Kenali Lily Padding, Strategi Karier Gen Z Agar Cepat Naik Level Dan Berkembang

Jun 08, 2026 09:20 PM - 3 jam yang lalu 137

Jakarta -

Tren di tempat kerja berkembang secepat orang-orang yang membentuknya, dan salah satu frasa terbaru yang viral di media sosial adalah lily padding.

Pendekatan itu menyerupai katak yang melompat di antara bantalan, dan sekarang, istilah ini digunakan untuk menggambarkan gimana para ahli muda, khususnya generasi Z, lebih sering beranjak pekerjaan dan sering kali dalam waktu singkat.

Sementara sebagian orang memandang ini sebagai tindakan impulsif alias kurang komitmen, yang lain memandangnya sebagai langkah yang lebih disengaja dan adaptif untuk membangun karier.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengapa Gen Z sering pindah pekerjaan?

Dilansir Indian Express, kejadian lily padding mencerminkan pergeseran langkah banyak ahli muda mendekati pekerjaan. Alih-alih memperkuat dalam satu peran selama bertahun-tahun, mereka memilih untuk mengeksplorasi beragam peluang, membangun beragam keterampilan, dan memprioritaskan fleksibilitas.

Masa kerja yang lebih singkat, dalam konteks ini, tidak selalu menandakan pemikiran jangka pendek. Banyak pekerja Gen Z yang beranjak pekerjaan, bukan lantaran ketidaksetiaan, tetapi merasa terbatas oleh kesempatan pertumbuhan dalam perannya saat ini dan secara aktif mencari pengalaman belajar serta kemajuan pekerjaan yang lebih baik.

Pola pikir ini juga dibentuk oleh perubahan yang lebih luas dalam lanskap profesional. Pergeseran teknologi yang cepat, meningkatkan kehadiran kepintaran buatan, dan ketidakpastian ekonomi telah mengubah persepsi tentang keamanan kerja.

Bagi banyak orang, stabilitas tidak lagi mengenai dengan tetap berada di satu organisasi, tetapi dengan tetap relevan dan mudah beradaptasi.

Pada saat yang sama, tren ini menghadirkan tantangan bagi para pemberi kerja. Organisasi sering mengaitkan masa kerja yang lebih lama dengan keandalan dan mungkin ragu untuk berinvestasi pada tenaga kerja yang dapat meninggalkan perusahaan dalam waktu satu tahun.

Hal ini menciptakan ketegangan antara tenaga kerja yang menghargai mobilitas dan perusahaan yang memprioritaskan stabilitas.

Keuntungan beranjak pekerjaan

Di saat yang sama, tren ini juga membawa potensi manfaat. Pekerja yang beranjak peran mungkin mendapatkan pengalaman dengan sistem, tim, dan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda. Hal ini dapat membantu mereka membangun keahlian yang mudah beradaptasi.

Dilansir Times of India, siklus pekerjaan yang lebih pendek juga mendorong para ahli untuk membentuk reputasi mereka berasas apa yang dapat dilakukan, bukan berasas kedudukan yang mereka sandang.

Bagi organisasi, tenaga kerja yang membawa pengalaman dari beragam industri dapat memperkenalkan perspektif dan buahpikiran baru. Pembelajaran lintas industri ini dapat memperkuat penemuan tim.

Jika dikelola dengan baik, mobilitas semacam itu dapat berkontribusi pada tenaga kerja yang bisa beradaptasi dengan sigap terhadap perubahan.

Risiko bagi pekerja dan perusahaan

Namun, beranjak peran yang cukup sering juga mempunyai batasan. Karyawan yang meninggalkan organisasi dengan sigap mungkin tidak membangun pengetahuan institusional yang lebih mendalam yang berkembang seiring waktu.

Mereka juga mungkin menghadapi siklus orientasi berulang yang mengharuskan mereka untuk membuktikan diri lagi di setiap tempat kerja.

Ada juga akibat kelelahan kerja alias burnout, terutama ketika pekerja terlalu sering beranjak pekerjaan tanpa waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan peran baru.

Dari perspektif perusahaan, pergantian tenaga kerja yang terus-menerus dapat mengganggu stabilitas tim dan mempersulit pembangunan jalur kepemimpinan jangka panjang.

Cara mengikuti tren lily padding

Dilansir Real Simple, berikut beberapa perihal yang perlu Bunda pertimbangkan jika mau mengikuti tren lily padding ala Gen Z:

1. Perhatikan gambaran besarnya

Intinya adalah memahami industri dan skill yang dibutuhkan, serta melakukan riset tentang kekuatan eksternal yang sedang berperan. Fokus pada industri yang pertumbuhannya lebih pesat, itu bakal membantu Bunda menentukan langkah selanjutnya.

2. Pilih peran baru secara strategis

Semuanya berjuntai pada niat di kembali perpindahan tersebut. Pastikan Bunda mempunyai cerita yang bagus kenapa mau melakukan perubahan, alias kenapa pernah melakukan perubahan di masa lalu.

Bunda kudu bisa menjelaskan gimana perihal tersebut membantu belajar dan mengembangkan keterampilan.

3. Fokus pada membangun jaringan yang kuat

Koneksi pribadi dapat membantu Bunda melewati sistem peninjauan otomatis yang menyaring kandidat sebelum lamaran tersebut dilihat.

4. Pertimbangkan lompatan internal

Banyak perusahaan menawarkan program rotasi alias kesempatan lintas kegunaan yang memungkinkan tenaga kerja untuk membangun pengalaman yang beragam tanpa kudu berganti perusahaan sepenuhnya.

5. Latih cerita di kembali resume Bunda

Jika seseorang dapat dengan jelas mengartikulasikan kenapa setiap perpindahan itu masuk logika dan gimana perihal itu berkontribusi pada pertumbuhan mereka, masa kerja yang singkat menjadi jauh kurang mengkhawatirkan.

Nah, itulah beberapa perihal yang dapat Bunda ketahui tentang tren lily padding di kalangan generasi Z. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya