Kesalahan Menyimpan Makanan yang Sering Dilakukan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 505x dilihat
Kesalahan Menyimpan Makanan yang Sering Dilakukan

Bagikan Postingan

Ilustrasi beragam bahan makanan yang disimpan di dalam kulkas/Foto: Magnific/zinkevych

Baru beberapa hari dibeli, sayur dan buah di lemari es sudah mulai layu dan berbau? Bisa jadi masalahnya bukan pada kualitas bahan makanannya, melainkan langkah kita menyimpannya yang kurang tepat, Beauties.

Tanpa sadar, kita sering asal memasukkan makanan ke lemari es lantaran mau semuanya sigap beres. Padahal, posisi, suhu, dan kondisi makanan saat disimpan bisa memengaruhi seberapa lama makanan bisa bertahan.

Nah, sebelum menyalahkan lemari es lantaran makananmu jadi sigap basi, coba cek kebiasaanmu di dapur! Bisa jadi ada beberapa kesalahan menyimpan makanan yang tetap sering dilakukan.

1. Membiarkan Makanan Terbuka di Kulkas

Ilustrasi wanita memegang wadah berisi makanan sisa dari dalam lemari es yang mulai mengeluarkan bau/Foto: Magnific/bearfotos

Menaruh makanan begitu saja di lemari es sering jadi kebiasaan yang dilakukan beberapa orang, terutama saat sedang terburu-buru. Namun, makanan yang dibiarkan terbuka bisa lebih mudah terkena kotoran dan kualitasnya bisa menurun lebih cepat.

Selain itu, permukaannya bisa mengering dan aromanya bercampur dengan makanan lain di dalam kulkas. Jadi, sebaiknya pindahkan makanan ke wadah yang bisa ditutup rapat alias gunakan penutup unik sebelum menyimpannya.

Hal ini juga bertindak untuk makanan sisa. Jangan hanya meletakkannya di atas piring lampau memasukkannya ke lemari es tanpa penutup, ya!

2. Menyimpan Sisa Makanan Terlalu Lama

Ilustrasi wadah berisi bahan makanan yang diberi label tanggal dan disimpan di dalam kulkas/Foto: Magnific/magnific

Sisa makanan memang sayang jika langsung dibuang. Namun, menyimpannya terlalu lama justru bisa membikin makanan tidak lagi kondusif untuk dikonsumsi.

Melansir WebMD, sisa makanan sebaiknya tidak disimpan lebih dari tiga sampai empat hari di kulkas. Makanan juga perlu segera didinginkan dan dimasukkan ke kulkas, paling lambat sekitar dua jam setelah makan.

Supaya tidak lupa, Beauties bisa memberi label tanggal pada wadah makanan. Dengan begitu, Anda bisa tahu mana sisa makanan yang perlu dihabiskan lebih dulu dan mencegahnya tersimpan terlalu lama di bagian belakang kulkas.

3. Menyimpan Buah dan Sayur dalam Kondisi Basah

Ilustrasi buah dan sayur yang sudah dicuci/Foto: Magnific/magnific

Mencuci buah dan sayur sebelum disimpan memang terasa lebih praktis. Namun, sisa air justru bisa membuatnya lebih sigap rusak.

Melansir Southern Living, jurumasak sekaligus pemilik etch and etc di Nashville, Tennessee, Deb Paquette menjelaskan bahwa kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan kuman dan pembusukan pada buah serta sayuran. Karena itu, sebaiknya cuci buah dan sayur saat bakal diolah, bukan sebelum disimpan.

Kalau sudah terlanjur dicuci, pastikan buah dan sayur betul-betul kering sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan. Kamu juga bisa melapisinya dengan tisu dapur untuk menyerap sisa air agar buah dan sayur tidak sigap lembek alias berjamur.

4. Menyimpan Daging Mentah di Rak Atas Kulkas

Ilustrasi seseorang menyimpan daging mentah ke dalam kulkas/Foto: Magnific/magnific

Daging, ayam, dan ikan mentah sebaiknya disimpan di rak paling bawah, bukan di bagian atas kulkas. Posisi ini membantu mencegah cairan dari bahan mentah menetes ke makanan lain dan membuatnya ikut terkontaminasi.

Sebelum dimasukkan ke kulkas, pastikan bahan mentah sudah diletakkan dalam wadah yang tertutup rapat. Cara ini juga krusial untuk mencegah cairannya mengenai makanan lain, terutama buah alias sayuran yang siap dimakan.

Jadi, jangan asal meletakkan bahan mentah di rak yang tetap kosong, ya. Pilih rak paling bawah dan gunakan wadah tertutup agar makanan lain tetap terlindungi.

5. Suhu Kulkas Tidak Cukup Dingin

Ilustrasi lemari es yang dipenuhi beragam bahan makanan/Foto: Magnific/magnific

Kulkas memang bisa membantu makanan memperkuat lebih lama. Namun, pastikan suhunya tetap dingin agar makanan tidak sigap rusak dan tetap kondusif dikonsumsi.

Menurut jurumasak sekaligus pemilik berbareng Juniper di Ridge Spring, South Carolina, Brandon Valie yang dikutip Southern Living, kuman lebih mudah berkembang pada suhu 40 hingga 140 derajat Fahrenheit. Karena itu, WebMD menyarankan suhu lemari es sebaiknya berada di bawah 40 derajat Fahrenheit.

Kebiasaan sering membuka pintu lemari es alias membiarkannya terbuka terlalu lama juga bisa membikin suhu di dalamnya naik. Jika terlalu hangat, makanan pun bisa lebih sigap rusak.

Makanan yang baru matang juga perlu disimpan dengan langkah yang tepat. Kamu bisa pindahkan makanan ke wadah lain agar lebih sigap dingin, lampau masukkan ke lemari es sekitar dua jam setelah dimasak.

Menyimpan makanan dengan langkah yang tepat bukan hanya soal membikin lemari es terlihat rapi. Kebiasaan mini seperti selalu menutup makanan, menjaga suhu kulkas, dan giat mengecek kondisi bahan masakan bisa membikin makanan awet jauh lebih lama.

Jadi, jika makanan di rumah sering sigap basi, coba cek lagi langkah menyimpannya, Beauties. Bisa jadi ada kebiasaan mini yang selama ini tanpa sadar membikin makanan lebih sigap rusak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads