musim-musim.

Jika tahun depan musim semi statis terlambat bangun, gelarnya akan dicabut dan diganti menjadi musim bebek bertelur. 

Musim semi pun panik, dia segera mengadu ke musim dingin yang sedang beristirahat. Dia meminta tolong agar dirinya tidak bangun terlambat lagi.

Meskipun kesal, musim dingin sebenarnya tidak tega. Jika gelar temannya dicabut, Ia pun menyarankan musim semi untuk menggunakan sesuatu untuk membangunkannya tidur, seperti yang dipakai para manusia. 

Musim dingin pun bergegas pergi, kemudian ia melihat sebuah barang aneh. “Jika waktu tidur mau tiba, pasanglah barang ini di samping tempat tidurmu,” pesannya pada musim semi. 

Berbulan-bulan berlalu tiba saatnya musim semi untuk tidur, namun sebelum tidur, dia memasang terlebih dahulu barang pemberian musim dingin. Dan benar saja, saat tiba waktunya bangun, barang ganjil itu berteriak menyaring, wujudnya seperti panci dipukul berkali-kali.

Musim semi terkejut dan melompat bangun. “Terima kasih, jam beker yang hebat.” Dia tersenyum dan bergegas berbuat tugasnya.

11. Lemari Pendingin Pierre Milou

Pierre Milou, si jurumasak istana sedang bingung. Dia teringat musim dingin tahun kemudian saat anginbesar salju melanda daerah kerajaan La Roche. Berminggu-minggu, daerah kerajaan dikepung tumpukan salju. 

Sehingga tidak ada seorang pun yang bisa keluar masuk kerajaan. Akibatnya, kerajaan La Roche mengalami kesulitan pangan.

Persediaan makanan menipis laba saja sebelum jatuh korban batin anginbesar salju berlalu. Kerajaan La Roche terhindar dari bencana. 

Pierre Milou melihat keluar jendela. Bagaimana jika anginbesar salju datang lagi di musim dingin ini? Sebagai jurumasak Istana, ia berkewajiban mengamankan cadangan makanan penduduk kerajaan La Roche di musim dingin. 

Ia sudah memesan cadangan makanan dalam jumlah besar. Ada daging sapi, daging ayam, telur, mentega, minyak, zaitun, sayur-sayuran, dan statis banyak lagi.

Sebagian bahan makanan seperti minyak, zaitun, madu, tepung, gula, dan garam dapat bertetap lama. Sebagian daging dan ikan juga bisa diasap agar tahan lama. 

Namun sepertiapa dengan daging dan ikan mentah, juga sayur-sayuran dan buah-buahan? Jika tidak disimpan dengan baik, makanan-makanan itu akan busuk.

Bisa-bisa jika anginbesar salju terjadi lama, penduduk kerajaan La Roche akan kekurangan pangan. Koki istana itu pun menggaruk-garuk kepala. Ia memandangi salju, dan tiba-tiba ia mendapatkan sebuah ide.

Pierre Milou segera memerintahkan pengawal istana membagikan cadangan makanan pada penduduk. Penduduk diwajibkan menggali lubang di halaman rumah masing-masing. Bahan makanan yang cepat rusak mesti disimpan di lubang itu, kemudian semuanya ditimbun dengan tumpukan salju.

Benar saja, ketika anginbesar salju terjadi lama, penduduk tidak lagi kelaparan. Bahan makanan mereka tersimpan awet di dalam “lemari pendingin” hasil pemikiran jurumasak Pierre Milou. 

Pesan moral: Pesan moral dari cerita dongeng ini adalah kepedulian dan tanggung jawab diperlukan dalam mengatasi permasalahan.

12. Danau Menolak Beku 

Danau biru berseru kepada angin dingin jika ia tidak mau membeku pada musim dingin. Namun, angin dingin gusar. Semua telaga tentu akan membeku pada musim dingin. 

Danau biru mengancam, “Jika kau menolak permintaanku, aku akan membalikan perahu-perahu yang berlayar di danauku.” 

Angin dingin tak berani membantah. Ketika musim dingin tiba, ia menyingkir dari dekat telaga biru.

Danau biru statis hangat dan airnya tak membeku seperti danau-danau lainnya. Pada suatu siang, anak-anak melewati telaga biru. Mereka heran kenapa telaga biru tidak beku.

Danau biru tersenyum bangga. Ia percaya anak-anak itu akan segera bermain bersama. Anak-anak itu berbincang sepertiapa metode menghabiskan waktu di telaga biru tersebut.

Ada yang mengajukan untuk berenang. Tetapi musim panas yang kemudian mereka sudah berenang sepuasnya. Sekarang bukan saatnya berenang.

“Sekarang saatnya bermain di atas es,” ucap salah satu anak itu. 

Mereka meninggalkan telaga biru dan bergegas menuju sebuah telaga membeku di dekat situ. Mereka bermain sepuasnya di atas telaga beku.

Suara tawa dan teriakan mereka terdengar hingga ke telaga biru. Danau iri  dan berteriak marah. “Angin dingin, aku mau membeku agar anak-anak itu mau bermain bersamaku.” 

Angin dingin datang sambil melotot. “Sudah terlambat. Kalau mau membeku, tunggu musim dingin tahun depan.”

Apa boleh buat, pada musim dingin tahun ini telaga biru melamun sendirian menyaksikan anak-anak bermain di atas telaga lainnya. 

Pesan moral: dongeng sebelum tidur singkat ini memberi pesan moral untuk tidak menyalahi takdir yang sudah seharusnya terjadi untuk kita.

13. Wisata musim dingin bidadari.

Empat bidadari meluncur turun ke bumi berbareng butiran salju. Mereka mau menikmati musim dingin dan berenang di danau. Namun mereka terkejut saat tiba di danau.

Air telaga telah membeku seperti es batu. Permukaan telaga kelihatan keras dan mengkilap. Mereka pun kecewa dan memutuskan untuk pulang.

Saat bersiap pulang, serombongan anak berjalan menuju danau. Masing-masing menenteng sepatu aneh. Tapaknya dipasang besi tajam mirip sebilah pisau.

Anak-anak itu mengganti sepatu bot mereka dengan sepatu ganjil dan meluncur di atas danau. Gerakan mereka begitu lincah. Ada yang meluncur lurus dan menyamping.

Ada pula yang meloncat dan berputar seperti gasing. Para bidadari itu kagum melihat anak-anak itu. Mereka seperti penari-penari yang hebat.

Seorang anak menyapa bidadari itu. “Kalian mau ikut bermain seluncur es?”

Empat bidadari mengangguk. “Ajari kami, ya?”

Anak itu tersenyum. “Kalian membawa sepatu seluncur?” Empat bidadari menggeleng.

Anak itu segera memanggil teman-temannya. Sebagian dari mereka meminjamkan sepatu luncur untuk empat bidadari. Dan sebagian lain mengajarkan metode berseluncur di atas es.

Meskipun awalnya kesulitan, keempat bidadari akhirnya dapat berseluncur dengan baik di atas telaga es. Empat bidadari tertawa gembira. Wisata musim dingin kali ini benar-benar luar biasa.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur bidadari ini memberikan pesan moral pertemanan yang manis terbentuk dari kepedulian dan tolong menolong.

14. Pencuri di musim semi

Nona Zabela sedang merias diri di kamar. Sesekali ia melihat keluar jendela.

Ia semangat melihat musim semi yang benar-benar menyenangkan. 

Nona Zabela kemudian membuka kotak perhiasan. Ia memungut sebuah jepit rambut perak dan menyematkannya di rambut. Usai berdandan, dia melenggang menuju luar rumah. Ia akan meminum teh berbareng sahabatnya. 

Ketika Nona Zabela pulang ke rumah, Ia terbelalak. Jendela bilik terbuka. Ia memeriksa perhiasannya yang terbuka. Ternyata cincin kecubung dan kalung mutiaranya hilang.

“Pencuri!” teriak Nona Zabela.

Pak Dimitri, si penjaga rumah. datang tergopoh-gopoh. Ia bertanya ada apa yang terjadi.

Nona Zabela menceritakan bahwa ada pencuri yang masuk ke kamarnya dan memungut perhiasannya. Pak Dimitri mengerutkan dahi, ia tidak melihat siapapun.

Nona Zabela menunjuk jendela. Pencuri itu pasti masuk lewat jendela. 

“Tapi jendela ini begitu tinggi. Bukankah bilik ini terletak di lantai atas? Tidak mungkin pencuri masuk.”

Pak Dimitri statis tidak percaya ada pencuri yang masuk. Nona Zabela menatap tajam Pak Dimitri. “Atau mungkin kau?”

Pak Dimitri tidak terima karena Nona Zabela menuduhnya. Pak Dimitri menghela nafas. Dia memeriksa jendela kemudian melihat keluar jendela. Burung-burung murai berkicau ramai di cabang pohon. 

Pak Dimitri bergegas keluar rumah. Tak durasi dia balik dengan cincin kecubung dan kalung mutiara milik Nona Zabela. 

“Lain kali jangan lupa menutup jendela. Nona Zabela. Di musim semi ada banyak burung murai. Mereka gemar memungut barang berkilauan.”

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah sebaiknya mencari tahu suatu perkara terlebih dahulu dan  tidak cepat menyalahkan orang atas kemalangan yang terjadi.

15. Emma dan Daun Bunga Leverna

Emma dan Shasa  adalah ilmuwan terkenal. Keduanya berkawan namun Shasa diam-diam membenci Emma karena inovasi Emma selalu berhasil.  Shasa memutuskan untuk menjebak Emma.

Ia membikin berita bahwa ada pandemi ganjil di desa kerabat Emma. "Saat perjalanan ke sini, tidak sengaja aku mendengar peminta-minta berbincang-bincang tentang desa saudaramu," kata Shasa. Emma berupaya mencari racikan penawar pandemi itu.

Saat di perjalanan, peminta-minta itu juga mengatakan bahwa obat penawar pandemi ganjil itu adalah daun bunga levera yang ada di Gunung Biru. Emma pun bergegas kesana.

Ketika sampai di kaki gunung tersebut, dia berjumpa seorang peri. Ia sempat bertanya karena Emma pergi ke Gunung Biru. "Saya mau membikin obat untuk dean saudaraku," jawab Emma.

Setelah 3 hari 3 malam berjalan, akhirnya sampailah dia di puncak Gunung Biru. Emma akhirnya menemukan daun bunga levera itu. Emma bergegas balik ke kota dan segera membikin obat untuk saudaranya.

Setelah obat itu jadi, dia bergegas menuju desa saudaranya. Saat sampai, saudaranya bertanya, "Kenapa Anda ke sini?" Emma kemudian sadar  isu pandemi ganjil itu cuma rekayasa. Semua ini adalah tipuan jahat Shasa.

Pesan moral: Pesan moral dari dongeng singkat adalah pandemi iri hati dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

15 Dongeng sebelum tidur romantis untuk mengajarkan kasih sayang ke anak

Dongeng sebelum tidur romantis bisa Bunda ceritakan kepada Si Kecil untuk mengajarkan kasih sayang.  Jenis cerita dongeng ini biasanya menyoroti hubungan antara orang tua dan anak, kisah sahabat, maupun tentang pangeran dan putri yang menemukan cinta sejati.

Berikut ini dongeng sebelum tidur romantis yang dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Anak penerbit Stiletto, Kumpulan Dongeng 4 Musim penerbit Bhuana Ilmu Populer, Dongeng 365 Hari oleh Emmy Soekresno, Kumpulan Terbaik Dongeng dan Mantra oleh Pembangun Karakter Mulia, dan Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, & Menggelitik penerbit Bhuana Ilmu Populer.

1. Putri Mini dan Sang Pangeran 

Putri Qimimara terlahir bertubuh kecil karena seorang penyihir mengutuknya. Penyihir itu iiri kepada raja dan ratu.

Ia cuma sebesar jari kelingking dan tidak ada yang tahu metode menyembuhkan kutukan penyihir tersebut. Putri Qimimara dijuluki sebagai Putri Mini karena tubuhnya yang membelah. Tidak ada satu pun kawan Putri yang mau menjadi temannya.

Bahkan Pangeran pun tidak mau menari dengannya. Meski begitu Putri Mini selalu riang. Dia sering bermain dengan para fauna di taman istana.

Suatu hari saat ia sedang menikmati harum bunga di hutan istana terdengar seorang mengarang kesakitan. Putri Mini segera menaiki seekor capung dan mencari sumber bunyi tersebut. Ternyata seorang muda terkapar kesakitan.

Putri Mini pun meminta capung hingga di rerumputan. Pemuda itu terkejut melihat kedatangan Putri Mini. Ia belum pernah melihat manusia sekecil itu.

Aku Putri Mini, tenanglah aku akan menolongmu. Putri Mini dengan awas memeriksa luka di kaki pemuda itu. Dia meminta para fauna sahabatnya untuk mencari beragam dedaunan yang akan dibuat menjadi ramuan.

Si pemuda kesakitan saat Putri Mini menempelkan tumbuhan ke lukanya. Putri Mini pun menghiburnya dengan cerita-cerita lucu. Pemuda itu tertawa mendengarnya.

Ia belum pernah berbincang dengan perempuan secerdas Putri Mini. Pemuda itu pun bertanya tempat tinggal Putri Mini dan Putri Mini menunjuk istana di kejauhan. Pemuda itu meminta untuk mengunjungi Putri Mini suatu saat.

Esok harinya saat Putri Mini sedang menikmati matahari pagi, terdengar derap cara kuda selesai di gerbang istana. Ia terkejut melihat pemuda yang ditolongnya mengenakan baju yang mewah. Ternyata pemuda yang ia tolong adalah seorang pangeran.

Aku adalah pangeran Theodore dari istana Deorgia. Aku kemari mau menemuimu. Pangeran Theodore jatuh hati kepada Putri Mini.

Ia bertanya apakah Putri Mini mau menjadi istrinya. Putri Mini mengangguk perlahan dan tiba-tiba ada cahaya berpendar mengelilinginya. Ukuran tubuh Putri Mini membesar hingga ukuran normal.

Ternyata kutukan sang penyair telah patah karena Putri Mini telah menemukan cinta sejati dari sang pangeran. Ia sangat bahagia. Pesta pernikahan pun dilangsungkan sangat meriah. Putri Mini dan sang pangeran hidup bahagia.

Pesan moral: pesan moral dari  dongeng sebelum tidur romantis ini adalah bagiankecil terpenting dari cinta sejati adalah ketulusan.

2. Putri Raja Midas Jadi Emas

Berkat racikan dari Raja Bacchus, semua yang disentuh Raja Midas berubah menjadi emas. Saat ia menyentuh gelas, gelasnya juga berubah menjadi emas. Saat membuka pintu, pintunya berubah menjadi emas.

Raja Midas bahagia sekali. Aku adalah raja terkaya di muka bumi. Awalnya Raja Midas bersukaria, namun kehilangannya sirna setelah putrinya datang dan Raja Midas memeluknya.

Tentu saja putrinya juga berubah menjadi emas!

Raja Midas kebingungan. Ia mencari bantuan, tetapi tidak ada yang membantu.

Dewa Bacchus sudah pulang ke langit. Ia pun meminta kepada peri yang dahulu menolong Cinderella. 

“Ubahlah putriku balik menjadi manusia,” pintanya.

Peri menggeleng. ‘Percuma, pukul 12 kelak ia akan balik menjadi emas.”

Ia pun menemui Aladin dan meminjam lampu ajaib. Namun Aladin tidak bisa membantu karena ia telah menghabiskan tiga permohonannya. 

Raja Midas pun pulang dengan emosi yang kacau. Ia memeluk patung emas putrinya sambil menangis.

“Aku mencintaimu putriku kembalilah ke bentuk asalmu.  Aku rela semua emas ini lenyap. Asalkan putriku kembali,”

Ajaib! Sang putri balik menjadi manusia. Air mata dan ucapan cinta dari ayahnya telah mengalahkan racikan Dewa Bacchus. 

Seluruh emas di istana lenyap. Namun Raja Midas tidak peduli. Yang terpenting adalah putrinya yang lebih bermutu daripada emas di seluruh dunia.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur romantis ini memberi pesan moral bahwa orang tersayang lebih bermutu dari emas maupun berlian.

3. Si Buruk Rupa Belajar Mencintai.

Bella dan pangeran buruk rupa hidup berbahagia di Kastel yang megah. Namun, ada satu hal yang membikin mereka bersedih. Mereka sudah bertahun-tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak.

Suatu hari pada hujan badai, ada seorang buyut yang mengetuk pintu kastil mereka dan meminta untuk berteduh. Sang pangeran berbisik kepada Bella. “Itu buyut yang sama yang dahulu mengutukku menjadi makhluk buruk rupa.”

Namun, Bella menyambut buyut itu dengan baik hati. Ia terlebihlagi menyeduhkan coklat panas dan menghidangkan kue-kue manis. 

Nenek itu langsung menghalus perut Bella. “Sebentar lagi, Anda akan punya bayi,” katanya. 

Nenek itu benar. Tak durasi kemudian, Bella hamil. Pangeran pun senang.

Namun, ketika bayi itu lahir, wajahnya persis seperti sang pangeran saat dikutuk. Bayi lelaki Bella berparas buruk.

Ternyata buyut itu adalah peri sakti. “Mengapa buyut itu begitu kejam? Dia memberi kita bayi buruk rupa,” teriak pangeran marah.

Berbeda dengan pangeran buruk rupa, Bella sangat mengasihi bayi itu. Meskipun bayi itu berambut bersiung dan berbadan besar, Bella sama sekali tidak kecewa. 

Bayi itu kini tumbuh menjadi anak lelaki yang ceria. Ia bermain sangat lincah dan gemar bermain di halaman kastil.

Ia juga memiliki banyak teman. Sayangnya, pangeran buruk rupa tidak mau bermain dengan anaknya.

Ia lebih sibuk memikirkan sepertiapa metode untuk menemukan buyut itu dan membatalkan kutukan. Sang pangeran mengabaikan putranya sendiri.

Bella berulang kali menasihati pangeran, tapi dia tidak menggubris perkataan Bella. “Mana mungkin aku menyayangi mahluk berbentuk mengerikan seperti itu. Aku mau dia seperti anak-anak lain,” ujarnya sedih. 

Bella tersenyum, “Bukankah Anda dahulu juga sama buruknya seperti itu? Aku statis menyayangimu tanpa melihat wujudnya. Sekarang kenapa Anda berduka melihat wajah anak kita yang buruk?”

Tiba-tiba anak mereka berlari masuk. Anak Bella meminta ayahnya untuk mengambilkan bola yang terlempar sampai ke menara.

“Menendang bola sampai ke menara? Kamu kuat seperti ayah,” Bella mengelus imam anaknya.

Bella melihat pangeran dengan penuh kasih sayang. Akhirnya pangeran buruk rupa pun tersenyum.

Anak laki-lakinya digendong di punggung. “Ayo ambil bolamu.” Anak itu bertepuk gembira. 

Saat pangeran dan anaknya balik bermain bola di kastil, tiba-tiba buyut itu muncul kembali. Dia mengubah anak buruk rupa itu menjadi anak yang tampan. 

“Kamu sudah membuktikan kasih sayangmu yang ikhlas pada anakmu. Pesanku sayangilah dia selalu, apapun yang terjadi.” 

Nenek itu pun menghilang. Sekarang famili kecil itu hidup bahagia. 

Pesan moral: Cerita dongeng sebelum tidur ini memberi pesan moral bahwa cinta yang ikhlas dapat menghancurkan kutukan.

4. Ogre Membongkar Rahasia.

Setelah berhasil mengelabui ogre, kucing bersepatu bot pun menguasai kastilnya.

Ia mempersilahkan raja dan keluarganya untuk bertandang. Sementara itu, si pemuda majikannya diberinya gelar Marquis of Carrabas.

Raja bahagia melihat kesopanan Marquis of Carrabas. Putrinya terlebihlagi jatuh cinta dengan pemuda itu. Raja memutuskan akan menikahkan putrinya dengan pemuda itu.

“Apa? Mereka akan menikah? Tapi dia bukan bangsawan. Ini kastilku. Aku pemiliknya.” Seru Ogre di dalam perut kucing bersepatu bot. 

Ogre yang kini berbentuk tikus itu menendang, menggigit, dan menggelitik perut si kucing. Si kucing tersedak.

Si Ogre mencelat keluar. Dalam sekejap, ia berubah menjadi bentuk asalnya sebagai raksasa hijau. “Kalian semua ditipu! Dia bukanlah bangsawan. Gelar Marquis of Carrabas itu palsu. Aku pemilik kastel ini,” katanya dengan bunyi menggelegar.

Lalu Ogre menatap sang putri. “Salam. Bolehkah aku berkenalan denganmu?” 

Raja pun bertanya kepada pemuda itu. “Sebenarnya siapakah dia?”

Pemuda itu menunduk, kemudian menerangkan dirinya yang sebenarnya. Dia juga menceritakan tentang kucing bersepatu bot warisan ayahnya.

“Maafkan aku, Raja. Aku tidak bermaksud menipumu. Namun aku sudah durasi jatuh cinta pada putrimu. Dan kucing bersepatu bot ini cuma beriktikad membantuku. Jika ada yang mesti dihukum, akulah orangnya. Jangan kucing itu. 

Namun Raja dan putri tidak marah. Putri berkata bahwa ia tidak menginginkan pemuda kaya. Ia cuma mau seorang pemuda yang baik hati.

Raja mengangguk. “Kejujuranmu jauh lebih krusial daripada kekayaanmu.”

Namun Ogre tidak terima. Ia merasa ia cocok menjadi menantu Sang Raja. Sang Raja terkekeh. “Ogre, Anda bisa berjumpa Ogre-Ogre lain dari seluruh bumi di pesta nanti. Siapa tahu ada Ogre cantik yang mau jadi istrimu.”

Akhirnya pemuda itu menikah dengan putri Raja. Dan mereka hidup ceria selamanya. 

Pesan moral: Pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah kebaikan hati dan kejujuran lebih utama dibandingkan kemewahan.

5. Mirabella dan Nyanyian Pangeran

Bertahun-tahun Cinderella hidup ceria dalam istana. Kini ia kian menua. Iia meminta anak perempuannya Mirabella untuk segera menikah. Mirabella setuju.

Ia akan mencari calon suami sendiri, tetapi bukan dengan pesta dansa. Namun dengan kontes suara. 

Ketika malam yang dinanti tiba, banyak pangeran dari beragam kerajaan datang dengan kereta kencana. Mereka semua menikmati hidangan dan musik istana.

Setiap pemuda wajib berbicara dengan Mirabella, namun tidak ada yang membuatnya terpesona. Meskipun ada juga yang berupaya bernyanyi untuknya. Mirabella pun sadar bahwa mencari calon suami tidak semudah yang ia kira.

Namun statis ada seseorang yang menunggu Mirabella. Brak! Pintu terbuka. Seorang pemuda turun dari tangga dan menghampirinya. Mirabella terpana. 

Pemuda itu menyapanya dengan semangat, “Mirabella ikut aku. Aku punya sebuah lagu,” katanya sambil berlari ke luar istana. 

Pemuda itu pun mulai bernyanyi dengan penuh semangat. Mirabella terpana melihat para fauna ikut bernyanyi berbareng pangeran tersebut. Sungguh melodi yang indah. 

Namun ketika lonceng istana berdentang dua belas kali, pemuda itu langsung buru-buru pergi berlari meninggalkan Mirabella.

Mirabella sedih karena ia belum tahu nama pangeran tersebut. Mirabella menangis tersedu. Ia menelusuri taman, tetapi tidak ada satupun barang milik pemuda itu yang tertinggal.

“Tenang anakku, aku akan mengutus prajurit untuk mencari ke setiap rumah warga. Apakah Anda ingat lirik lagunya? Catatlah siapa tahu itu bisa membantu,” hibur Cinderella.

Keesokan harinya Mirabella pergi menelusuri rumah-rumah warga. Para pemuda bernyanyi untuknya satu persatu. Namun mereka bukan pemuda yang Mirabella cari.

Dia pun memutuskan untuk balik ke istana. Saat mereka melewati hutan, roda kereta terantuk batu. Ini membikin kuda-kuda yang menariknya bergeser tak menentu. Mirabella pun terlempar ke semak-semak. 

“Kamu baik-baik saja?” seorang pemuda ganteng berpakaian lusuh menolongnya.

Mirabella tak mengenali sosok si pemuda, tetapi Mirabella mengenali bunyi itu. “k k k-kamu pemuda di taman itu?” tanya Mirabella tergagap. Pemuda itu pun tersenyum. 

“Kenapa Anda lari? Aku mencarimu kemana-mana,” tanya Mirabella.

Belum sempat si pemuda itu menjawab. Tiba-tiba datang ibu peri yang dahulu menolong ibunya, Cinderella. Ternyata ini adalah perbuatan peri tersebut.

“Pemuda ini hanyalah pelacak kayu bakar, namun hatinya seperti berlian yang memesona. Sekarang bawalah dia ke istana karena dialah pangeran yang tepat untukmu,” kata ibu peri. 

Mirabella pun membujuk pemuda sederhana itu ke istana. Mereka pun akhirnya hidup ceria selamanya. 

Pesan moral: Pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah seseorang yang mencintai dengan ikhlas akan melihat orang yang disayanginya tampak sempurna tanpa perlu mengubah apapun.

6. Persahabatan Singa dan Tikus Sejak 

Tikus pernah membebaskan singa dari perangkap pemburu, sehingga Singa selalu membujuk tikus kemanapun dia pergi. Mereka menjadi sahabat yang tidak terpisahkan.

Suatu hari tikus kangen pulang ke rumahnya di kampung tikus. Singa pun berinisiatif untuk mengantar tikus. Tikus duduk di punggung singa. Mereka berdua menuju kampung tikus. 

“Tolong, tolong!” teriak tikus-tikus mereka kocar-kacir melihat singa besar mendatangi kampung mereka. 

Dalam sekejap kampung tikus sunyi, para tikus menyelinap di bawah tanah. Rupanya mereka takut kepada singa. 

Tikus menyuruh singa untuk balik ke hutan. Meskipun sedih, singa pun menurut. Ia meninggalkan tikus. 

Seluruh penduduk tikus ketakutan. Mereka pun mulai bertanya. “Apa yang Anda lakukan membawa singa ke kampung kita?” Seru ketua tikus. 

“Dia akan memangsa kita semua,”  tikus yang lain bergidik.

Namun, tikus menggeleng. Singa itu adalah sahabatnya dan dia tidak akan memakan tikus. Namun, para tikus tidak percaya dan menyuruh tikus berjaga-jaga karena singa itu fauna buas.

“Teman-temanku benar. Singa adalah fauna buas. Kalau dia lapar dan tidak menemukan makanan lain, dia bisa saja memaksaku,” tikus membenarkan ucapan teman-temannya. 

Sejak saat itu, tikus menjauhi singa. Singa yang tidak tahu karena tikus menjauhinya pun sedih. Ia pun tidak tahan lagi. 

Singa mencegat tikus. Dicengkramnya tubuh tikus dan diangkatnya tepat di hadapannya, “Kenapa Anda menjauhiku?” Matanya membesar dan kelihatan horor karena marah.

Tikus gemetar. Namun, dia memutuskan untuk berterus terang. Ia menerangkan ketakutannya pada singa. Pelan-pelan singa pun melepaskan cengkramannya. 

Ia sedih karena tikus tidak mempercayai singa. Padahal dahulu singa pernah menyelamatkan tikus.

Tikus berkata, “Tapi Anda fauna buas. Singa dan tikus tak mungkin bersahabat.” 

“Aku tak bisa memangsamu. Namun ingatlah, meski kita tak lagi bersahabat, aku tak akan pernah memakanmu. Itu janjiku,” kata singa.

Tiba-tiba, tikus merasa malu. Singa ikhlas berkarib dengannya. Mengapa dia malah meragukannya? 

Tikus pun menyesal. Akhirnya ia meminta ampun dan mempercayai singa lagi. Sejak itu, mereka berdua balik menjadi sahabat yang tidak terpisahkan. 

Pesan moral: pesan moral dari dongeng ini adalah kepercayaan adalah hal yang krusial dalam persahabatan.

7. Kucing jadi Ratu

Raja Kashmir sudah durasi mau punya anak. Ia sampai menakut-nakuti istri-istrinya agar segera memberinya keturunan, maupun mereka akan diusir dari istana.

Para istri Raja Kashmir pun berdoa kepada Dewa Shiwa agar diberi anak, namun doa itu belum juga dikabulkan. Akhirnya mereka menyusun siasat untuk mengelabui sang raja. Kebetulan saat itu ada seekor kucing yang baru saja melahirkan banyak anak, mereka pun menyebarkan berita bahwa telah lahir seorang putri.

Raja Kashmir sangat bahagia mendengar berita itu. Namun para istri berkata bahwa raja tidak diperbolehkan melihat putrinya sampai sang putri menikah, sesuai "pesan dewa" yang mereka karang. Raja pun percaya begitu saja.

Bertahun-tahun berlalu, dan tibalah waktunya bagi Raja Kashmir untuk menikahkan putrinya. Seorang pangeran yang baik dan ganteng pun dipilih sebagai calon suami. Karena takut ketidakjujuran mereka terbongkar, para istri raja diam-diam menemui sang pangeran dan menerangkan bahwa putri raja sebenarnya adalah seekor kucing.

Hari pernikahan pun tiba. Sang pangeran statis merawat kucing itu dengan baik dan menguncinya di dalam kamar. Namun ibu sang pangeran penasaran dengan menantunya dan memanggilnya untuk keluar kamar. 

Mendengar itu, kucing menangis seperti manusia, dan tangisannya terdengar oleh Dewi Parwati, istri Dewa Shiwa. Dewi Parwati pun meminta suaminya menolong si kucing. 

Dewa Shiwa memberikan minyak khusus yang bisa mengubah kucing menjadi manusia, dan setelah dioleskan, kucing itu pun berubah menjadi perempuan yang sangat cantik.

Ketika sang pangeran masuk ke kamar, ia kaget sekaligus ceria melihat istrinya kini menjelma menjadi perempuan cantik. Ia pun langsung mengajaknya menemui Raja Kashmir. 

Sang raja begitu ceria melihat putrinya, dan para istri raja akhirnya bisa bernapas lega karena rahasia mereka statis terjaga. Sejak saat itu, mereka semua hidup ceria selamanya.

Pesan moral: pesan moral dari  dongeng sebelum tidur ini adalah cinta yang ikhlas akan mendatangkan kebahagiaan yang tak terkira.

8. Obat Kangen Nenek Lottie

Pangeran Olivier sedang melukis ekor kuda di atas kanvas. Ia bertanya kepada Nenek Lottie yang sedang duduk di teras. “Baguskah lukisanku, Nek?”

Nenek Lottie tidak menjawab. Pandangannya lurus dan jauh. Pangeran Olivier menyentuh bahu neneknya. “Nenek melamun?”

Nenek Lottie menghela nafas. Sepasang matanya basah. “Aku kangen pada kota Fleur. Terlebih di musim gugur seperti ini.” 

Pangeran Olivier ingat ia pernah mendatangi ke kota kecil itu saat musim gugur. Warna-warni kuning, jingga, dan merah di daunan terpantul di air telaga yang tenang. Ada juga ladang-ladang yang dipenuhi dengan labu-labu kuning yang siap dipanen. Angin semilir membawa harum pai labu, selai apel, dan roti panggang. Tak heran Nenek Lottie betah tinggal di sana.

Namun, tiga bulan yang lalu, Raja Benoit, bapak Pangeran Olivier, membujuk neneknya yang sudah tua tinggal berbareng mereka. Sebenarnya, Nenek Lottie tidak keberatan. Namun, ia sering merindukan Fleur.

Pangeran Olivier berniat membikin neneknya betah di istana. Suatu hari, ia berkata kepada seluruh istana untuk tidak mengganggunya di bilik selama beberapa hari. Semua orang gelisah dengan tingkah Pangeran Olivier.

Namun, pada hari keempat, sang Pangeran keluar dari kamar. Seisi istana merasa takjub. Ia menenteng sebuah lukisan besar.

Lukisan Fleur di musim gugur yang dipenuhi daun-daun berwarna kuning, merah, dan jingga. Daun bening berkilauan, labu-labu kuning terhampar di ladang yang luas. Begitu indah, begitu hidup dan nyata.

Lukisan itu ia berikan kepada Nenek Lottie. Nenek Lottie sangat kagum dengan lukisan itu. Kini setiap merindukan kota Fleur, Nenek Lottie akan memandangi lukisan tersebut.

Kesedihannya perlahan-lahan hilang. Lukisan itu telah menjadi obat kangen teristimewa bagi Nenek Lottie. 

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak ini adalah kita bisa meringankan kesedihan orang tersayang dengan kapasitas yang kita miliki.

9. Dongeng Princess Rapunzel

Rapunzel adalah seorang gadis yang rambutnya sangat panjang berwarna keemasan. Ia tinggal di menara tinggi dan dibesarkan oleh seorang penyihir jahat yang menculiknya sejak bayi.

Menara tempat Rapunzel tinggal tidak memiliki pintu maupun tangga, cuma jendela di puncak. Setiap kali penyihir mau masuk, ia akan meminta Rapunzel menjulurkan rambutnya agar sang penyihir bisa memanjat.

Rapunzel tumbuh menjadi gadis cantik dan baik hati, namun ia merasa kesepian. Sepanjang hari ia menghabiskan hari-harinya bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan fauna hutan yang menjadi temannya. 

Suatu hari, seorang pangeran yang sedang berkuda di hutan mendengar suaranya yang indah. Ia mengikuti nyanyian itu hingga menemukan menara Rapunzel. Mereka saling memperkenalkan diri dan berbincang dari jendela menara. 

Sejak hari itu, pangeran datang setiap hari untuk menemuinya. Mereka pun jatuh cinta dan berencana melarikan diri. Setiap kali datang, sang pangeran membawa sehelai kain sutra agar Rapunzel bisa membikin tangga.

Namun suatu hari, tanpa sengaja Rapunzel mengatakan nama pangeran di depan penyihir. Sang penyihir berang besar, memotong rambut Rapunzel, dan membuangnya jauh ke hutan. 

Saat pangeran datang malam itu, penyihir menjulurkan rambut palsu Rapunzel. Begitu pangeran memanjat, ia terkejut melihat penyihir dan terjatuh ke semak berduri. Matanya terluka dan ia menjadi buta.

Selama bertahun-tahun, pangeran berkelana mencari Rapunzel. Hingga suatu hari, ia mendengar bunyi nyanyian yang tak asing. Ia mengikuti bunyi itu dan menemukan Rapunzel. Gadis itu meneteskan air mata bahagia, dan ajaibnya, air matanya menyembuhkan mata sang pangeran. Mereka pun balik ke kerajaan dan hidup ceria bersama.

Pesan moral: Dari dongeng sebelum tidur tentang princess Rapunzel, kita dapat belajar bahwa cinta yang ikhlas dapat mengalahkan kejahatan.

10. Gadis Cantik dan Pangeran

Dahulu kala, hiduplah seorang gadis cantik disebut Sarah. Ia tinggal berbareng bapak dan ibu tirinya. Sayangnya, ibu tirinya adalah orang yang sombong dan mementingkan diri sendiri. Ia sangat membenci Sarah karena sang bapak lebih memperhatikan Sarah dibanding dirinya.

Suatu hari, saat bapak Sarah sedang pergi ke luar kota, ibu tiri memukuli Sarah dan mengusirnya dari rumah. Dengan sedih, Sarah pun pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan tentang ibunya yang sudah meninggal. Ia berjalan terus tanpa tahu mesti ke mana.

Di pinggir hutan, Sarah menemukan sebuah ladang melon. Karena lapar, ia memetik dan memakan sebutir melon. Saat itu, ia melihat ada melon yang sangat besar. Ia pun membelahnya menjadi dua, mengeluarkan isinya, kemudian tinggal di dalamnya. Malam harinya, ia menutup melon itu dan tidur nyenyak di dalam sana.

Suatu hari, seorang pangeran dan rombongannya lewat di ladang melon tersebut. Pangeran melihat melon besar itu dan menyuruh pembantunya membelahnya. Namun begitu hendak dibelah, terdengar bunyi dari dalam, "Jangan belah aku!" Ternyata itu bunyi Sarah.

Pangeran dan rombongannya sangat terkejut. "Siapa engkau? Keluarlah, jangan takut!" kata sang pangeran. Sarah pun keluar dari dalam melon, dan pangeran langsung terpukau melihat kecantikannya. Ia pun membawa Sarah ke istana dan menikahinya. Sejak saat itu, Sarah hidup ceria berbareng sang pangeran.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur romantis ini memberikan pesan moral agar statis berbuat baik karena kebaikan itu suatu hari akan balik kepada kita dalam bentuk kebahagiaan. 

11. Cerita Keluarga Hewan

Ada sebuah famili fauna yang hidup sejahtera. Mereka adalah Gagak, Kura-Kura, Tikus, dan Rusa. Setiap hari mereka bermain dan mencari makan bersama.

Namun, suatu sore ketika mencari makan dan bermain, Rusa menghilang di tangkap Pemburu. Ia dimasukkan dalam sebuah jaring perangkap. Pada malam hari, Gagak, Tikus, dan Kura-Kura pulang ke rumah. Mereka pikir Rusa telah pulang, tetapi rupanya tidak ada. 

“Rusa belum pulang juga. Aku takut terjadi apa-apa padanya,” kata Tikus.

“Iya, tidak biasanya seperti ini,” sahut Kura-Kura.

Gagak berupaya menenangkan sahabatnya, ia mengajukan diri untuk mencari Rusa. Dalam perjalanan, Gagak terkejut karena Rusa eksis dalam jaring pemburu. Gagak langsung memberi tahu hal ini kepada dua sahabatnya.

Mereka mulai menyusun hajat untuk menyelamatkan Rusa. Tikus menggigit jaring Pemburu hingga terlepas. Ketika Rusa berhasil bebas, Pemburu tiba.

Mereka semua langsung menyelinap dan Pemburu tidak menemukan mereka. Akhirnya famili fauna tersebut balik ke rumah dengan selamat.

Pesan moral: Dongeng ini memberikan pesan moral bahwa saling tolong menolong dengan orang terkasih adalah satu bentuk dari cinta yang tulus. 

12. Enaja dan Ikyna

Zaman dahulu ada seekor naga kecil disebut Ikyana yang tinggal di kota berbareng kakaknya, Enaja. Mereka berdua memiliki sifat yang berbeda.

Enaja sombong, pemarah, dan gemar mencuri kambing milik warga. Sementara Ikyana sabar dan gemar membantu fauna lain.

Suatu hari, Enaja berang pada Ikyana karena telah menumpahkan saus pada sisik putihnya. Itu membikin sisiknya kelihatan kusam. Ejana kemudian pergi dari guanya.

Karena sudah beberapa hari Enaja tidak pulang ke gua, Ikyana pergi mencarinya. Teryata Enaja telah ditangkap manusia.

Manusia itu  membawa Enaja pergi ke tempat gudang bawah tanah untuk diambil permatanya. Permata tersebut terbuat dari kristal yang ada di matahari.

Permata itu adalah  jimat yang bisa menghindarkan pemiliknya dari nasib sial. Sebab itu para manusia sangat mau memungut berlian tersebut.

Ikyana segera menyelamatkan Enaja. Ia menakut-nakuti para penduduk dengan menyemburkan api sehingga mereka melarikan diri. Ikyana pun membawa Enaja pergi balik ke gua dan mengobatinya. 

Enaja menyadari bahwa Ikyana sangat menyayanginya. Dia berikrar untuk mengubah sifatnya menjadi lebih baik.

Pesan moral: Pesan moral dari cerita ini adalah kerabat yang baik selalu membantu saudaranya yang sedang kesulitan. Selain itu, pesan moral lain yang bisa diambil adalah beraksi saat sedang berang dapat mendatangkan kesulitan setelahnya.

13. Burung Hantu Menikahi Permaisuri

Ada seekor burung iblis cerdas yang tinggal berbareng seekor gajah di sebuah hutan. Suatu hari, sang Gajah tersesat di tengah hutan yang banyak dihuni raksasa. Gajah itu pun ditangkap dan diserahkan kepada Raja Raksasa.

"Kebetulan sekali. Tadi malam aku bermimpi makan gajah dan kini mimpiku akan jadi kenyataan," kata Raja Raksasa senang.

Wah, tentu saja sang Gajah ketakutan mendengar ucapan Raja Raksasa. Namun, tiba-tiba Burung Hantu yang cerdas datang hendak menolongnya. "Sebentar Raja Raksasa," cegah si Burung Hantu.

"Semalam aku juga bermimpi menikah dengan permaisuri Raja Raksasa. Sekarang mimpiku juga akan jadi kenyataan."

Tentu saja Raja Raksasa tidak mau kehilangan istrinya. Akhirnya Raja Raksasa memutuskan, "Mimpi hanyalah bunga tidur. Tak mesti diikuti. Aku tak akan memakan gajah dan kau pun tidak akan menikah dengan permaisuriku. Bagaimana?"

Burung Hantu pun menyetujui usul Raja Raksasa. Akhirnya sang Gajah pun bisa bebas dan balik hidup di hutan berbareng si Burung Hantu. "Kau memang cerdik, Burung Hantu. Terima kasih ya," ucap Gajah dengan gembira.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur anak ini adalah untuk tidak terlalu mempercayai mimpi, terlebihlagi memanfaatkannya untuk merugikan orang lain.

14. Kesetiaan Seorang Istri

Prabu Asvapati adalah raja Kerajaan Madraka yang populer arif dan bijaksana. la dikarunia putri tunggal yang sangat cantik disebut Savitri. Sudah banyak pangeran dan bangsawan yang melamarnya, namun semua ditolaknya.

"Savitri, kau mesti pergi dari istana untuk mencari jodohmu," titah Prabu Asvapati sedih.

Savitri mengembara mencari calon suaminya ditemani oleh beberapa pengawal.

Mereka tiba di perbatasan kerajaan Salva. Savitri berjumpa Satyavan, pemuda ganteng yang baik dan sopan. Savitri dan Satyvan saling jatuh cinta.

Satyvan sebenarnya adalah putra mahkota raja Dyumatsena, Kerajaan Salva. Mereka dibuang ke hutan karena tahta Prabu Dyumatsena dirampas musuh. Prabu Dyumatsena menjadi cacat, ia diasingkan dan menjadi seorang resi pertapa di hutan perbatasan Kerajaan Madraka dan Salva.

Resi Dyumatsena merestui hubungan putranya dengan Savitri. Savitri kemudian mengenalkan Satyavan kepada ayahanda di istana Madraka.

Pada awalnya Prabu Asvapati menyetujui pilihan putrinya itu. Namun, Dewa Batara Narada tidak setuju. la turun dari kahyangan mendatangi Prabu Asvapati.

"Asvapati, umur Satyavan sisa satu tahun." Prabu Asvapati segera menyuruh Savitri untuk mencari calon suami lainnya, namun Savitri menolak usul itu. Akhirnya ia statis menikahkan Savitri dengan Satyavan.

Savitri dan Satyavan memilih tinggal berbareng Resi Dyumatsena di hutan. Mereka hidup bahagia, namun Savitri selalu gelisah dan cemas mengingat ucapan Dewa Batara Narada. Selama setahun, Savitri giat berpuasa dan memuja Dewa kematian, yaitu Batara Yama.

Setahun berlalu, Batara Yama datang memungut nyawa Setyavan. Dan menaruhnya di jala sutra yang selalu dibawanya.

Savitri terus mengikuti kemana pun Batara Yama melangkah. la tidak peduli dengan tubuh dan kakinya yang penuh luka tergores duri dan ranting semak belukar.

Batara Yama tersentuh melihat kesetiaan Savitri.

"Berhentilah mengikutiku, Savitri. Aku akan meluluskan satu permintaanmu, asal jangan kau meminta Setyavan dihidupkan lagi." Savitri kemudian meminta penglihatan mertuanya dipulihkan.

"Baiklah, aku akan menyembuhkan kedua mata Resi Dyumatsena," kata Batara Yama.

Batara Yama juga mengembalikan Kerajaan Salva dengan harapan Savitri tidak mengikutinya lagi, namun Savitri statis mengikuti Batara Yama. la terus menangis dan meratapi nyawa Setyavan. Batara Yama tersentuh kemudian memberi satu permintaan lagi kepada Savitri.

"Wahai, Batara Yama. Izinkan aku hidup setahun lagi dengan suamiku. Aku merasa belum cukup mengabdi kepada suamiku," pinta Savitri. Dewa Batara Yama langsung mengabulkan permintaan Savitri. Savitri pun bersujud mengucapkan terimakasih kepada Batara Yama.

Tanpa disadari Batara Yama, ia terjebak dengan permintaan Savitri. Waktu setahun bagi para Dewa sama artinya dengan waktu 100 tahun bagi manusia.

Akhirnya, Savitri dan Setyavan hidup berbahagia selamanya dan dikaruniai banyak keturunan. Saat Resi Dyumatsena wafat, Setyavan menjadi raja di Kerajaan Salva.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah kesetiaan, keteguhan hati, dan cinta yang ikhlas dapat membawa kekuatan yang luar biasa.

15. Asal Mula Rasi Bintang Eridanus

Dewa Appolo adalah Dewa Perang yang gagah perkasa. Dewa Zeus, imam para Dewa, memberi Dewa Appolo kereta perang dari emas yang ditarik dua ekor kuda putih jantan yang kekar dan kuat.

Kedua roda keretanya mengeluarkan percikan api. Tak ada seorang Dewa pun bisa mengendalikan kedua ekor kuda penarik kereta itu.

Dewa Appolo menikah dengan seorang gadis yang tinggal di Bumi. Mereka dikarunia anak lelaki ganteng yang diberi nama Eridanus. Sayang sekali, istrinya wafat ketika Eridanus statis bayi.

Dewa Appolo mendidik Eridanus dengan kasih sayang yang sangat melimpah. Semua keinginan Eridanus selalu dituruti Dewa Appolo. Eridanus tumbuh menjadi pemuda yang cengeng, sombong, dan manja.

Eridanus sesumbar kepada teman-temannya bahwa dirinya tak kalah dahsyat dari ayahnya.

"Buktikan jika kau bisa berkeliling bumi dengan kereta perang Ayahmu!" ejek salah seorang kawan Eridanus.

Eridanus membujuk Ayahnya agar mau meminjamkan kereta perangnya.

"Aku cemas kau kelak celaka karena tak bisa mengendalikan dua ekor kuda itu," kata Dewa Appolo cemas.

"Ayah, aku berikrar meminjamnya cuma sekali. Aku akan diejek orang-orang dan dicap sebagai anak Dewa Appolo yang gemar berbohong."

Akhirnya, dengan bermutu hati Dewa Appolo meminjamkan kereta perang miliknya. Dengan sombong, Eridanus memamerkan kereta perang itu di depan teman-temannya.

Tiba-tiba, kedua ekor kuda putih itu mengamuk dan berlari cepat. Kuda-kuda itu terus berlari dan tidak bisa dihentikan. Roda kereta perang itu membakar apa saja yang ia lewati. Banyak orang yang wafat di Bumi.

Dewa Zeus menjadi sangat marah. la mengirim petirnya untuk menghentikan kereta perang itu.

Blaaaar...!!! Kereta perang Dewa Appolo hancur berkeping-keping. Eridanus dan kedua ekor kuda itu juga mati.

Dewa Appolo sangat berduka. la menangis sepanjang waktu meratapi kepergian putra kesayangannya. Butiran-butiran air mata Dewa Appolo itu berubah menjadi bintang-bintang. Kumpulan bintang itu yang kini dikenal rakyat Yunani sebagai Rasi Bintang Eridanus.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah kesombongan, kurangnya pengalaman, dan keinginan untuk pamer tanpa kapasitas yang cukup dapat membawa akibat yang sangat buruk.

15 Dongeng sebelum tidur kocak untuk anak komplit dari cerita singkat sampai panjang

Dongeng sebelum tidur kocak bisa jadi pilihan untuk bercerita dengan gradasi yang seru. Sehingga, Si Kecil tertarik untuk mendengar lebih banyak dongeng.

Dongeng sebelum tidur kocak ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, & Menggelitik penerbit Bhuana Ilmu Populer dan Kumpulan Dongeng Putri dan Pangeran penerbit Bhuana Ilmu Populer.

1. Jin Biru yang bosan.

“Aku bosan menuruti permintaan semua orang. Aku mau cuti. Aku mau bebas” teriak Jin Biru.

Aladin pun mengiyakan permintaan Jin. Akhirnya Jin Biru langsung terbang.

Ia bahagia sekali karena belum pernah merasa sebebas ini. Ia melayang dan terus melayang. Dia dapat pergi ke Tiongkok melihat tembok-tembok raksasa.

Namun keesokan harinya ia mulai bosan. Kemudian ia pergi ke Afrika untuk melihat-lihat fauna liar di Savannah. Kemudian ia juga mulai bosan.

Udaranya panas dan ia mau pergi ke Kutub Selatan saja. Ia mau melihat pinguin-pinguin kocak di sana. Seketika ia pun bergeser tempat.

Namun lagi-lagi ia bosan. Kemudian Aladin pergi ke India dan menari sepuasnya. Tapi selalu saja si Jin Biru merasa bosan.

Ia pun merindukan Aladin dan Jasmine. Tanpa pikir panjang ia pun balik terbang pulang. Aladin dan Jasmine heran melihatnya.

“Loh katanya mau cuti. Ia kok sudah pulang?” Jin Biru tersipu. Ia berkata “Ternyata eksis di dekat kalian jauh lebih menyenangkan, dan jikalau aku mau berlibur, lebih baik aku melakukannya bersama-sama dengan kalian.” 

Mereka pun akhirnya berpelukan. Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali eksis di dekat orang-orang tersayang.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur kocak ini memiliki pesan moral bahwa tempat paling elok adalah ketika kita berbareng orang-orang tersayang.

2. Gadis Pengusaha Korek Api

Di sebuah desa yang tenang, ada seorang gadis penjual korek api. Setiap hari ia menjajakan korek api dengan sepenuh hati.

“Korek api! korek api”

Namun saat musim dingin tiba, tidak satupun korek apinya terjual. “Oh aku tak mau hidupku seperti temanku yang wafat kedinginan, ”bisiknya. 

Gadis itu berupaya berpikir keras hingga menemukan sebuah ide cemerlang. Ia pun bergegas menghampiri salah satu anak perempuan yang sedang menyenangkan duduk di taman. 

“Halo apakah Anda mau membantuku? Kalau Anda bisa menjual korek-korek ini, aku berikrar akan membagi khasiat denganmu”, kata gadis penjual korek api. Gadis itu pun setuju.

Gadis korek api juga berkata bahwa kawan barunya itu boleh membujuk teman-teman yang lain. Mereka juga akan mendapat khasiat yang sama dengan temannya itu.  Teman barunya itu pun akan mendapat pemberian dari gadis korek api.

Teman barunya setuju. Mereka berbagi wilayah. Si gadis korek api berdagang di Barat sedangkan temannya di Timur.

Saat berjumpa dengan gadis sebaya nya lagi, si gadis korek api juga antusias mengajaknya. Hingga akhirnya ada banyak orang yang membantu menjual korek apinya. 

Menjerang sore, semua penjual korek api berkumpul di taman.

“Tadi korek apiku laku 10 balut di Timur.”

“Aku juga bisa menjual 5 balut di selatan.”

“Eh di pinggir desa aku berhasil menjual 27 balut korek api.”

Satu persatu teman-teman si gadis korek api berbicara tentang korek api yang berhasil mereka jual. Gadis korek api sangat terharu mendengarnya. 

Dia pun menepati ikrar untuk membagi hasil khasiat bersama. Semuanya bergembira. Bahkan ada yang tertarik untuk berbuat jualan korek api lagi di besok hari.

Gadis korek api sangat bahagia. Selain korek apinya terjual keras, ia juga mendapat banyak kawan baru. Kelak dia akan dikenal sebagai gadis pengusaha korek api yang kaya dan sukses. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa kegigihan dan kerja sama dapat menghasilkan jalan keluar yang baik.

3. Pemusik Bremen Mencari Kerja

Keledai, kucing, ayam jago dan anjing tinggal di asrama dengan harta yang ditinggalkan oleh perampok. Namun masalah datang ketika harta itu mulai menipis. 

Mereka berbincang sepertiapa caranya untuk mendapatkan uang. Anjing memberi saran, “Kita buat pawai musik saja. Kita pakai kostum warna-warni dan pergi ke kota Bremen mencari menjadi penyanyi jalanan.”

Namun semuanya menolak dan mengatakan itu sangat memalukan. Namun anjing tidak menyerah. Ia berkata, “kita tidak pernah tahu akibatnya jika tidak mencoba.”

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menuruti perkataan anjing. Mereka membikin kostum berwarna-warni dari beragam benda-benda yang dimiliki. Keesokan harinya mereka berjalan menuju kota Bremen.

Mereka berdiri di tengah keramaian dan memulai memainkan alat musik. Awalnya keledai, kucing dan ayam jago statis malu-malu. Hanya anjing yang penuh semangat bernyanyi.

Namun lama-lama mereka terbiasa. Semua mata melihat mereka. Kaledai, kucing, ayam jago dan anjing terus bernyanyi dan memberitahu penampilan terbaik mereka sehingga tiba-tiba seorang lelaki menghampiri.

Ia menawarkan agar mereka berempat bernyanyi di restorannya setiap malam. Pria itu berikrar akan memberinya upah. 

Keledai, kucing, ayam jago dan anjing menyambut dengan gembira. Impian mereka menjadi musikus di kota Bremen terwujud.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur kocak ini memiliki pesan moral bahwa memulai sesuatu memang terasa sulit pada awalnya, tetapi perjuangan itu akan berhasil jika kita mau terus menjalaninya.

4. Kurcaci dan Tujuh Syal.

Putri Salju hidup ceria berbareng pangeran di istana. Sementara tujuh kurcaci sahabatnya mengalih tinggal di kotanya. 

“Bawalah tujuh syal ini, cuma kurcaci yang memakai syal inilah yang bebas menemuiku di istana.”

Ketika musim gugur tiba, tujuh kurcaci itu mendatangi ke istana. Mereka mengenakan syal masing-masing. Para prajurit menyambut mereka dengan ramah.

Akan tetapi, ibu ratu alias ibu tiri si Putri Salju tidak bahagia melihat kedatangan mereka. “Makhluk-makhluk dekil, mereka tak layak eksis di sini. Aku mesti mengenyahkan mereka, juga Putri Salju nantinya.”

Sang ratu mengamati gerak-gerik Putri Salju. Putri Salju membujuk tujuh kurcaci berkeliling taman. Ibu ratu menyamar menjadi semak belukar. 

Saat Putri Salju membujuk para kurcaci melihat ruang dansa, Ibu putri berpura-pura menjadi patung berbaju zirah. 

“Terima kasih Putri Salju, syal-syal ini membikin kami merasa istimewa,” kata seorang kurcaci.

Putri Salju tersenyum, “Aku memang sudah berpesan kepada seisi istana. Dengan syal ini, kuharap kalian bisa sering mengunjungiku.”

Ibu ratu yang sedari tadi menyamar langsung tahu bahwa syal-syal itu menjadi kunci rahasianya. 

Suatu hari saat Putri Salju berkuda dengan pangeran, serta para kurcaci sedang asik berendam di kolam, satu persatu syal mereka hilang dan masuk dalam sebuah guci besar yang berjalan. Para kurcaci pun langsung panik.

Tiba-tiba terdengar bunyi keras dan terdengar bunyi orang mengaduh. Ketika para prajurit menuju sumber gaduh itu, rupanya ia melihat ibu ratu yang menyamar. 

Ia terpeleset dari tangga dan membikin guci yang menutupi tubuhnya hancur berantakan.

Pangeran dan putri yang tiba di istana terkejut melihatnya. Para prajurit dan pegawai istana terkikik melihatnya. Rencana ibu ratu sudah gagal. Ketujuh syal itu pun balik ke pemiliknya. Semua kelihatan senang. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa rasa iri hati cuma akan merugikan diri sendiri.

5. Pinocchio dan Coklat Ajaib 

Meski Pinocchio sudah hidup menjadi anak manusia, hidungnya statis saja bertambah panjang. 

Jika dia duduk di taman, burung-burung akan bertengger di hidungnya. Mereka pikir itu adalah ranting pohon yang menjulur. 

Di pesta ulang tahun, semua mengira hidungnya adalah tempat menggantung mantel. Pinocchio tak bisa bergerak. Dia cuma bisa menelan ludah melihat para tamu memakan kue ulang tahun yang lezat.

Hal itu membikin Pinocchio sedih dan membuatnya malas untuk keluar rumah. Hidung panjangnya benar-benar merepotkan. 

Kemudian, Peri Hati Nurani datang. “Mengapa hidungmu terus bertambah panjang? Bukankah Anda sudah tidak berbohong lagi?”

Pinocchio bingung. Dia berbohong untuk menyenangkan hati orang-orang di sekitarnya. Dia berbohong saat nana gajah yang sedang dia bertanya, “Apakah aku sudah langsing?”

Saat menjawab iya. Hidungnya bertambah 5 cm.

Begitu pula  saat Kakek Turbo yang mengeluh anaknya tak pernah mengunjunginya. “Besok dia akan datang, percayalah,”  hibur Pinocchio. Hidungnya bertambah panjang 10 meter.

Peri Hati Nurani mendengarkan cerita Pinocchio. Dia tahu maksud Pinocchio baik tetapi ketidakjujuran tetaplah kebohongan. Hidung Pinocchio akan terus bertambah panjang jika dia tidak bisa menghentikan kebiasaannya.

Kemudian Peri Hati Nurani pun mengeluarkan sebuah kantong berwarna perak. Kantong itu berisi cahaya yang berpendar-pendar. Isi kantong tersebut adalah coklat!

“Berikan coklat ini kepada setiap orang yang sedang punya masalah coklat ini. Ini akan membikin hati mereka menjadi bahagia sehingga lupa pada masalahnya.” 

Pinocchio mengerutkan kening, “Ah cokelat ajaib! Tapi tak mungkin memberikan coklat ini pada nona gajah. Dia kan sedang diet.”

Peri Hati Nurani terpingkal-pingkal. “Tenang saja ini coklat ajaib.” Pinocchio berbuat seperti yang diperintahkan Peri Hati Nurani.

Ternyata benar. Setiap kali orang yang mengeluarkan coklat itu, mereka lupa pada masalahnya. Mereka tak mengeluh pada Pinocchio dan Pinocchio tidak perlu berbohong lagi.

“Daripada berbohong, lakukan sesuatu yang menggembirakan hati mereka. Cokelat ini cuma salah satu cara. Tapi statis banyak metode lain. Tanpa coklat ajaib, Anda statis bisa berbagi kegembiraan.”

Pesan moral: Pesan moral dongeng anak singkat ini adalah berbohong tidak selalu jadi metode yang tepat untuk menyenangkan orang lain. Ada banyak metode untuk membikin orang bahagia.

6. Pangeran Sejati untuk Putri

Alkisah ada seorang putri yang sangat kesepian. Ia berkeliling negeri untuk mencari pangeran sejati yang bisa menjadi pendamping hidupnya. Namun, semua lelaki yang ditemuinya mengaku sebagai pangeran sejati.

Padahal, selalu saja ada yang tidak beres dengan mereka. Sang putri mulai putus asa dan rupanya mencari pangeran tidak semudah yang ia kira. Ia kemudian memutuskan balik ke istana.

Saat mengarungi lautan, tiba-tiba perahu layarnya dihadang oleh bajak laut. Sang putri dan para prajurit gemetar. Bajak laut itu meminta agar sang putri menyerahkan seluruh harta.

Para prajurit siap menyerang, tetapi sang putri melarang. “Baiklah bajak laut, akan kuserahkan seluruh hartaku, tapi ada satu syarat. Kurasa Anda adalah bajak laut yang tampan. Maukah Anda kukenalkan kepada raja dan ratu? Siapa tahu mereka setuju jika aku menikah denganmu,”kata sang putri. 

Semuanya terbelalak, para prajurit tidak percaya mendengarnya. Kemudian, si bajak laut itu setuju. Ia percaya bahwa semua orang pasti terpesona. 

Dua perahu itu pun berlayar beriringan menuju istana. Para penduduk heran bukan main saat mereka tiba di daratan. Mereka merasa bajak laut itu tidak mungkin menjadi calon pangeran. 

Sesampainya di istana sang putri berbisik kepada raja, dan dalam sekejap si bajak laut dikepung puluhan prajurit bertombak. “Hei tunggu bukankah Anda akan menjadikanku suamimu?!” teriak bajak laut.

“Hahaha  mana mungkin, kerajaanku akan dipimpin seorang bajak laut yang jahat sepertimu” kata sang putri terbahak. 

Si bajak laut geram rupanya si putri itu telah menipunya. Para prajurit membawa bajak laut ke penjara bawah tanah.  Berkat kecerdikannya, sang putri selamat dan bahaya. Pujiannya membikin si bajak laut terpedaya.

Namun, meskipun ia belum menemukan pangeran sejati, ia statis percaya bahwa suatu hari akan ada pangeran yang datang padanya. Yang terpenting kini tak ada lagi yang perlu ditakutkan jika ia mau mengarungi samudera. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa  kecerdasan dapat mengelabui kejahatan orang lain.

7. Tukang Sepatu dan Penduduk Desa Liliput

Para liliput yang baik hati sudah bekerja keras membantu tukang sepatu dan istrinya. Sebagai ucapan terima kasih, mereka membikin topi dan mantel untuk para liliput. 

Para liliput sangat senang. Mereka pun berpamitan kepada pak tukang sepatu.

Mereka rencananya akan mencari orang yang membutuhkan bantuan. Dalam perjalanan, mereka melihat papan nama sebuah desa, desa liliput. “Lihat desa liliput! Siapa tahu kita bisa berjumpa kawan baru,” teriak salah satu liliput kegirangan.

Tapi desa itu sangat sunyi, rumah-rumahnya acak-acakan seperti baru saja diserang anginbesar salju. Sayup-sayup, para liliput mendengar tangisan. 

Mereka kemudian menemukan sekelompok liliput lain sedang bergerombol. Mereka tak mengenakan baju dan tentu saja mereka menggigil kedinginan. 

“Badai salju telah memporak porandakan desa kami,” ujar salah satu liliput yang menangis.

Para liliput itu memutuskan untuk menolong. Ia pun bertanya-tanya siapa yang bisa menolong. Kemudian para liliput teringat pada si tukang sepatu. 

Tukang sepatu terkejut melihat ada banyak liliput di depan pintu mereka.  “Masuklah kalian menggigil,” serunya kepada himpunan liliput yang tidak mengenakan baju.

Istri tukang sepatu segera menyeduhkan teh. Para liliput menceritakan bencana lingkungan yang mereka alami sambil meminum teh.

Tukang sepatu mengizinkan mereka untuk tinggal di rumahnya. Sang istri menjadikan kotak-kotak sepatu yang diberi alas kain bekas. Untuk menjadi tempat tidur para liliput.

Istri tukang sepatu juga membuatkan topi dan baju untuk mereka. Para liliput sangat senang. Tukang sepatu dan istrinya merasa senang. Meskipun mereka hidup sederhana, tetapi mereka statis bisa berbagi kepada yang membutuhkan. 

Pesan moral: Dongeng anak ini memiliki pesan moral bahwa jika kita menolong seseorang, suatu saat kita akan mendapat pertolongan dari orang lain.

8. Negeri Tanpa Baju

Raja sangat malu karena dia berkeliling negeri tanpa mengenakan pakaian. Meskipun tidak ada satupun rakyat yang berani tertawa, namun seorang anak kecil lantang mengingatkannya. 

Ini semua gara-gara penjahit penipu!

Dia bilang orang bijaksana, cuma orang bijak yang bisa melihat busana raja. Raja berniat untuk menangkap penjahit penipu itu. Sayang dia sudah melarikan diri ke Negeri Jauh Sekali.

Di sana lagi-lagi dia menipu orang. Kali ini dia membuka toko busana disebut toko baju bijaksana.

Orang-orang datang tapi mereka tak melihat sepotong baju pun. Lagi-lagi si penipu berkata bahwa cuma orang bijak yang bisa melihat baju-baju itu. 

Orang-orang pun berebut membeli baju itu. Mereka mau dianggap bijaksana.

“Alangkah bagusnya kemeja ini,” Seru Pak gemuk.

“Jazz ini juga sangat keren,” Seru Pak  Ramping.  Semua bayar baju mahal-mahal itu. 

“Semua baju ini terbuat dari benang emas,” kata penipu. 

Dalam sekejap negeri ini dipenuhi orang yang lalu-lalang tanpa menggunakan baju. Bahkan, raja negeri sangat jauh pun ikut membeli coba istimewa.

Sekarang negeri mereka populer sebagai negeri tanpa baju. Meski demikian mereka tak mau dianggap berbaju. Mereka berkata bahwa cuma orang bijak yang bisa melihat baju mereka.

Lama-kelamaan raja mendengar tentang raja ganjil ini. Dia segera berangkat ke sana. Dia percaya negeri itu sudah tertipu oleh penipu.

Raja terkekeh melihat Raja Amat Jauh duduk di singgasana tanpa baju. Kamu telah ditipu. ‘Lihatlah sesungguhnya Anda tak mengenakan jubah,” seru raja.

Dia pun menceritakan pengalamannya sendiri. Raja negeri sangat jauh pun sangat marah. Dia mengirim pasukannya untuk menangkap penipu.

Sekarang si penipu dihukum untuk bekerja di istana. Menjahit baju untuk orang-orang yang telah dia tipu sebelumnya.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur memiliki pesan moral untuk tidak gampang percaya terhadap orang lain. 

9. Lari Ramai Ramai

Lari, lari, lari.

Itulah yang dilakukan kue jahe setiap keluar dari pemanggang. Ia tidak mau dimakan.

Ia mengeluh capek karena terus berlari seperti ini setiap hari. Ia pun memutuskan istirahat di dalam gua.

Namun belum durasi ia memejamkan mata terdengar bunyi mencurigakan. “Oh tidak, itu pasti rubah. Aku mesti lari lagi.” 

Namun rupanya kue boneka jahe terkejut rupanya banyak boneka jahe seperti di kue. Boneka kue seperti dirinya namun warnanya sedikit berbeda. 

“Siapa kalian?” tanyanya terbata-bata. 

“Aku boneka kue kunyit.”

“Aku boneka kue temulawak.”

“Aku boneka kue lengkuas.”

 “Aku boneka kue temukunci.”

Boneka kue jahe terperanjat. Ia terkejut melihat boneka kue itu mirip seperti mereka. Ia tidak menyangka bahwa ia memiliki banyak saudara.

Belum selesai dari keterkejutannya tiba-tiba ia mendengar suara. Ternyata itu adalah bunyi rubah. Mereka pun langsung berceceran dan menghamburkan untuk menyelamatkan diri.

Si rubah sedikit kebingungan. “ Aku akan kejar boneka kue kuning dulu,” gumamnya. Kue kuning segera mempercepat langkahnya.

Sebelum rubah sempat mengejar si boneka kue kunyit boneka temulawak berteriak.” Rubah buruk tangkap aku!” katanya. Ia berupaya mengalihkan perhatian rubah.

Rubah pun memutuskan untuk mengejar kue temulawak. Boneka boneka kue itu saling mengelabui si rubah sampai rubah akhirnya menyerah. Tidak ada satupun boneka kue yang berhasil ditangkapnya.

Akhirnya mereka semua pun selamat dari bahaya. Sejak saat itu boneka kue jahe tak lagi sendiri. Kini ia punya banyak kerabat yang menemannya.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa kita dapat keluar dari permasalahan jika kita mau bekerja sama.

10. Prajurit-prajurit Tusuk Gigi

Di negeri Jepang, hiduplah seorang putri yang memiliki kebiasaan membuang tusuk gigi sembarangan di bilik tidurnya. Kebiasaan itu ia lakukan setiap malam, sampai banyak sekali tusuk gigi berceceran di lantai kayu kamarnya.

Suatu malam, sang putri terbangun mendengar bunyi gaduh perkelahian, teriakan, dan denting pedang beradu. Ia sangat ketakutan. 

Saat lampu dinyalakan, benar-benar terkejutnya ia melihat banyak prajurit kecil sedang saling berantem di kamarnya. Awalnya ia mengira sedang bermimpi, sampai ia mencubit tangannya sendiri dan merasakan sakit yang nyata. Prajurit-prajurit kecil itu terus membikin onar hingga sang putri tidak bisa tidur semalaman.

Kejadian yang sama terus berulang setiap malam. Karena berhari-hari tidak bisa tidur nyenyak, sang putri akhirnya jatuh sakit dan menceritakan semua yang ia alami kepada ayahandanya, sang raja.

 Penasaran dengan cerita itu, raja memutuskan untuk tidur di bilik sang putri malam itu. Namun meski begadang semalaman, ia sama sekali tidak melihat prajurit-prajurit kecil seperti yang diceritakan putrinya. Yang ia lihat justru banyak tusuk gigi berceceran di lantai bilik tersebut.

Keesokan harinya, raja memanggil sang putri dan memberitahu tusuk gigi-tusuk gigi yang berceceran itu. Raja menjelaskan, "Prajurit-prajurit kecil itu datang ke kamarmu untuk memungut tusuk gigi dan menjadikannya gagang pedang."

Mendengar klarifikasi itu, sang putri merasa sangat malu dengan kebiasaan buruknya. Ia mengaku sering membuang tusuk gigi sembarangan karena malas membuangnya ke tempat sampah, kemudian meminta ampun dan berikrar tidak akan mengulanginya lagi. Sejak saat itu, bilik sang putri selalu bersih, dan prajurit-prajurit kecil itu tidak pernah lagi muncul.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral untuk tidak membuang sampah apa pun sembarangan.

11. Murid Nakal, Kepala Sekolah dan Pemilik Kebun 

Ada seorang murid sekolah yang sangat bandel dan sering membolos. Suatu hari ia berencana memungut buah-buahan dari sebuah kebun tanpa sepengetahuan pemiliknya. 

Sementara itu, pemilik kebun selalu bangga dengan hasil panennya setiap musim, di musim semi ia bisa memamerkan bunga-bunga yang mekar di pohonnya, dan di musim gugur ia bisa memetik apel-apel yang sudah ranum.

Suatu hari, pemilik kebun memergoki murid bandel itu memanjat pohon buah sembarangan. Anak itu menjatuhkan buah yang sudah matang maupun yang belum, terlebihlagi sampai mematahkan beberapa cabang pohon. Hal tersebut membikin pemilik kebun melapor  kepada imam sekolah tempat anak itu bersekolah.

Kepala sekolah pun segera datang ke kebun berbareng murid-murid lainnya, dengan niat memarahi dan menghukum murid bandel tersebut sebagai contoh bahwa setiap perbuatan buruk akan mendapat konsekuensi. 

Namun, begitu murid-murid lain melihat pohon apel yang ranum, mereka malah ikut menyerbu kebun, memanjat pohon, dan memetik buah apel tanpa izin.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral untuk tidak memungut sesuatu yang bukan milik kita.

12. Penjual Buah dan Mutiara

Ada seorang gadis yang tinggal berbareng sang ibu. Mereka mencari nafkah dengan berdagang buah di pasar. Si gadis selalu membantu ibunya mulai dari membungkus dan menimbang buah. Ibunya selalu mengingatkan untuk memeriksa semua buah dan jangan sesekali menjual buah yang tidak segar. Timbangan pun mesti pas, jangan sampai kurang.

Namun, anak penjual sayur berkata bahwa seharusnya gadis itu menyelipkan satu maupun dua tomat lembek. Jika tidak, ia mesti memakan buah yang tidak bugar itu. Anak penjual sayur juga menyarankan untuk mengurangi timbangan agar lebih untung.

Anak penjual buah itu pernah membeli ikan untuk makan malam, tetapi tidak segar. Ia tidak mau pelanggannya merasakan hal itu. Ia selalu memberikan buah-buahan terbaik. Bahkan, setelah ibunya meninggal.

Ketika pembeli tidak sengaja memilih mangga tidak segar, ia akan memberi tahu pelanggan dan menggantinya dengan yang segar.

Suatu hari, saat sedang menutup kios, gadis itu menemukan mutiara di antara buah mangga. Penjual daging dan penjual sayur juga menemukan mutiara. Mereka beriktikad menjualnya, Tetapi, penjual buah mau mencari pemilik mutiara itu. Esoknya ia mencari sang pemilik kalung.

Karena tidak berhasil, ia menyerahkan mutiara pada pihak berwenang. Beberapa hari kemudian, penjual buah dipanggil ke istana. Ia menunggu dengan gelisah di ruangan besar. Lalu, sang ratu yang datang menemuinya.

Ratu sangat berterima kasih, “Aku sengaja meninggalkan beberapa mutiara di pasar hari itu. Hanya kau yang mengembalikannya,” katanya.

Sejak hari itu, penjual buah diminta menjual buahnya langsung ke istana setiap hari. Ia tentu saja memastikan kualitas buah yang terbaik untuk dihidangkan di istana.

Pesan moral:  Pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah kebaikan dan ketulusan akan berbuah keberuntungan. Selain itu, teguh pendirian pada hal-hal baik akan mendatangkan kebahagiaan.

13. Sarung Man

Seorang guru besar jahat berencana menghancurkan Desa Tenun untuk dijadikan markas riset virus berbahaya. Desa ini dikenal memiliki lingkungan yang asri, sungai bening penuh ikan, serta penduduk yang jujur, ramah, dan gemar menolong. Salah satu anak di desa itu adalah Sarung Man. Ia adalah bocah pemberani yang memiliki kekuatan super tersembunyi di sarungnya.

Suatu hari libur, saat anak-anak sedang menyenangkan bermain di lapangan desa, tiba-tiba penduduk berceceran ketakutan karena pasukan Profesor Jahat datang membawa alat penghancur. Rerumputan hijau langsung gosong terbakar. Sarung Man yang menyadari situasi ini berupaya menghentikan aksi tersebut, namun sudah terlambat karena sang Profesor telah meminum cairan yang mengubahnya menjadi raksasa. Kepala desa yang mencoba mencegah dengan menanyakan persetujuan resmi justru ditangkap dan disingkirkan begitu saja.

Geram melihat anarki itu, Sarung Man melawan sang raksasa dengan beragam kekuatan supernya, mulai dari lompatan tinggi hingga pecutan sarung berkekuatan besar yang cuma bisa digunakan orang baik. Meski sempat membikin Profesor terhuyung, serangan balasan sang Profesor jauh lebih kuat hingga membikin Sarung Man terpental. Sarung Man menyadari bahwa melawan sendirian tidak akan cukup.

Ia pun meminta seluruh penduduk untuk ikut menggunakan sarung masing-masing melawan sang Profesor bersama-sama. Beberapa orang melilitkan sarung di kaki Profesor, sebagian memecut tumitnya hingga jatuh, dan lainnya mengikat tangannya. Setelah tenaganya pulih, Sarung Man memecut bagiankecil kening Profesor hingga tubuhnya balik menyusut ke ukuran semula. Meski awalnya statis marah, amarah Profesor perlahan mereda setelah dipakaikan sarung super oleh Sarung Man.

Polisi pun datang untuk mengamankan Profesor beserta pasukannya. Melihat desa yang porak-poranda, Profesor teringat kampung halaman dan ibunya sendiri, hingga akhirnya ia menyesal dan meminta ampun kepada seluruh warga. Ia berikrar akan memperbaiki desa dan menggunakan ilmunya untuk kebaikan. Warga desa dan Sarung Man pun bersorak gembira, merayakan kemenangan berbareng sekaligus penyesalan dari sang Profesor Jahat.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memberi pesan moral tentang keberanian dalam menegakkan kebenaran.

14. Naomi si Anak Pemberani

Naomi adalah anak sulung yang tinggal di rumah besar dan mewah dekat balai kota. Ia cantik, baik hati, pintar, berani, dan gemar tantangan. Naomi berumur 13 tahun, sedangkan adiknya, Emi, berumur 10 tahun. Berbeda dari kakaknya, Emi anaknya bandel dan penakut, tapi statis gemar membantu. Di rumah mereka juga ada penjaga muda disebut Sanset. Setiap akhir bulan, orang tua Naomi dan Emi biasa pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, tapi kali ini mereka mesti ke luar negeri menemui relasi bisnis, sehingga Naomi dan Emi terpaksa tinggal di rumah berbareng Sanset.

Ternyata Sanset tidak sebaik yang mereka kira. Ia justru sering pergi keluar berbareng teman-temannya ke Kafe Neon, meninggalkan Naomi dan Emi tanpa pengawasan. Suatu hari, Naomi melihat ada perampok yang berupaya masuk ke rumah mereka. Ia langsung bergegas ke bilik Emi yang saat itu sedang menyenangkan menonton TV.

Naomi mendengar bunyi cara kaki di lantai bawah dan sadar jika perampok sudah masuk ke dalam rumah. Ia segera menarik tangan Emi untuk menyelinap di dalam lemari. Namun Emi malah jengkel karena merasa terganggu saat sedang menonton aktivitas favoritnya. Ia pun nekat keluar dari lemari, dan sialnya, saat itu juga perampok sudah masuk ke kamarnya.

Perampok itu langsung menangkap Emi dan membawanya ke bungker persembunyian mereka. Melihat adiknya diculik, Naomi memutuskan untuk pergi sendirian menyelamatkan Emi. Ia diam-diam mengikuti perampok itu sampai ke bungker, kemudian membuka pintunya menggunakan obeng. Berkat keberanian Naomi, mereka berdua akhirnya berhasil kabur bersama.

Sesampainya di rumah, Naomi dan Emi mendapati bapak dan ibu mereka sedang memarahi Sanset. Mereka pun menceritakan semua insiden yang baru saja dialami. Ayah sangat berang dan langsung memecat Sanset, sementara perampok tersebut dilaporkan ke polisi dan berhasil ditangkap, sehingga semua barang bermutu famili bisa kembali. Sanset sendiri merasa sangat menyesal dan akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bagi kita untuk waspada terhadap lingkungan sekeliling kita.

15. Pohon Bicara

Lina sedang duduk di ayunan, menyenangkan membaca buku tentang sedihnya pohon-pohon yang ditebang sembarangan, sampai tidak terusik oleh bunyi motor yang melintas kencang di dekatnya. Karena matanya mulai pedih dan lelah, ia menguap sambil berjalan mendekati salah satu pohon di taman, meraba kulitnya sambil berandai-andai, "Coba saja jika aku bisa ngobrol sama kalian, pohon-pohon malang. Banyak daun yang rontok karena kering, cabang kalian juga kecil-kecil, banyak yang patah."

Tanpa disangka, sebuah bunyi kecil menjawab perkataan Lina, membuatnya terkejut dan berjalan mundur. Setelah rasa kagetnya reda, Lina justru melompat kegirangan karena rupanya benar-benar bisa berbicara dengan pohon. 

Ia pun mulai bertanya banyak hal, salah satunya apakah pohon merasa sakit saat dahannya dipotong sambil memotong cabang kering yang sudah jatuh ke tanah. Pohon itu menjawab dengan bunyi gemetar, mengaku memang sangat sakit, terlebihlagi banyak manusia yang terlebihlagi tidak berpikir sejauh itu, malah menebang mereka habis-habisan, maupun membiarkan mereka wafat kehausan tanpa disiram berhari-hari.

Merasa iba, Lina bergegas pulang memungut alat penyiram flora dan mengisinya penuh air. Sang bapak yang bingung melihatnya bertanya apa yang ia lakukan, karena flora di rumah sudah disiram semua. Lina menerangkan bahwa pohon-pohon di taman yang meminta disiram karena kepanasan. Kemudian, ia membawa alat penyiram itu ke taman dan menyiram pohon-pohon sambil tersenyum lebar, "Ini airnya, minum yang banyak ya pohon!"

Namun tiba-tiba muncul tawa dari balik salah satu pohon, rupanya itu Kak Alin, kakak lelaki Lina, yang mengaku sengaja mengerjainya sambil berkata mana mungkin ada pohon yang bisa bicara. Lina yang merasa dipermainkan langsung cemberut dan berlari pulang sambil menangis. Melihat Lina menangis, Bunda menegur Kak Alin. Kak Alin pun menerangkan bahwa niatnya sebenarnya baik, mau mengajarkan Lina soal pentingnya menjaga lingkungan, cuma saja caranya yang salah.

Kak Alin pun meminta ampun pada Lina dan mengajaknya balik ke taman untuk membaca buku berbareng sambil membersihkan daun-daun yang berguguran. Ia berikrar akan mengajari Lina dengan metode yang benar tentang metode menjaga dan melestarikan pohon. 

Sore itu, keduanya menghabiskan waktu bersama, Lina membaca sambil bermain ayunan, sementara Kak Alin menyapu daun-daun kering di sekitar mereka, dan dari momen sederhana itulah keduanya berniat menjaga lingkungan mulai dari sekitar rumah, dengan harapan semangat itu suatu saat bisa menyentuh hati semua orang di dunia.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini mengajarkan kita untuk peduli dengan lingkungan lingkungan karena lingkungan telah memberi banyak khasiat bagi hayat manusia.

15 Dongeng sebelum tidur tentang kisah Nabi dan Rasulullah SAW

Kumpulan cerita tentang Nabi dan Rasul memiliki banyak pelajaran hidup yang baik. Ada sifat-sifat terpuji nabi yang dapat diteladani. Inilah 15 dongeng tentang Nabi dan Rasul dilansir dari buku 25 Kisah Nabi dan Rasul penerbit Gema Insani.

1. Nabi Shalih a. s.

Nabi Shalih merupakan keturunan Nabi Nuh yang hidup di era kaum Tsamud. Beliau diutus Allah untuk membujuk kaum Tsamud untuk percaya kepada Allah SWT.

Namun, kaum itu enggan menerima dan menganggap doktrin tauhid (keesaan terhadap Allah) yang dibawa Nabi Shalih hanyalah lelucon belaka.

“Mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang buyut moyang kami sembah? Kami benar-benar tidak percaya dengan kepercayaan yang engkau bawa itu,””ucap salah satu penduduk Tsamud.

“Wahai kaumku! Aku memiliki bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberi-Nya aku rahmat kenabian dari-Nya,” jawab Nabi Shalih.

Penduduk Tsamud statis tidak mau menerima doktrin dari Nabi Shalih. Kemudian Allah menutup hati mereka sehingga sulit menerima kebenaran.

Nabi Shalih tidak berputus asa, beliau terus berceramah dari pasar hingga ke kampung. Beberapa ada yang beriman, tetapi lebih banyak yang ingkar. Bahkan, orang yang ingkar itu malah menantang Nabi Shalih untuk menunjukan mukjizat jika benar beliau adalah nabi.

Nabi Shalih berdoa kepada Allah untuk memberi tanda fakta atas kerasulannya. Kemudian, dari bukit batu yang terbelah, muncul seekor unta betina yang besar.

Setelah peristiwa itu ada yang beriman, ada juga yang statis ingkar. Kaum ingkar itu statis sombong dan menyembelih fauna itu. Mereka juga menantang Nabi Shalih untuk memberi bukti lain.

Tiba-tiba datang anginbesar dengan bunyi yang keras, kadang dibarengi getaran. Getaran itu bisa menghancurkan rumah dan bangunan. Kaum Tsamud berupaya menyelamatkan diri tetapi tidak berhasil.

“”Wahai kaumku! Sungguh aku telah menyampaikan amanah dari Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi, Anda tidak menyukai orang yang memberi nasihat,” ucap Nabi Shalih.

Beliau pun pergi meninggalkan tempat itu berbareng para pengikutnya dan memulai hidup baru.

Pesan moral: Cerita tentang Nabi Shalih a. s. mengingatkan kita tentang benar-benar dahsyatnya kebesaran Allah serta bukti adanya hukuman bagi kaum yang ingkar.

2. Kisah Nabi Hud

Nabi Hud Nabi Hud adalah manusia pilihan Allah yang diutus menyampaikan doktrin tauhid kepada kaum Ad. Kaum Ad populer gagah perkasa dan bergelimang harta.

Mereka memiliki kebun yang luas sehingga mereka hidup makmur. Pusat kota kaum Ad adalah kota Iram. Kota itu sangatlah megah.

Bangunan di kota itu tinggi menjulang dan tersebar di seluruh kota. Namun penduduk kota itu menyembah berhala. Nabi Hud membujuk kaumnya untuk menyembah Allah yang Esa.

“Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Selama ini Anda hanyalah mengada-ada. Wahai kaumku, aku tidak meminta hadiah maupun suruh seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah Anda mengerti?” ujar Nabi Hud? Namun kaum Ad tidak percaya ucapan Nabi Hud.

Mereka menganggap Nabi Hud sebagai orang yang mengada-ada. “Wahai Hud, kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami cuma karena perkataanmu. Apabila engkau adalah orang yang benar, berikanlah bukti kepada kami. Kalau tidak, benar-benar engkau termasuk orang yang gila,” ucap seorang penduduk Ad. 

Walau ditolak, Nabi Hud tidak berputus asa. Beliau statis membujuk kebaikan kepada kaumnya yang ingkar. Tetapi kaum Ad makin sombong dengan kelebihan yang mereka miliki. Allah tidak menyukai orang yang menyombongkan diri di muka bumi.

Dengan kekuasaannya, Allah menurunkan hukuman bagi mereka yang menyombongkan diri. Kaum Ad menyangka gumpalan awan hitam yang menuju jurang mereka adalah awan yang akan menurunkan hujan. Tetapi, itu adalah hukuman yang akan segera didatangkan.

Kaum Ad mencaci Nabi Hud, dan berkata beliau bohong. Tiba-tiba, langit hitam itu meniupkan angin yang sangat kencang. Kaum Ad dan negerinya tergulung oleh angin atas perintah Allah.

Bangunan-bangunan tinggi tumbang. Orang-orang dilempar ke sana kemari. Angin topan itu terjadi selama tujuh malam delapan hari.

Kaum yang sombong itu binasa. Bangunan yang mereka banggakan itu rata dengan tanah. Nabi Hud berbareng pengikutnya yang percaya statis terlindungi tanpa merasakan anginbesar dahsyat itu. Nabi Hud kemudian pindah ke tempat lain yang terlindungi dan damai. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral untuk tidak bersikap sombong atas kapasitas yang dimiliki. Sejatinya kelebihan yang kita miliki adalah atas kehendak Tuhan.

3. Kisah Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman adalah penerus Nabi Daud sebagai Raja bagi Bani Israil. Kerajaan Nabi Sulaiman sangat luas dan kekuasaannya sangat besar.

Beliau memiliki kecerdasan dan kapasitas berbicara dengan hewan. Beliau juga bisa menaklukkan bangsa jin. Bangsa jin inilah yang membantu Nabi Sulaiman membangun istana yang megah.

Suatu hari Nabi Sulaiman beserta tentaranya tiba di jurang semut. Seekor semut berseru kepada kawannya. “Wahai semut-semut masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar Anda tidak terinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya sedangkan mereka tidak menyadari.”

Nabi Sulaiman tertawa mendengar ucapan semut itu. Beliau tidak lupa bersyukur kepada Allah atas karunia yang dilimpahkan kepadanya. 

Kerajaan Nabi Sulaiman memanjang dari Baitul Maqdis sampai perbatasan Yaman. Beliau menjadikan kerajaannya sebagai media untuk menyeru kepada doktrin Islam. Suatu hari datang burung hud hud. Burung itu bercerita tentang sebuah negeri disebut Saba yang dipimpin Ratu Balqis.

Penduduknya statis menyembah matahari. Nabi Sulaiman terkejut karena statis ada yang menyembah kecuali Allah. Beliau pun mengirim surat kepada Ratu Balqis.

Ratu Balqis tertegun usai membaca isi surat dari Nabi Sulaiman. Isinya adalah meminta menyembah Allah dan selesai menyembah matahari. Ratu Balqis memperlihatkan surat itu kepada para tokoh, penasihat, dan para pembantunya.

Para pembesar kerajaan lain menganggap bahwa itu adalah tantangan perang. Namun Ratu Balqis memiliki penilaian lain. Beliau mengirim utusan untuk bergonjong dan melihat kondisi kerajaan Nabi Sulaiman.

Sambil membawa pemberian emas dan berlian, Nabi Sulaiman langsung menolak hadiah-hadiah itu dan meminta utusan Ratu segera pulang karena kerajaannya tidak membutuhkan harta. 

Mendengar cerita dari para utusan itu, Ratu Balqis segera memutuskan untuk melihat sendiri kemegahan kerajaan Sulaiman. Ketika sang Ratu tiba, Nabi Sulaiman menyambutnya ramah.

Ratu terkejut melihat singgasana Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman juga membujuk sang Ratu mengunjungi istananya. Ratu Balqis sangat kagum.

Ia pun mengungkapkan diri masuk Islam dan tidak lagi menyembah berhala. Nabi Sulaiman pemerintah selama 20 tahun. Beliau hidup selama 52 tahun.

Pesan moral: Cerita Nabi ini memiliki pesan moral bahwa ketakwaan lebih utama daripada harta di depan Allah.

4. Kisah Nabi Yunus

Nabi Yunus adalah seorang yang giat amalan dan patuh kepada orang tuanya. Menurut ahli kitab, nama autentik Nabi Yunus adalah Yunan bin Amitai. Allah mengutus Nabi Yunus kepada penduduk Ninawa.

Mereka merupakan penyembah berhala. Ketika Nabi Yunus memberikan peringatan dan membujuk mereka bertakwa kepada Allah, penduduk Ninawa tidak mau beriman. Nabi Yunus statis berupaya mengungkapkan kaumnya kepada jalan kebenaran.

Namun seruan ini semakin tidak didengar. Mereka statis tidak mau percaya biarpun sudah disampaikan intimidasi Allah. Nabi Yunus merasa jengkel dan meninggalkan kaumnya.

Seraya memohon kepada Allah untuk menghukum mereka. Tiga hari kemudian, awan hitam mulai kelihatan menggumpal di langit. Keadaan di sekeliling menjadi gelap.

Mereka pun ketakutan dan menyadari bahwa doktrin Nabi Yunus adalah benar. Mereka pun bersujud dan bertobat kepada Allah agar diampuni dan diselamatkan. Tobat penduduk Niwana diterima oleh Allah.

Sementara itu Nabi Yunus dengan hati yang statis gundah terus berkelana. Ketika sampai di pinggir pantai, Ia melihat ada sebuah perahu yang akan berlayar. Beliau pun ikut dalam pelayaran tersebut.

Namun di tengah laut perahu itu bergoyang. Para penumpang perahu membikin kesepakatan untuk mengundi siapa yang dibuang ke laut. Nama Nabi Yunus selalu keluar setelah tiga kali mengundi.

Penumpang bertanya kenapa nama Nabi Yunus selalu keluar padahal Nabi Yunus termasuk orang saleh. Nabi Yunus pun menceritakan kisah beliau pergi dari umatnya. Nabi Yunus pun akhirnya dilempar ke tengah laut.

Tubuhnya terombang ambing di tengah lautan dan seekor ikan paus besar menelannya atas perintah Allah. Allah telah mewahyukan kepada ikan agar tidak melukai tubuh Nabi Yunus. Dalam gelap dan dingin yang menusuk, Nabi Yunus tidak henti-hentinya bertasbih dan memohon ampunan.

“Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, benar-benar aku termasuk orang-orang yang zalim,” doa Nabi Yunus.

Ikan paus itu membebaskan Nabi Yunus ke sebuah pantai yang gersang setelah berhari-hari di dalam perut ikan itu yang besar. Nabi Yunus mengucap syukur atas keselamatannya dan memohon pemaafan Allah SWT. Beliau pun segera balik kepada kaumnya yang telah percaya kepada Allah.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Nabi ini memberi pelajaran kepada kita untuk selalu meminta pemaafan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

5. Kisah Nabi Isa

Nabi Isa adalah Nabi terakhir dari Bani Israil. Dalam Bahasa Ibrani, Isa disebut Yasyu yang artinya orang bersih.

Suatu hari, Malaikat Jibril datang kepada Maryam dan mengatakan bahwa ia akan memiliki anak. Ibunda Maryam terkejut karena ia tidak mungkin memiliki anak. Karena tidak ada seorang lelaki pun yang pernah menyentuhnya dan ia bukan seorang pezinah.

Allah menjawab melalui Jibril, demikianlah hal itu gampang bagiku dan agar kami menjadikannya suatu tanda kebesaran Allah bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami. Dan hal itu adalah suatu urusan yang sudah diputuskan. Ketika Maryam hamil, seluruh penduduk menjadi gempar.

Mereka menuduh bunda Maryam yang hamil padahal ia belum menikah. Sehingga Maryam pun diasingkan ke tempat yang jauh. Nabi Isa pun lahir di bawah sebuah pohon kurma.

Ibunda Maryam menggoyangkan pohon kurma itu. Lalu buah kurma yang ranum dan enak berjatuhan. Maryam memakan kurma itu dan meminum air sungai yang dialirkan Allah dari tempat yang sebelumnya tidak ada sungai.

Setelah melahirkan, bunda Maryam pulang ke rumahnya membawa putranya. Salah seorang tetangganya menegur. “Wahai Maryam, sesungguhnya engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.

Ibunda Maryam cuma terdiam. Atas persetujuan Allah, bayi dalam gendongannya berbicara. “Sesungguhnya, aku hamba Allah. Dia memberiku buku injil dan dia menjadikan aku seorang nabi. Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada. Dan dia memerintahkan kepadaku melaksanakan salat dan menunaikan sedekah selama aku hidup dan mengabdi kepada ibuku dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka, dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan untuk hidup kembali.”

Semua yang datang tertegun menyaksikan putri Maryam yang berbicara. Mereka percaya bahwa Allah mengirim usulnya yang disebut Isa melalui bunda Maryam. Nabi Isa tumbuh besar dalam asuhan ibunya di sebuah tempat yang tenang untuk menghindari kaum Yahudi, yang tidak menyukai kelahiran Nabi Isa.

Pada usia 30 tahun, turunlah wahyu kepada Nabi Isa berupa buku suci disebut Injil. Nabi Isa mulai berceramah kepada kaum Bani Israil. Beliau memiliki mukjizat berupa kapasitas menyembuhkan orang yang buta dan sakit.

Nabi Isa juga dapat menghidupkan orang yang telah mati. Namun, mukjizat itu tidak membikin ban Israil beriman. Mereka telah durasi hidup dalam kesesatan sahabat-sahabat yang mengimani risalah Nabi Isa disebut kaum Hawariyin.

Beberapa tahun kemudian, pengikut Nabi Isa bertambah banyak. Mereka disebut kaum Nashara maupun Nasrani. 

Kaum Yahudi tersebut untuk mencoba penyebaran doktrin yang dibawa oleh Nabi Isa. Mereka sepakat untuk membunuh Nabi Isa dengan menuduh beliau mau menjadi raja bangsa Yahudi. Sehingga Nabi Isa dijatuhi hukuman mati. 

Saat itu Nabi Isa menyelinap di suatu tempat. Namun, Yahudza al-Askhuryuthi berhianat dan menginformasikan persembunyian beliau. Allah menyelamatkan Nabi Isa dengan menyerupakan Yahudza, sang penghianat, dengan Nabi Isa. 

Mereka menganggap Nabi Isa pun telah wafat. Sejak saat itu banyak kaum Nasrani yang meninggalkan keagamaan mereka. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Nabi ini memiliki pesan moral bahwa mukjizat adalah bukti bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.

6. Nabi Ayyub a.s.

Nabi Ayyub merupakan putra Amwash bin Arwan, beliau statis keturunan Nabi Ishaq. Nabi Ayyub dipilih untuk memberi instruksi kepada bangsa Romawi.

Mulanya beliau dikaruniai harta dan anak yang banyak. Nabi Ayyub dermawan dan gemar menolong fakir miskin dan yatim piatu.

Kemudian, Allah menguji Nabi Ayyub dengan mencabut nikmat itu. Nabi Ayyub kehilangan harta dan keturunannya hingga beliau jatuh miskin. Nabi Ayyub juga mengalami pandemi yang parah. Namun, itu tidak menggoyahkan kepercayaan Nabi Ayyub dan istrinya, Rahmah.

Sayangnya, iblis telah membujuk Nabi Ayyub untuk mengatakan perkataan yang terlarang agar sembuh dari pandemi kulitnya. Nabi Ayyub statis teguh, tetapi Rahmah terbujuk bujukan setan. Istri Nabi Ayyub dibisikkan rasa putus asa.

Nabi Ayyub merasa heran dan mengingatkan Rahmah bahwa mereka sudah hidup dalam kesenangan. Baru delapan belas tahun hidup dalam kesulitan.

Nabi Ayyub merasa malu kepada Allah jika meminta cobaan hidupnya dihapuskan. Rahmah menyesal terbujuk iblis dan Nabi Ayyub yang kecewa berikrar akan memukul istrinya sebanyak seratus kali.

Nabi Ayyub semakin banyak bersujud dan berdoa kepada Allah agar cobaannya berakhir. Beliau juga memohon ampun atas kesalahannya jika ia kurang melayani umat.

Allah mengabulkan doa Nabi Ayyub dan memberi wahyu agar beliau menghentakkan kakinya ke tanah. Dari tanah keluarlah air yang sejuk, Allah menyuruh Nabi Ayyub mandi dan minum dari air itu. Nabi Ayyub balik sehat seperti sedia kala.

Allah juga menyuruh Nabi Ayyub memenuhi janjinya untuk memukul sang istri sebanyak seratus kali menggunakan seikat rumput. Nabi Ayyub memukulkan kepada istrinya satu kali.

Beberapa tahun kemudian, Nabi Ayyub hidup seperti sedia kala. Harta bendanya pun balik semula.

Pesan moral: Cerita dongeng tentang Nabi Ayyub  mengajarkan kita untuk bersabar atas cobaan yang diberikan Allah dan bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan Allah SWT.

7. Nabi Syuaib a. s.

Nabi Syuaib adalah putra Malikil bin Yasyjar yang diutus Allah untuk penduduk Madyan yang terletak di selatan Palestina. Penduduk Madyan merupakan keturunan salah satu anak Nabi Ibrahim.

Awalnya penduduk Madyan memeluk doktrin kepercayaan Nabi Ibrahim. Namun, kemudian mereka ingkar dan mengganti agama. Mereka berbuat perbuatan yang dilarang Allah seperti mencuri dan menipu.

Nabi Syuaib berseru kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku memiliki bukti yang nyata dari Tuhan ku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik, pantaskah aku menyalahi perintah-Nya? Aku tidak bermaksud menyalahi Anda terhadap apa yang aku larang darinya. Aku cuma bermaksud mendatangkan perbaikan selama aku statis sanggup. Dan instruksi yang aku ikuti cuma dari Allah. Kepada-Nya aku berserah dan kepada-Nya pula aku kembali. Dan wahai kaumku! Janganlah kontradiksi antara aku dengan Anda menyebabkan Anda berbuat dosa, sehingga Anda ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud maupun kaum Shalih, sedang kaum Luth tidak jauh dari kamu. Dan mohonlah pemaafan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.”

Namun kaum Madyan tidak ada yang peduli, cuma segelintir saja yang mau beriman. Penduduk Madyan yang sombong itu makin tertutup mata hatinya. Mereka menganggap Nabi Syuaib pendusta, terlebihlagi menantang Beliau untuk mendatangkan siksa untuk mereka.

Mereka terus menghalangi kaum yang percaya dan menakut-nakuti mereka yang mengikuti  Nabi Syuaib. Para pemuka kaum Madyan kemudian mengusir  Nabi Syuaib dan pengikutnya.

Tak durasi kemudian, Allah menurunkan hawa panas selama tujuh hati hingga air sumur pun mendidih. Setelah itu, turun gumpalan awan ke permukaan bumi. 

Penduduk Madyan berkumpul di gumpalan awan itu untuk menghindari panas.

Tiba-tiba bumi berguncang dan petir dahsyat menyambar mereka. Hujan api turun dari langit. Mereka menjadi jasad yang wafat di rumah-rumah mereka. Sementara itu,  Nabi Syuaib dan kaumnya yang percaya selamat dari hukuman Allah.

Pesan moral:  Dongeng sebelum tidur tentang Nabi Syuaib menjadi peringatan tentang balasan Allah terhadap orang-orang yang ingkar.

8. Nabi Dzulkifli a. s.

Nama Dzulkifli diberikan oleh diberikan oleh seorang raja. Saat itu ada raja di negeri Syam yang sudah tua. Ia sudah tidak sanggup memegang pemerintahan dan tidak punya anak untuk meneruskan tahtanya. Raja itu pun mengadakan sayembara. Barangsiapa yang bisa berpuasa siang hari dan beribadah malam hari, serta sanggup tidak berang akan menjadi raja.

Tidak ada orang yang menyahut kecuali Bisyr, beliau berkata sanggup. Akhirnya Bisyr diangkat menjadi raja dan bergelar Dzulkifli yang artinya sanggup.

Beliau mengatur pemerintahan dengan sangat tertib. 

Suatu ketika, saat Nabi Dzulkifli hendak tidur, datang seorang tamu yang tak diundang. Awalnya, Nabi Dzulkifli meminta wakilnya untuk menemui tamu itu. Namun, si tamu mau Nabi Dzulkifli yang menerima dan menyelesaikan persoalannya secara langsung.

Beliau mendengarkan permasalahan tersebut tanpa terasa waktu istirahat Nabi Dzulkifli selesai. Namun, Nabi Dzulkifli tidak berang karena beliau tahu berang itu perbuatan setan. Ternyata, tamu yang datang itu sebenarnya iblis.

Iblis sengaja datang untuk menggoda kesabaran Nabi Dzulkifli. 

Suatu hari terjadi peperangan melawan orang-orang yang durhaka kepada Allah. Nabi Dzulkifli memerintahkan rakyatnya untuk berperang.

Namun, rakyatnya membangkang. Alasannya, mereka takut meninggalkan anak istrinya di rumah dan takut mati. Hingga hilanglah kesenangan mereka di dunia.

Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Dzulkifli berdoa kepada Allah agar menjamin keselamatan rakyatnya yang ikut berperang. Nabi Dzulkifli tidak marah. Beliau kemudian berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, aku telah menyampaikan risalah-Mu dan membujuk rakyatku berperang. Namun, mereka tidak mau dan membangkang perintahku. Mereka mengajukan sebuah permintaan.”

Kemudian Allah menurunkan wahyu bahwa Allah mendengar permintaan Nabi Dzulkifli dan mengabulkannya. Nabi Dzulkifli pun berangkat ke medan pertempuran berbareng pasukannya. Beliau berperang demi membela fakta dan kebaikan doktrin Allah.

Raja Dzulkifli telah menepati janjinya pada raja terdahulu. Beliau terus memerintah hingga wafat pada usia 78 tahun. 

Pesan moral: Dari dongeng sebelum tidur tentang Nabi Dzulkifli kita bisa belajar tentang pentingnya menepati ikrar dan bersikap sabar atas cobaan hidup.

9. Nabi Dawwud  a.s.

Allah telah menganugrahkan kepada Nabi Dawwud pangkat kenabian dan raja, serta mengharuniai kebaikan bumi dan akhirat. 

Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun lupat, Bani Israil balik mengabaikan hukum dan memuja berhala. Kemudian diangkatlah talut menjadi Raja Bani Israil berdasarkan wahyu Allah s.w.t. Namun Bani Israil menolak Thalut karena dianggap lebih rendah dari mereka.

Sementara itu ada seorang lawan Bani Israil yang populer disebut Jalut. Thalut mengepalai pasukannya untuk mengalahkan Jalut. Meskipun Thalut cuma memiliki pasukan yang sedikit dibandingkan pasukan Jalut yang ribuan orang, tetapi Thalut tidak gentar.

Saat peperangan terjadi, Jalut menentang tanding. Tidak ada satupun yang berani kecuali remaja disebut Dawwud. Meskipun awalnya Jalut meremehkan dan terjadi duel diantara mereka, Jalut berhasil dikalahkan.

Kemenangan eksis di Bani Israil. Allah mengadopsi derajat Bani Israil setelah mereka eksis dalam kehinaan. Setelah talut wafat, Bani Israil mengadopsi Dawwud menjadi Raja.

Beliau memerintah dengan fair dan memperlakukan aturan yang ada di dalam buku Zabur. Isi buku Zabur adalah nasihat, pelajaran patuha dan zikir kepada Allah. Nabi Dawwud memiliki mukjizat bunyi yang indah.

Ketika melantunkan Zabur, seluruh manusia, jin dan burung terkesima dibuatnya. Tidak ada yang bisa menandingi kemerduan bunyi Nabi Dawwud. Bahkan lingkungan pun menjadi hening.

Air, angin, bukit, gunung dan fauna semuanya terhanyut. Menyebut asma Allah yang agung. Beliau juga bisa melunakan besi sehingga beliau dapat membikin beragam barang seperti baju besi dan senjata.

Nabi Dawwud juga banyak beribadah kepada Allah. Nabi Dawwud melaksanakan salat malam, puasa, dan menghabiskan waktunya di masjid. Bebera sumber meriwayatkan, Nabi Dawwud memerintah selama 40 tahun dan wafat dalam usia kurang lebih 100 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis.

Pesan moral: Dongeng singkat tentang Nabi Dawwud mengajarkan kita untuk berani dalam membela kebenaran.

10. Nabi Ilyas a.s

Allah SWT mengutus Nabi Ilyas kepada Bani Israil yang menyembah berhala disebut Ba’l. Kekuasaan Bani Israil terpecah belah setelah Nabi Sulaiman wafat.

Mereka balik memuja berhala disebut Ba’l. Nabi Ilyas diutus untuk balik membujuk Bani Israil menyembah Allah.

Beliau menyusuri jalan untuk menyeru kepada kaumnya agar meninggalkan penyembahan kepada berhala. Namun kaum Bani Israil ini malah mengingkarinya dan beranggapan bahwa semua harta yang dimiliki mereka adalah hasil kerja keras. Bukan karena pertolongan siapapun.

Nabi Ilyas tidak berputus asa namun Bani Israil statis sombong dan membangkang. Bahkan mereka mengajar Nabi Ilyas untuk dibunuh. Beliau menjalani cobaan ini dengan sabar.

Nabi Ilyas kemudian menyelinap dari satu tempat ke tempat lain ketika beliau bersembunyi. Ia beliau menyelinap di gunung Kasiyun berbareng Ilyasa yang kelak menjadi seorang nabi. 

Setelah sekian durasi Nabi Ilyas menyerukan risalah kepada Bani Israil, Bani Israil statis membangkang.

Akhirnya beliau memohon kepada Allah agar menghukum mereka sebagai pelajaran atas kesesatan mereka. Allah mengabulkan doa Nabi Ilyas dan memberikan kesulitan dan cobaan. Kemudian Nabi Ilyas memberikan peringatan kepada mereka agar balik ke jalan Allah. Mereka pun akhirnya menyingkirkan semua berhala. Nabi Ilyas memohon kebaikan bagi mereka dan tak durasi hujan pun turun dan negara Bani Israil balik subur. Tetapi lagi-lagi Bani Israil tidak menepati janji.

Mereka balik menyembah berhala. Ini membikin Nabi Ilyas sedih dan beliau memohon kepada Allah agar Allah mengizinkannya balik ke sisinya. Setelah Nabi Ilyas wafat, Nabi Ilyasa menjadi penerus Nabi Ilyas untuk berceramah kepada Bani Israil.

Pesan moral: Cerita singkat tentang Nabi Ilyas mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa kepada Allah atas segala kesulitan yang dimiliki.

11. Nabi Ilyasa 

Nabi Ilyasa adalah sepupu Nabi Ilyas dan bapak kandung Nabi Ilyasa disebut Akhtub dari keturunan Bani Israil. Saat mengemban tugas sebagai Nabi setelah Nabi Ilyasa, keadaan Negeri Bani Israil sangat kacau. Terjadi perkelahian massal antar penduduk dan muncul raja-raja yang sewenang-wenang.

Nabi Ilyasa memohon instruksi kepada Allah dan berdoa agar diberikan ketabahan dalam mengepalai umatnya. Beliau memberi pelajaran dan memberi peringatan kepada kaumnya tentang hukuman Allah. Namun kaum Bani Israil tidak mau mendengarkan seruan beliau.

Kaum Bani Israil ini meninggalkan agamanya dan berbuat kerusakan. Mereka telah melupakan ikrar mereka sebelumnya. Ajaran-ajaran taurat yang mereka terima dari Nabi Ilyas mulai ditinggalkan.

Akhirnya Allah mendatangkan hukuman dengan melenyapkan semua kenikmatan dan kesenangan mereka sebagai ganjaran bagi umat yang ingkar. Allah telah mengunci mata hati mereka dan kelak mereka sesungguhnya akan menyesal di akhirat. 

Pesan moral: Cerita tentang Nabi Ilyasa mengajarkankan kita untuk percaya terhadap adanya balasan dari Allah atas semua perbuatan yang dilakukan.

12. Nabi Zakaria a.s

Nabi Zakaria merupakan pembesar di kalangan Bani Israil yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman. Menjelang kelahiran Isa al-Masih di Maryam, Allah mengutus Nabi Zakaria sebagai Rasul bagi Bani Israil. 

Beliau membujuk Bani Israil kepada Allah dan mengingatkan mereka terhadap hukuman Allah. Istri Nabi Zakaria Asya memiliki kerabat disebut Hannah.

Hannah memiliki seorang suami disebut Imran. Kedua suami dan istri ini belum dikaruniai anak padahal usianya sudah senja. 

Mereka tidak selesai berdoa kepada Allah dan akhirnya Hannah pun bernazar. Ia akan menyerahkan anaknya ke Baitul Maqdis jika ia dikaruniai anak. 

Setelah itu Hannah pun hamil namun suaminya wafat bumi ketika bayi itu akan lahir. Bayi itu diberi nama Maryam binti Imran.

Sesuai janjinya Hannah menyerahkan sang bayi kepada Nabi Zakaria di bayi Baitul Maqdis. Meskipun berat, ia mau menepati janjinya. 

Nabi Zakaria sangat bahagia mengasuh Maryam kecil. Maryam tumbuh menjadi anak yang salehah dan selalu mematuhi perintah Allah. Maryam tidak pernah meninggalkan Baitul Maqdis sedikit pun. 

Setiap Nabi Zakaria masuk menemui bunda Maryam, beliau selalu mendapati makanan di depan bunda Maryam.

“Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?” tanya Nabi Zakaria. 

“Itu dari Allah,” jawab bunda Maryam lembut. 

Waktu terus berlarut, Nabi Zakaria belum dikaruniai anak. Namun Nabi Zakaria terus berdoa kepada Allah untuk diberikan keturunan yang dapat meneruskan dakwahnya kepada Bani Israil. 

Beliau cemas setelah ia meninggal, urusan keagamaan Bani Israil dikendalikan oleh orang-orang pasif bodoh dan tidak memiliki rasa segan pada doktrin agama. Allah pun mengabulkan doa Nabi Zakaria.

“Wahai Zakaria, kami memberi berita ceria kepadamu dengan seorang anak lelaki namanya Yahya, yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” Firman Allah subhanahu wa ta'ala. 

“”Ya Tuhanku, sepertiapa aku akan memiliki anak? padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua,” ucap Nabi Zakaria.

Allah berfirman, “demikianlah, hal itu gampang bagiku, benar-benar engkau telah aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu engkau belum terwujud sama sekali.” 

Beberapa tahun kemudian Nabi Zakaria dikaruniai seorang anak lelaki disebut Yahya, yang kemudian diangkat Allah menjadi seorang rasul.

Pesan moral: Cerita sebelum tidur tentang Nabi Zakaria mengajarkan kita untuk percaya terhadap dominasi Allah, terlebihlagi untuk hal yang mustahil sekali pun.

13. Nabi Harun a. s.

Nabi Harun adalah anak Imran bin Yashar, statis keturunan Nabi Ibrahim. Allah mengutus Nabi Harun untuk membantu dakwah Nabi Musa.  Ialah pendamping setia Nabi Musa.

 Ketika menerima wahyu dari Allah, Nabi Musa berdoa, “... dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari famili ku, yaitu Harun, saudaraku. Teguhkanlah kekuatanku dengan adanya dia, dan jadikanlah dia kawan dalam urusanku,  agar kami banyak bertasbih kepadamu dan banyak mengingatmu.  Sesungguhnya engkau maha melihat keadaan kami.

 Suatu hari, Nabi Musa pergi ke bukit Tursina untuk menerima wahyu dari Allah.  Nabi Musa berikrar akan memberikan kepada kaumnya buku Taurat sebagai panduan hidup mereka.

Nabi Harun ditunjuk sebagai wakil Nabi Musa bagi Bani Israil. 

Ketika Nabi Musa pergi, Bani Israil mulai enggan beribadah kepada Allah  dan balik berbuat hal yang dilarang Nabi Musa.

 Nabi Harun langsung berupaya mengingatkan kaumnya untuk balik kepada doktrin Nabi Musa, namun nasihat itu tidak dihiraukan.  Kemudian ada salah satu dari mereka disebut Samiri. Ia terlebihlagi membikin patung anak sapi betina dari emas.

 Patung itu memiliki lubang yang ketika angin berembus akan terdengar bunyi dari rongga patung itu.  Patung itu kemudian disembah oleh Bani Israil.

 Nabi Harun berupaya keras melarang mereka menyembah patung itu, tetapi mereka tidak mau menurut.  Bahkan Nabi Harun diancam akan dibunuh.  Mereka enggan untuk selesai menyembah patung anak sapi itu sampai Nabi Musa balik kepada mereka.

 Setelah itu Nabi Musa kembali.  Ketika Nabi Musa balik ke Gunung Tursina dengan membawa buku taurat,  beliau sangat berang melihat umatnya menyembah patung anak sapi betina buatan Samiri. 

 Beliau bertanya kenapa bisa  kepada Nabi Harun kenapa Nabi Harun membiarkan semua ini terjadi. Setelah Nabi Harun menerangkan apa yang sudah terjadi, Nabi Musa pun mengerti.  Nabi Musa mengusir Samiri yang telah membentuk  patung itu. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur anak tentang  Nabi Harun  memberi pelajaran kepada kita untuk selalu berpegang teguh terhadap kepercayaan Allah dan menghindari semua larangannya.

14. Nabi Luth a.s

Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim yang ikut pindah dari Babilonia ke daerah Palestina. Awalnya mereka hidup bersama. Kemudian Nabi Luth pindah untuk menyebarkan fakta doktrin Allah. 

Penduduk di kota barunya dikenal kasar, tidak punya sopan santun dan berperangai buruk. Mereka berbuat perbuatan kecil dan kotor seperti merampok terlebihlagi mereka menyukai hubungan sesama jenis.

Ketika Nabi Luth datang untuk menyampaikan peringatan dan nasihat fakta mereka mengolok-ngolok dan menantang Nabi Luth untuk mendatangkan ajaran. 

Nabi Luth statis sabar untuk membimbing mereka namun mereka tidak mau mendengarkan. Mereka terlebihlagi berbuat kejahatan dan mengusir Nabi Luth dari kota itu.

Nabi Luth merasa sedih dan berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku tolonglah aku dengan menimpakan hukuman atas himpunan yang berbuat kerusakan itu.”

Allah mengabulkan doa Nabi Luth. Allah memerintahkan para malaikat untuk menghancurkan negeri itu.

Namun sebelum dihancurkan para malaikat datang menyerupai lelaki yang sangat tampan. Para malaikat itu berjumpa ke rumah Nabi Luth dan beliau tidak tahu jika mereka adalah malaikat. 

Kedatangan para tamu ganteng itu menarik hati penduduk Shadum. Mereka meminta kepada Nabi Luth agar menyerahkan para tamu itu kepada mereka.

“Putri-putri negeriku yang lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah Anda mencemarkan namaku terhadap tamuku ini. Tidak adakah diantara Anda orang yang pandai?” Tolak Nabi Luth. 

Penduduk Sadum marah, dan mereka menunggu para tamu itu keluar dari rumah Nabi Luth. Para tamu itu kemudian menerangkan identitas mereka yang sebenarnya. 

Mereka meminta Nabi Luth dan orang-orang percaya pergi meninggalkan negeri ini sebelum subuh datang. Istri Nabi Luth tidak ikut, ia termasuk kaum yang ingkar kepada Allah.

Kemudian bumi mulai berguncang dahsyat. Kota itu terbalik, bagiankecil atas menjadi bagiankecil bawah. Allah juga mengirimkan api panas dan batu neraka. Semua hancur dan penduduk kota Sadum telah hilang sebelum matahari terbit.

Pesan moral: Cerita Nabi Luth memberi pelajaran bagi kita untuk menjauhi perbuatan yang tidak diridai Allah. Perbuatan tercela dapat mendatangkan murka Allah.

15. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad dilahirkan di kota Mekah. Ayahnya disebut Abdullah dan ibunya disebut Aminah. Beliau lahir dalam keadaan yatim karena bapak Nabi Muhammad wafat ketika beliau statis dalam kandungan.

Setelah lahir Nabi Muhammad diasuh oleh ibu susunya yang disebut Halimah Sa'diyah. Beliau diasuh Halimah hingga usianya 5 tahun. 

Pada usia tersebut Nabi Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan dibelah dadanya untuk dibersihkan hatinya sebagai persiapan menjadi Nabi dan Rasul.

Karena cemas dengan insiden tersebut Halimah mengembalikan Nabi Muhammad kepada ibunya. Suatu hari ibunya Aminah membujuk Nabi Muhammad kecil mengunjungi makam ayahnya. Sepulang ziarah, Aminah jatuh sakit dan wafat dunia.

Nabi pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Dua tahun kemudian, kakeknya wafat dunia. Nabi Muhammad pun diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Sejak kecil, Nabi Muhammad memiliki sifat yang jujur. Beliau digelari Al Amin yang artinya dapat dipercaya.

Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Beliau dikaruniai enam anak.

Beranjak usia empat puluh tahun, beliau sering menyendiri di Gua Hira.  Nabi Muhammad memikirkan kaumnya yang jauh dari Allah.

Kemudian pada bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang dan berkata, “Bacalah!”

“Aku tidak dapat membaca,” jawab  Nabi Muhammad.

Sekali lagi Jibril menyuruhnya membaca, tetapi  Nabi Muhammad statis menjawab tidak bisa membaca.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu, yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu teramat mulia, yang mengajarkan dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya,” kata Jibril.

Setelah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama, beliau sangat ketakutan.  Nabi Muhammad bercerita kepada Khadijah dan Khadijah membujuk beliau berjumpa pamannya, Waraqah bin Naufal. Waraqah tahu ciri-ciri kenabian sebagaimana yang dia baca dalam Taurat dan Injil.

Beliau menerangkan bahwa yang datang adalah Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah SWT. Allah telah memilih  Nabi Muhammad untuk menjadi nabi dan rasul yang menyampaikan doktrin Islam kepada seluruh penduduk dunia.

Rasulullah awalnya berceramah secara sembunyi-sembunyi kepada orang terdekatnya selama tiga tahun. Kemudian Allah memerintahkannya berceramah secara terang-terangan.

 Nabi Muhammad membujuk kaum Quraisy meninggalkan berhala dan balik menyembah Allah. Sebagian orang mulai masuk Islam, tetapi kaum Quraisy berupaya menghalangi dakwah  Nabi Muhammad sehingga banyak kaum muslimin yang disiksa.

Kaum Quraisy juga pernah membujuk Nabi Muhammad bergantian menyembah berhala dan menyembah Allah setiap satu hari. Allah langsung menjawab tawaran itu dengan menurunkan surat Al Kaafirun.

Penyiksaan kaum muslimin semakin parah, Allah memerintahkan  Nabi Muhammad dan umat Islam berhijrah ke Madinah. Di Madinah dakwah Islam semakin kuat. Sampai akhirnya kaum muslimin dapat menaklukan Mekah pada tahun 8 Hijriyah.

Nabi Muhammad berceramah selama 23 tahun. 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah.  Nabi Muhammad wafat pada usia 63 tahun.

Pesan moral: cerita Nabi Muhammad memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa sabar dalam menghadapi kesulitan hidup.

15 Dongeng princess sebelum tidur dari kisah Aurora, Jasmine, Belle, Cinderella hingga Moana

Dongeng anak sebelum tidur ini dilansir dari buku Kumpulan Dongeng Putri dan Pangeran diterbitkan Penerbit Bhuana Ilmu Populer, Sleepy Story, Read The Tale detikcom dan 18 Dongeng Princess penerbit Bhuana Ilmu Populer.

1. Dongeng Princess Jasmine dan Lampu Ajaibnya

Princess Jasmine merupakan seorang putri cantik yang tinggal di negeri yang jauh disebut Agrabah. Jasmine adalah anak Sultan, penguasa Agrabah. Ia dikenal cerdas, pemberani, dan sangat mandiri. Namun ia tidak pernah diperbolehkan keluar istana dan telah dijodohkan dengan pangeran.

Sebenarnya Jasmine mau menikah atas alas cinta, bukan karena tanggung jawab kerajaan. Suatu hari, Jasmine memutuskan untuk menyamar sebagai rakyat biasa dan melarikan diri ke pasar Agrabah.

Di pasar tersebut Jasmine berjumpa seorang pemuda miskin disebut Aladdin. Aladdin hidup sebatang kara, namun ia berhati baik dan memiliki harapan besar.

Ketika melihat Jasmine dalam kesulitan, Aladdin membantunya tanpa tahu bahwa gadis itu adalah seorang putri.

Setelah pertemuan pertama itu, Aladdin jatuh cinta pada Jasmine. Namun, karena statusnya yang bukan bangsawan, ia merasa tidak layak untuk mencintai sang putri.

Sebuah peristiwa membikin Aladdin berjumpa dengan sebuah lampu ajaib yang rupanya dihuni oleh jin kuat disebut Genie.

Genie dapat mengabulkan tiga permintaan apa saja. Aladdin pun menggunakan salah satu permintaannya untuk menjadi seorang pangeran agar bisa mendekati Jasmine. Ia pun memiliki nama samaran baru sebagai Pangeran Ali.

Aladdin balik ke istana dan berupaya memikat hati Jasmine. Namun, Jasmine merasa ada sesuatu yang ganjil dan tidak percaya sepenuhnya pada Pangeran Ali. 

Di sisi lain, ada penjahat licik disebut Jafar, penasehat kerajaan yang mau merebut tahta Sultan. Ia mengetahui kekuatan lampu ajaib dan berupaya mencurinya dari tangan Aladdin.

Jafar hampir berhasil menguasai Agrabah, namun Aladdin dan Jasmine berhasil menggagalkannya.

Aladdin pun akhirnya  jujur pada Jasmine bahwa ia bukanlah pangeran, melainkan cuma pemuda biasa. Jasmine tersentuh oleh kejujuran dan kebaikan hatinya.

Sang Sultan, yang menyaksikan keberanian Aladdin dan cinta ikhlas antara mereka, memutuskan untuk mengubah aturan kerajaan.

Jasmine pun diperbolehkan menikah dengan siapa saja yang ia cintai. Aladdin dan Jasmine pun menikah dan hidup ceria bersama.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess Jasmine memberi pelajaran kepada kita bahwa ketulusan dan keberanian membela fakta lebih utama dari kemewahan.

2. Dongeng Princess Cinderella

Cinderella merupakan gadis muda baik hati yang hidup di sebuah kerajaan yang jauh. Dahulu ia hidup ceria berbareng ibu dan ayahnya. Namun, nasibnya berubah setelah sang ibu meninggal.

Ia tinggal berbareng ibu tiri yang jahat dan dua kerabat tiri yang sombong. Mereka memperlakukannya dengan kejam dan memaksa Cinderella bekerja tanpa henti mengenakan busana lusuh setiap hari. Meski diperlakukan buruk, Cinderella statis baik hati. 

Suatu hari, kerajaan mengumumkan pesta dansa besar di istana. Semua gadis diundang, termasuk kerabat tirinya yang langsung antusias menyiapkan busana indah. Namun ibu tiri melarang Cinderella ikut.

Ketika malam pesta tiba, Cinderella ditinggalkan sendirian di rumah. Ia berduka dan tiba-tiba ibu peri datang. Peri itu membantu mengubah busana lusuh Cinderella menjadi busana yang elok dan memberinya sepatu kaca berkilau. 

Kemudian ia mengubah sebuah labu berubah menjadi kereta indah, dan tikus-tikus kecil menjadi kuda. Sebelum pergi, sang peri berpesan, "Ingat, sihir ini cuma berjalan sampai tengah malam." 

Cinderella pun berangkat ke istana. Saat tiba, semua mata tertuju padanya, termasuk sang pangeran yang langsung mengajaknya berdansa.

Mereka pun menari sepanjang malam hingga lonceng istana berdentang tanda jam 12 tiba.

Cinderella panik, berlari meninggalkan istana, dan salah satu sepatu kacanya tertinggal di tangga. Esok harinya, pangeran mencari pemilik sepatu kaca itu ke seluruh negeri. 

Banyak gadis mencoba mengenakannya, termasuk dua kerabat tiri Cinderella, tetapi tak satu pun cocok. Saat Cinderella meminta persetujuan mencoba, sepatu itu pas sempurna di kakinya. Pangeran tahu bahwa dialah gadis yang ia cari. Cinderella akhirnya hidup ceria berbareng Pangeran. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Cinderella memberi pelajaran bagi kita bahwa berbuat baik akan membawa kebaikan pada diri sendiri.

3. Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Sesuai namanya, Putri Salju adalah putri dengan kulit yang seputih salju. Ia memiliki bibir semerah mawar dan rambutnya berwarna hitam bak arang. 

Ia tinggal berbareng ibu tirinya, sang ratu, yang cantik tetapi berhati jahat dan penuh iri.

Setiap hari sang ratu bertanya pada cermin ajaib, "Cermin, cermin di dinding, siapa yang paling cantik di bumi ini?" dan cermin selalu menjawab, "Engkau, wahai ratu,". 

Namun saat Putri Salju tumbuh dewasa, kecantikannya melampaui sang ratu. Suatu hari cermin menjawab, "Putri Salju yang paling cantik di dunia,".

Ratu berang besar dan memerintahkan pemburu untuk membawa Putri Salju ke hutan dan tidak kembali. Namun, pemburu itu tidak tega sehingga ia cuma melepaskan Putri Salju di tengah hutan.

Putri Salju pun menemukan asrama kecil di dalam hutan. Di dalamnya ada tujuh kursi, tujuh mangkuk, dan tujuh tempat tidur. Karena lelah, ia tertidur di sana.

Saat malam tiba, tujuh kurcaci yang tinggal di asrama itu pulang dari tambang. Mereka heran melihat gadis cantik tidur di tempat mereka. 

Ketika Putri Salju terbangun, ia menceritakan segalanya. Kurcaci merasa iba dan mengizinkannya tinggal berbareng mereka.

Sementara itu, sang ratu balik bertanya pada cermin. Jawabannya statis sama, yaitu "Putri Salju, yang kini tinggal dengan tujuh kurcaci,". Dengan marah, sang ratu menyamar sebagai buyut tua dan membawa apel beracun ke pondok.

Putri Salju tergoda untuk menggigitnya dan ia jatuh pingsan setelah mencicipi apel itu..

Kurcaci yang pulang menemukan Putri Salju tak sadarkan diri. Mereka berduka dan menaruhnya di peti kaca di tengah hutan. 

Suatu hari, seorang pangeran datang dan terpesona melihatnya. Ia mencium dahi Putri Salju, dan ajaibnya, sang putri terbangun. Kutukan pun lenyap.

Putri Salju akhirnya hidup ceria berbareng sang pangeran, namun ia tak pernah melupakan tujuh kurcaci yang telah menolongnya. Sementara ratu jahat kehilangan sihirnya dan hilang selamanya.

Pesan moral: Pesan moral dalam cerita dongeng Putri Salju adalah cinta sejati adalah sihir terbaik di dunia.

4. Dongeng Princess Moana

Moana adalah gadis yang dibesarkan di Pulau Motunui . Sejak kecil, ia mencintai lautan. Ia juga bahagia mendengarkan cerita Nenek Tala. Cerita favorit Moana adalah tentang dewa separuh manusia yang licik, Maui, yang mencuri jantung pulau induk, Te Fiti. 

Menurut Nenek, Maui mengganggu keseimbangan lingkungan dengan mencuri jantung tersebut.

Ayah Moana yang merupakan Kepala Suku Tui, percaya bahwa laut itu berbahaya. Penduduk pulau dilarang berlayar melewati terumbu karang.

Namun,  Moana merasa dirinya punya ikatan yang mendalam dengan laut dan semua makhluk yang hidup di dalamnya. Dia selalu mau membantu dan laut menyadarinya dan memberi Moana pemberian istimewa.

Ketika Kepala Suku Tui mengadopsi Moana, dia menjatuhkan pemberian itu. Untungnya, orang lain mengambilnya. Itu adalah Nenek Tala. Dia percaya bahwa pemberian dari laut itu adalah jantung Te Fiti.

Saat Moana tumbuh dewasa, ia bekerja keras untuk membantu mengepalai bangsanya dan mengikuti ketentuan ayahnya. Tetapi ketika Moana beranjak dewasa, Nenek Tala memanggilnya.

Nenek berkata bahwa sudah saatnya Moana tahu jati dirinya yang sebenarnya. Ia membawa Moana ke sebuah gua tersembunyi yang penuh dengan perahu kuno, dan ketika Moana mulai menabuh gendang, ia bisa merasakan roh leluhurnya. Mereka adalah penjelajah-pengembara di lautan.

Nenek Tala menyampaikan permintaan terakhir agar Moana berbuat perjalanan menyeberangi samudra, menemukan Maui, dan mengembalikan jantung Te Fiti. Maka, dengan jantung yang terlindungi di dalam kalungnya, Moana berlayar. Tetapi berlayar di lautan lepas sangat sulit bagi Moana-terutama ketika anginbesar menerjang!

Moana dan perahunya terdampar di sebuah pulau terpencil, dan di sana ia berjumpa dengan Maui, sang separuh dewa. Ternyata, Maui bukanlah seperti yang Moana duga. 

Maui mencuri perahu Moana. Namun, ketika ia mencoba berlayar pergi, lautan memastikan Moana ikut bersamanya. 

Lautan menginginkan mereka untuk bekerja sama. Maui berikrar akan membantunya mengembalikan jantung Te Fiti cuma jika Moana membantunya menemukan kail ajaibnya. Namun perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka mesti melewati Kakamora, pasukan bandit liar yang mengenakan tempurung kelapa. Kemudian, mereka mesti menyelam ke Lalotai, lingkungan para monster. 

Dengan cepat berpikir, Moana menipu Tamatoa, monster kepiting, dan dia serta Maui berhasil menemukan kail yang hilang. Sepanjang jalan Maui mengajari Moana metode menemukan jalan, yaitu dengan menggunakan matahari, bintang, bulan, dan arus laut untuk bernavigasi.

Dalam perjalanan, roh Nenek Tala kembali. "Ketahuilah siapa dirimu sebenarnya," kata roh Nenek.

Ketika Moana dan Maui akhirnya sampai di Te Fiti, ibu dari pulau itu telah lenyap. Sebagai gantinya, ada monster lava disebut Te Ka. Namun, Te Ka sulit dikalahkan.

Moana pun mendapat mendapat ide. Ia memberikan jantung itu kepada Te Ka dan Te Ka mengingat siapa dirinya sebenarnya. Dia adalah Te Fiti.

Dengan jantungnya yang telah dipulihkan, Te Fiti mekar kembali. Dunia balik seimbang.

Moana dan Maui mengucapkan salam perpisahan. Maui berubah menjadi elang dan terbang pergi. Sementara Moana balik pulang kepada bangsanya.

Kini Moana tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia adalah seorang anak perempuan, seorang pemimpin, dan seorang penunjuk jalan. Dia adalah Putri Moana.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur Moana memberi pelajaran tentang keberanian dalam menghadapi segala tantangan.

5. Dongeng Princess Aurora

Aurora adalah gadis cantik yang populer di seluruh kerajaan karena kebaikan dan keanggunannya. Ia dilahirkan dari seorang raja dan ratu yang penuh kasih sayang. Kedatangannya membawa sukacita besar bagi kerajaan.

Saat kerajaan bersukacita, tiga peri baik hati, Flora, Fauna, dan Merryweather, memberikan berkah mereka kepada putri kecil itu. Flora, dengan busana merah dan tongkat sihirnya, memberi Aurora pemberian kecantikan. Fauna, dengan busana hijaunya, memberinya pemberian nyanyian. 

Merryweather, dengan busana birunya, juga mau memberi Aurora hadiah, namun sebelum dia selesai, seorang penyihir jahat disebut Maleficent muncul. Ia mengutuk Aurora.

Pada ulang tahun Aurora yang keenam belas, ia akan menusuk jarinya pada poros roda pemintal dan jatuh ke dalam tidur lelap yang cuma dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati. Kerajaan dipenuhi kesedihan, dan para peri baik berniat untuk melindungi sang putri dari kutukan tersebut.

Untuk menjaga Aurora statis aman, mereka membawanya ke sebuah asrama tersembunyi di hutan, di mana dia diberi nama baru, Briar Rose. Di sana, dia menjalani hayat sederhana dengan para peri sebagai pelindungnya, dan dia tidak diberi tahu apa pun tentang masa lalunya.

Bertahun-tahun kemudian, Aurora tumbuh menjadi gadis muda yang cantik. Ia sangat mencintai hutan dan semua makhluknya. Pada malam sebelum ulang tahunnya yang keenam belas, para peri memutuskan sudah waktunya untuk memberi tahu Aurora kebenaran.

Mereka membawa Aurora balik ke istana, semua orang ceria dan terpukau melihatnya. Tetapi seiring berjalannya malam, Aurora tertarik pada sebuah roda pemintal tua yang ia temukan di sebuah ruangan gelap dan tersembunyi.

Meskipun telah diperingatkan, ia menusuk jarinya pada alat pemintal dan jatuh ke dalam tidur nyenyak yang penuh sihir, persis seperti yang dikatakan Maleficent. Raja dan ratu, diliputi kesedihan.

Para peri baik tahu bahwa Aurora cuma dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati, dan mereka berangkat untuk menemukan pangeran yang dapat mematahkan kutukan tersebut. Pangeran Phillip, seorang pemuda pemberani dan baik hati, adalah orang yang berjumpa Aurora di hutan dan jatuh cinta padanya sebagai Briar Rose.

Dengan pertolongan para peri, Pangeran Phillip berjuang melewati duri, mengalahkan Maleficent dalam bentuk naganya yang menakutkan, dan sampai di sisi Aurora. Dengan ciuman lembut, ia membangunkan sang putri dari tidurnya yang nyenyak, dan matanya berbinar penuh cinta saat ia menatap sang pangeran.

Kerajaan bersukacita, dan Aurora serta Pangeran Phillip menikah dalam upacara yang megah dan penuh sukacita. Sang pangeran telah membuktikan bahwa cinta sejati dapat menaklukkan kutukan apa pun.

Pesan moral: Dongeng anak tentang Aurora memberi pelajaran tentang cinta sejati yang dapat membikin kutukan sirna.

6. Dongeng Peri Air

Musim musim kering melanda sebuah kampung bertanah subur yang dihuni ratusan keluarga. Kemarau ini membikin sawah gagal panen dan kebun tidak  berbuah.

Ada sumur yang terletak di belakang rumah seorang nenek. Ia hidup dengan cucu laki-lakinya. Sumur buyut ini sedang sedikit. Kala itu cucunya sedang sakit karena kurang minum. Sang buyut menimba air sedikit demi sedikit demi cucunya.

Lama-lama tubuh buyut melemah. Untungnya, si cucu mulai membaik. Kini si cucu lah yang mengurus si Nenek dengan penuh kasih sayang.

Suatu hari, datang peri cantik bersayap biru. Nenek dan si cucu terkejut. Peri itu memberikan botol kecil berisi air. “Tuangkan semua airnya ke dalam sumur kalian.” Sang cucu pun menuangkan isi botol itu ke dalam sumur. Tiba-tiba, sumur menjadi penuh dengan air. Ia bersorak ceria dan bersyukur kepada Tuhan. Tak lupa, mereka bagikan air sumur itu kepada semua orang. Uniknya, air sumur itu tidak pernah surut.

Pesan moral:  Pesan moral dongeng sebelum tidur ini adalah imbauan untuk saling mengasihi satu sama lain, serta saling menolong dalam kesulitan.

7. Pangeran dan Turnamen Kerajaan

Pada era dahulu, ada kerajaan yang hebat, begitu pula ratu dan rajanya. Pangeran kerajaan itu juga sadar ia mesti jadi orang hebat. Setiap hari, ia pergi dengan mengenakan jubah dan membawa tongkat.

Suatu hari, kerajaan tetangga mengundang kerajaannya untuk turnamen. Pangeran dikirim sebagai perwakilan. Pangeran berangkat menggunakan jubah dan mahkota yang paling keren. Ia juga memastikan rombongannya adalah yang terpanjang agar orang lain tahu ia datang dari kerajaan yang hebat.

Sewaktu turnamen berkuda, ia bersikeras mau membawa bendera kerajaan. Dia kalah. Saat ikut turnamen panahan, ia menggunakan panah dan busur hebatnya. Dia kalah juga. Hal yang sama terjadi, ia kalah saat turnamen pedang.

Padahal, lawannya adalah pangeran kerajaan kecil yang terlebihlagi tidak menggunakan jubah maupun mahkota. Pedangnya pun biasa saja. Tetapi lawan pangeran itu sangat gesit. Sang pangeran sadar bahwa ia tidak dapat bergeser gesit karena jubah dan mahkotanya. Lalu, ia meletakkan keduanya. Bahkan, ia meminjam tombak dan busana tarung biasa.

Pangeran pun memenangkan turnamen. Ia sadar bahwa untuk kelihatan hebat, ia tidak perlu menggunakan benda-benda yang kelihatan hebat. Ketika pengawalnya membawakan jubah hebatnya, ia menolak. Selama perayaan, ia statis tidak mengenakan jubahnya, terlebihlagi ia tidak mengenakan mahkota dan tongkat kerajaannya. Pangeran pun mendapatkan banyak teman. Bahkan, ia berhasil menarik perhatian putri tercantik yang ada di sana.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah tidak perlu memamerkan benda-benda mewah untuk kelihatan keren. Kehebatan dilihat dari sikap seseorang.

8. Pekerja Istal dan Sang Putri

Dongeng anak sebelum tidur yang singkat ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Putri dan Pangeran. Buku ini diterbitkan Penerbit Bhuana Ilmu Populer.

Ada seorang putri yang memiliki seekor kuda yang lahir beberapa hari setelah sang putri lahir. Putri itu sangat menyayangi kudanya. Pada usia lima tahun, putri sudah ahli berkuda. Ia sering menemani ayahnya keliling kerajaan saat berumur sepuluh tahun.

Ketika berumur dua belas tahun, penjaga istal meninggal. Anaknya kemudian menggantikan sang bapak untuk merawat kuda. Meskipun penjaga istal muda belum banyak pengalaman, putri bersedia sabar.

Ketika putri berumur 20 tahun, pangeran dari kerajaan tetangga berkunjung. Keduanya saling jatuh cinta. Pangeran itu sering berkunjung. Namun, kuda sang putri tidak menyukai pangeran. Kuda itu selalu meringkik dan mengadopsi kaki depannya. Suatu hari, pangeran terluka karena si kuda dan kuda itu diusir dari kerajaan.

Penjaga istal menawarkan diri untuk pergi berbareng kuda itu. Ia tahu bahwa sang putri mengusir dengan terpaksa.

Namun, si pangeran tidaklah tulus. Ayahnya mau menguasai kerajaan tetangganya. Naun karena kerajaannya jauh lebih kecil. Ia mencari metode lain, yaitu mengirim pangeran untuk memungut hati si putri.

Suatu hari, sang pangeran berjalan berbareng putri, kemudian menculiknya. Sang putri dikurung dan ayahnya diancam untuk menyerahkan kerajaan.

Pada malam kelima, putri mendengar keributan dari liar. Ternyata pintu dihancurkan oleh buruh istal dan kuda kesayangan putri. Mereka pun membujuk putri melarikan diri. Lalu, mereka hidup ceria selamanya.

Pesan moral:  Pesan moral dari dongeng ini adalah jangan gampang percaya kepada orang lain. Selain itu, ketulusan hati seperti yang dimiliki buruh istal akan membuahkan kebahagiaan.

9. Dongeng Princess Liora dan Cahaya Luminara

Negeri disebut Luminara adalah makmur dan indah, dipenuhi taman bunga berwarna-warni. Di tengahnya berdiri istana megah tempat tinggal Princess Liora. Ia adalah gadis berhati lembut.

Suatu pagi, Liora terbangun dan mendapati kerajaan sunyi. Ia segera mencari sahabat setianya, seekor rubah bijak disebut Zephyr. Ia cemas karena cahaya Luminara pudar.

Untuk menyelamatkan kerajaannya, mereka pergi mencari tahu penyebabnya. Di tengah hutan, mereka berjumpa burung iblis tua disebut Eldric.

Eldric menerangkan bahwa  cahaya Luminara dicuri oleh Shadow Sorceress yang tinggal di gua bawah tanah. Ia mau menenggelamkan Luminara dalam kegelapan.

Dengan peta pemberian Eldric, Liora dan Zephyr menempuh perjalanan rapuh menuju gua. Di sana, mereka menolong peri kecil yang terjebak dan mendapat pemberian kristal bercahaya sebagai penerang jalan. Cahaya kecil itu bisa menembus kegelapan terdalam.

Di dalam ruang terdalam gua, mereka salingberhadapan dengan Shadow Sorceress. Ia tidak percaya Liora dan Zephyr dapat mengalahkannya.

Namun Princess Liora mengadopsi kristal tinggi-tinggi.

"Cahaya selalu menemukan jalannya," katanya tegas.

Seketika, cahaya memancar, mengusir deskripsi dan memusnahkan kegelapan. Liora menemukan balik jantung cahaya Luminara, kemudian pulang berbareng Zephyr.

Kini cahaya terang balik memenuhi langit. Bunga-bunga bermekaran, burung-burung bernyanyi, dan seluruh rakyat bersorak gembira.

Di depan rakyatnya, Liora berkata, "Cahaya Luminara hidup di dalam hati kita semua, cahaya harapan dan kasih yang tak akan padam,".

Sejak hari itu, kerajaan Luminara bercahaya lebih elok dari sebelumnya. Princess Liora dan Zephyr terus menjelajah negeri mereka dengan hati penuh cinta dan keberanian, menjaga cahaya agar statis menyala untuk selamanya.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur princess memiliki pesan moral bahwa keberanian dan kebaikan hati dapat mengalahkan kejahatan.

10. Dongeng Princess Penelope dan Si Raksasa Hutan

Princess Penelope tinggal di istana elok dengan taman bunga dan menara tinggi. Ia punya busana berkilau, sepatu cantik, dan banyak mainan. Namun, ia diam-diam merasa bosan. Ia mau sekali punya teman.

Suatu hari Penelope menjelajah hutan di belakang istana. Ketika tiba di tengah hutan, ia mendengar bunyi tangis. Setelah mengikuti bunyi itu, ia menemukan seekor raksasa halus duduk di tepi sungai kecil. Penelope menyapa dan menanyakan apa yang terjadi.

"Aku Bertram," jawab si raksasa.

"Aku kesepian. Semua orang takut padaku," ujarnya.

Penelope pun merasakan hal yang sama. Mereka pun saling bercerita. Bertram bercerita tentang pagi yang ia habiskan bermain di sungai dan memetik buah beri, sementara Penelope bercerita tentang ketentuan makan dengan sendok emas dan duduk tegak di bangku besar. Mereka tertawa bersama. Lalu Penelope mendapat ide.

"Bagaimana jika kita berganti tempat sehari saja?" katanya.

Penelope melepas gaunnya dan bermain di hutan, memanjat pohon dan melompat ke sungai. Ia tertawa bahagia meski tubuhnya penuh lumpur. Sementara itu, Bertram berupaya bersikap seperti putri di istana. Ia berjalan perlahan, makan dengan sendok kecil, dan mencoba menunduk sopan, tapi semuanya terasa kikuk dan melelahkan.

Saat sore tiba, mereka berjumpa lagi di sungai. Penelope kotor dan lelah, sementara Bertram tampak bosan dengan ketentuan istana. Mereka saling tertawa.

Penelope sadar bahwa hal yang terbaik adalah menjadi diri sendiri. Bertram pun setuju.

"Yang terbaik hari ini adalah punya kawan baru," ungkapnya.

Sejak saat itu, mereka saling mendatangi satu sama lain. Princess Penelope sering datang ke hutan untuk bermain dengan Bertram. Mereka memanjat pohon, bercerita, dan tertawa bersama. Kadang, Bertram datang ke taman istana untuk minum teh di bawah pohon apel.

Pesan moral: Pesan moral dongeng singkat tentang Penelope adalah hayat yang kita miliki kini adalah jalan hidup yang paling baik.

11. Tiga putri dan kecerdasan yang sia-sia 

Alkisah ada seorang raja yang memiliki tiga putri yang cantik dan cerdas. Suatu hari, raja memanggil ketiga putri tersebut. 

“Putri-putriku, sudah saatnya kalian belajar tentang metode mengepalai kerajaan. Kalianlah yang akan meneruskan tahtaku.”

Sang raja mengundang guru-guru terbaik ke istana. Dengan harapan para putri akan belajar dari mereka. Para putri menyambut dengan gembira. Besok harinya, seorang pendidik datang ke istana. Tiga putri tersebut duduk di bangku masing-masing.

Dan sang pendidik mulai menerangkan banyak hal. “Jika tanah kering, apa yang akan kita lakukan?”

Putri pertama menjawab, “Kita mesti mencari penyebabnya. Setelah itu, kita susun hajat untuk mengatasinya.”

Namun, putri kedua memberi solusi lain. Ia menyarankan untuk bergegas, membikin jalur-jalur air dari sungai. Kemudian putri ketiga menyarankan untuk mengalirkan air dari mata air di bukit.

Para putri saling bertengkar, ketiganya merasa paling benar. Ini membikin sang pendidik menjadi bingung. Mereka tak bisa dilerai, pelajaran hari itu pun usai.

Hari berganti hari, keributan diantara ketiga putri makin menjadi jadi. Raja pun keheranan karena semua pendidik mengeluh kepadanya. Sang raja menyuruh ketiga putri tersebut untuk membuatkan kue bolu yang biasa dibuat ibu mereka.

“Putri-putriku, aku kangen kue bolu buatan ibu kalian. Bisakah kalian buatkan untukku? Aku percaya rasanya pasti sama lezatnya,” pinta Raja.

Mereka bertiga pun setuju. Ketiganya bergegas menuju dapur istana. Di dapur, mereka statis saja bertengkar. Putri pertama bertanya tentang apa yang mesti mereka lakukan untuk pertama kali.

Namun putri kedua merasa mereka sudah siap tinggal memulai saja. Sedangkan putri ketiga menyarankan untuk sekalian membikin kue mangkuk. Para putri balik tak sepakat dan terjadi pertengkaran hebat.

Mereka saling adu lempar telur dan tepung. Sang raja pun menghampiri. Ia berseru melihat anarki ini. Tubuh para putri kotor dan dapur juga berantakan. Sang putri itu membisu seribu bahasa. Mereka sangat malu karena tidak berhasil membikin bolu.

Masing-masing putri merasa dirinya paling benar. Ternyata jika kita tidak belajar mengelola emosi, kecerdasan yang dimiliki pun akan sia-sia. 

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess ini memiliki pesan moral bahwa pengendalian emosi sama pentingnya dengan kecerdasan. 

12. Putri Yeira dan Tamu-tamu Pintar

Jauh di alas lautan, ada sebuah sekolah untuk para duyung Dalam sekolah itu, ada satu duyung yang populer akan kepintarannya dan ia disebut Putri Yeira. Ia selalu mendapat juara pertama setiap kenaikan kelas. Apabila ada perlombaan seperti lomba-lomba masak sup rumput laut, mengukir karang, dan adu cepat menghitung duri landak laut, Putri Yeira selalu menjadi pemenang.

Sayangnya, lama-lama Putri Yeira berubah menjadi angkuh, sehingga teman-temannya mulai tidak menyukainya. Lama-lama dia sangat menyebalkan.

Ia dia sombong sekali dan akhirnya semua duyung menjauhinya. Namun, Putri Yeira statis tidak mengubah sifat buruknya.

Suatu hari, Miss Patt mengumumkan bahwa akan ada tamu istimewa. Sehingga anak-anak dapat berganti pengalaman dan belajar dari mereka. 

Seketika Putri Yeira bergumam, “Untuk apa aku belajar dengan mereka? Aku kan sudah pintar.”.

Tamu itu pun tiba, mereka memperkenalkan diri dan memberitahu kemampuannya. Ada Serena yang jago bermain biola, Renata yang ahli menyanyi, Derex yang jago bermain sulap, dan statis banyak lagi. Semua berdecak kagum melihatnya.

“Aku jika begitu saja, aku pasti juga bisa melakukannya,” kata Putri Yeira sambil mendengus.

Ucapan tersebut terdengar oleh Serena. “Kamu bisa juga bermain biola, kebetulan aku membawa dua biola, maukah Anda bermain musik bersamaku?” Putri Yeira ragu, tetapi kemudian ia memegang viola itu.

Namun, bunyi biola Putri Yeira tidak karuan, semua murid menutup telinga. Ternyata Putri Yeira statis perlu belajar untuk bisa bermain biola sebaik Serena. Dia jadi tahu bahwa masing-masing memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess ini memiliki pesan moral bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekhasan masing-masing. Sehingga, sikap rendah hati dan saling menghargai diperlukan.

13. Sang Putri dan Sang Penari Putri

Nayana sedang bermuram durja di bilik istananya yang mewah. Ia mau sekali menjadi penari seperti Keiko. Keiko dapat berkeliling dari satu negeri ke negeri lain. Ia dapat merasakan kebebasan sesukanya. 

Namun, di sisi lain Keiko juga sedang gelisah. Ia mau menjadi Putri Raja. Rasanya ia tidak perlu bersusah payah menari dari satu panggung ke panggung lain. Keiko merasa lelah.

Ternyata permintaan Keiko dan Putri Nayana didengar oleh Ibu Peri yang baik hati. Ia pun mengabulkan permohonan keduanya. Mantra Ibu Peri mengubah segalanya.

Esok harinya saat Keiko terbangun ia sudah eksis di istana sementara Nayana eksis di rumah Keiko. 

“Oh apa yang terjadi? Aku berubah menjadi Putri Nayana!” Kata Keiko dia kegirangan saat para pegawai istana melayaninya dengan begitu sempurna.

Sementara itu Putri Nayana juga terkejut. Ia tiba-tiba melihat banyak kostum penari. Putri Nayana mencoba seluruh kostum Keiko dengan penuh semangat.

Hari pertama mereka sangat ceria namun pada hari-hari selanjutnya mereka merasakan beragam emosi cemas. Putri Nayana kini berubah menjadi sibuk. Ia mesti mempersiapkan sebuah tarian besar menyambut musim semi.

Sementara Keiko kini mesti bersiap menyampaikan ceramah kerajaan dalam perayaan musim semi tersebut. Mereka sangat cemas. Oh aku tak siap menari seindah Keiko kata Putri Nayana.

Aku tak bisa berpidato seperti Putri Nayana. Bagaimana ini akhirnya perayaan musim semi itu datang. Banyak penduduk dan tamu dari kerajaan tetangga berdatangan.

Di istana, Keiko gemetar ketakutan. Begitu pula Putri Nayana yang kelihatan pucat kedaluwarsa di ruang ganti kostum penari. Dengan cara bermutu dia mencoba menari seperti Keiko namun tariannya sangat kacau.

Putri Nayana tidak sanggup meneruskan tariannya. Dia berlari meninggalkan panggung. Begitu pula dengan Keiko yang gugup saat memberi ceramah resmi.

Keiko pun terisak mengekang malu. Begitu pula Putri Nayana. Kemudian ibu peri datang kembali. Ia mengembalikan keduanya seperti semula. Putri Nayana dan Keiko berpelukan bahagia. 

Rupanya alunan musik terdengar kembali. Sudah saatnya Keiko menampilkan tariannya. Dengan penuh sukacita Keiko berjalan ke panggung. Dia mempersembahkan tariannya yang indah. Semua hadirin bertepuk tangan dengan meriah.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess memberi pesan moral bahwa setiap orang memiliki kesenangan dan kesulitan tersendiri dalam  jalan hidupnya. Jalan hidup itu dipilih karena orang tersebut bisa menjalaninya.

14. Putri Rapampa dan Robot Juara 

Lomba merakit robot digelar di bangunan balai kota Ciberapolis yang megah. Semua peserta sibuk menyiapkan robot masing-masing. Begitu pula Putri Rapampa dan sahabatnya Dimitra.

Di perspektif ruangan, mereka mengotak-atik robot unicorn merah muda yang tampak keren. Kemudian terdengar bisik-bisik dari peserta lain. Mereka meragukan kapasitas Putri Rapampa dalam membikin robot. 

Mereka percaya Putri Cantik itu tidak bisa membikin robot. “Ah tenang saja, mereka tak akan bisa mengalahkan robot-robot kita yang canggih,” seru Texx.

Putri Rapampa dan Dimitra memang satu-satunya tim perempuan yang ikut kemba itu. Dia dan sahabatnya sangat gemar membikin robot. Raja Artunix cuma bisa menggeleng-gelengkan imam melihat kesibukan Putrinya.

Ketika siang tiba, semua robot telah berdiri di tempatnya masing-masing. Semua robot tampak canggih dan gagah, kecuali robot Putri Rapampa dan Dimitra yang tampak cantik. Ketika robot mereka akan dinilai, tiba-tiba perut Dimitra mulas.

Siang hari, semua peserta mesti memberitahu kelebihan robot masing-masing. Semua tampak tegang, begitu pula Dimitra yang takut jika ada kabel yang putus maupun tombol yang tidak berfungsi. Namun Putri Rapampa berupaya menenangkan sahabatnya.

Satu demi satu, peserta memberitahu kehebatan robotnya. Pangeran Mickey sibuk mengendalikan robot pendakinya yang memanjat dinding bangunan pameran. Kemudian, ada robot perakit milik Pangeran Matthew yang tampak cepat perakit model skateboard terbang yang keren.

Tibalah giliran robot unicorn Putri Rapampa dan Dimitra. Sedikit demi sedikit, robot itu terangkat dan terbang mengitari ruangan pameran. Semua orang kagum melihatnya.

Menjelang sore, diumumkan tim peserta yang masuk babak final, yaitu tim Pangeran Mikey dan Robert, tim Pangeran Matthew dan Tommy, dan Putri Rapampa dan Dimitra. Putri Dimitra sangat bahagia ia bisa masuk final. Pasti telah terjadi kecurangan, aku tidak percaya para putri itu masuk tiga besar, kata Pangeran Ronald yang tidak masuk tiga besar.

Ia meminta agar Putri Rapampa memberitahu langsung kapasitas ia dan Dimitra. Kemudian panitia pun bernegosiasi dan akan diadakan seleksi ulang. Sepuluh tim yang terpilih mesti merakit robot kecil dengan bahan dan model yang disediakan panitia dalam waktu satu jam.

Seluruh tim segera merakit robot sesuai dengan model yang ada dalam gambar di depan mereka. Setelah satu jam kemudian, para peserta histeris karena waktu satu jam rupanya kurang untuk membikin robot. Ternyata mereka semua mesti merakit robot pemetik buah.

Lord Dominique meminta untuk para peserta meletakkan robot mereka masing-masing di garis start. Robot yang paling banyak memetik buah dalam 10 menit akan menjadi pemenang. Pertandingan dimenangkan oleh robot Pangeran Mickey.

Sementara Putri Rapampa dan Dimitra ada di urutan kedua, mereka sangat bahagia dan bangga. Lelaki ataupun perempuan memiliki kesempatan yang sama. Asalkan kita statis belajar dan berusaha, apapun impiannya pasti bisa diraih.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur tentang Putri Rapampa adalah bahwa semua orang mesti mendapat kesempatan yang sama untuk mencoba sesuatu tanpa dihakimi.

15. Dua putri dan kejutan yang berantakan

Pagi yang terang istana kristal, kerajaan Snowdonia tampak megah di antara kabut pagi. Putri Tina berupaya membangunkan Putri Tania yang statis tertidur.

Putri Tina sangat semangat karena besok teman-teman mereka dari Verano akan mendatangi ke istana mereka. Mereka bergegas mempersiapkan permainan yang menyenangkan untuk teman-temannya. Wow, lihat seluncur es di sana.

Besok pasti seru sekali, kata Putri Tania. Dan lihat area ice skatingnya keren, tambahnya dengan reyang. Namun sepertinya ada yang kurang sepertiapa jika kita beri kejutan.

Putri Tina penasaran dengan kejutan apa yang akan dipersiapkan. Putri Tania pun berencana untuk membikin kolam hangat di bawah seluncuran itu. Mereka pun setuju dan segera menuju kastil penyihir kerajaan kesayangan bapak mereka.

Ia meminta om Albert, sang penyihir, untuk membikin kolam air hangat. Kolam air hangat, tapi kita butuh fondasi dan lantai yang kokoh agar air tak membahayakan salju di sekelilingnya, kata om Albert. Tania membucuk bahwa kolamnya kecil saja, yang krusial ada air hangat untuk bermain.

Paman Albert pun setuju dan segera mempersiapkan kolam itu. Ia mengayunkan tongkat sihirnya. Salju di bawah seluncuran pun mengalir, dan tak durasi kemudian kolam tersebut terbentuk dengan sempurna.

Mereka pun tak lupa bersyukur kepada om Albert. Mereka membayangkan bahwa jika air tersebut dialirkan ke bawah, pasti akan jadi seluncuran hangat yang paling keren di dunia. Semuanya takkan kedinginan jika bermain lama-lama di sini, kata putri Tania.

Mereka pun menggali hingga tiba-tiba kolam itu pun jebor, dan air panas mengalir kemana-mana. Mereka histeris sekali dengan cepat salju mencairkan air, hangat yang meluap. Kemudian air tersebut mengarah ke arah tebing, dan itu bisa menyebabkan longsor.

Para penguin yang tinggal di sana bisa saja tertimbun. Untungnya om Albert mendengar kegaduhan itu, dan dengan sekejap dia menghentikan mengerti air yang hangat itu. Kedua putri itu pun meminta ampun karena telah menggali kolam tersebut.

Esok harinya ketiga sahabat mereka tiba ke istana. Putri Tania dan Tania membujuk tamu-tamunya segera bermain permainan salju.

Mereka pun menceritakan insiden kemarin saat mereka nyari saja membikin snow bumi banjir. Para tamu terkejut mendengarnya. Putri Tania pun menceritakan semuanya.

Oh putri Tania dan Tina, kalian baik sekali kepada kami, tapi kalian tak perlu repot-repot menyiapkan segala sesuatu seperti ini. Bertemu dengan kalian saja kami sudah senang, kata putri Chico. 

Bahkan Pangeran Robi menyukai teh peppermint dan cokelat panas khas kerajaan mereka.

Mereka pun akhirnya sadar bahwa rupanya untuk membahagiakan orang lain kita tidak perlu berlebihan.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess ini memiliki pesan moral bahwa kita tidak perlu berlebihan dalam menyenangkan orang lain, terlebihlagi sampai merugikan diri sendiri. Terkadang, orang lain lebih bahagia ketika kita menjadi diri sendiri.

15 Dongeng kisah legenda dan cerita rakyat untuk dibacakan sebelum tidur 

Berikut ini dongeng sebelum tidur tentang legenda dan cerita rakyat yang sarat akan pelajaran hidup yang berharga. Melalui dongeng anak ini juga, Si Kecil dapat mengetahui lebih banyak adat dan kearifan lokal, khususnya yang ada di Nusantara. Dongeng ini dikutip dari buku Koleksi Terbaik Cerita Nusantara Rakyat penerbit Cerdas Interaktif dan buku Cerita Rakyat Nusantara penerbit Cikal Aksara.


1. Legenda si Gale-Gale 

Ada seorang raja di daerah Toba yang memiliki anak disebut Manggale. Pada saat itu, statis terjadi peperangan sehingga sang raja menyuruh anaknya ikut berperang. Saat perang tersebut, anak raja itu meninggal.

Sang raja terpukul akan kematian anaknya hingga jatuh sakit. Melihat kondisi raja yang makin memburuk, penasihat kerajaan memanggil tabib untuk mengobati sang raja.

Beberapa tabib mengatakan bahwa raja sakit karena kangen kepada anaknya yang telah tiada. Tabib pun mengajukan kepada penasihat kerajaan untuk dipahatkan patung menyerupai Manggale dari kayu.

Ketika patung tersebut selesai, penasihat kerajaan mengadakan upacara pengangkatan patung Manggale ke istana kerajaan. Sang tabib mengadakan upacara ritual, yaitu dengan meniup sordam dan memanggil roh anak sang raja ke dalam patung tersebut.

Patung ini diangkat dari sebuah asrama di hutan dan diiringi dengan bunyi sordam dan gondang sabangunan. Setelah rombongan ini tiba di istana, sang raja tiba-tiba pulih dari pandemi setelah melihat patung tersebut. Inilah asal mula patung si gale-gale maupun patung putra seorang raja disebut Manggale.

Pesan moral: dongeng anak singkat ini memberitahu bahwa kasih sayang orang tua tidak pernah berhenti, sekalipun anaknya telah tiada.

2. Legenda Putri Hijau

Pada era dahulu di Kesultanan Timur Besar, sekitar 10 km dari Kampung Medan, ada putri cantik disebut Putri Hijau. Kecantikannya telah diketahui dari Aceh sampai ujung utara Pulau Jawa. 

Sultan Aceh jatuh cinta pada Putri Hijau dan beriktikad menjadikannya permaisuri. Namun, lamaran itu ditolak oleh kedua kerabat lelaki Putri Hijau sehingga Sultan Aceh sangat marah. Ia merasa terhina karena penolakan tersebut.

Kesultanan Aceh kemudian memerangi Kesultanan Deli yang dipimpin Mambang Yazid, kakak tua Putri Hijau. Mambang Yazid menggunakan kekuatan gaib yang dapat mengubahnya menjadi seekor ular naga. Sementara Mambang Hayali berubah jadi sepucuk meriam yang tidak henti.

Kesultanan Deli kalah dan Putra Mahkota yang berubah jadi meriam itu meledak sebagian. Bagian belakangnya terlontar ke Labuan Deli dan bagiankecil depannya ke Dataran Tinggi Karo.

Kemudian Putri Hijau ditawan dan dimasukkan ke dalam peti kaca yang kemudian dimuat ke dalam kapal. Kapal itu membawanya ke Aceh melalui Selat Malaka.

Saat kapal sampai di Ujung Jambo Aye, Putri Hijau memohon diadakan upacara sebelum petinya diturunkan dari kapal. Permintaannya adalah mesti menyerahkan sejumlah beras dan ribuan telur.

Permintaan itu disetujui. Namun, saat upacara dimulai, terjadi angin berisik yang maha dahsyat, disusul ombak laut tinggi. Dari dalam laut, muncul abangnya yang telah menjadi ular naga. Ia memungut peti tempat adiknya dikurung, kemudian dibawa masuk ke dalam laut. 

Pesan moral: dongeng anak ini menyiratkan pelajaran untuk berlapang dada atas hal-hal yang tidak bisa dimiliki. Selain itu, menggunakan kekuatan gaib dapat mendatangkan akibat bagi orang yang menggunakannya.

3. Hang Tuah

Hang Tuah merupakan seorang anak giat dan pemberani dari sebuah kerajaan disebut negeri Bintan. Ia memiliki empat orang kawan, yaitu Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu, dan Hang Kesturi. Saat remaja mereka memiliki keinginan untuk menjadi pelaut ulung yang berkelana ke negeri jauh.

Suatu hari ketika mereka sedang mengarungi samudera luas. Mereka melihat perampok dan pertempuran pun tidak terhindarkan. Dalam pertempuran ini, Hang Tuah mengalahkan imam perampok berbadan tinggi besar dengan keris pusaka. Hang Tuah dan teman-temannya berhasil melumpuhkan kawanan perampok.

Kemudian, Hang Tuah menghadap Sultan Bintan sambil membawa tawanan. Mereka berlima diberi pangkat laskar kerajaan. Beberapa tahun berselang, Hang Tuah naik jabatan menjadi ketua armada laut. Berkat Hang Tuah, tidak ada negeri yang berani menyerang negeri Bintan.

Hang Tuah juga berjasa ketika Sultan Bintan beriktikad mempersunting putri Majapahit. Ia menyiapkan armada tangguh. Sehingga, pernikahan Sultan Bintan dan permaisurinya berjalan dengan terlindungi dan meriah.

Setelah Sultan Bintan balik ke istana, Hang Tuah diangkat menjadi laksamana kerajaan di Negeri Bintan. Namun, kenaikan pangkatnya ini tidak disukai oleh para perwira istana. Mereka menghasut raja dengan mengatakan bahwa Hang Tuah cuma bisa berfoya-foya. Lama kelamaan Sultan percaya.

Sultan pun mengalihkan jabatan Hang Tuah kepada Hang Jebat. Namun, Hang Jebat justru cuma membikin keonaran di desa-desa. Melihat hal itu, Sultan murka dan memerintahkan Hang Tuah untuk mengalahkan Hang Jebat.

Setelah memenangkan pertarungan, Hang Tuah balik menjadi laksamana kerajaan dan diberi tugas-tugas krusial ke negara jauh. Ketika ia ditugaskan cegat armada dari barat yang dipimpin D Almeida, Hang Tuah tewas tertembus peluru.

Sebagai penghormatan, salah satu kapal perang Indonesia diberi nama KRI Hang Tuah. Dengan harapan dapat membawa tuah yang artinya berkah,

Pesan moral:  Dongeng sebelum tidur ini menyiratkan pesan untuk menjadi orang yang gigih dan berani. Dengan demikian, seseorang akan memperoleh kesuksesan.

4. Batu Panjang 

Dahulu kala ada seorang putri yang tersisih dari keluarganya. Setiap malam ia kecewa karena permintaanya tidak pernah dikabulkan. 

Ia selalu meminta sepotong ikan matang hasil kakeknya memancing untuk makan malam keluarga. Ia meminta kepada kakeknya, tetapi kakeknya mengatakan agar ia meminta kepada neneknya.

Ketika ia meminta kepada sang nenek, neneknya bilang meminta ke ayahnya. Kemudian ia meminta ke ayahnya, tetapi ayahnya bilang meminta ke ibu. Begitulah terus sampai ia mesti meminta ke kakak-kakaknya.

Ia pun menangis dalam keadaan sangat lapar sambil melihat bulan purnama. Ia juga terus bernyanyi “Tinggi… tinggilah engkau batu, biar kakekku bahagia biar nenekku senang.”

Uniknya, setiap ia selesai bernyanyi satu bait lagu, sebuah batu terus meninggi. Hingga tengah malam, ketinggian batu itu sudah mencapai bulan purnama. Bulan itu seolah memanggilnya dan Putri berjalan menuju bulan itu.

Sesampainya di bulan, Putri menendang batu tersebut yang kemudian roboh memanjang di bukit. Itulah kenapa namanya disebut batu panjang.

Keluarga Putri menangis dan menyesal karena tidak memberinya makan. Mereka tidak pernah berjumpa Putri lagi.

Sang Putri pun akhirnya bahagia. Orang Kerinci percaya ketika mereka melihat bulan purnama, tampak siluet putri yang sedang tersenyum ke bumi dengan cahaya yang indah.

Pesan moral:  Dongeng sebelum tidur ini menyiratkan pesan untuk jangan menyia-nyiakan famili karena penyesalan cuma datang ketika sesuatu itu telah pergi.

5. Si Pahit Lidah

Dahulu kala, hiduplah pangeran Serunting. Ia adalah anak keturunan raksasa disebut Putri Tenggang. Menurut berita yang beredar, ia bermusuhan dengan iparnya, Aria Tebing. Penyebabnya Serunting iri kepada Aria Tebing.

Ladang mereka berdampingan dan cuma dipisahkan pepohonan. Di bawahnya ada cendawan (jamur), cendawan yang menghadap ke ladang Aria Tebing dan tumbuh jadi logam emas. Sementara itu, cendawan yang menghadap ke ladang Serunting cuma jadi flora tak berguna.

Arya Tebing menyadari Serunting lebih sakti dan ia memutuskan selesai berkelahi. Ia mencari jalan lain dengan membujuk istri Serunting untuk memberi tahunya rahasia kesaktian Serunting.

Istri Serunting berkata bahwa kesaktian Serunting eksis pada tumbuhan ilalang yang bergetar meskipun tidak tertiup angin. Setelah tahu itu, ia menantang Serunting untuk berkelahi.

Arya Tebing menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar. Sehingga Serunting terjatuh dan terluka parah. Ia juga merasa dikhianati oleh istrinya dan memutuskan pergi mengembara.

Serunting akhirnya bertapa ke Gunung Siguntang. Ia dijanjikan kekuatan gaib oleh Hyang Mahameru, Syaratnya a mesti bertapa di bawah pohon bambu sehingga tubuhnya tertutupi daun bambu.

Setelah dua tahun, ia berhasil memenuhi syarat dan mendapat kesaktian. Kesaktian itu adalah kalimat dan perkataan yang keluar dari mulutnya akan berubah jadi kutukan. Demikianlah karena ia dijuluki si Pahit Lidah.

Ketika balik ke daerah asalnya, ia berupaya membuktikan kekuatannya. Ketika ia berkata “Jadilah batu!” flora yang ditunjuknya berubah jadi batu. Ia juga mengutuk semua orang yang ditemuinya di tepian Sungai Jambi menjadi batu.

Namun, ia memiliki maksud baik mau mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu.

Pesan moral: dongeng anak sebelum tidur ini menyiratkan pesan bahwa kepercayaan yang telah dibangun akan sulit jika sudah dikhianati.

6. Putri Naga

Pada sebuah teluk, hidup sepasang naga jantan dan naga betina. Mereka berasal dari negeri Cina dan telah durasi mendambakan anak. Namun, tak kunjung dianugerahi anak. Bahkan, mereka diusir oleh raja karena itu,

Suatu ketika, mereka melihat seorang bayi perempuan terapung di tengah lautan. Akhirnya sepasang naga tersebut memutuskan untuk merawat bayi tersebut. Anak itu diberi nama Putri Bungsu dan tumbuh menjadi anak yang cantik jelita.

Ketika Putri Bungsu berumur 17 tahun, kedua orang tua kandungnya datang mencari putrinya yang hilang itu. Namun, pasangan naga itu menolak dan terjadilah pertarungan.

Ketika pertengkaran terjadi, muncul seorang manusia disebut Tuan Tapa. Ia  keluar dari persemediannya di Gua Kalam. Tuan Tapa meminta sepasang naga untuk mengembalikan Putri Bungsu kepada orang tuanya. Namun, sang naga menolak, terlebihlagi menantang Tuan Tapa untuk berduel.

Terjadilah pertarungan antara naga dan Tuan Tapa. Duel itu dimenangkan oleh Tuan Tapa. Putri Naga dikembalikan kepada kedua orang tuanya. Naga jantan wafat akibat libasan tongkat Tuan Tapa, sementara naga betina kabur dan menghancurkan tempat yang dilaluinya.

Jasad naga jantan yang kepalanya dilibas Tuan Tapa menjadi sebuah batu. Batu tersebut dinamakan “Batu Itam” Sementara itu, darahnya yang membantu dinamai “Batu Merah” 

Tidak cuma itu, lintasan naga betina yang porak poranda akhirnya membentuk pulai. Pulai tersebut dinamakan Pulau Dua dan ada di sekitar daerah Bakongan.

Tidak cuma naga, peninggalan Tuan Tapa juga berupa telapak kaki, tongkat, peci, dan makan dapat dilihat di sekitar Kota Tapaktuan.

Pesan moral:  Pesan moral dari dongeng sebelum tidur berjudul Putri Naga ini adalah jangan memungut hal yang merupakan hak orang. Selain itu, kita tidak boleh sombong dan mesti mengukur kapasitas diri sendiri.

7. Legenda Ikan Patin

Dongeng sebelum tidur berikutnya merupakan cerita fabel berjudul Legenda Ikan Patin. Cerita fabel ini merupakan legenda dari Kepulauan Riau.

Latar belakang legenda ini di Tanah Melayu. Hiduplah Awang Gading, seorang nelayan tua yang tinggal sebatang kara di tepi sungai. Meskipun hidup sendirian, ia selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Sehari-hari ia menangkap ikan di sungai dan mencari kayu di hutan.

Suatu hari Awang Gading menemukan bayi di atas baru tepi sungai saat sedang memancing. Ia pun membawa bayi itu ke rumahnya kemudian merawatnya. Bayi itu kemudian diberi nama Dayang Kumunah. Dayang Kumunah diasuh dengan beragam ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang baik. Dayang Kumunah juga tumbuh menjadi gadis cantik dan berbudi pekerti luhur. Namun, ia tidak pernah tertawa.

Suatu hari, ada seorang pemuda yang melintas ke depan rumah Dayang Kumunah. Ia disebut Awangku Usop, pemuda itu ganteng dan kaya raya. Kecantikan Dayang Kumunah membikin Awangku Usop jatuh cinta dan akhirnya melamar Dayang Kumunah. Lamaran itu diterima oleh Dayang Kumunah dengan syarat Awangku Usop jangan pernah meminta Dayang Kumunah untuk tertawa.

Mereka pun menikah dan pernikahan tersebut dihadiri secara ceria oleh semua kerabat dan tetangga. Keduanya saling mencintai dan menyayangi. Namun, kebahagiaan itu tidak terjadi lama, karena beberapa minggu kemudian Awang Gading yang menjadi bapak angkat Dayang Kumunah wafat dunia. Dayang Kumunah berduka selama berbulan-bulan.

Untungnya,  duka itu terhapus setelah Dayang Kumunah dikaruniai anak. Ia dan Awangku Usop memiliki lima orang anak dari pernikahannya.

Meskipun diliputi kebahagiaan dari anak-anaknya, Awangku Usop merasa kebahagiaannya tidak komplit karena ia tak sekali pun pernah melihat istrinya, Dayang Kumunah, tertawa.

Suatu sore, ketika mereka sedang kumpul di halaman rumah, anak bungsu Dayang Kumunah dan Awangku Usop mulai dapat berjalan dengan tertatih-tatih. Semua orang tertawa bahagia, kecuali Dayang Kumunah.

Awangku Usop mendesak istrinya untuk ikut tertawa secara terus-menerus. Sehingga, Dayang Kumunah akhirnya menuruti permintaan suaminya. Ketika tertawa, tampak insang ikan dari mulutnya. Menyadari hal itu, Dayang Kumunah berlari ke sungai, Awangku Usop dan anak-anaknya berlari menyusul.

Awangku Usop meminta ampun dan menyesal telah melanggar ikrar karena telah mendesak Dayang Kumunah untuk tertawa. Semua itu terlambat karena Dayang Kumunah telah berubah menjadi seekor ikan dengan bentuk badan cantik dan kulit mengilat tanpa sisik. Mukanya seperti raut wajah manusia, ekornya seolah sepasang kaki. Penduduk sekitar akhirnya menyebutnya sebagai ikan patin.

Dayang Kumunah sempat berpesan kepada suaminya sebelum terjun ke sungai. Ia berkata “Kanda, periharalah anak-anak kita dengan baik.”

Awangku Usop dan kelima anaknya sangat sedih melihat Dayang Kumunah berubah menjadi ikan patin. Mereka pun berikrar untuk memelihara dan tidak memakan ikan patin. Karena itu pula sebagian orang Melayu tidak makan ikan patin.

Pesan moral:  pesan moral dari dongeng anak ini adalah berusahalah menepati janjimu sendiri. Serta jadilah orang yang memiliki budi pekerti yang baik.

8. Legenda Danau Toba 

Seorang petani muda yatim piatu tinggal di bagiankecil utara Pulau Sumatera. Setiap hari ia berladang dan mendurung ikan. Suatu hari ia tidak mendapat ikan sampai malam. Ketika pulang, ia melihat seekor ikan besar berwarna emas.

Ia membawa ikan itu ke rumah dan beriktikad memasaknya. Namun, ikan itu sangat elok sehingga ia memilih memeliharanya.

Esok harinya ia pergi ke ladang dan ketika pulang untuk makan siang, ia terkejut melihat banyak makanan di rumahnya. Ia pun teringat ikan peliharaannya, rupanya ikan itu statis ada.

Ia sempat heran namun memutuskan untuk makan semua makanan. Kejadian ini terjadi berulang kali sehingga pemuda itu beriktikad menyelidiki insiden yang sebenarnya.

Suatu hari, ia menyelinap di dekat rumahnya, tak durasi kemudian ada asap mengepul dari dapur rumahnya. Ketika ia menghampiri dapur, ia terkejut ada perempuan cantik yang sedang memasak.

Ternyata, perempuan cantik itu adalah jelmaan ikan emas yang ia pelihara. Pemuda itu terpana dan meminta perempuan itu menjadi istrinya. Wanita itu setuju dengan syarat kelak anaknya tidak boleh tahu bahwa ia adalah anakni dekke ( anaknya ikan). Pemuda itu berikrar menepati janjinya.

Kemudian mereka memiliki anak berumur 6 tahun dan dikenal nakal. Suatu hari sang ibu menyuruhnya mengantarkan nasi ke ladang ayahnya. Namun, bekal itu dimakannya di tengah jalan karena lapar.

Setelah kenyang, ia membawa bekal itu ke ladang. Ketika membuka bungkusan nasi, ayahnya terkejut karena berisi tulang ikan saja. Sang anak pun mengaku bahwa bekalnya telah ia makan.

Sang bapak berang dan menampar pipi anaknya sambil berkata, “Botul maho anakni dekke (betullah engkau anaknya ikan.” Anaknya menangis sepanjang jalan pulang.

Ketika menceritakan karena ia menangis kepada sang ibu. Ibunya terkejut karena suaminya telah melanggar sumpah. Seketika sang anak dan ibunya hilang. Dari sisa telapak kaki mereka mengalir mengerti air yang deras sehingga membentuk danau.

Danau tersebut diberi nama Danau Tuba yang berarti telaga tak tahu belas kasih. Namun, karena orang batak sulit mengatakan “Tuba” sehingga telaga itu disebut Danau Toba.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah pentingnya untuk menepati janji.

9. Legenda Sultan Domas

Dahulu kala ada satu daerah di Lampung terdapat sebuah dusun yang cukup ramai/ Saat ini daerah tersebut terletak di sukadana, Lampung Tengah. Di sana hidup seorang pemuda disebut Domas. 

Ia hidup serba kekurangan dan yatim piatu sejak kecil. Tidak jarang Domas dihina oleh penduduk sekitar. Namun, ia statis ikhlas dan tidak membenci mereka.

Suatu hari ketika Domas berjalan pulang ke gubuknya setelah mencari kayu bakar. Ia mendapati gubuknya telah dibakar orang. Ia pun kini tidak punya rumah kemudian tertidur di bawah epilog daun pisang.

Dalam mimpinya, Domas melihat seorang eyang tua berjanggut putih berpesan padanya untuk pergi ke arah Selatan. “Apabila cucu berjumpa sebuah sungai yang besar dikelilingi banyak pohon besar, menetaplah di sana. Tanami tanah dengan sayur dan buah sebagai bekal sehari-hari,” kata eyang itu dalam mimpi.

Esok harinya Domas langsung pergi melaksanakan pesan tersebut. Perjalanan itu membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga sampailah Domas di tepi sungai dengan air yang sangat jernih.

Ia pun memutuskan tinggal di sana dan sungai itu kini disebut sungai Way Sekampung. Suatu malam. Domas bertapa dan ia mendapat pesan gaib, ia diberi ilmu kesaktian untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Dengan kesaktiannya itu, Domas dijuluki sultan Domas.

Menurut kisah penduduk kampung, suatu hari sultan Domas pergi mencari ikan. Kemudian datanglah lima orang pendaki ke pondoknya mereka mau mencuri harta dan barang milik sultan Domas. 

Setelah mereka semua mencuri barang-barang di rumah sultan Domas, mereka beriktikad untuk membakar pondok. Namun, api tidak bisa hidup dan batal membakar asrama sultan Domas.

Karena kesal, mereka segera pergi. Akan tetapi, seketika ada seekor ular besar di depan rumah asrama sultan Domas. Mereka semua histeris dan berlari ke belakang pondok. Namun, di sana juga ada seekor buaya yang siap menerkam.

Dengan emosi takut, kelima orang jahat itu terkepung di dalam asrama sampai sultan Domas pulang. Ia tidak terkejut saat melihat orang jahat itu di dalam pondok. Malah sultan Domas membujuk mereka bermalam di pondoknya.

Mereka pun menerima tawaran baik sultan Domas. Setelah kelima orang itu pulang, tersebarlah di seluruh daerah bahwa di pinggir sungai dalam hutan Way Sekampung ada orang sakti yang sangat baik.

Lama kelamaan banyak orang yang mau membuka ladang di sekitar tempat tinggal sultan Domas sehingga tempat itu menjadi perkampungan. Sultan Domas pun diangkat menjadi imam di daerah tersebut.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah setiap kesulitan yang dijalani dengan sabar akan mendatangkan kemudahan suatu hari.

10. Si Pitung 

Pada era kolonialisme Belanda, tinggal famili Piun yang memiliki anak disebut Pitung. Orang tua Pitung bekerja sebagai petani dan beternak kambing. Mereka berasal dari Rawa Belong, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sejak kecil, Pitung dikenal bahagia menolong orang yang lema. Ia tidak pernah melupakan amalan dan memiliki sifat dermawan. Ia juga pandai belajar bela seni silat. Pitung merupakan murid Haji Napin yang pandai, baik ilmu agamanya maupun ilmu bela dirinya. 

Suatu hari, bapak Pitung menyuruhnya untuk menjual kambing ke pasar. Tidak perlu waktu lama, kambing itu telah terjual. Namun, ketika dalam perjalanan pulang ia berjumpa segerombolan preman.

Pitung tidak sadar jika duit hasil menjual kambing yang ada di kantongnya sudah diambil para preman. Sayangnya ia baru sadar ketika sudah hampir sampai rumah. Lalu Pitung balik ke letak tadi dan berhasil mengalahkan segerombolan preman di sana dan akhirnya duit pitung dikembalikan.

Pitung memiliki dua kawan dekat yaitu Jiih dan Rais. Keduanya selalu membantu Pitung jika ada kesulitan.

Saat itu kondisi ekonomi sedang susah. Banyak penduduk menjadi korban pemerasan dan kekerasan dari tuan tanah, centeng dan para penjajah. Pitung pun tidak tega melihat keadaan penduduk yang menderita. Ia segera mencari metode untuk membantu rakyat.

“Aku punya ide untuk membantu kawan kita yang sedang susah,” ujar Pitung kepada kawan temannya. “Ayo kita ambil harta si kaya untuk diberikan kepada mereka.”

Teman-temannya kemudian mengangguk tanda setuju. Mereka sering berbuat pencurian terhadap tuan tanah dan orang kaya di Jakarta pada malam hari. Hasil curiannya dibagi kepada rakyat kecil dan miskin.

Suatu hari Pitung tertangkap saat ia sedang mencuri. Ia dijebloskan ke dalam penjara. Namun, ia berhasil melarikan diri dengan memanjat epilog penjara. 

Polisi Belanda kemudian mencari metode agar si Pitung mau menyerah dengan menangkap dan menyiksa orang tua Pitung dan gurunya. Berdasarkan keterangan mata mata, Pitung saat itu menyelinap di daerah Pondok Bambu. 

Pitung yang tidak tega memutuskan menyerahkan diri kepada polisi. Ia gugur di tangan polisi Belanda. Masyarakat miskin merasa sangat kehilangan si Pitung yang telah membantu melindungi mereka selama ini.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah kebaikan hati dapat berbentuk keberanian dan kepedulian terhadap sesama. 

11. Joko Kendil 

Dahulu kala ada seorang permaisuri yang dibuang oleh sang raja karena melahirkan seorang anak lelaki yang berbentuk seperti kendil panci masak dari tanah liat. Meski memiliki seorang anak yang berbentuk ganjil dan mesti hidup serba kekurangan, permaisuri tidak pernah mengeluh.

Ia sangat menyayangi anaknya yang dijuluki Joko Kendil. Joko Kendil tumbuh ceria seperti anak lelaki lainnya. Ia sering menyelinap ke aktivitas selamatan maupun pesta kampung kemudian duduk berderet di kendil-kendil yang ada. 

Tubuhnya dapat menipu para tukang masak sehingga tak sengaja ada makanan yang diletakkan di Joko Kendil. Setelah itu, makanan yang ia dapatkan akan ia bagi dengan teman-teman dan ibunya.

Bertahun-tahun kemudian, Joko Kendil telah tumbuh menjadi seorang pemuda. Ia merengek kepada ibunya untuk melamarkan salah seorang putri raja. Ibu Joko Kendil membujuk anaknya untuk mengurungkan niat, tetapi ia bersikeras mau menikahi salah satu putri raja yang populer kecantikannya.

Suatu hari, ibunya memberanikan diri menghadap sang raja untuk melamar salah satu putrinya. Namun putri-putri raja itu langsung tertawa saat melihat tubuh Joko Kendil yang lucu.

Putri bungsu raja yang disebut Dewi Melati tidak tega untuk menolak. Hanya ia satu-satunya yang setuju. Dengan bermutu hati sang raja menggelar pesta pernikahan mereka. Sejak saat itu Joko kendil tinggal di istana.

Dewi Melati sangat menyayangi Joko Kendil yang kocak ini. Suatu hari raja menggelar pertandingan bela diri ia mengundang semua pangeran dari kerajaan lain. Sang istri membujuk Joko Kendil untuk menonton pertandingan tersebut. 

Namun, Joko Kendil menolak. Akhirnya Dewi Melati menonton pertandingan berbareng kakak dan kerabatnya. Kakak-kakak Dewi Melati mengejek Joko Kendil saat melihat banyak kesatria yang tampan. Harusnya Dewi Melati tidak cepat menerima lamaran Joko Kendil.

Esok harinya Dewi Melati balik membujuk Joko Kendil untuk menemaninya menonton. Akan tetapi, Joko Kendil balik menolak, ia berdalih sedang sakit. Melihat absensi Joko Kendil, kakak-kakak Dewi Melati balik mengejeknya.

Karena merasa mengabaikan suami yang sakit, Dewi Melati segera pulang sebelum pertandingan selesai. Ia tidak mendapati Joko Kendil. Dewi Melati merasa jengkel dan marah, dia langsung memungut sebuah kendil dan membantingnya ke dinding.

Benda itu langsung hancur berkeping-keping. Tiba-tiba Dewi Melati berpikir jika kendil itu adalah Joko Kendil. Saat itu dia langsung menangis tersedu-sedu.

Tiba-tiba terdengar bunyi yang ramah menyapanya, “Mengapa engkau menangis wahai istriku?” 

Saat Dewi Melati menoleh, ia sangat heran karena ada kesatria ganteng yang sebelumnya ada di pertandingan. Ternyata itu adalah bentuk Joko Kendil yang sebenarnya.

Ia cuma akan menjadi pemuda gagah jika ada seorang gadis yang halus hati menerima pinangannya. Dewi Melati sangat ceria mengetahui suaminya statis hidup.

Saat Joko Kendil memperkenalkan bentuk yang sebenarnya, kakak Dewi Melati menyesal. Sementara Dewi Melati hidup ceria berbareng suaminya.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah cinta sejati dapat memusnahkan kutukan.

12. Putri Mandalika 

Putri Mandalika adalah putri yang sangat cantik dan baik hati. Ia tinggal di kerajaan berbareng ayahnya, Raja Tonjang dan ibunya, Dewi Seranting.

Kerajaan Putri Mandalika eksis di Pantai Selatan Pulau Lombok. Kecantikan sang putri amatlah menawan, matanya jelita seperti bintang timur garis-garis wajahnya ayu, rambutnya bak mayang terurai.

Sifatnya juga baik, sopan dan ramah kepada semua orang. Itulah yang membikin banyak pangeran dari beragam pulau mau mempersunting Putri Mandalika. 

Namun, karena bukan tergolong kerajaan yang besar dan tidak memiliki armada perang yang kuat, Putri Mandalika tidak berani menolak lamaran para raja dan pangeran yang datang. Sehingga ia menerima semua lamaran yang datang.

Ketika pangeran mengetahui bahwa Putri Mandalika menerima semua lamaran, mereka memutuskan untuk membikin pertandingan. Pemenangnya akan menjadi suami Putri Mandalika.

Raja Tonjang yang mendengar ini  segera memanggil Putri Mandalika. Ia membayangkan bahwa kelak pasti banyak korban batin karena pertandingan tersebut.

Mendengar kecemasan ayahnya, Putri Mandalika terdiam. Dalam hati ia menyesal karena beraksi gegabah. Ia pun meminta persetujuan kepada ayahnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan keputusannya.

Beberapa hari kemudian, saat pertandingan akan dimulai, Putri Mandalika datang. Ia datang ditemani kedua orang tuanya. Putri Mandalika mencoba memberhentikan pertandingan dan ia akan memilih sendiri calon suaminya.

Para pangeran menatap kagum saat Putri Mandalika turun dari tandunya. Mereka tidak sabar menantikan siapa yang akan dipilih putri.

Awalnya Putri Mandalika hendak memilih salah satu pangeran yang ada di pertandingan itu. Namun ketika melihat tatapan kagum para pangeran, ia sadar siapapun yang terpilih bisa mengakibatkan kecemburuan bagi pangeran lain.

Dalam hati Putri Mandalika berdoa agar ia bisa memungut keputusan yang benar. Akhirnya ia berkata, “Wahai pangeran, aku tidak bisa memilih salah satu dari kalian. Karena tubuhku sudah ditakdirkan menjadi nyale, sejenis cacing laut, yang bisa kalian nikmati bersama. Pada bulan tanggal tertentu, nyale akan muncul di permukaan laut.”

Perkataan Putri Mandalika tersebut membikin para perlamar bingung dan bertanya-tanya. Namun tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya, Putri Mandalika melompat ke laut. Ombak laut yang sangat besar langsung membawanya.

Semua orang yang disana terkejut. Mereka semua belum sempat berbuat apa-apa. Tiba-tiba muncul fauna kecil yang jumlahnya sangat banyak yang berasal dari alas laut. Binatang itu berbentuk cacing panjang dengan julukan nyale.

Konon fauna itu adalah jelmaan Putri Mandalika. Seketika air laut penuh dengan nyale beraneka warna ada yang putih, hitam, hijau, kuning, dan coklat.

Pesan moral: pesan moral yang tersirat dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah pengorbanan diri demi menghindari perselisihan. 

13. Ular n’Daung

Pada era dahulu, hidup seorang perempuan tua dengan ketiga anaknya. Mereka hidup serba kekurangan dan hidup cuma dari penjualan hasil kebun.

Suatu hari, perempuan itu sakit keras. Orang pandai di sekitar rumahnya meramalkan bahwa ia akan statis sakit jika tidak diberikan obat khusus. Bukan sembarang obat,  itu adalah daun-daunan hutan yang dimasak dengan bara gaib dari puncak gunung. Selain itu, bara tersebut dijaga oleh seekor ular gaib

Tidak ada yang menyanggupi persyaratan itu, kecuali si Bungsu. Akhirnya ia berupaya mendaki gunung yang terdapat si Ular n’Daung. Di sana, ia melihat si ular. Dengan gentar, si Bungsu meminta sebutir bara gaib untuk memasak obat demi obat sang ibu.

Ternyata, ular itu mengabulkan permintaan si Bungsu dengan syarat si Bungsu mesti menikahinya. Si Bungsu mengira ini hanyalah cobaan dari si ular, ia pun menyetujuinya.

Esok harinya, ia pulang membawa bara api. Kemudian balik ke hutan untuk  menepati janjinya, yaitu dinikahi si ular.

Si Bungsu terkejut karena pada malam hari, ular itu berubah menjadi ksatria ganteng disebut Pangeran Abdul Rahman Alamsyah. Namun, ketika pagi hari, ia balik menjadi ular. Pangeran itu bercerita itu adalah kutukan dari pamannya yang mau menjadi calon raja.

Sementara itu, ibu si Bungsu telah sehat balik dan kedua saudarinya yang selalu iri penasaran dengan si Bungsu. Ketika malam hari, mereka mengintip dan segera mengetahui bahwa ada lelaki ganteng di puncak gunung, bukan ular.

Melihat itu, mereka berupaya memfitnah si Bungsu dengan metode mengendap ke dalam gua dan mencuri kulit untuk dibakar. Kedua kakaknya mengira itu akan membikin pangeran berang dan mengusir adiknya. Ternyata sebaliknya, dibakarnya kulit ular itu rupanya membebaskan pangeran dari kutukan.

Pangeran segera memeluk si Bungsu dan berkata bahwa kutukan itu telah sirna. Pangeran Alamsjah kemudian membujuk si Bungsu untuk tinggal di istana. Si Bungsu juga membujuk keluarganya, namun kedua kakaknya menolak karena malu. Sementara om pangeran diusir dari istana.

Pesan moral: pesan moral dari cerita singkat ini adalah mengabdi kepada orang tua akan membawa kebaikan. Selain itu, dongeng anak ini juga mengajarkan kita agar jangan memiliki rasa iri kepada orang lain.


14. La Dana dan Kerbaunya

La Dana adalah anak seorang petani Toraja yang populer cerdik. Namun, kadang kecerdikannya itu dipakai untuk memperdaya orang.

Suatu hari, ada seorang bangsawan yang akan dikuburkan di kampung mereka. La Dana dan temannya juga datang ke aktivitas pemakaman, ke upacara kematian tersebut. 

alam upacara kematian di Toraja, para hadirin biasanya akan dijamu dengan satu Kerbau. Pemilik upacara itu rupanya orang yang pernah dikerjai La Dana.

Karena itu, ia sengaja cuma memberikan kaki belakang Kerbau kepada La Dana. Sementara, kawan La Dana yang lain diberi seluruh bagiankecil depannya.

Melihat perlakuan yang tidak fair tersebut, La Dana mencari akal. Ia mengajukan agar menggabungkan daging-daging bagiankecil yang didapatnya dan teman-temannya dan menukarkannya kepada pemilik dengan seekor Kerbau utuh. 

“Kerbau ini nantinya akan dipelihara. Nanti jika Kerbau itu sudah gemuk, kita bisa menyembelih dan memakannya sampai puas,” kata La Dana. 

Mendengar perkataan La Dana, semua kawannya setuju menukar Kerbau itu dengan Kerbau yang statis hidup. Tuan rumah menerima usulan tersebut.

Seminggu setelah itu, La Dana mulai tidak sabar menunggu agar Kerbaunya gemuk. Suatu pagi, La Dana datang ke rumah kawannya dan meminta Kerbau itu dipotong saja. Namun temannya meminta agar menunggu beberapa hari sampai Kerbau itu cukup gemuk untuk disembelih.

Setelah menunggu beberapa hari, La Dana balik lagi dan meminta agar bagiannya saja yang dipotong. Dengan demikian Kerbau itu statis bisa dipelihara oleh sahabatnya. 

Namun temannya meminta untuk La Dana menunggu sampai Kerbau itu lebih gemuk. La Dana kecewa tetapi dia juga mengaku karena kawannya statis masuk akal. 

Beberapa hari kemudian, La Dana datang lagi dan balik meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Dia menjanjikan sebagian badan Kerbau asal La Dana mau menunda keinginannya. 

Dua hari setelahnya, La Dana balik datang dan meminta hal yang sama. Kali ini kawannya tidak sabar. Dengan marah, dia menyuruh La Dana memungut saja Kerbau itu dan jangan mengganggunya lagi. 

“Sudahlah aku sudah capek denganmu, ambillah Kerbau itu untukmu semuanya agar engkau bisa membisu dan tidak menggangguku,” sahut kawan La Dana. La Dana bahagia karena itu memang cuma pikiran licinnya saja.

Ia sengaja bolak-balik agar temannya kesal. Hasilnya, La Dana memiliki bagiankecil yang lebih besar dari bagiankecil yang seharusnya ia miliki. 

Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah kecerdasan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, tetapi waspada karena ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperdaya orang lain.

15. Hikayat Tanjung Lesung

Zaman dahulu, ada seorang pengembara laut selatan disebut Raden Budog. Suatu hari, ia bermimpi berjumpa dengan gadis yang sangat cantik, kemudian memutuskan mengembara untuk mencari keberadaan gadis tersebut.

Setelah melewati beragam rintangan, ia sampai di sebuah desa kecil. Di sana, ia berjumpa dengan seorang gadis cantik disebut Sri Poh Haci. Ia merupakan anak dari Nyi Siti.

Sehari-hari, Sri Poh Haci menumbuk padi menggunakan antan dan lesung. Antan dipukulkan ke lesung hingga menghasilkan irama.

Jika permainan itu dilakukan bersama-sama, alunan bunyi menjadi terdengar merdu. Di sana, permainan itu disebut ngagondang. Namun, ada larangan yang tidak boleh dilanggar, yaitu dilarang bermain ngagondang pada hari Jumat.

Ketika Raden Budog tiba di desa itu, kebetulan permainan ngagondang tengah dilakukan. Ia langsung tertarik mendengarnya. Sesaat, matanya tak berkedip melihat Sri Poh Haci.

Wajahnya sangat mirip dengan gadis yang ia lihat di mimpinya. Ia lantas mendatangi rumah Sri Poh Haci dan berkenalan. Ia bermaksud melamar Sri Poh Haci dan mereka pun akhirnya menikah.

Raden Budog sering sekali ikut serta ketika penduduk berbuat permainan ngagondang. Saking senangnya, Raden Budog segera lupa waktu. Tepat saat hari Jumat, Sri Poh Haci mengingatkan suaminya untuk tidak ngagondang pada hari itu.

Raden Budog cuma terdiam. Tidak durasi kemudiannya, Nyi Siti juga ikut mengingatkan menantunya. “Hendaknya engkau menghormati kebiasaan yang berjalan di desa ini. Janganlah engkau ngagondang hari ini.”

Namun, Raden Budog statis ngagondang pada hari Jumat. Ia semangat dan ceria meskipun cuma bermain sendiri. Ia  meloncat tak tentu arah ketika bermain. 

Kemudian keanehan pun terjadi. Anak-anak melihat ada lutung yang sedang bermain lesung.

“Lihat ada lutung bermain lesung! Ada lutung bermain lesung!” teriak anak-anak itu seraya menunjuk ke Raden Budog. 

Raden Budog awalnya tidak menyadari bahwa ia telah berubah menjadi lutung. Ia sangatlah terkejut melihat tangan dan kakinya berambut sangat lebat, berwarna hitam seperti lutung.

Raden Budog juga meraba wajahnya yang penuh dengan bulu lebat berwarna hitam. Raden Budog telah berubah menjadi lutung. Ia melarikan diri dengan memanjat pohon. 

“Lutung kasarung!  Lutung kasarung!” teriak penduduk ketika melihat Raden Budog berlompat dari satu pohon ke pohon lainnya. 

Sri Poh Haci sangat sedih mendapatkan kenyataan itu. Secara diam-diam ia meninggalkan desa. 

Konon Sri Poh Haci kemudian menjelma menjadi Dewi Padi. Untuk mengenang Raden Budog dan Sri Poh Haci, penduduk menamakan desa tersebut menjadi desa lesung. Karena letaknya tepat di sebuah tanjung dekat pantai, desa itu dinamai Tanjung Lesung.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memberikan pesan moral untuk menghormati adat di tempat yang sedang kita kunjungi. 

15 Cerita Si Kancil terbaik, penuh pesan moral untuk dongeng sebelum tidur

Berikut ini dongeng sebelum tidur tentang Kancil dan kawan-kawan binatangnya. Dongeng anak ini dikutip dari buku Kancil Menipu Gajah dan Kumpulan Cerita Kancil Lainnya penerbit Rainbow Publisher dan Dongeng Sebelum Tidur Fabel Nusantara 30 Dongeng Binatang Seru dari Seluruh Indonesia penerbit Wahyu Media. 


1. Kancil Mencuri Mentimun

Suatu hari Kancil berjalan-jalan di tengah hutan. Ia istirahat sejak di bawah pohon besar sambil melihat sekeliling. Dari kejauhan, ia melihat sebuah kebun mentimun milik Pak Tani yang berbuah banyak.

Kancil tergiur melihat mentimun, sudah durasi ia tidak makan itu. Kancil tidak berani mendekati kebun karena ada Pak Tani. Ketika Pak Tani pulang, Kancil keluar dari persembunyiannya.

Ia memeriksa sekeliling kebun untuk memastikan Pak Tani benar-benar sudah pulang. Setelah aman, Kancil memetik banyak sekali mentimun kemudian memakannya hingga kenyang.

Esok harinya, Pak Tani terkejut melihat kebunnya berantakan. Mentimunnya banyak yang hilang dan ada bekas kaki Kancil di sana.

Pak Tani berang besar kemudian pulang ke rumah. Ia menyiapkan jebakan untuk menangkap Kancil. Pak Tani membikin orang-orangan sawah dan memakaikan busana warna hitam. Kemudian, orang-orangan sawah itu dilumuri getah nangka. Dipasangnya orang-orangan sawah itu di kebun.

Menjelang sore, Pak Tani berpura-pura pulang ke rumah. Ia menyelinap di balik gundukan tanah. Seperti biasa, Kancil keluar dari sarangnya. Ia memperhatikan kebun Pak Tani dari tepi hutan.

Ketika melihat deskripsi orang berpakaian hitam, Kancil tidak percaya itu adalah Pak Tani. Malah Kancil menganggap orang itu beriktikad mencuri timun seperti dirinya.

Kancil menunggu hingga malam hari, tetapi orang mencurigakan itu tidak bergeser dari kebun.

Kemudian Kancil hilang kesabaran akhirnya masuk ke dalam kebun. Pak Tani bahagia Kancil masuk perangkapnya.

“Hei, Manusia! Rakus benar kau ini. Sejak tadi kulihat engkau mencuri mentimun di kebun ini. Sekarang giliranku, pergilah maupun kutendang kamu!”

Pak Tani yang menyelinap di balik gundukan tanah menjawab perkataan Kancil dengan bunyi yang dibuat-buat.

“Memangnya aku takut kepadamu? Kemarilah, akan kuhajar kamu!”

Kancil menendang orang-orangan sawah dengan kaki depannya. Getah nangka yang dioleskan Pak Tani mengenai kaki Kancil.

Kancil berteriak meminta kakinya dilepaskan. Ia menakut-nakuti akan menendang orang-orangan sawah itu dengan kaki belakangnya yang lebih kuat.

“Kaki belakangmu tidak ada apa-apanya. Cobalah tendang aku jika omonganmu memang benar.”

Sekali lagi Kancil menendang orang-orangan sawah. Kini kedua kakinya menempel di orang-orangan sawah. Kancil mengaku kalah dan meminta dilepaskan.

Saat itulah Pak Tani keluar dari persembunyiannya dan membawa Kancil ke rumahnya untuk dimasak. Pak Tani memutuskan untuk memelihara Kancil sebelum dimasak karena tubuh Kancil kurus sekali. Kancil diletakkan di kandang besi.

Setelah beberapa hari di kurung, Kancil mulai mencari metode keluar dari jebakan. Ia memanfaatkan anjing Pak Tani. Kancil berkata bahwa ia memiliki tulang yang banyak di kandangnya dan mau memberikan tulang itu kepada Anjing sebagai pemberian karena telah setia kepada Pak Tani.

“Bila kau izinkan, aku akan pulang ke sarangku sebentar untuk mengambilnya. Aku ikrar akan balik lagi ke dalam kurungan ini setelah membawakanmu tulang-tulang itu.”

Anjing pun setuju dan membiarkan Kancil keluar. Saat itu, Pak Tani sedang pergi ke kebun mentimun. Agar Anjing tidak curiga, Kancil berupaya jalan biasa saja, terlebihlagi ia sempat berjabat tangan dengan Anjing.

Setelah agak jauh, barulah Kancil berlari sekencang-kencangnya masuk ke dalam hutan. Ia berikrar tidak pernah mencuri mentimun lagi.

Sementara itu, anjing Pak Tani yang melihat Kancil berlari langsung sadar dirinya telah ditipu. Pak Tani yang tahu hal ini berang besar kepada anjingnya.

Pesan moral: Pesan moral dalam dongeng sebelum tidur Kancil Mencuri Mentimun adalah mencuri adalah perbuatan tercela yang tidak boleh kita lakukan.


2. Kisah Kancil dan Tikus

Pada suatu malam, Kancil mendengar bunyi kesakitan di belakang rumahnya. Ternyata ada Tikus yang kesakitan karena kakinya tertancap duri. Kancil pun berupaya mencabut duri itu.

Hari terus berganti. Ketika Kancil sedang bersantai di bawah pohon, ia tidak sadar ada Pemburu yang siap memanahnya.

Melihat insiden itu, Tikus segera menggigit Pemburu sehingga gagal memanah Si Kancil. Kancil terkejut melihat Pemburu kesakitan, kemudian ia tahu Tikus telah menyelamatkannya.

Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah persahabatan yang baik adalah sahabat yang saling tolong menolong.

3. Persahabatan Kancil dan Ikan Paus

Persahabatan Kancil dan Paus terjadi setelah Kancil menolong Ikan Paus yang terdampar di pinggir kali. Setiap hari, Kancil selalu dibawa keliling laut oleh Paus. Ia duduk di atas Ikan Paus. Ikan Paus bahagia melihat Kancil bahagia.

Akan tetapi, sore ini Kancil tidak melihat Ikan Paus. Begitu pula hari berikutnya. Ini membikin Kancil khawatir.

Keesokan harinya, Kancil balik ke pantai. Tak durasi kemudian Ikan Paus datang. Kancil bertanya tentang kemana Ikan Paus kemarin.

“Hai, Kancil. Aku meminta maaf, ya, kemarin tidak datang. Di dalam laut sedang ada masalah. Raja Ikan Paus sedang sakit keras. Aku mesti mencari tabib yang bisa mengobati rajaku itu,” kata Ikan Paus.

Mendengar hal itu Kancil iba dan beriktikad untuk membantu Paus. Ia berniat mencari tabib. Paus memberi waktu selama dua hari.

Kancil segera balik ke hutan. Ia mencari tabib tua yang sangat sakti. Kancil menanyakan tabib itu ke seluruh penghuni hutan. Namun, tidak ada yang tahu. Ia pun balik ke rumahnya.

Menjelang pagi, Rusa membangunkan Kancil. Ia bilang tahu keberadaan tabib itu. Kancil pun langsung meminta antar Rusa ke rumah tabib.

Rusa memberi syarat kepada Kancil. Ia akan mengantarkan Kancil dengan syarat Kancil mesti memberikan semua cadangan makanannya.

Kancil setuju. “Demi sahabatku, Ikan Paus, aku mesti menemukan tabib itu untuk menyembuhkan Raja Ikan Paus,” ucap Kancil.

Rusa tersebut seketika berubah menjadi tabib tua. Kancil pun terkejut.

“Aku tabib tua itu, aku cuma menjelma menjadi rusa, agar tahu kesungguhanmu menjaga persahabatan. Sekarang, ayo kita ke laut. Kita obati Raja Ikan Paus,” kata tabib tua.

Setibanya di laut, Tabib Tua segera mengobati Raja Ikan Paus. Kemudian, Raja Ikan Paus sembuh. Paus sangat senang, persahabatan Kancil dan Paus semakin baik.

Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah berupaya menolong kawan yang kesulitan akan membikin persahabatan menjadi erat.

4. Kisah Kancil dan Tikus

Pada suatu malam, Kancil mendengar bunyi kesakitan di belakang rumahnya. Ternyata ada Tikus yang kesakitan karena kakinya tertancap duri. Kancil pun berupaya mencabut duri itu.

Hari terus berganti. Ketika Kancil sedang bersantai di bawah pohon, ia tidak sadar ada Pemburu yang siap memanahnya.

Melihat insiden itu, Tikus segera menggigit Pemburu sehingga gagal memanah Si Kancil. Kancil terkejut melihat Pemburu kesakitan, kemudian ia tahu Tikus telah menyelamatkannya.

Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah persahabatan yang baik adalah sahabat yang saling tolong menolong.

5. Hari Ulang Tahun Kancil

Di sebuah hutan, hiduplah seekor Kancil yang cerdik. Hari itu adalah hari ulang tahunnya, dan ia mengundang semua temannya untuk berpesta. 

Kancil sudah menyiapkan buah-buahan dan sayuran, tapi ia baru sadar lupa membawa wortel. Letaknya ada di seberang sungai penuh buaya.

Meski takut, Kancil akhirnya nekat pergi berbareng Kerbau dan Kelinci. Mereka menemukan sebuah jembatan tua yang mesti dilewati agar tidak dimangsa buaya. Kelinci berjalan lebih dulu, disusul Kancil, kemudian Kerbau di belakang. 

Karena Kerbau ragu melintasi jembatan yang sudah rapuh, Kancil menyarankannya untuk berlari cepat. Begitu Kerbau selesai berlari, jembatan itu langsung roboh. Untungnya, mereka berhasil mendapatkan banyak wortel di sekitar mulut gua di seberang sana.

Sayangnya, mereka justru terjebak di dalam gua. Kerbau yang tertarik dengan cahaya di dalam gua tanpa sengaja mendorong batu penahan pintu gua, sehingga batu-batu berjatuhan dan menutup jalan keluar mereka. 

Kancil pun berpikir keras mencari metode untuk keluar, sementara Kerbau menangis karena cemas tubuhnya terlalu besar untuk melewati celah sempit yang mungkin mereka temukan.

Kelinci akhirnya berhasil menemukan lubang cukup besar di dalam gua, dan mereka semua berhasil keluar, termasuk membantu Kerbau melewatinya. Setelah keluar, Kancil membujuk teman-temannya membikin jembatan baru. Kerbau bekerja mendorong pohon tumbang, sementara Kelinci mengumpulkan flora merambat untuk dijadikan tali pengikat.

Percobaan pertama mereka sempat gagal karena tali yang digunakan hampir putus dan membikin Kelinci hampir jatuh ke sungai. Setelah beberapa kali mencoba dengan sisa bahan yang ada, mereka akhirnya berhasil membangun jembatan baru. 

Kerbau pun diminta menyeberang lebih dahulu untuk memastikan jembatan itu aman, sebelum akhirnya Kancil dan Kelinci ikut melintas. Setelah perjalanan panjang itu, mereka akhirnya sampai balik di rumah Kancil untuk merayakan ulang tahunnya, komplit dengan wortel hasil petualangan mereka. 

Sebelum pulang, Kancil membagikan sisa wortel kepada teman-temannya dan mengucapkan terima kasih. Karena tanpa pertolongan mereka, semua ini tidak akan mungkin terjadi.

Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah menolong sahabat di hari pentingnya akan menjadi memori baik yang akan dikenang.

6. Kancil dan Buaya

Suatu hari terjadi banjir di tempat tinggal Kancil dan fauna lainnya. Mereka terpaksa mengungsi karena cemas tenggelam ditelan banjir bandang. Semua fauna mengungsi tanpa perbekalan. Hanya Kancil yang telah memperhitungkan segalanya. Ia mempersiapkan bekal yang cukup.

Untuk mencapai pegunungan, semua fauna mesti menyebrangi sungai yang dihuni himpunan buaya yang kelaparan. Benar saja, imam buaya yang melihat seluruh fauna hutan menuju sungai langsung bersorak gembira, “Kawan, inilah hari keberuntungan kita. Sebentar lagi kita akan berpesta!”

Satu per satu fauna yang menceburkan diri ke sungai jadi santapan buaya. Kancil ketakutan, tetapi ia berupaya statis senang. Hanya sungai itu satu-satunya jalan untuk ke pegunungan.

Kancil kemudian memutar otak untuk memperdaya buaya agar ia bisa selamat dari buaya. Kancil segera berlari ke atas sungai kemudian berteriak “Buaya apakah kalian statis lapar?”

“Tentu saja, kini giliranmu menjadi santapan kami!” jawab salah satu buaya.

“Tunggu dulu! Lihatlah tubuhku yang kurus ini. Apakah kalian kenyang jika kalian memakanku bersama-sama”

Kancil bercerita ia memiliki banyak daging bugar yang sengaja ia persiapkan untuk buaya. Pemimpin buaya mulai percaya dengan cerita Kancil.

Kancil berikrar menyerahkan daging bugar itu, tetapi ia perlu tahu jumlah buaya di sungai untuk memastikan dagingnya cukup. Kancil menyuruh buaya berderet mulai dari tepi sungai agar ia gampang menghitung jumlah kalian.

Sesuai instruksi Kancil, buaya mulai berderet dari tepi sungai tempat Kancil berdiri hingga ujung seberang. Kancil dengan tenang melompat dari satu punggung buaya ke punggung buaya lain. “Satu… dua… tiga…”

Setelah sampai seberang, buaya menagih daging bugar dari Kancil. Kancil tertawa dan berkata bahwa ia sebenarnya tidak memiliki daging bugar sama sekali.

Para buaya akhirnya menyadari mereka telah teperdaya. Mereka mencoba mengejar Kancil, namun lari mereka sangat lambat di daratan. Kancil pun selamat di atas pegunungan.

Pesan moral: Pesan moral dongeng anak Kancil dan Buaya adalah setiap kesulitan pasti ada jalan keluarga.

7. Kancil Menipu Gajah

Suatu hari Kancil sedang berjalan-jalan di tepi hutan sambil bernyanyi riang. Tiba-tiba Kancil terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Ia berupaya sekuat tenaga untuk keluar dari jurang, tetapi usahanya sia-sia.

Ia tidak putus asa, ia berteriak meminta tolong dari dalam jurang. Namun tak ada satu pun fauna hutan yang mendengarkannya. Setelah seharian di dalam jurang, Gajah pun melintas di dekat jurang.

“Cil, kenapa Anda eksis di dalam jurang sambil menangis?” tanya Gajah.

Kancil bahagia ada fauna yang datang. Sehingga, ia menyusun hajat agar Gajah mau menolongnya naik ke permukaan.

“Aku sedang menyelinap di dalam sini, Kawan. Hari ini langit akan runtuh!”

Gajah ketakutan dan mau menyelinap berbareng Kancil. Kancil awalnya melarang karena tempatnya sangat sempit. Namun, Gajah terus memohon kepada Kancil agar diperbolehkan. Kancil pura-pura berpikir kemudian ia setuju.

“Baiklah. Tapi agar tempat ini muat, kelak kau gendong aku, ya,” pinta Kancil.

Gajah segera melompat ke dalam jurang. Setelah mendarat, Kancil segera naik ke punggung Gajah kemudian lompat ke permukaan.

Gajah kebingungan, bukankah langit akan runtuh?

Kancil pun mengaku ia cuma membohongi Gajah sambil tertawa-tawa. Kini Gajah menangis dan berteriak meminta tolong.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur singkat tentang Kancil dan Gajah ini memiliki pesan  moral untuk tidak berbohong kepada orang lain, terlebihlagi jika sampai merugikan orang lain.

8. Kancil dan Seruling Ajaib

Suatu hari Kancil berjalan-jalan di tengah hutan dan mendengar bunyi merdu dari sebuah rumpun bambu. Ia mendekat karena penasaran dan rupanya bunyi merdu itu berasal dari gesekan batang-batang bambu yang ditiup angin.

Kancil kagum dengan bunyi merdu itu dan segera memanjatkan syukur kepada tuhan. “Sungguh Mahabesar Engkau ya Tuhanku. Suara merdu bambu-bambu ini laksana seruling ajaib,” batin Kancil.

Saking menikmatinya, Kancil tak sadar berjalan masuk ke dalam rumpun bambu itu. Kemudian tubuh Kancil terjepit di antara pohon-pohon bambu.

Tidak jauh dari situ, ada Harimau yang juga mendengar bunyi merdu itu dan mendekat. Harimau melihat Kancil terjepit. Ia sangat bahagia karena sedang kelaparan. Kancil akan jadi santapan makan siangnya.

Kancil terkejut melihat Harimau dan berupaya lepas dari impitan bambu. Namun, usahanya sia-sia. Kancil pun mulai memutar otak.

“Harimau, jangan makan aku. Bila kau tidak memakan aku, aku akan memberitahumu suatu rahasia besar,” ucap Kancil kepada Harimau.

Harimau penasaran dengan rahasia Kancil. 

Kancil menerangkan bahwa bunyi merdu yang mereka dengar berasal dari seruling ajaib yang sedang ditiup oleh Kancil. Kancil berkata bahwa seruling ajaib itu tidak terlihat, tetapi dapat mengeluarkan bunyi yang sangat merdu.

Kancil menawarkan kepada Harimau apakah ia mau mencobanya.

“Tentu saja, Kancil. Aku mau meniupnya. Ajari aku, Cil!” pinta Harimau. Kancil tersenyum, ia tak menyangka Harimau gampang ditipu.

“Baiklah, aku akan mengajarkanmu, tetapi kau mesti melonggarkan batang bambu yang menjepit tubuhku dulu. Setelah aku terbebas, kau mesti sengaja memasukkan kepalamu ke antara bambu-bambu ini dan menjulurkan lidahmu sepanjang-panjangnya.”

Harimau menuruti perkataan Kancil. Ia membebaskan Kancil dan memasukan kepalanya ke impitan batang bambu. Kancil merasa puas telah menipu Harimau. Harimau yang sadar dirinya ditipu langsung berupaya melepaskan diri dari impitan bambu, tetapi usahanya sia-sia.

Pesan moral: Pesan moral dari dongeng sebelum tidur tentang Kancil dan harimau adalah jangan gampang teperdaya oleh ucapan yang belum pasti benar.

9. Kancil dan Kerbau Baik Hati

Kancil dan Kerbau telah berkarib sejak durasi dan saling membantu saat ada kesulitan. Suatu hari Kerbau terjerembab di dalam lumpur ketika sedang berkubang. Kancil dengan cepat membantu Kerbau. Ia mencari rotan dari tengah hutan dan menarik tubuh Kerbau dengan rotan itu. Sejak itu, Kerbau merasa berutang budi kepada Kancil.

Sudah bukan rahasia lagi jika para buaya di sungai selalu mengincar Kancil. Suatu hari buaya menyiapkan jebakan untuk Kancil. Mereka berderet dari tepi sungai ke seberang seperti sebuah jembatan.

Sungai yang dihuni buaya itu adalah satu-satunya jalan menuju padang rumput. Ketika Kancil berjalan ke tepi sungai dan melihat jembatan, ia mencurigai itu adalah jebakan.

Kancil pun tidak segera menyebrang jembatan dan memutuskan untuk menunggu fauna hutan lain melintas jembatan. Binatang lain pun mulai berdatangan. Selama mereka menyebrangi jembatan, tidak terjadi apa-apa. Buaya sengaja membiarkan para fauna itu karena yang mereka incar adalah Kancil.

“Ah, sepertinya cuma kecurigaanku saja,” kata Kancil.

Ia pun menyebrangi jembatan seperti  fauna lain. Namun, di tengah-tengah hutan jembatan buaya itu berpencar. Kancil pun jatuh ke dalam derasnya air sungai dan ia berupaya menyelamatkan diri.

Para buaya mengejar Kancil yang mati-matian berenang menuju ke tepian. Ia berhasil sampai ke tepian, namun seekor buaya berhasil melukai salah satu tungkainya.

Meskipun terluka, Kancil lega ia bisa pulang ke sarangnya. Mendengar Kancil diserang buaya, Kerbau segera datang ke sarang Kancil. Ia berikrar akan membantu Kancil membalas perbuatan para buaya.

Ketika Kancil sembuh, ia dan Kerbau mulai menyusun hajat untuk membalas para buaya.  Mereka pergi ke tepi sungai dan menyelinap di balik semak.

Kancil melemparkan sekantung daging yang telah disiapkan. Para Buaya itu segera memperebutkan daging itu. Saat itulah Kerbau keluar dari semak-semak. Ia mengibaskan kakinya kemudian menabrak sebuah pohon besar. 

Pohon besar itu tumbang dan menimpa para buaya. Ada dari mereka yang tewas dan sisanya luka-luka. Kini para buaya tidak lagi berani mengganggu Kancil dan Kerbau.

Pesan moral: Pesan moral dari cerita dongeng sebelum tidur ini adalah sahabat senantiasa saling menolong dalam beragam situasi.

10. Kisah Kancil dan Beruang

Pada mulanya, hayat di sebuah hutan berjalan tentram dan damai, dan semua fauna tercukupi kebutuhannya. Namun suatu hari datang seekor tamu tak diundang yang membikin seluruh penghuni hutan ketakutan. Tidak ada satu pun fauna yang berani keluar dari sarang, meski perut mereka kelaparan.

Di tempat yang jauh dari hutan itu, tinggallah si Kancil yang sudah durasi tidak berkunjung. Tiba-tiba ia mau menengok hutan dan berjumpa teman-temannya. Tanpa tahu apa yang sedang terjadi, ia berjalan masuk. Setelah berjalan cukup jauh, ia merasa heran karena hutan terasa begitu sepi.

“Mengapa hutan ini sepi sekali?” gumam si Kancil.

Tak durasi kemudian, Burung Balam menyerukan peringatan dengan pergerakan yang tergesa.

“Hei Kancil! Segeralah menyelinap sebelum kau dimangsanya! Karena hutan ini sudah tidak terlindungi lagi! Anak-anak kami banyak yang wafat dibuatnya.” teriak Burung Balam.

Kancil bertanya siapa fauna itu dan di mana tinggalnya. Burung Balam menjawab bahwa ia tidak tahu tempat tinggalnya, tetapi fauna itu muncul tiba-tiba dan memangsa siapa pun yang ditemuinya. Nyali Kancil ciut. Hewan-hewan lain yang mendengar percakapan itu pun membenarkan peringatan tersebut.

Kancil lari mencari tempat bersembunyi, tetapi belum jauh ia berlari, fauna yang dibicarakan tadi sudah berdiri di hadapannya. Tubuhnya besar dan cakarnya tajam, sehingga hewan-hewan kecil takut kepadanya. Kancil mencoba kabur, tetapi fauna itu lebih cepat. Dalam pelariannya, Kancil tanpa sengaja menabrak fauna itu hingga jatuh ke lumpur.

Meski terancam, Kancil tidak menyerah dan mendapat akal.

“Stop! Jangan kau makan mangsamu dalam keadaan seperti ini. Nanti rasanya tidak akan nikmat seperti yang kau bayangkan.” ucap si Kancil.

Hewan galak itu bertanya apa yang mesti dilakukan, kemudian Kancil memohon persetujuan membersihkan diri di sungai terdekat sebelum disantap. Hewan itu setuju dan mengikutinya dari belakang.

Dalam perjalanan, Kancil bertanya apakah fauna itu disebut beruang.

“Iya! Aku beruang! Aku adalah raja hutan. Semua fauna takut kepadaku.” ucap beruang dengan sombongnya.

Kancil kemudian memancingnya dengan mengatakan bahwa beruang pasti lebih menyukai madu daripada dirinya yang belum tentu lezat. Beruang mengakui hal itu, tetapi ia belum menemukan madu di hutan ini. Kancil menawarkan diri mengantarkannya ke tempat gudang madu setelah ia selesai mandi. Beruang yang tidak mencurigai sedikit pun langsung setuju.

Setelah Kancil membersihkan diri di sungai, keduanya melanjutkan perjalanan ke sebuah gua yang katanya berisi madu. Di mulut gua, Kancil mengatakan bahwa gua itu gelap, tetapi madu yang enak ada di dasarnya. Beruang dengan semangat mengajaknya masuk. Di dalam gua, Kancil menyuruh beruang mendengarkan bunyi lebah dan mengatakan bahwa madunya sudah dekat, tetapi letaknya sulit dilihat. Ia meminta beruang menunggu sementara ia keluar memungut api. Beruang mengangguk.

Namun Kancil tidak membawa api masuk. Ia justru menyulut api di mulut gua, sehingga mulut gua tertutup dan beruang terjebak di dalam.

Tak durasi kemudian terdengar bunyi buaya yang telah memangsa beruang.

“Terima kasih Kancil. Kau telah menolongku dengan memberi makanan untukku. Sejujurnya aku sudah sangat kelaparan karena sudah durasi sekali aku tidak makan.” ucap buaya.

“Sama-sama buaya. Aku memberikannya padamu karena dahulu kau pernah membantuku menyeberang sungai.” sahut si Kancil.

Ternyata gua yang dimaksud Kancil adalah mulut buaya yang sudah durasi menunggu mangsa, dan bunyi lebah itu adalah laron yang beterbangan di dalam mulut buaya. Beruang pun wafat di dalam mulut buaya. Hutan balik tenteram, damai, dan aman, dan tidak ada lagi fauna yang hidup dalam ketakutan.

Pesan moral: pesan moral dari cerita anak ini adalah jangan menjadi orang yang sombong. Pembalasan dapat datang dari arah yang tidak terduga.

11. Kisah Kancil dan Cicak Badung

Pada suatu hari, si Kancil sedang berbincang santai dengan sekawanan semut di tepi parit. Tak lama, para semut melihat sebuah apel merah yang menjulur ke arah sungai. Mereka meminta Kancil memotong apel itu menjadi potongan kecil agar lebih gampang dinikmati.

Saat para semut menyenangkan memakan apel, seekor cicak datang dan tiba-tiba memungut potongan besar dari apel itu. Para semut berteriak dan mengatakan cicak sebagai pencuri.

Setelah mengetahui insiden itu, Kancil mengajukan sebuah ide untuk memungut balik hak para semut. Ia membawa satu genggam buah kecil berwarna merah. Para semut menertawakannya karena menganggap hajat itu lucu.

Pada akhirnya para semut tidak menanggapi hajat tersebut. Namun cicak terus-menerus mencuri apel, sampai akhirnya para semut menyetujui hajat Kancil.

Keesokan harinya, para semut meninggalkan sisa apel di pinggir tanpa dijaga. Cicak yang melihatnya langsung memungut sisa apel itu. Para semut yang mengetahuinya tidak marah, malah tertawa senang. Cicak pun curiga, kemudian mengintip kawanan semut yang sedang membahas strategi berbareng Kancil.

“Kancil, apakah buah yang dicuri cicak tadi bukan cabai?” tanya seekor semut.

Kancil menjawab bahwa yang dicuri cicak memang bukan cabai. Ia menerangkan bahwa jika cicak mendengar tawa semut dan tahu buah itu cabai, cicak tidak akan memakannya, karena cicak tidak menyukai cabai dan akan mencuri buah lain.

Buah yang disiapkan Kancil untuk dicuri cicak sebenarnya adalah strawberry. Kalau cicak kekenyangan dan tertidur setelah memakannya, cicak tidak akan mencuri makanan semut lagi. 

Kancil juga berkata bahwa keesokan harinya ia akan membawa satu keranjang strawberry ke rumah cicak dan menasihatinya agar tidak mencuri lagi. Cicak yang mendengar hal itu menangis dan diam-diam menyesali perbuatannya.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah jangan memungut sesuatu yang bukan kita miliki.

12. Kancil dan Gong Ajaib

Dalam sebuah hutan belantara, hidup seorang harimau yang sangat sombong. Ia merasa adalah fauna paling kuat di hutan. Harimau sering menindas fauna hutan yang lebih kecil dan lebih lemah darinya.

Sifat itu membikin si Kancil tak tahan dengan sikap harimau. Ia pun menyusun hajat untuk membikin harimau jera. Untuk menjalankan hajat itu, Kancil membutuhkan pertolongan kelinci.

Ia pun bergegas pergi ke rumah kelinci. “Aku membutuhkanmu kelinci, pergilah kepada harimau yang sombong itu dan bilang bahwa aku baru saja menghajarmu. Bilang padanya bahwa aku juga akan menghajar siapa saja yang menggangguku, termasuk harimau. Karena aku sudah menjalankan tugas penting,” kata Kancil serius. 

“Tugas krusial apa itu, Kancil?” tanya kelinci. 

“Sudah, katakan saja tugas yang sangat penting.”

“Aku akan menunggu harimau di bawah pohon di ujung jalan itu,” kata Kancil sambil menunjuk tempat yang dimaksud. 

Meskipun takut, kelinci statis pergi menemui harimau. kelinci mendapati harimau sedang tidur bermalas-malasan di atas batu besar.

Sesuai yang diperintahkan Kancil, kelinci dengan gemetar berkata kepada harimau bahwa ia baru saja dihajar Kancil dan Kancil akan menghajar siapa saja yang mengganggunya, termasuk harimau, karena ia sedang menjalankan tugas penting. Awalnya harimau sedikit tidak percaya, namun kelinci berupaya meyakinkan harimau.

Harimau yang penasaran  akhirnya meminta kelinci untuk mengantarkannya ke tempat Kancil. Kelinci mengantar harimau ke tempat Kancil berada. Ia memberitahu pohon yang dimaksud Kancil.

Setelah itu kelinci segera berlari masuk ke rumahnya di balik semak-semak. Harimau yang geram mendatangi Kancil. 

“Tadi kelinci berkata kepadaku jika kau akan menghajarku jika aku mengganggumu?” tanya harimau marah.

“Benar sekali, aku akan menghajar siapa saja yang menggangguku, aku sedang mengerjakan tugas yang sangat penting,” jawab Kancil dengan wajah yang dibuat sangat serius. 

Harimau mau tahu apa tugas krusial itu. Awalnya Kancil tidak mau langsung menjawabnya, ia pura-pura berpikir. Padahal, dalam hati Kancil bahagia karena hajat yang menjebak harimau berjalan dengan sempurna. 

“Baiklah harimau, aku akan mengatakannya, aku sedang menjaga gong ajaib. Gong itu jika dipukul akan mengeluarkan bunyi yang sangat merdu. Tak ada satu pun alat di bumi ini yang bunyinya semerdu gong ajaib ini,” kata Kancil serai yang menunjuk barang yang menggantung di atas pohon. 

Mendengar itu harimau mau sekali membunyikan gong ajaib itu. Namun Kancil menolak. Katanya Kancil sendiri pun tidak berani membunyikannya. Namun harimau statis mau membunyikan gong ajaib itu.

Kancil pun berkata kepada harimau, “tapi jika terjadi apa-apa kau jangan menyalahkanku ya?”

Harimau mengangguk setuju. Ia pun naik ke atas pohon dan memukul barang ajaib yang dimaksudkan Kancil dengan sebatang kayu.

Sementara Kancil segera berlari meninggalkan harimau. Harimau kira ia akan segera mendengar bunyi yang sangat merdu. Namun yang terjadi malah muncul kerumunan lebah yang berang yang keluar dari barang yang dipukul harimau.

Ternyata gong ajaib itu adalah sebuah sarang lebah. Lebah-lebah yang berang itu menyengat harimau. Membuat harimau kesakitan.

Harimau buru-buru turun dari pohon dan lari terbirit-birit. Ia juga menceburkan dirinya ke dalam kebangan lumpur agar lebah-lebah tidak menyengatnya. Harimau merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena ratusan lebah telah menyengatnya.

Harimau sangat berang kepada Kancil atas insiden ini. Sedangkan Kancil dan kelinci tertawa terpingkal-pingkal melihat harimau yang masuk ke dalam kubangan lumpur.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah akan ada pembalasan bagi orang yang bersikap angkuh. 

13. Kancil dan Siput

Alkisah di sebuah hutan hidup seorang Kancil yang sombong. Ia selalu menantang semua fauna hutan untuk lomba lari dengannya. Kancil mau semua fauna tahu dialah fauna tercepat di hutan. 

Suatu hari Kancil berjumpa dengan kuda. Ia membujuk kuda untuk berkompetisi lari dengannya. Awalnya sang kuda menolak. Namun Kancil terus memaksa.

“Kau takut aku akan mengalahkanmu kan kuda. Ternyata dirimu tidak sebesar ukuran tubuhmu,” pancing Kancil. 

Kuda termakan perkataan Kancil. Kancil berhasil membikin kuda berang dan kesal. Akhirnya mereka pun akan mengadakan lomba lari.

Sebelum itu Kancil berkata. “Pegang perkataan ku kuda. Bila aku kalah, aku akan pergi dari hutan ini selamanya. Tapi jika kau yang kalah, kau mesti berlutut dan mencium kakiku,” kata Kancil yang sombong.

“Aku pasti mengalahkanmu. Aku akan ku membisu mulut besarmu itu,” kata kuda geram.

Esok harinya kuda dan Kancil pergi ke sebuah tanah lapang untuk bersiap lomba lari. Perlombaan ini disaksikan oleh seluruh fauna hutan dan singa si raja hutan menjadi wasit dalam perlombaan. 

Satu, dua, tiga!

Singa meneriakan aba-aba pertanda dimulainya perlombaan. Kuda dan Kancil melesat meninggalkan garis start. Perlombaan lari antara kuda dan Kancil berjalan sangat sengit.

Mereka berdua berlari susul-menyusul. Tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya perlombaan dimenangkan oleh Kancil.

Kuda pun menerima kekalahannya. Ia terpaksa berlutut dan mencium kaki Kancil. Kancil merasa bangga pada dirinya.

“Dengarkan, akulah fauna terpintar dan tercepat di hutan ini. Kalian tak tidak ada apa-apanya jika dibandingkan denganku.”

Siput yang mendengar perkataan Kancil yang sombong itu langsung marah. Ia segera menantang Kancil. 

“Sombong sekali kau Kancil, aku akan menantangmu lomba lari. Jika kau menang, aku akan berlutut dan mencium kakimu seperti yang dilakukan kuda. Tetapi jika aku yang menang, aku meminta kau meminta ampun kepada semua fauna hutan atas kesombonganmu.” 

Kancil meremehkan siput. Tidak mungkin siput akan menang lomba lari melawannya. Lihat saja, jalannya saja lambat. Pasti ia akan mengalahkan siput dengan mudah.

Setelah menantang Kancil, siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia mengatur strategi untuk mengalahkan siput. Siput menyuruh temannya untuk menyelinap di sepanjang lintasan lari dan menjawab jika Kancil bertanya. 

Ketika hari perlombaan dimulai, seperti biasa. Kancil melesat meninggalkan garis start. Sedangkan siput tertinggal di belakangnya. Kancil berlari sangat cepat. Ia menyangka siput tak akan bisa menyusulnya.

Kancil pun berteriak kepada siput, “Sudah sampai di mana Anda siput?”

“Aku sudah di depanmu!” Seekor siput yang sedang bersembunyi. Kancil mempercepat larinya.

Ketika Kancil bertanya lagi, siput menjawab bahwa ia sudah ada di depan Kancil. Ini membikin Kancil segera mempercepat larinya hingga nafasnya tersenggal-senggal.

Kancil mulai cemas siput akan mengalahkannya. Kancil mengerahkan seluruh kemampuannya untuk lari. Namun setiap kali ia mendengar memanggil siput, siput selalu menjawab sudah di depannya.

Kancil semakin panik. Ketika akan mencapai garis finish, Kancil tidak melihat siput di depannya. Ia memanggil siput, namun kali ini tidak ada jawaban.

Kancil bahagia karena ia berpikir ia akan menjadi pemenang. Namun Kancil terkejut karena ia melihat siput sudah berdiri di atas batu dekat garis finish. 

Siput berkata kepada Kancil, “Kenapa durasi sekali Kancil? Aku sudah sampai sejak tadi.”

Kancil tertunduk lesu. Ia terpaksa mengakui kekalahannya dan meminta ampun kepada seluruh fauna hutan atas kesombongannya. Sejak saat itu Kancil tidak pernah lagi bersikap sombong.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah jangan beraksi sombong.

14. Kancil Kena Batunya

Hutan sedang mengalami musim kering panjang. Sungai-sungai mengering dan pohon-pohon meranggas. Makanan pun sulit didapatkan. Ini membikin seisi hutan menderita. 

Dalam hutan itu ada Kancil, si fauna cerdas yang kelihatan kelaparan seperti fauna hutan lainnya. Tubuhnya kurus dan tulang rusuknya kelihatan menonjol dari balik kulit kusamnya. Selama musim musim kering ini ia cuma makan dedaunan kering. 

Tiba-tiba seekor burung merpati menghampiri Kancil. “Kancil, taukah Anda jika ada kebun mentimun yang sangat banyak buahnya di tepi hutan sana?”

Kancil langsung penasaran, namun merpati menginformasikan bahwa kebun mentimun itu dijaga oleh Pak Tani dan anjingnya yang besar dan ganas. Anjing itu selalu ada di kebun Pak Tani dari pagi hingga sore.

Kancil segera pergi ke tepi hutan untuk mencari kebun mentimun itu. Ternyata benar, di sana ada kebun mentimun yang banyak sekali buahnya. Di sana ia juga melihat Pak Tani sedang membersihkan gulma ditemani anjingnya yang setia.

Kancil pun menunggu di balik semak-semak hingga sore hari. Saat Pak Tani bersiap pulang, Kancil keluar dari persembunyiannya. Ia berupaya mengitari kebun mentimun itu, namun kebun Pak Tani dikelilingi pagar kayu yang sangat tinggi sehingga mustahil bagi Kancil untuk melompatinya.

Ia pun mengelilingi kebun untuk mencari celah pagar. Ternyata di bawah tiang penyangga pagar ada lubang kecil yang ditutupi rumput dan semak. Lubang itu sangat kecil dan tidak bisa dilewatkan Kancil.

Ia pun mencari ide agar bisa masuk ke dalam kebun Pak Tani. Ia pun langsung berpikir tikus hutan pasti bisa menerobos lubang itu. Ia pun segera balik ke tengah hutan untuk mencari tikus hutan.

Kancil berhasil menemukan tikus hutan yang sedang tidur di dalam sarangnya. Tikus hutan pun keluar dan Kancil menerangkan bahwa dia baru saja melihat kebun mentimun yang buahnya banyak. Ia membujuk tikus hutan untuk sama-sama memungut mentimun itu.

Tikus hutan pun tergiur dengan imbauan Kancil. Kebetulan ia juga sudah durasi tidak makan. Namun tikus hutan teringat bahwa kebun mentimun biasanya dikelilingi pagar tinggi sehingga sepertinya mustahil untuk masuk ke dalamnya.

Namun Kancil berupaya menenangkan tikus hutan dan berkata bahwa ia menemukan lubang di pagar itu. Lubangnya sangat kecil tetapi tikus hutan bisa melewatinya. 

Keduanya pun pergi ke kebun mentimun Pak Tani dan Kancil memberitahu lubang di pagar kebun itu dan menyuruh tikus hutan masuk segera ke lubang.

“Masuklah melalui lubang itu ingat petik buah mentimun sebanyak-banyaknya kemudian berikan kepada aku lewat lubang ini. Nanti jika buah mentimun telah terkumpul banyak kita bagi dua,” kata Kancil kepada tikus hutan. 

Ia pun menuruti perkataan Kancil, ia segera masuk ke dalam lubang yang sangat kecil itu. Meskipun awalnya kesulitan, ia statis berhasil melewatinya. 

Tikus hutan segera memungut buah mentimun dan diserahkan kepada Kancil melalui lubang. Buah mentimun yang terkumpul sangatlah banyak menggunung setinggi 1 meter.

Melihat buah mentimun yang banyak itu muncullah keserakahan di hati Kancil, ia beriktikad untuk menipu tikus hutan. Dari luar kebun Kancil berkata, “Tikus, buah mentimun yang terkumpul sudah banyak dan kita akan membaginya sama rata. Kalau kau mau makanlah dahulu buah mentimun yang ada di dalam hutan sebanyak yang kau mau, aku tak akan mengurangi jatahmu sedikitpun.”

Tikus hutan yang polos itu langsung setuju dengan perkataan Kancil, ia segera makan buah mentimun dengan lahap. Puluhan buah mentimun dihabiskannya hingga perutnya membesar. 

Ketika tikus hutan balik berjalan ke lubang tempat ia masuk, kini lubang itu tidak bisa ia lalui karena perutnya yang kebesaran. Ia meminta tolong kepada Kancil, namun Kancil menolak untuk membantu. 

“Apa? Membantumu? Dasar tikus bodoh, mau saja kau aku tipu. Lebih baik kau makan sendiri saja semua buah mentimun ini. Kau membisu saja di situ hingga tiga hari pasti tubuhmu kelak mengurus dan kau bisa keluar,” kata Kancil sambil tertawa.

Tikus hutan statis memohon kepada Kancil sambil menitikan air mata agar ia dilepaskan. Ia takut sekali jika Pak Tani datang maupun anjing Pak Tani menggigitnya sampai mati.

Namun Kancil yang curang itu statis tidak mau menolong. Ia segera memungut pelepah pisang kemudian mengangkut semua buah mentimun ke sarangnya. Sementara itu hutan tikus yang terperangkap di lubang pagar menangis dan berteriak meminta tolong.

Beberapa hari selanjutnya Kancil berpesta timun di sarangnya. Ia bahagia karena berhasil menipu tikus. Namun tiba-tiba ada bunyi ganjil dari dalam semak di dekat sarang Kancil.

Itu membikin Kancil ketakutan. Tidak beberapa durasi kemudian muncul ratusan tikus dari balik semak. Ternyata tikus hutan yang ditipunya beberapa hari yang kemudian berhasil selamat. Tikus itu marah. Begitu juga ratusan tikus lainnya. Ratusan tikus hutan itu mengerumuni Kancil.

Mereka menggigit dan mencabuti semua bulu di tubuh Kancil. Tak sehelai pun mereka sisakan hingga Kancil menjadi benar-benar gundul dan pastinya ia malu jika keluar dari sarangnya.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini janganlah memperdaya orang lain untuk mendapat khasiat untuk diri sendiri. Ini dapat mendatangkan balasan yang setimpal.

15. Kancil Dituduh Mencuri. 

Suasana hutan di pagi hari sangat sejuk. Tetes embun statis bersandar di ujung ilalang, dan udaranya terasa sangat segar. Kancil keluar dari sarangnya dan berjalan-jalan menyusuri hutan sambil membangunkan semua binatang. 

Dia awalnya pergi ke rumah Kerbau. “Paman Kerbau lekas bangun cahaya matahari pagi, terasa sangat hangat.” Kerbau pun terbangun dan bersyukur kepada Kancil yang telah membangunkannya.

Kemudian Kancil juga pergi ke rumah kambing. Ia juga turut membangunkan kambing. Tidak durasi setelah Kancil berteriak, kambing segera keluar rumah. Ia bersyukur kepada Kancil karena telah membangunkannya. Tanpa Kancil, ia pasti akan melewatkan rumput bugar pagi ini.

Kancil terus melanjutkan perjalanannya. Kini ia menuju rumah kupu-kupu. Kancil berteriak lagi, memanggil kupu-kupu yang cantik. Mendengar teriakan Kancil, kupu-kupu segera keluar rumah. Ia segera terbang menuju rumput bunga yang bermekaran. Lagi-lagi fauna hutan itu bersyukur kepada Kancil karena telah membangunkannya.

Kancil pun balik melanjutkan perjalanannya. Kini ia sampai ke rumah kelinci. Namun, saat di depan rumah kelinci, Kancil melihat kera yang bandel sedang mencuri makanan kelinci.

Ia membawa semua makanan kelinci dari sarangnya dan memakannya sampai habis. Kera tahu bahwa Kancil melihat semua kejahatannya. 

Ia menakut-nakuti jika Kancil menceritakan ini kepada kelinci, ia tidak akan segan-segan memukuli kelinci. Sebenarnya Kancil tidak takut kepada kera, tapi ia tidak mau membikin masalah, sehingga ia memutuskan untuk pulang ke sarangnya. 

Beberapa hari kemudian, kelinci yang sadar semua makanannya telah dicuri, mengadu kepada singa si raja hutan. Singa menjadi geram. Selama ini belum ada kasus pencurian di hutannya. 

Ia pun segera mengumpulkan semua fauna hutan untuk mencari pencuri makanan kelinci yang sebenarnya.

Saat itu Kancil sedang membersihkan sarangnya dan datang terlambat. Saat datang Kancil melihat semua fauna sudah berkumpul, dan singa berdiri di atas hutan besar.

“Itu pencurinya,” kata kera. 

Kancil terkejut mendengar perkataan kera. Tega-teganya kera memfitnah dirinya di depan semua binatang. Kancil diseret maju ke depan singa. Singa bertanya apakah Kancil benar pencurinya. Namun, Kancil menyangkal ia bukan pencuri.

Kera terus memfitnah, “Pembohong! Tadi pagi aku melihat Kancil menyelinap masuk ke dalam rumah kelinci dan memungut semua makanannya. Aku melihat Kancil membawa bungkusan besar ketika keluar dari rumah kelinci.”

Namun kelinci membantah karena dia memang bukan pencuri. Tapi lagi-lagi kera memfitnah. Ia menyuruh Singa si Raja Hutan bertanya kepada Kerbau, kambing dan kupu-kupu tentang siapa fauna di hutan yang pertama bangun pagi ini.  

Singa pun bertanya kepada Kerbau kambing dan kupu-kupu apakah benar Kancil yang pertama kali bangun pagi ini dan mereka bertiga menjawab Kancil yang pertama bangun pagi ini.

Awalnya Singa hendak mengetuk palu pengadilan dan mengungkapkan bahwa Kancil yang bersalah. Namun, Kancil memohon kesempatan kepada Singa untuk membela diri.

“Perkenankanlah aku membela diri dan membuktikan bahwa aku tidak bersalah, wahai Singa Si Raja Hutan. Memang aku bangun paling pagi hari ini, namun aku tidak mencuri apapun. Sebelum engkau menyalahkanku aku mau menanyakan beberapa pertanyaan kepada Kerbau, kambing, kupu-kupu dan kera,” kata Kancil kepada Singa.

Namun, kera menyanggah ia berkata bahwa Singa tidak perlu mengizinkan Kancil bicara biarlah Kancil dihukum karena ia sudah jelas pencurinya. Kemudian Kancil mulai bertanya kepada Kerbau, harimau, dan kupu-kupu.

“Kawanku Kerbau, kambing, dan kupu-kupu, aku memang bangun paling pagi tapi apakah kalian melihatku mencuri di rumah kelinci?” 

Kambing, Kerbau, dan kupu-kupu menggelengkan imam mereka. Kemudian ia meminta persetujuan kepada Singa untuk bertanya kepada kera, “apakah kau percaya bahwa aku lah pencurinya?” tanya Kancil kepada kera.

Kera sangat percaya namun ia menjawab itu dengan gemetaran. Lalu Kancil bertanya apa saja yang Kancil curi di rumah kelinci.

Kera menjawab dengan pasti, “Aku melihatmu mencuri 2 buah wortel 5 buah mentimun 3 buah apel dan 1 kantong kacang merah” 

Kemudian Kancil menjawab, “Bagaimana mungkin kau tahu semua barang yang aku curi? tadi kau mengatakan jika semua barang curianku terbungkus kantong besar kan?” 

Kera pun gelagapan ia berdalih ia cuma menebak. Semua fauna mulai mencurigai kepada kera. Mereka menatap kera dengan tajam.

Kebohongannya hampir terbongkar, ini membikin persidangan gaduh. Singa berupaya menenangkan semua binatang. Ia berkata, “Kita tidak bisa mengungkapkan siapapun bersalah tanpa bukti yang kuat. Marilah kita buktikan bersama-sama siapa pencurinya. Sekarang ayo periksa rumah Kancil dan kera untuk mencari bukti.”

Semua fauna pun beramai-ramai menuju rumah Kancil dan kera. Mereka tidak menemukan apapun di rumah Kancil. Namun, di rumah kera mereka menemukan sisa makanan yang berserakan. 

Jelaslah kini bahwa kera pencurinya. Singa segera menyuruh semua rakyatnya untuk menangkap kera. Semua binatang  menangkap kera dan menyeretnya ke depan singa.

Kera memohon untuk diampuni namun singa tidak mau memberi ampun. Ia menghukum kera dengan mengusirnya dari hutan. Kera pun menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Semua fauna hutan beramai-ramai mengusir kera dari hutan.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah mencuri dan memfitnah adalah perbuatan tercela dan dapat mendatangkan kerugian bagi diri sendiri.

15 Cerita fabel untuk dongeng anak penuh pesan moral untuk dibacakan sebelum tidur

Inilah cerita fabel yang bisa jadi bahan cerita anak sebelum tidur. Dongeng sebelum tidur tentang fauna ini dikutip dari buku 101 Dongeng Seru Sebelum Bobok karya Fitri Haryani Nasution dan Dongeng Sebelum Tidur Fabel Nusantara 30 Dongeng Binatang Seru dari Seluruh Indonesia penerbit Wahyu Media.

1. Raki Raksasa

Cerita fabel ini berlatar belakang di Hutan Damai. Saat ini musim panas telah tiba, masalah mulai terjadi di Danau Damai. Penyebab utama dari ini adalah Raki Raksasa. Tubuhnya sangat besar dan jika ia berendam, telaga bisa penuh didudukinya. Padahal air telaga sisa sedikit dan jadi keruh akibat Raki.

Banyak penduduk Hutan Damai yang protes pada Raki. Danil, Si Kuda Nil yang gemar berendam pun mengekang diri demi kepentingan bersama. Danil menyuruh Raki untuk selesai berendam di sungai. 

Tidak cuma Danil, Zeta Zebra juga ikut merayu agar Raki selesai berendam. Namun, Raki tak mau mendengar. Kemudian, Kukuk Burung Hantu menghampiri Raki. Ia menawarkan Raki untuk melihat air terjun. Raki pun setuju. Semua penduduk hutan tahu bahwa air terjun itu jauh letaknya, di dekat puncak gunung.

Namun, Kukuk memberi syarat “Setelah kita sampai di air terjun, aku meminta Anda untuk mengalirkan airnya ke telaga ini. Kamu, kan, yang paling besar dan kuat di hutan ini.”

Raki dan Kukuk pun pergi ke air terjun. Beberapa hari kemudian, air mengalir melewati bambu-bambu panjang ke Danau Damai. Semua fauna pun bersuka cita. Akhirnya mereka bisa minum dan mandi bersama.

Pesan moral: Dongeng sebelum tidur berupa fabel ini memiliki pesan moral. Pesan moral dalam cerita ini adalah kita mesti peduli dengan sesama.

2. Lumba-Lumba Penolong

Sekumpulan lumba-lumba sedang berenang di tengah laut dengan bahagia. Tiba-tiba mereka mereka mendengar bunyi meminta tolong dari jauh. Lumba-lumba bisa mendengar bunyi dari jauh karena memiliki pendengaran yang tajam.

Mereka kemudian berbincang apakah akan menolong manusia itu maupun tidak. Sebagian lumba-lumba menolak untuk menolong karena dahulu pernah ada kawan mereka yang menolong manusia. Tetapi, manusia itu malah menangkap si lumba-lumba dan dijadikan lumba-lumba sirkus.

Namun, lumba-lumba paling muda disebut Dobi beriktikad menolong manusia itu, biarpun saudaranya Dolpi melarang. Tetapi, Dobi bersikeras. Ia seorang diri berenang ke tepi pantai untuk menyelamatkan manusia itu.

Sesampainya di tepi pantai, Dobi langsung menemukan arah bunyi itu, Ia berenang dengan cepat dan rupanya yang ditolongnya adalah anak kecil. Dobi segera mendorong tubuh anak kecil itu sesegera mungkin, agar ia bisa ditolong oleh manusia lain.

Ketika tiba di tepi pantai, seorang bapak berlari dan mengangkut anak itu. Tak lama, anak itu sadarkan diri. Dobi beriktikad balik menyelam ke laut. Namun bapak itu memanggilnya. Ternyata ia adalah bapak dari anak yang ditolongnya.

“Terima kasih atas kebaikanmu. Untuk membalas jasamu, aku akan mengembalikan semua lumba-lumba yang dijadikan lumba-lumba sirkus. Aku akan membawa mereka balik ke laut. Aku berjanji.” ucap lelaki itu.

Ayah anak kecil itu adalah pemilik sirkus. Dobi langsung ceria mendengarnya. Pertolongannya mmebuahkan hasil. Ia tidak buruk sangka dan statis menolong anak kecil itu biarpun banyak lumba-lumba yang melarangnya.

Pesan moral:  pesan moral dari dongeng ini adalah jadilah penolong yang berani. Selain itu, dongeng sebelum tidur ini mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif.

3. Dua Tupai dan Seekor Ular Pohon

Pada sebuah kebun luas, hidup dua ekor tupai yang mau membikin sarang di pohon durian. Mereka adalah tupai yang pemarah dan sombong. Tupai Pertama dan Tupai Kedua sama-sama tidak mau mengalah soal sarang di pohon durian.

Mereka terus berteriak satu sama lain. Tupai Pertama berkata pohon durian adalah miliknya, sedangkan Tupai Kedua berkata ia yang menemukan pohon durian itu pertama kali.

Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka memutuskan untuk bertarung. Mereka bersaing selama berjam-jam hingga akhirnya Tupai Kedua kelelahan.

Tupai Kedua memutuskan untuk mengalah dan pergi. Mengetahui dirinya menang, Tupai Pertama bersikap sombong dan terus menghina Tupai Kedua.

“Dasar lemah, begitu saja menyerah. Hahaha, aku pasti menang,” teriak Tupai Pertama.

Tupai Kedua turun dari pohon durian tanpa menggubris ucapan Tupai Pertama.

Tupai Pertama tidak tahu bahwa sejak tadi ada ular penghuni pohon durian yang sedang memperhatikannya. Tiba-tiba, ular besar itu melilit Tupai Pertama.

“Hahaha, alas tupai sombong! Akulah yang berkuasa bersarang di pohon durian ini,” kata ular besar itu. Tupai Pertama meminta tolong namun tidak ada yang menolong.

Pesan moral: Perilaku  sombong dapat mendatangkan rugi bagi orangnya.

4. Si Naga Kecil

Pada era dahulu, hiduplah seekor bayi naga disebut Operna. Ia tinggal di hutan ajaib berbareng kakaknya, Emika. Operna sangat membenci manusia karena ibunya telah dibunuh oleh pemburu. Karena itulah, Emika tidak pernah mengizinkan Operna keluar gua agar tidak berjumpa dengan pemburu manusia.

Suatu hari, saat Emika pergi berburu, seorang pemburu tanpa sengaja menemukan gua tempat tinggal mereka. Melihat Emika pergi dari sana, pemburu itu menduga statis ada naga lain di dalam gua. 

Ia pun segera memungut senjata dan masuk. Di dalam, ia melihat Operna sedang memasak, kemudian langsung memanah sayap kiri Operna hingga membuatnya jatuh pingsan sambil menjerit kesakitan. Pemburu itu tertawa kegirangan karena berhasil melukai seekor naga.

Sementara itu, Emika yang sudah balik ke gua sempat kaget karena tidak melihat Operna, namun ia mengira adiknya sedang eksis di kamar. Karena kelelahan, Emika pun langsung beristirahat.

Keesokan paginya, ia mengetuk pintu bilik Operna, namun tidak ada jawaban. Setelah masuk dan mendapati bilik itu kosong, Emika mulai histeris dan segera mencarinya.

Saat mencari, Emika menemukan bercak darah di lantai dapur dan langsung menyadari itu darah Operna. Ia mengikuti bekas darah tersebut hingga sampai ke sebuah kota manusia. Di sana, ia melihat Operna akan dibakar untuk dijadikan hidangan pesta. Tanpa berpikir panjang, Emika segera menukik, menyambar tubuh Operna, dan terbang menjauh membawanya balik ke gua.

Setibanya di gua, Emika merawat luka Operna, memasak makanan, dan menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Berkat racikan warisan buyut moyang naga, Operna pun sembuh dengan cepat. Setelah insiden itu, mereka membikin parit berapi di sekeliling gua agar tidak ada pemburu yang bisa menangkap mereka lagi. Akhirnya, Emika dan Operna hidup ceria selamanya.

Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah hendahlah saling tolong menolong sesama saudara.

5. Ulat Bulu yang Usil

Ulat Bulu adalah fauna yang usil, ia gemar menjahili fauna lain. Suatu hari, Ulat Bulu menemukan sarang kelinci yang kosong. Ia menyiapkan keusilannya untuk mengerjai Kelinci. 

Ketika Kelinci tiba di sarangnya pada siang hari, ia terkejut melihat sebuah tapak kaki masuk ke sarangnya. Hal ini membikin Kelinci marah.

“Hei siapa yang eksis di dalam sarangku?” teriak Kelinci.

“Aku adalah fauna yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” sahut Ulat Bulu sambil mengekang tawa.

Jawaban itu membikin kelinci takut. Karena bunyi itu terdengar besar akibat gaung di dalam sarang Kelinci. Ia pun pergi meminta pertolongan fauna lain.

Beberapa saat kemudian, Badak tiba di sarang Kelinci. “Siapa yang eksis di dalam sarang Kelinci?” tanya Badak. 

“Aku adalah fauna yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” ucap Ulat Bulu sekali lagi.

Mendengar hal itu, Badak langsung berlari. Kelinci mencari fauna lain. Namun usahanya gagal, karena Serigala yang kuat juga ketakutan

Akhirnya Kelinci mengumpulkan seluruh fauna di depan sarangnya. Ketika katak bertanya tentang siapa yang ada di dalam sarang Kelinci, balasan Ulat Bulu tetaplah sama.

“Apakah cuma itu kemampuanmu? Aku bisa mengalahkan siapa saja. Termasuk yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” ucap Katak.

Akhirnya Ulat Bulu keluar dari sarang sambil ketakutan. Semua fauna yang ada di situ sangat kesal. Ulat Bulu pun meminta ampun dan berikrar tidak akan mengulangi perbuatannya.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak bersikap jahil berlebihan.

6. Beruang dan Lebah Madu

Beruang hidup di dalam hutan dan memiliki banyak cadangan makanan. Namun, lama-kelamaan cadangan makanan itu habis. Ia berupaya mencari makan, tetapi ia tidak mendapatkan makanan, terlebihlagi sampai sore sekalipun.

Ketika melintas di perjalanan dekat sungai, beruang melihat sarang lebah yang tergantung di pohon. Ia mendekat ke arah sarang itu dan berpikir akan mendapat banyak madu.

Tiba-tiba kawanan lebah datang dari belakang. Mereka menggigit punggung beruang hingga beruang teriak kesakitan. Karena sangat marah, beruang menendang sarang itu hingga para lebah semakin menggigiti tubuhnya.

Para lebah mengikuti beruang yang berlari. Beruang akhirnya menceburkan diri ke sungai agar terhindar dari sengatan lebah.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk berjaga-jaga dalam berbuat sesuatu karena bisa saja ada ancaman di dalamnya.

7. Kisah Domba Garut

Di sebuah tanah kacang yang dipanen terdapat Ayam, Kerbau, Bebek dan Domba Besar yang sedang makan kacang dengan lahap. Saat sore tiba, mereka pulang ke kandang masing-masing.

Domba Besar yang sombong dan kuat mau sekali tidur di kandang para fauna yang tadi ada di tanah kacang. Ia pun pergi ke kandang-kandang fauna tersebut.

Ketika melihat kandang ayam, Domba Besar merasa itu tidak cocok dengannya karena terlalu kecil. Begitu pula kandang bebek.

Domba Besar merasa betah di kandang Kerbau karena banyak jerami yang membikin tubuhnya hangat. Ia tertidur pulas di sana.

Ketika Kerbau balik ke kandang, mereka terkejut melihat Domba Besar. Mereka membangunkan domba itu.

“Permisi Domba, maaf. Ini kandang kami. Bisakah Anda pulang ke kandangmu? Kami mau istirahat,” ucap Kerbau pelan-pelan. Namun, Domba Besar terbangun dan marah.

Ketika para Kerbau mencoba bicara lagi, Domba  statis berang dan malah mengusir para Kerbau. Hal itu membikin Kerbau jengkel dan terjadi keributan.

Suara bising mereka terdengar oleh Anjing Gembala. Ia berang dan langsung mengusir Domba Besar ke kandangnya. Para Kerbau bersyukur pada Anjing Gembala.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak mengganggu limitasi orang lain.

8. Belalang Sombong dan Semut

Semut selalu hidup kompak dan hidup bahagia. Ketika sedang bergotong royong memindahkan buah untuk makan malam, ada belalang yang memperhatikan.

Belalang berkata “Hai, para semut. Mengapa kalian bisa membawa buah sebesar ini? Padahal tubuh kalian kecil dan tidak kuat?”

Semut menjawab bahwa meskipun mereka kecil, mereka bergotong-royong untuk agar buahnya bisa dibawa. Belalang menjawab ia bisa mengadopsi lima buah sendirian.

Para semut tidak menghiraukan ucapan Belalang. Mereka terus bekerja.

“Bahkan aku bisa mengadopsi seekor gajah, kalian pasti percaya,” ucap Belalang.

Semut tidak percaya dan Belalang berupaya membuktikannya. Ketika semut selesai bekerja, mereka mengikuti Belalang yang menghampiri kawanan gajah.

Belum juga Belalang mendekat, gajah tidak sengaja menghempaskan belalainya. Ini membikin Belalang kesakitan dan tubuhnya patah.

Semut cuma bisa geleng-geleng kepala, mereka mengobati Belalang. Belalang pun berikrar tidak akan sombong lagi.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk bersikap sesuai kapasitas dan tidak berkarakter sombong.


9. Bulu Burung Gagak

Burung Hantu membuka toko pewarna bulu untuk binatang. Tokonya sangat populer ke seluruh penjuru dunia. Burung Gagak tertarik untuk datang demi memiliki bulu yang gagah dan berbeda dari bulu fauna lainnya.

Burung Gagak meminta Burung Hantu mewarnai bulunya dengan nada bicara yang sombong. “Hei, Burung Hantu, tolong warnai bulu yang elok ini,” ucapnya.

Burung Gagak beriktikad mewarnai bulunya dengan warna biru dan nila. Ia mau jadi burung paling gagah di hutan. Burung Hantu cuma bisa geleng-geleng imam melihat kesombongan Burung Gagak.

Ia segera menyiapkan warna biru dan nila. Namun, Burung Hantu salah mengestimasi ukuran takaran warna. Ia memasukkan banyak warna nila, kemudian dicampur warna biru.

Jadi Gagak cuma sebentar saja berwarna biru nila, kemudian berubah jadi hitam mengkilap selamanya. Burung Gagak tidak tahu hal itu, ia segera menceburkan dirinya ke tempat berendam.

Ketika bercermin, ia sempat mengagumi bulu indahnya. Namun, bulu itu kemudian menghitam. Burung Gagak pun marah, sedangkan Burung Hantu ketakutan. Ia baru menyadari kesalahannya.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak bersikap tinggi hati atas kelebihan yang dimiliki, kecuali itu berjaga-jaga dalam bersikap.


10. Burung Kasuari

Burung Kasuari adalah burung yang kuat, pandai terbang, dan pandai mencari makan. Namun, ia sangat sombong.

Ia memungut hampir semua buah-buahan di hutan, sehingga burung lain tidak kebagian. Semua burung menjadi gelisah karena ini.

Burung Pipit mengeluh kepada Burung Dara. Rupanya Burung Pipit punya hajat membikin Burung Kasuari jera.

Burung Dara mengumpulkan semua bangsa burung. Ia menantang Burung Kasuari lomba terbang. Awalnya burung lain ragu akan kapasitas Burung Dara, terlebihlagi Burung Kasuari juga meragukannya. Namun, Burung Dara memiliki strategi. 

Ia meletakkan ranting di setiap sayapnya untuk mengelabui Burung Kasuari. “Jangan banyak bicara, Burung Kasuari. Peraturan lomba ini adalah lawan boleh mematahkan satu sayap lawannya ketika terbang,” ucap Burung Dara.

Burung Kasuari setuju. Saat lomba akan dimulai, ia mematahkan sayap Burung Dara yang rupanya hanyalah ranting. Burung Kasuari mengira sayap lawannya telah patah.

Burung Dara juga mematahkan sayap Kasuari sampai ia kesakitan. Namun, Kasuari berupaya terbang meski kesulitan.

Akhirnya Burung Dara menang. Kini, Burung Kasuari tidak dapat terbang dan cuma bisa mencari makanan di tanah.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak merugikan orang lain.

11. Ikan dan Cicak 

Ikan-ikan koi di dalam kolam berenang tak tentu arah, terlebihlagi ada yang melompat sampai membikin air kolam bergelombang. Di tengah keramaian itu, Ikan Koi Kuning yang menjadi ikan tertua di kolam berupaya menenangkan teman-temannya. Lalu ia bertanya apa sebenarnya yang terjadi.

Ternyata biang keladinya adalah Ikan Koi Merah. Ia bosan dengan makanan yang selalu diberikan majikannya, dan diam-diam sering memperhatikan cicak di pinggir kolam yang dengan lahap memakan nyamuk yang terbang. Menurutnya, nyamuk itu pasti terasa lezat, dan ia pun mau mencobanya. Setiap hari, cicak selalu berhasil menangkap beberapa nyamuk dengan mudah.

Setiap pagi dan sore, ikan-ikan di kolam bahagia bukan main karena juragan mereka menaburkan makanan yang enak dan banyak, membikin semua ikan kenyang. Mereka juga gemar bermain dengan majikannya, begitu tangan juragan menyentuh permukaan air, ikan-ikan langsung bergerombol mendekat dan menggigit tangannya dengan senang.

Namun di siang hari, saat ikan lain sibuk bermain maupun tertidur, Ikan Koi Merah lebih memilih memperhatikan sekeliling kolam, mulai dari rumput dan bunga, sampai laba-laba, kupu-kupu, lebah, semut, dan tentu saja cicak. 

Ia terus mengamati sepertiapa cicak dengan cepat menangkap setiap nyamuk yang terbang di atas kolam. Makin durasi makin penasaran, Koi Merah mau merasakan sendiri kelezatan nyamuk itu.

Ikan Koi Merah akhirnya mencoba melompat ke permukaan air. Namun tanpa disadari, cicak juga sedang mengintai dari balik rumput. Saat Ikan Koi Merah melompat, cicak dengan cepat menjulurkan lidahnya dan lebih dahulu menangkap nyamuk yang sama. 

Ikan Koi Merah pun gagal, kecewa, tapi diam-diam kagum dengan kecepatan cicak. Meski begitu, ia berniat terus berlatih dan mencoba lagi, meski tahu usahanya bisa saja ditegur Ikan Koi Kuning karena membikin kolam berisik lagi.

Walau belum berhasil merasakan lezatnya nyamuk, Ikan Koi Merah statis bersyukur karena setiap hari statis diberi makan oleh majikannya. Ia terlebihlagi sudah berhasil menangkap beberapa semut di pinggir kolam lewat lompatan kecilnya. 

Baru satu kali mencoba menangkap nyamuk memang belum berhasil, tapi ia percaya suatu saat kelak bisa melompat dan menangkap nyamuk secepat cicak. Sampai saat itu tiba, Ikan Koi Merah akan terus berlatih dan pantang menyerah.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak menyerah terhadap sesuatu yang kita inginkan.

12. Kisah Kucing Hitam dan Kucing Oren

Dua ekor kucing disebut Kucing Hitam dan Kucing Oren hidup di perkampungan kecil Bukit Pelangi. Suatu pagi, Kucing Hitam bersiap pergi memancing ke telaga komplit dengan topi cokelat, kacamata hitam, celana selutut, dan perlengkapan pancingnya. Ia berjalan dengan penuh percaya diri.

Kucing Oren yang baru selesai menyiram kebun menyapa dan mengajaknya mampir untuk minum cokelat hangat serta memakan kue ikan buatannya. Namun Kucing Hitam menolak dengan ketus, mengatakan masakan Kucing Oren tidak enak, kemudian pergi begitu saja menuju danau. Meski sedih ditolak, Kucing Oren tidak meletakkan dendam dan statis masuk ke rumah untuk memasak.

Sesampainya di danau, Kucing Hitam mencari tempat memancing yang betah kemudian melempar joran dengan penuh kepercayaan akan mendapat banyak ikan. Namun setelah hampir satu jam menunggu tanpa hasil, ia mulai tidak sabar dan lapar. 

Tanpa berpikir panjang, Kucing Hitam nekat menceburkan diri ke telaga untuk menangkap ikan langsung. Sayangnya, ia yang tidak bisa berenang justru mulai tenggelam dan berteriak meminta tolong, namun tidak ada yang mendengar.

Di saat bersamaan, Kucing Oren yang membawa keranjang piknik beriktikad menyusul Kucing Hitam untuk makan bersama. Betapa terkejutnya ia mendapati bangku dan alat pancing Kucing Hitam kosong.

 Ia pun bergegas mencari sumber bunyi meminta tolong yang samar-samar terdengar, dan menemukan Kucing Hitam yang sudah kehabisan tenaga di dalam air. Dengan cepat, Kucing Oren memungut cabang patah dan menjulurkannya agar Kucing Hitam bisa berpegangan dan naik ke tepian.

Setelah berhasil diselamatkan, Kucing Oren cemas menanyakan keadaan Kucing Hitam. Setelah mengatur napas, Kucing Hitam bersyukur dan meminta ampun atas sikapnya yang sombong sebelumnya.

Kucing Oren pun memaafkannya dengan lapang dada, asal insiden itu tidak terulang lagi. Mereka kemudian menikmati cokelat hangat dan kue ikan bersama-sama, dan Kucing Hitam mengakui bahwa menerima kebaikan Kucing Oren jauh lebih gampang daripada bersikap sombong dan keras kepala.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah membuka diri kepada orang lain dapat membuka pertemanan baru.

13. Si Burung Hantu Timmy dan Sahabatnya Pango si Tupai

Dua sahabat burung iblis Timmy dan Pango si tupai tinggal hutan yang indah. Setiap hari mereka bermain di tepi sungai dan mencari makan bersama. Suatu hari, saat sedang menangkap ikan, tiba-tiba muncul seekor ular hitam belang kuning menghampiri mereka. Keduanya terkejut dan lari ketakutan. Sayangnya, ekor Pango terkena kayu dan terluka, sementara Timmy sudah lebih dahulu terbang menyelinap di balik cabang pohon.

Ikan hasil tangkapan mereka pun berserakan, dan Pango terpaksa pulang dengan tangan kosong serta ekor yang terluka. Ia merasa jengkel dan kecewa karena Timmy terbang meninggalkannya.

Sementara itu, Timmy sendiri sebenarnya juga ketakutan saat itu dan merasa tidak diterima ketika Pango menyalahkannya. Akhirnya keduanya saling menyalahkan dan tidak mau bertegur sapa, hingga berhari-hari mereka tidak pernah berjumpa lagi.

Lama-kelamaan, Timmy mulai merasa bersalah dan kangen pada sahabatnya. Kebetulan sore itu ibunya baru saja memetik buah-buahan bugar dari kebun, dan Timmy meminta persetujuan membawa sebagian buah itu ke rumah Pango. 

Ibunya mengizinkan dan berpesan agar Timmy memilih buah terbaik serta pulang sebelum makan malam. Sesampainya di depan rumah Pango, Timmy melihat lewat jendela bilik dan terkejut mendapati Pango sedang terbaring dengan perban di ekornya. 

Karena takut Pango statis marah, ia tidak berani masuk dan memilih pulang, kemudian menceritakan apa yang ia lihat kepada ibunya. 

Keesokan harinya, sang ibu menasihati Timmy bahwa sebagai sahabat, mereka mesti saling memberi perhatian, terlebih saat salah satu sedang sakit, sudah seharusnya datang menjenguk dan menghibur.

Mendengar nasihat itu, Timmy akhirnya memutuskan pergi menjenguk Pango. Setibanya di sana, ia mengetuk pintu dan disambut oleh ibu Pango. Ibunya mempersilahkan Timmy masuk menemui Pango di kamar. 

Awalnya Pango statis kelihatan jengkel karena mesti beristirahat cukup durasi akibat lukanya, Timmy datang dan meminta ampun dengan tulus. Ia menerangkan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menyakiti maupun meninggalkan Pango, dan mengharapkan sahabatnya bisa segera sembuh serta memaafkannya.

Mendengar permintaan ampun yang ikhlas itu, Pango pun luluh dan memaafkan Timmy. Ia terlebihlagi berikrar begitu ekornya sembuh, mereka akan balik menangkap ikan berbareng seperti biasa. Timmy dan Pango pun akhirnya berpelukan, balik menjadi sahabat seperti sedia kala.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini meskipun dalam pertemanan selalu ada perselisihan, tetapi sahabat yang baik akan saling meminta ampun atas kesalahan yang dimiliki.

14. Dug, Aduh!

"Dug!" Tiba-tiba terdengar bunyi keras yang mengagetkan semua fauna di kelas Sekolah Animalia. Pak Ruru pun menerangkan bahwa hari itu ada murid baru disebut Jeji. 

Ternyata bunyi itu berasal dari imam Jeji yang terbentur epilog saat masuk kelas. Jeji, seekor jerapah kurus berleher panjang. Ia memperkenalkan diri sambil memegangi kepalanya, "Halo semua, perkenalkan namaku Jeji." 

Meski begitu, teman-teman sekelas statis menerimanya dengan baik, dan sepanjang hari Jeji terpaksa merunduk agar tidak terbentur lagi.

Saat istirahat, Bebe si Beruang mendekati Jeji dan mengajaknya berkenalan, "Halo Jeji, perkenalkan aku Bebe." Keduanya pun langsung akrab. Namun sepulang sekolah, Jeji mendapati benjolan merah di kepalanya, sisa benturan hari itu. Meski begitu, ia statis antusias untuk masuk sekolah keesokan harinya.

Sayangnya, insiden yang sama terulang lagi di hari kedua, terlebihlagi hari ketiga. Setiap kali masuk kelas, imam Jeji selalu terbentur atap, hingga benjolan di kepalanya bertambah. Teman-teman sekelas mulai merasa iba melihatnya. 

Sesampainya di rumah pada hari ketiga, Jeji menangis kesakitan dan mengadu pada mamanya, "Mama! Kepalaku sakit sekali. Setiap hari kepalaku terbentur epilog kelas. Aku tidak mau ke sekolah lagi Mama!"

Keesokan harinya, Jeji pun memutuskan untuk istirahat di rumah. Namun siang harinya, Bebe datang menjenguk dan menanyakan kabarnya. Setelah mendengar keluhan Jeji soal epilog kelas yang terlalu rendah untuknya.

Bebe langsung menceritakan hal itu kepada Pak Ruru dan teman-teman sekelas keesokan harinya. "Bagaimana jika kita bergotong royong meninggikan epilog kelas," usul Bebe, yang langsung disambut baik oleh Pak Ruru.

Mereka pun berbincang dan sepakat untuk bergotong royong meninggikan epilog kelas. Bebe bekerja memungut kayu dari Hutan Tromazon, sementara Keki bekerja memaku kayu untuk epilog yang baru. 

Setelah pekerjaan selesai, Keki diminta menjemput Jeji dan mengajaknya balik masuk sekolah, "Jeji, Anda besok ke sekolah lagi ya, kami punya kejutan untukmu."

Keesokan harinya, Jeji tiba di sekolah dengan emosi ceria begitu melihat epilog kelas yang sudah ditinggikan. Ia bersyukur kepada Pak Ruru dan semua temannya. Sejak saat itu, imam Jeji tidak lagi terbentur, dan bunyi "dug" pun tidak pernah terdengar lagi di kelas Sekolah Animalia.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah menghargai dan memberi perhatian kepada kawan yang berbeda merupakan kebaikan yang dapat membahagiakan.

15. Persahabatan Empat Ekor Binatang

Burung Gagak, Kura-Kura, Musang, dan Kijang adalah sahabat yang saling membantu dan menyayangi. Suatu hari, mereka akan bermain bersama, tetapi Burung Gagak dan Kura-Kura belum juga tiba.

Beberapa saat kemudian, Burung Gagak datang dengan wajah yang tegang. Ia meminta ampun karena terlambat, ia juga tidak menemukan kura-kura.

Keempat fauna itu segera menghamburkan untuk mencari Kura-Kura. Burung Gagak menemukan Kura-Kura dalam perangkap Pemburu di dekat sungai. Mereka pun mencari metode untuk melepaskan Kura-Kura.

Kijang dan Burung Gagak pura-pura berantem di dekat Pemburu, sedangkan Musang menyelinap di semak-semak. Pemburu tertarik pada Kijang, ia berupaya menangkapnya.

Ketika Pemburu lengah, Musang segera menggigit jaring Kura-Kura. Kijang segera berlari ke semak-semak menyusul Musang setelah Kura-Kura Bebas. Sementara Burung Gagak secepatnya terbang. Pemburu itu terkejut melihat jaringnya kosong.

Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah menolong sahabat yang kesulitan secara bersama-sama dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Demikian beragam dongeng sebelum tidur dari beragam tema. Bunda bisa pilih tema cerita sesuai selera Si Kecil. 

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads