Pernah mendengar tren diet fibrelayering? Tren diet untuk pencernaan sehat yang disebut lebih baik dari fibremaxxing.
Meningkatkan asupan serat sekarang menjadi salah satu konsentrasi utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang cukup dapat membantu menurunkan akibat sejumlah penyakit serius, mulai dari kanker usus, penyakit jantung, hingga demensia.
Faktanya, tetap banyak orang yang belum memenuhi kebutuhan serat harian yang direkomendasikan. Di tengah meningkatnya kesadaran tersebut, muncul tren baru di media sosial berjulukan 'fibremaxxing', ialah upaya mengonsumsi serat sebanyak mungkin dalam satu kali makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terlihat efektif, para mahir gizi memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut justru dapat memicu gangguan pencernaan. Sebagai pengganti yang lebih ramah bagi tubuh, sekarang muncul pendekatan baru yang disebut 'fibrelayering'.
Mengutip Huffington Post, mari telaah mengenai tren diet fibrelayering.
Apa itu fibrelayering?
Fibrelayering merupakan metode mengonsumsi serat secara berjenjang dan merata sepanjang hari. Berbeda dengan fibremaxxing yang berfokus pada jumlah serat dalam satu waktu.
Fibrelayering menekankan keberagaman sumber serat yang dikonsumsi pada setiap waktu makan. Ahli nutrisi sekaligus Head of Health Mindful Chef, Sasha Watkins, menjelaskan bahwa fibrelayering mengangkat pendekatan perlahan tapi konsisten.
Menurutnya, serat sebaiknya disebarkan secara merata dalam menu sarapan, makan siang, makan malam, hingga camilan. Pendekatan ini bermaksud mendukung kesehatan mikrobioma usus melalui konsumsi beragam jenis serat yang mempunyai kegunaan berbeda di dalam tubuh.
Mengapa tubuh butuh beragam jenis serat?
Serat pangan merupakan jenis karbohidrat yang secara alami terdapat pada tumbuhan. Selain membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, serat juga berkedudukan dalam mengontrol berat badan dan mencegah sembelit.
Pakar diet dan penulis kitab Fibre Power, Dr. Emily Leeming, mengatakan bahwa setiap jenis serat mempunyai faedah yang berbeda.
"Sebagian serat membantu memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah, sebagian lainnya membantu menurunkan kolesterol jahat untuk mendukung kesehatan jantung. Ada juga yang menambah volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama," ujar Leeming.
Senada dengan itu, mahir diet terdaftar, Dalia Weinreb, menegaskan bahwa tubuh tidak hanya memerlukan lebih banyak serat, tapi juga ragam serat yang beragam.
"Kita mendapatkan faedah dari beragam jenis serat yang memberi makan mikroba usus yang berbeda dan mendukung beragam proses fisiologis dalam tubuh," jelas Weinreb.
Menurutnya, konsep fibrelayering lebih sesuai dengan langkah kerja sistem pencernaan dibandingkan sekadar mengejar nomor konsumsi serat harian.
"Mendorong orang untuk memikirkan keberagaman, bukan hanya jumlah, membantu mengalihkan konsentrasi dari sekadar mengejar sasaran menjadi membangun kebiasaan yang seimbang dan realistis," tambahnya.
Ia pun menyebut bahwa tren nutrisi yang terlalu menekankan kesempurnaan berpotensi menciptakan tekanan psikologis yang justru membikin seseorang menjauhi pola makan sehat.
Cara menerapkan fibrelayering sehari-hari
Weinreb menyarankan pendekatan 'pick and mix' alias mengombinasikan beragam sumber serat sepanjang hari.
1. Serat larut (Soluble fibre)
Sumber serat larut antara lain oat, chia seed, biji rami, lentil, kacang-kacangan, apel, dan wortel.
"Jenis serat ini membentuk unsur menyerupai gel di dalam usus. Manfaatnya antara lain membantu mengontrol gula darah, menurunkan kolesterol LDL, dan meningkatkan rasa kenyang," ujar Weinreb.
2. Serat tidak larut (Insoluble fibre)
Jenis serat ini banyak ditemukan dalam biji-bijian utuh, beras merah, quinoa, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kulit sayuran. Menurut Weinreb, serat tidak larut berfaedah menambah volume feses sehingga membantu kelancaran buang air besar dan meningkatkan kenyamanan pencernaan.
3. Serat prebiotik
Bawang bombai, bawang putih, daun bawang, asparagus, pisang yang tetap agak hijau, dan oat merupakan sumber serat prebiotik yang baik.
"Serat ini secara selektif memberi makan kuman baik di usus sehingga mendukung keberagaman mikrobioma," kata Weinreb.
4. Pati resisten (Resistant starch)
Pati resisten dapat ditemukan pada kentang alias nasi yang telah dimasak lampau didinginkan, kacang-kacangan, pisang hijau, dan oat. Weinreb menjelaskan bahwa pati resisten mempunyai karakter yang berada di antara serat larut dan tidak larut serta berkedudukan krusial dalam produksi butirat, senyawa yang membantu menjaga kesehatan lapisan usus dan metabolisme tubuh.
Perubahan mini namun konsisten
Menurut Weinreb, seseorang tidak perlu langsung mengubah pola makan secara drastis untuk mendapatkan faedah fibrelayering.
Sebagai contoh, sarapan dapat diisi dengan oat dan biji-bijian. Kemudian makan siang dengan kacang-kacangan dan sayuran hijau. Sementara makan malam Bunda bisa mengonsumsi biji-bijian utuh serta jenis sayuran.
"Jika seseorang saat ini tetap mengonsumsi sangat sedikit serat, menambahkan satu porsi sayuran alias satu porsi kacang-kacangan setiap hari saja sudah merupakan langkah yang baik," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan berjenjang jauh lebih krusial dibandingkan mengejar pola konsumsi serat yang dianggap sempurna.
Manfaat fibrelayering untuk kesehatan
Jika dilakukan secara konsisten, fibrelayering berpotensi memberikan beragam faedah kesehatan, antara lain:
- Bantu melancarkan pencernaan.
- Mengurangi kembung setelah usus beradaptasi.
- Menjaga kestabilan gula darah.
- Bantu memperbaiki kadar kolesterol.
- Tingkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol nafsu makan.
- Dukung keberagaman mikrobioma usus.
"Pada akhirnya, jika fibrelayering mendorong masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis tanaman, mengurangi ketergantungan pada produk ultra-proses yang menyatakan tinggi serat serta menerapkan pendekatan yang lebih seimbang terhadap kesehatan usus, maka ini adalah tren yang positif," tutur Weinreb.
Ia merangkum prinsip utama fibrelayering dalam tiga pesan sederhana, ialah mengutamakan ragam dibanding volume, menghargai kemajuan dibanding kesempurnaan, serta memilih makanan utuh dibanding suplemen yang mahal.
Meski demikian, para mahir mengingatkan bahwa jika peningkatan konsumsi serat justru menimbulkan keluhan pencernaan yang berkepanjangan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan master untuk memastikan tidak ada gangguan pada saluran cerna yang mendasarinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·