Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 13x dilihat
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru

Bagikan Postingan

Jakarta -

Kasus keguguran yang dialami perempuan hamil di pusat penahanan imigrasi Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan. Laporan terbaru mengungkap adanya kesulitan akses terhadap jasa medis bagi sejumlah perempuan hamil yang ditahan oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Mengutip halaman The Guardian, arsip pemerintah yang diperoleh memberitahu ICE mencatat sedikitnya 18 kasus keguguran pada perempuan yang eksis dalam tahanan selama Januari hingga September 2025. Namun, setelah 3 Oktober 2025, institusi tersebut tidak memiliki keterangan terbaru mengenai jumlah keguguran.

Laporan yang diterbitkan pada 15 September 2026 itu juga memuat kesaksian sejumlah perempuan hamil yang mengaku mengalami kesulitan mendapatkan pengecekan kehamilan, penanganan kondisi berisiko tinggi, hingga perawatan setelah mengalami keguguran.


Dalam arsip internal yang diberikan kepada The Guardian, ICE mengungkapkan tidak memiliki keterangan keguguran untuk masa setelah tanggal tersebut karena adanya fluktuasi mekanisme pencatatan medis. 

Menanggapi pertanyaan lanjutan mengenai praktik pencatatan setelah 3 Oktober 2025, ahli bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS), yang membawahi ICE, awalnya mengatakan bahwa institusi tersebut melacak kasus keguguran dalam laporan bulanan. Kemudian DHS, mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki keterangan keguguran untuk masa Oktober 2025 hingga Juni 2026.

Kisah nyata para Bunda di pusat penahanan

Penelusuran ini mengungkap jeritan hati beberapa perempuan hamil yang terperangkap dalam akomodasi penahanan:

1. Anabell 35 tahun

Anabell  asal Nikaragua mengaku baru mengetahui dirinya hamil setelah ditangkap dan dibawa ke pusat penahanan Campbell County di Newport, Kentucky. Saat menjalani pengecekan medis, dua tes kehamilan yang dilakukan memberitahu hasil positif.

Namun, Anabell mengatakan dirinya tidak menjalani tes darah untuk mengetahui evolusi kehamilan, tidak memperoleh vitamin prenatal, dan tidak dijadwalkan menjalani pengecekan USG.

Ia cuma mendapatkan makanan khusus yang diberi label untuk ibu hamil dengan tambahan makanan ringan pada malam hari. Beberapa minggu kemudian, Anabell mulai mengalami pendarahan. Kondisinya semakin parah hingga ia mengaku mesti menunggu sebelum mendapatkan pertolongan medis.

Dalam permintaan jasa medis darurat yang ditulis dalam bahasa Spanyol, Anabell menyampaikan bahwa dirinya mengalami pendarahan dan takut terhadap kondisi bayinya. Sehari kemudian, ia dibawa ke unit darurat gawat (UGD). Di rumah sakit, ia diberi tahu melalui penerjemah bahwa dirinya sudah tidak hamil lagi.

2. Laura 21 tahun

Laura, perempuan berumur 21 tahun yang ditahan di pusat penahanan Dilley, Texas, berbareng putranya yang berumur dua tahun, memiliki histori keguguran. Dua hari sebelum ditahan dalam ikrar pengecekan wajib dengan ICE, ia sempat pergi ke UGD karena mengalami gejala keguguran dan didiagnosis mengalami kondisi kehamilan berisiko tinggi.

Setelah tiba di Dilley, seorang tabib di akomodasi tersebut disebut mengatakan bahwa Laura membutuhkan penanganan tabib spesialis. Namun, Laura mengatakan konsultasi tersebut tidak disetujui maupun dijadwalkan oleh pengelola fasilitas.

Laura juga dilaporkan statis mengalami nyeri perut dan pendarahan ketika mendekati trimester ketiga kehamilannya. Ia mengatakan belum mendapatkan kesempatan berjumpa tabib ahli kebidanan dan kandungan.

3. Angie, 26 tahun

Angie mengaku mengetahui dirinya hamil beberapa minggu setelah masuk ke pusat penahanan Mesa Verde, California. Beberapa minggu kemudian, ia terbangun dan mendapati cairan berwarna cokelat keluar dalam jumlah banyak. Menurut pengakuannya, petugas medis mengatakan bahwa keguguran tersebut bukan kesalahannya.

Kritik tajam pun berdatangan dari perkumpulan kemanusiaan dan aktivis hak asasi manusia atas terabaikannya keselamatan para ibu dan calon bayi mereka di pusat penahanan.

"Ketika Anda tidak mencatat sesuatu sebesar itu, Anda tidak perlu dihadapkan pada kenyataan tentang apa yang telah dihasilkan oleh kebijakan Anda," tegas Faisal Al-Juburi, Co-Chief Executive perkumpulan jasa imigrasi Raíces, dalam wawancaranya berbareng The Guardian.

Pakar soroti pentingnya perawatan setelah keguguran

Dokter ahli kebidanan dan kandungan, dr. Deborah Ottenheimer dari Physicians for Human Rights, menegaskan bahwa perempuan yang mengalami kasus keguguran tanpa pengecekan medis tepat seperti USG untuk memastikan seluruh jaringan kehamilan telah keluar berisiko tinggi mengalami infeksi bermutu dan komplikasi serius yang menakut-nakuti jiwa.

"Perempuan yang ditahan ini tidak mendapatkan lawatan pengecekan kehamilan (prenatal) yang seharusnya mereka jalani. Mereka juga tidak mendapatkan pengecekan kehamilan berisiko tinggi jika membutuhkannya. Dan jika mereka mengalami keguguran, perawatan medis yang diterima sangat minim, terlebihlagi tidak ada sama sekali," kata Ottenheimer.

Senada hal tersebut, Christina Davidson, imam petugas medis di American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), mengatakan pada Juli bahwa menempatkan dan mengekang pasien hamil di pusat penahanan menimbulkan konsekuensi serius terhadap kesehatan jasmani dan mental, baik bagi pasien hamil maupun janin.

Ia menambahkan, kelalaian dalam pemberian perawatan di akomodasi penahanan dapat menyebabkan kondisi yang sebenarnya bisa ditangani berkembang menjadi keadaan darurat yang menakut-nakuti jiwa.

Mengapa keterangan kasus keguguran ICE tidak lagi tersedia?

ICE mencatat dalam arsip internal lembaganya bahwa tidak ada keterangan terbaru mengenai keguguran setelah 3 Oktober 2025. Hal ini terjadi karena institusi tersebut mengakhiri kontraknya dengan Veterans Affairs Financial Services Center (VA-FSC), yang sebelumnya menangani penagihan jasa medis untuk ICE.

Acentra Health, perusahaan swasta yang berbasis di Virginia, dikontrak untuk menggantikan VA-FSC mulai Oktober 2025. Namun, proses pengajuan dan pembayaran klaim medis ICE mengalami keterlambatan selama berbulan-bulan sehingga keterangan keguguran setelah 3 Oktober 2025 tidak tersedia bagi ICE.

Selain itu, bilangan 18 kasus keguguran yang tercatat antara Januari hingga September 2025 juga kemungkinan tidak menggambarkan seluruh kejadian.

Jumlah kasus keguguran diduga bisa lebih tinggi

Dokumen ICE juga memberitahu peningkatan jumlah perempuan hamil yang eksis dalam tahanan. Pada Oktober, sedikitnya 87 perempuan dan remaja hamil tercatat eksis dalam tahanan. Angka tersebut meningkat menjadi 101 orang pada November. Data tersebut muncul ketika operasi penegakan imigrasi terjadi di sejumlah kota AS pada musim gugur dan musim dingin tahun sebelumnya.

Namun, jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena tidak semua perempuan usia reproduktif yang masuk pusat penahanan mendapatkan tes kehamilan.

Sejumlah perempuan yang ditahan mengatakan tidak dapat mengakses tes kehamilan. Karena itu, keterangan resmi mengenai perempuan hamil maupun kasus keguguran kemungkinan tidak mencakup seluruh kejadian.

Kebijakan Federal melarang ICE mengekang perempuan hamil

Kebijakan federal yang tercantum dalam instruksi tahun 2021 menginstruksikan ICE untuk sebisa mungkin tidak mengekang imigran hamil, pasca persalinan, dan menyusui, "Kecuali ibra mereka dilarang oleh aturan maupun terdapat keadaan luar biasa."

Apabila ICE statis mengekang seseorang yang sedang hamil, instruksi tersebut mewajibkan petugas untuk memantau dan mendokumentasikan kondisi kesehatannya secara berkala.

Pemantauan tersebut mencakup kesehatan dan kesejahteraan secara lazim serta penilaian kondisi penahanan dan medis. Arahan itu juga mengatakan perlunya memastikan tersedianya perawatan prenatal maupun pasca persalinan yang sesuai serta jasa kesehatan jasmani dan mental lainnya.

"Dalam keadaan yang sangat terbatas, ketika penahanan diperlukan dan sesuai, ICE mesti memantau individu yang diketahui sedang hamil, dalam masa pasca persalinan, maupun menyusui dan ditahan dalam pengawasan ICE. Pemantauan ini mencakup kesehatan dan kesejahteraan secara umum, termasuk penilaian ulang kondisi penahanan dan medis secara berkala, untuk memastikan tersedianya perawatan prenatal dan/atau pasca persalinan yang sesuai, serta jasa kesehatan medis dan mental lainnya."

DHS sebut kebijakan tahun 2021 statis berlaku

Juru bicara DHS Chandler Rebel mengatakan instruksi tahun 2021 statis berlaku. Ia mengungkapkan bahwa perempuan hamil mendapatkan pengecekan kehamilan rutin, jasa kesehatan mental, sokongan nutrisi, serta hostel yang disesuaikan dengan standar perawatan yang berjalan di masyarakat.

Namun, laporan The Guardian juga memuat kesaksian dari perempuan hamil dan pengacara mereka yang menggambarkan adanya kesulitan mendapatkan jasa medis.

Laporan tersebut meninjau kasus delapan perempuan dan remaja hamil yang mengeluhkan anggapan kelalaian medis di pusat penahanan Dilley. Beberapa di antaranya mengatakan hambatan bahasa turut menyulitkan akses terhadap jasa kesehatan.

Kasus keguguran statis menyisakan pertanyaan

Hilangnya keterangan mengenai kasus keguguran setelah Oktober 2025 membikin jumlah keseluruhan kasus selama masa tersebut tidak dapat diketahui berdasarkan anotasi yang tersedia.

Di sisi lain, laporan mengenai perempuan yang mengalami keguguran dan komplikasi kehamilan memberitahu pentingnya akses terhadap pengecekan medis, baik selama kehamilan maupun setelah kehilangan kehamilan.

Pihak Acentra Health, perusahaan yang menggantikan mekanisme sebelumnya untuk menangani proses klaim medis ICE, tidak memberikan balasan langsung mengenai apakah mereka melacak kasus keguguran untuk ICE. Perusahaan tersebut mengatakan adanya keterlambatan dalam implementasi mekanisme pemrosesan klaim baru akibat penutupan pemerintahan.

Dengan demikian, jumlah kasus keguguran yang tercatat dalam laporan ICE belum dapat menggambarkan keseluruhan kejadian. Data yang tersedia cuma mencatat 18 kasus hingga September 2025, sementara keterangan setelah 3 Oktober 2025 tidak tersedia dalam catatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads