Kapan Bunda Bisa Hamil Lagi setelah Alami Stillbirth?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 507x dilihat
Kapan Bunda Bisa Hamil Lagi setelah Alami Stillbirth?

Jakarta -

Mengalami stillbirth alias bayi lahir meninggal bukan sesuatu yang mudah. Kenangan selama menjalani masa kehamilan dan persalinan bisa lama membekas. Pertanyaan yang mungkin sering muncul di akal Bunda adalah, 'kapan Bunda bisa mengandung lagi setelah mengalami stillbirth?'

Jawabannya, memang tidak ada patokan waktu yang bertindak untuk semua orang. Banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, seperti kondisi bentuk setelah melahirkan, penyebab stillbirth, hasil pemeriksaan, serta kesiapan emosional.

Kapan Bunda bisa mengandung lagi setelah mengalami stillbirth?

Kehamilan secara biologis dapat terjadi cukup sigap setelah melahirkan, apalagi sebelum menstruasi pertama kembali. Melansir Tommy's, seseorang dapat mengandung sekitar tiga minggu setelah melahirkan, meskipun menstruasi belum kembali.


Namun, bisa mengandung bukan berfaedah tubuh dan kondisi kesehatan sudah pasti siap untuk kehamilan berikutnya.

Sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan master kandungan sebelum mulai mencoba mengandung lagi. Dokter dapat mengevaluasi kondisi kesehatan setelah persalinan, membahas kemungkinan penyebab stillbirth, serta mempertimbangkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan pertimbangan menyeluruh setelah stillbirth, termasuk meninjau riwayat kehamilan dan persalinan serta melakukan pemeriksaan untuk mencari kemungkinan penyebabnya. Informasi tersebut dapat membantu menentukan perawatan dan pemantauan pada kehamilan berikutnya.

Waktu untuk mengandung lagi setelah mengalami stillbirth memang tidak mempunyai patokan tunggal, Bunda. ACOG secara umum menyarankan untuk menghindari kehamilan dengan jarak kurang dari enam bulan dan mendiskusikan faedah serta risikonya jika mau mengandung lagi sebelum 18 bulan.

Namun, rekomendasi tersebut membahas jarak antarkehamilan secara umum, bukan waktu tunggu unik setelah stillbirth.

Stillbirth dapat terjadi lantaran beragam penyebab, sehingga waktu yang tepat untuk mencoba mengandung lagi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing Bunda. Misalnya, master mungkin menyarankan pemeriksaan alias penanganan tertentu terlebih dulu jika sebelumnya terdapat komplikasi seperti hipertensi, diabetes, gangguan pertumbuhan janin, alias masalah pada plasenta.

Jadi, keputusan untuk mencoba mengandung lagi bukan sekadar menghitung berapa bulan sejak persalinan. Kondisi bentuk Bunda, penyebab alias aspek yang mungkin berkedudukan pada stillbirth, hasil pemeriksaan, serta kesiapan untuk menjalani kehamilan berikutnya juga perlu dipertimbangkan.

Apakah mengandung lagi setelah stillbirth lebih berisiko?

Kehamilan berikutnya setelah stillbirth memerlukan lebih banyak perhatian. ACOG menyebut bahwa wanita dengan riwayat stillbirth mempunyai akibat stillbirth berulang yang lebih tinggi dibandingkan Bunda yang tidak mempunyai riwayat tersebut. 

Dalam tinjauan sistematis yang dikutip ACOG, akibat stillbirth pada kehamilan berikutnya sekitar 2,5 persen pada wanita dengan riwayat stillbirth, dibandingkan 0,4 persen pada mereka yang sebelumnya melahirkan bayi hidup.

Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan adanya peningkatan akibat beberapa luaran kehamilan pada wanita dengan riwayat stillbirth. Meta-analisis terhadap 19 penelitian kohort yang melibatkan lebih dari 4,8 juta peserta menemukan bahwa riwayat stillbirth berangkaian dengan peningkatan akibat stillbirth berulang, kelahiran prematur, kematian neonatal, berat lahir rendah, dan beberapa komplikasi lainnya pada kehamilan berikutnya.

Namun, meningkatnya akibat bukan berfaedah Bunda pasti bakal mengalami stillbirth lagi. Risiko setiap orang dapat berbeda, tergantung penyebab stillbirth sebelumnya, kondisi kesehatan Bunda, usia kehamilan saat kehilangan terjadi, serta aspek lain yang ditemukan melalui pemeriksaan.

Bagaimana mempersiapkan kehamilan setelah stillbirth?

Sebelum mencoba mengandung lagi, ada beberapa perihal yang dapat Bunda diskusikan dengan dokter.

1. Evaluasi kondisi kesehatan

Dokter dapat meninjau riwayat kehamilan sebelumnya dan kondisi kesehatan Bunda. Jika sebelumnya ditemukan diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, alias masalah kesehatan lain, kondisi tersebut dapat dievaluasi dan ditangani alias dikontrol sebelum kehamilan berikutnya.

2. Cari tahu kemungkinan penyebab stillbirth

Penyebab stillbirth tidak selalu dapat diketahui. Namun, jika penyebabnya ditemukan, info tersebut dapat membantu master menentukan langkah untuk kehamilan berikutnya.

ACOG merekomendasikan konseling prakonsepsi untuk wanita yang mempunyai riwayat stillbirth, termasuk membahas kemungkinan penyebab dan menilai akibat terjadinya kembali pada kehamilan berikutnya.

3. Mulai masam folat

Tommy's menyarankan persiapan kesehatan sebelum mencoba mengandung kembali, termasuk mengonsumsi masam folat dan vitamin D sesuai kebutuhan. Bunda juga disarankan menghindari rokok.

Bunda dapat berkonsultasi dengan master mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Jangan menghentikan alias mengubah dosis obat sendiri hanya lantaran sedang merencanakan kehamilan.

 4. Siapkan rencana pemantauan kehamilan

Kehamilan setelah stillbirth dapat membikin Bunda merasa lebih cemas. Untuk itu, krusial untuk membicarakan rencana pemantauan sejak sebelum alias pada awal kehamilan.

ACOG merekomendasikan kunjungan prakonsepsi alias awal kehamilan untuk meninjau riwayat stillbirth. Pada kehamilan berikutnya, pemeriksaan dan pemantauan dapat disesuaikan dengan penyebab stillbirth sebelumnya, kondisi kesehatan Bunda, serta usia kehamilan saat kehilangan terjadi.

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk mencoba mengandung lagi setelah mengalami kehilangan merupakan keputusan yang sangat pribadi. Setiap Bunda bisa mempunyai kondisi fisik, hasil pemeriksaan, dan kesiapan emosional yang berbeda. Apa yang tepat bagi satu orang belum tentu sama untuk Bunda lainnya.

Yang terpenting, jangan merasa kudu terburu-buru alias justru kudu menunggu dalam waktu tertentu. Diskusikan dengan master untuk mengetahui kapan tubuh Bunda sudah siap dan apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani kehamilan berikutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan