Jakarta -
Imunisasi influenza perlu diberikan pada anak untuk mencegah virus flu, yang sangat mudah menular. Nah, kapan anak bisa mulai diberi imunisasi influenza?
Influenza alias yang biasanya disebut 'flu' adalah jangkitan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini memengaruhi hidung, tenggorokan, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya.
Infeksi flu termasuk sangat menular dan dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, dan indikasi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Kids Health, sebagian besar anak umumnya mengalami flu selama kurang dari satu minggu. Namun dalam beberapa kasus lain mungkin perlu penanganan medis lebih lanjut.
Apa penyebab flu pada anak?
Flu disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Influenza jenis A dan B
Kedua jenis virus banyak menyerang bagian hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Gejala yang dialami bisa berupa demam tinggi, batuk dan nyeri otot. Pemberian vaksin menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegahnya.
Selain itu, pastikan untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti giat cuci tangan dan menjaga jarak.
2. Influenza jenis C
Jenis virus ini menyebabkan penyakit pernapasan yang lebih ringan. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak separah influenza jenis A dan B. Virus flu sering menyebar dari anak ke anak melalui bersin alias batuk.
Virus ini juga dapat memperkuat hidup dalam waktu singkat di permukaan benda, termasuk di gagang pintu, mainan, pensil, ponsel, dan permukaan meja.
Anak dapat tertular virus flu dengan menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi, kemudian menyentuh mulut, hidung, alias mata mereka.
Faktor akibat influenza
Anak mempunyai akibat lebih tinggi terkena flu jika mereka:
- Berada di sekitar orang yang terinfeksi flu
- Belum diberi imunisasi influenza
- Tidak mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi
Perlu diingat, anak dengan kondisi kesehatan tertentu mempunyai akibat lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit alias mengalami komplikasi.
Risiko komplikasi influenza termasuk seperti pneumonia, dehidrasi, sinus, jangkitan telinga, dan memperparah penyakit yang sudah ada (seperti penyakit jantung alias asma).
Tanda dan indikasi influenza pada anak
Flu adalah penyakit pernapasan, tetapi efeknya bisa memengaruhi seluruh tubuh. Beberapa tanda dan indikasi yang perlu diwaspadai di antaranya:
- Demam tinggi
- Nyeri pada beberapa bagian tubuh
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Batuk
- Hidung berair alias tersumbat
Dalam beberapa kasus, anak juga dapat mengalami indikasi seperti:
- Mual
- Muntah
- Diare
Sebagian besar anak dapat pulih dari flu dalam waktu satu minggu. Namun, mereka mungkin tetap merasa lemas dan perlu rehat hingga 3 sampai 4 minggu.
Namun, tidak selalu mudah untuk memastikan flu pada anak khususnya usia balita. "Influenza sering kali susah dibedakan dari jangkitan virus lainnya," kata master penyakit infeksi, Rachel Orscheln, MD, dikutip dari The Bump.
Jika terdapat ketidakpastian, master dapat melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan adanya influenza.
Seberapa krusial imunisasi influenza untuk anak?
Vaksin flu anak/Foto: Getty Images/FatCamera
Dikutip dari laman Kemenkes RI, mengingat flu berpotensi menyebabkan komplikasi serius, maka langkah pencegahan menjadi perihal yang sangat penting.
Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin influenza. Dengan pemberian vaksin, akibat untuk terkena flu bakal berkurang alias indikasi penyakit flu yang dialami condong lebih ringan dibandingkan jika tidak melakukan vaksin.
Menurut sebuah studi terbaru dalam jurnal Pediatrics, pemberian vaksin flu dapat mengurangi akibat kematian akibat influenza pada anak yang sebelumnya sehat.
Rekomendasi baru tahun 2017–2018 dari American Academy of Pediatrics (AAP) juga mendorong orang tua untuk memenuhi agenda vaksin flu pada anak.
Kapan anak mulai diberi imunisasi influenza?
Vaksin influenza bisa mulai diberikan saat bayi berumur 6 bulan, kemudian dilanjutkan setahun sekali ketika memasuki usia 18 bulan hingga 18 tahun.
Berdasarkan 'Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun dari Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2024', untuk suntikan pertama vaksin influenza pertama pada usia 6 bulan sampai 8 tahun, berikan 2 dosis vaksin dengan interval 4 minggu.
Untuk usia 9 tahun ke atas cukup satu kali. Selanjutnya pengulangan setiap tahun satu kali menggunakan vaksin yang tersedia.
Efek samping vaksin influenza
Reaksi tubuh terhadap vaksinasi influenza beragam. Ada yang tidak bergejala sama sekali, ada pula yang merasakan pengaruh samping ringan.
Apabila terjadi pengaruh samping setelah pemberian vaksin influenza, umumnya seperti indikasi influenza namun ringan dan sementara, seperti:
- Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
- Demam ringan
- Mual
- Lelah
- Sakit kepala
- Nyeri otot
Itulah penjelasan tentang faedah anak diberi imunisasi influenza. Vaksinasi influenza efektif untuk mencegah penularan, serta menekan akibat komplikasi berat.
Selain pemberian vaksin influenza, penyakit flu dapat dicegah dengan mengurangi kontak dengan orang sakit, rehat di rumah ketika sedang sakit, mengonsumsi makanan bergizi, minum yang cukup, dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·