Kenapa Pengguna Mac Yang Ingin Coba Linux Harus Mulai Dari Elementary Os

Apr 17, 2026 01:08 PM - 4 jam yang lalu 233

Bagi pengguna macOS, mencoba Linux jelas terasa seperti melakukan lompatan besar. Mulai dari perbedaan interface, langkah kerja sistem, sampai filosofi kreasi yang kadang cukup mengagetkan.

Linux sering dianggap ribet, aplikasinya susah, dan tidak semudah macOS yang sekali nyala sudah bisa langsung bisa dipakai dengan setup minimal.

Tapi perlu diingat, tidak semua distro Linux terasa asing untuk pengguna macOS. Salah satu yang paling ramah jelas adalah elementary OS.

Desain yang Familiar

Nah elementary OS dikenal dengan tampilannya yang clean, minimalis, dan konsisten. Banyak pengguna apalagi menyebut tampilannya mirip macOS, terutama dari dock (Plank) di bagian bawah, panel atas (Wingpanel), dan animasi yang halus.

Jika Anda sudah terbiasa dengan macOS dan mau mencoba Linux, dengan elementary OS Anda tidak bakal terasa kehilangan arah saat pertama kali menyesuaikan diri.

Fokus pada User Experience

Selain itu, salah satu konsentrasi utama elementary OS ini adalah pada pengalaman pengguna, setiap aplikasi bawaan dirancang dengan prinsip yang konsisten, mulai dari layout, icon hingga interaksinya.

Sekilas ini mirip dengan filosofi apple yang mengutamakan kesederhanaan dan kenyamanan pengguna, bukan sekedar fitur yang banyak seperti OS sebelah.

Pengalaman Trackpad Hampir Serupa

Pengguna Macbook sering kali menyebut bahwa pengalaman trackpad di perangkat mereka sangat nyaman dan sempurna, dan jujur saya setuju lantaran memang swipe jari untuk beranjak workspace sangat mulus dan enak, navigasi sangat lancar dan menyenangkan.

Nah di elementary OS, pengalamannya juga serupa guys, dan swipe tiga jari kiri alias kanan untuk berganti workspace juga mulus sama halnya dengan swipe atas untuk memandang jendela yang terbuka di workspace

Meskipun memang sih rasanya mungkin tidak 100% sama, tapi untuk Anda yang mau menghidupkan perangkat mac lama agar performanya lebih baik, elementary OS bisa jadi solusi yang sempurna.

Ringan tapi Tetap Modern

Dibandingkan dengan macOS yang condong berat di perangkat lama, elementary OS ini bisa melangkah lebih ringan tanpa mengorbankan tampilan modern.

Bisa dibilang, OS ini cocok banget untuk Mac Lama alias Anda yang mau sistem yang lebih responsif.

Image by Reddit User

Pemakaian resourcenya pun tidak terlalu berat, saat ini dengan membuka banyak tab browser dan aplikasi, penggunaan RAM nya pun sangat minimal.

AppCenter Lebih Kurasi

Nah satu kelebihan elementary OS menurut saya adalah AppCenternya yang unik, aplikasi didalamnya dikurasi dengan standar kreasi dan kualitas tertentu, apalagi banyak aplikasi didalamnya menggunakan sistem “pay what you want”.

Untuk pengguna macOS yang terbiasa dengan App Store yang rapi dan terkurasi, ini bakal terasa familiar dibandingkan dengan repo linux lain yang terkadang terlalu bebas.

Cocok untuk Transisi Bertahap

Nah jika tujuan pengguna bukan langsung meninggalkan macOS namun lebih sekedar eksplorasi Linux, elementary OS jelas adalah pintu masuk yang aman.

Selain itu, banyak distro biasanya mengharuskan pengguna berinteraksi dengan terminal, nah elementary OS mencoba mengurangi perihal ini dengan menyediakan GUI yang cukup komplit untuk kebutuhan sehari hari.

Terminal memang ada, tapi pengguna tidak dipaksa untuk menggunakannya.

Meskipun begitu, lantaran OS ini adalah Linux, jelas mungkin pengguna macOS kudu menyesuaikan diri dengan semua komponen didalamnya, seperti misalkan kudu mencari aplikasi pengganti (apalagi jika aplikasi tidak tersedia secara cross platform), kudu mulai terbiasa dengan terminal, dan kudu trial and error ketika pertama kali migrasi.

Baca Juga : Migrasi ke ElementaryOS 8 – Gantikan Windows 10 Pro di Asus K401UQK

Tapi setelah melangkah lama dan terbiasa, elementary OS bisa jadi salah satu OS pengganti di perangkat Mac lama.

Jika sudah terbiasa dan mau mencoba pengalaman berbeda, kelak bisa mencoba distro linux lain, entah itu yang berbasis Debian, Fedora alias apalagi Arch.

Nah apakah Anda punya Mac dan pakai Linux? komen dibawah guys.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya