Jakarta -
Journaling bisa menjadi salah satu langkah mudah untuk menenangkan pikiran. Melalui kegiatan ini, Bunda bisa mengekspresikan diri tanpa penghakiman hingga mencurahkan emosi yang sedang gundah.
Menulis journal secara umum dapat berfaedah untuk menjaga kesehatan mental. Journaling bisa membantu mengurangi stres dengan menyediakan wadah yang kondusif untuk mengekspresikan kekhawatiran dan ketakutan.
"Meskipun journaling tidak dapat menggantikan perawatan kesehatan mental dari ahli yang berkualifikasi, kegiatan ini bisa menjadi langkah untuk mempercepat pengobatan alias pertumbuhan yang berkarakter pribadi," ungkap psikoterapis, Sharon Martin, DSW, LCSW, dilansir Psychology Today.
Manfaat journaling
Ada 6 faedah journaling untuk kesehatan mental dan kesehatan secara keseluruhan. Berikut manfaatnya, seperti melansir dari laman Skill Share:
- Memberi ruang untuk meluapkan pikiran-pikiran resah dan mengingatkan diri sendiri bahwa kita sudah cukup baik.
- Membantu dalam mengelola situasi stres. Studi menunjukkan bahwa sedikit waktu yang dihabiskan untuk menulis jurnal dapat menurunkan tekanan darah.
- Dapat membantu seseorang dalam mempertimbangkan keputusan-keputusan diragukan dan membantu tetap selaras dengan kebutuhan dan keinginan.
- Membantu seseorang konsentrasi pada hal-hal yang paling krusial dan mendapatkan pemahaman yang lebih kuat tentang nilai-nilai diri.
- Memperkuat ketahanan emosional dan membantu dalam menemukan lebih banyak kegembiraan dalam hidup.
- Mengaktifkan otak kanan dan membantu seseorang mengembangkan ekspresi yang kreatif.
Jenis journaling untuk kesehatan mental
Dikutip dari beberapa sumber, berikut 10 jenis journaling untuk kesehatan mental:
1. Jurnal pribadi alias kitab harian
Bunda dapat menggunakan kitab harian untuk journaling, tetapi biasanya lebih berkarakter pribadi daripada jenis jurnal lainnya. Di journaling ini, kita dapat menulis tentang reaksi terhadap keadaan tertentu alias emosi yang dirasakan. Gaya penulisan jurnal ini biasanya melibatkan penulisan tentang perasaan, keraguan, aspirasi, hubungan, dan tujuan hidup.
2. Jurnal reflektif
Jenis jurnal ini dapat digunakan untuk merenungkan hidup dan memproses emosi serta pengalaman. Praktik journaling berkarakter terapeutik ini dapat membantu Bunda mengembangkan visi untuk masa depan alias sekadar mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
3. Jurnal rasa syukur
Jurnal rasa syukur membantu kita dalam merinci emosi alias tentang aspek-aspek kehidupan yang kita syukuri. Menulis jurnal rasa syukur dapat membantu Bunda konsentrasi pada perubahan positif dalam hidup dan efektif untuk meningkatkan kepuasan diri. Jurnal rasa syukur juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, kesejahteraan, dan kebahagiaan.
4. Jurnal seni
Jurnal seni mirip dengan kitab sketsa di mana bisa membantu Bunda dalam melatih kreativitas. Alih-alih menulis kata-kata, banyak orang menggunakan kertas, hiasan, stiker, dan spidol untuk menggambarkan sisi pikiran di dalam jurnal. Jurnal ini dapat dijadikan wadah untuk mendokumentasikan hidup alias memproses emosi melalui seni visual.
5. Jurnal visual
Jurnal visual alias jurnal bergambar juga bisa menjadi langkah bagus untuk menggabungkan kecenderungan artistik dengan refleksi pribadi. Jenis jurnal ini dapat memberi ruang untuk memproses emosi dan mencatat kehidupan melalui ilustrasi. Seperti halnya corak jurnal reflektif, Bunda dapat sekadar mencoret-coret apa pun yang ada di pikiran ke dalam jurnal visual.
6. Jurnal video
Jika tidak suka menulis, Bunda dapat menyiapkan perangkat perekam untuk mengungkapkan pikiran secara verbal ke dalam jurnal video. Setelah selesai merekam, kita dapat menyimpan file video di komputer alias perangkat lainnya. Perlu diketahui, jenis jurnal ini biasanya berkarakter terapeutik, di mana kita dapat melepaskan beban pikiran.
7. Jurnal perjalanan
Jika Bunda senang bepergian, jurnal perjalanan dapat berfaedah untuk mendokumentasikan pengalaman selama traveling. Bunda dapat menggunakan jurnal ini untuk mencatat kenangan krusial dari perjalanan dan mencatat perincian keperluan traveling. Jenis jurnal ini bisa mendukung kesehatan mental lantaran didasarkan pada kegembiraan saat melakukan perjalanan.
8. Jurnal tentang alam
Jurnal alam adalah praktik mengikuti ke mana pun rasa mau tahu membawa kita dan mendokumentasikan penemuan-penemuan di luar ruangan. Jurnal ini memungkinkan kita menggambar makhluk, lanskap, dan tekstur yang dilihat di alam bebas. menulis jurnal tentang alami bisa menjadi langkah yang bagus untuk menumbuhkan apresiasi terhadap bumi sekitar kita.
9. Jurnal makanan
Jenis jurnal yang juga bisa mendukung kesehatan mental adalah journaling makanan. Jurnal ini dapat dilakukan dalam beragam bentuk, mulai dari mencantumkan makanan yang kita makan setiap hari, membikin sketsa makanan favorit, alias merenungkan kenangan makanan yang tidak mau kita lupakan. Jurnal ini juga bisa menjadi perangkat yang berfaedah untuk makan dengan penuh kesadaran.
10. Bullet journaling
Bullet journaling adalah jenis jurnal terkenal yang berfaedah sebagai perencana. Jurnal ini dapat membantu Bunda mengatur aspek pribadi dalam hidup, termasuk daftar tugas, tujuan, dan pencapaian penting. Bullet journaling biasanya berisi beragam kategori entri di mana Bunda juga bisa berkarya dengan stiker alias washi tape berpola.
Demikian 10 jenis journaling dan manfaatnya untuk kesehatan mental. Semoga info ini berfaedah ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·